
"Auhhhh ... sakitttttt" teriak Aya memegang kepalanya.
"SAYANGGG!!!/AYAAAA/KAK AYA" ucap mereka bersamaan..
Diruangan itu terjadilah aksi keributan,... hingga Ghea keluar memanggil dokter...
***Happy Reading***
Setelah dokter memeriksa keadaan Aya dan menjelaskan apa yang terjadi dengan gadis itu. Seorang dokter meminta teman sejawatnya untuk datang keruangan yang ia datangi,guna untuk memeriksa kembali keadaan Aya.
Tak lama, dokter wanita itu datang untuk memeriksa.
tok..tok...
CEKLEK..
"Permisi, saya Dokter Rara. Dokter Willy memanggil saya untuk memeriksa pasien atas nama nona Gayatri." ucapnya lembut.
""Oh, ya silahkan dok." ucap Daddy Bryan.
"Dokter Willy..." panggilnya..
Dan karena suaranya yang sangat lembut membuat Alex,Bunda Dinda dan Mami Chika menoleh kearah dokter cantik itu. Namun.....
"Ia, langsung saja kamu periksa ya Ra. Kalau begitu tuan dan nyonya saya permisi dulu, untuk nona Aya biar Dokter Rara yang memeriksanya kembali.Permisi" pamitnya.
"Terima kasih dok" ucap mereka bersamaan.
Setelah peninggalan dokter Willy.. suasana ruangan tersebut sunyi kembali. Karena Dokter Rara sedang memeriksa Aya. Akan tetapi, Alex tak henti-hentinya menatap wajah ayu Dokter tersebut, ia seperti mengenal suara itu tapi dimana. Hal itu, juga dilakukan oleh Mami Chika, ia juga seperti mengenal dokter itu. Namun mata mereka sama-sama melihat name tag dokter cantik itu, ketika dokter Rara berbalik menghadap Alex dan Bunda Dinda tersenyum dan berkata.
Name Tag "Tamara D"
"Apa pasien sebelumnya pernah mengalami hilang ingatan nyonya?" tanya Dokter Rara kepada Bunda Aya.
"Saya nggak tahu dok, ada apa?" tanya Bunda Dinda.
"Maaf sebelumnya nyonya, setelah saya periksa nona Gayatri pernah mengalami hilang ingatan." ucapnya.
"Tapi kami nggak tahu dok" ucap Mami Chika.
"Lalu keadaannya bagaimana?" tanya Alex ketika ia menyadari bahwa Dokter itu memakai kalung inisial keluarganya. Ia sangat bahagia bila benar Dokter Rara itu adalah Adik perempuan yang ia sayangi.
__ADS_1
"Keadaannya jauh lebih baik tuan, hanya saja ia akan sering sakit kepala, karena ingatan itu akan pulih kembali. Jadi jangan biarkan ia memaksa untuk mengingat semuanya". jelas Dokter Rara.
tiba-tiba.....
"Ar.... araaa... raa... rara.. hiks hiks.. tol.. tolong.. ra..raa to.. to long" ucap lirih dari bibir mungil itu.
Hal itu membuat, Alex, Bunda Dinda, Mami Chika dan lainnya mendekat kearah Aya.. terutama Dokter Rara langsung memeriksa Aya.
"Ra.. ra... Bang Al... hiks.. hiks.. to..loon..long. ra.. ra.. A.. araa." ucapnya lirih.
Tapi kali ini Aya langsung membuka matanya, nafasnya yang tersengal-sengal, keringat membanjiri dirinya.. Ia mengingat sesuatu dimana ia dan teman masa kecilnya dihadang oleh orang berpakaian serba hitam. Dimana juga Ara dan Aya dibawa paksa oleh mereka dan hanya Aya yang berhasil melarikan diri karena berhasil keluar dari mobil itu hanya saja malang nasib Aya,ketika ia berhasil keluar dari mobil itu ia tertabrak oleh pengendara sepeda motor dan disitu lah ia mulai melupakan segalanya.
"Aya, sayang.... ada apa?" ucap Alex sambil mengelap keringat Aya.
"Ara....." panggilnya.
"Ara tidak ada disini sayang" ucap Alex.
"Ara itu siapa?" tanya Ghea.
"Ara... hiks ... hiks " ucapnya sambil menunjuk ke arah dokter Rara.
Ia ingat gelang yang dipakai dokter Rara sama dengan Gelang yang ia gunakan, dan hal itu juga disadari oleh Ghea dan Almira.
"Benar" jawab Almira.
Mendengar itu pun seketika mereka melihat pergelangan tangan dokter Rara dan Aya. Alex ia tak tahan lagi bila itu benar adiknya yang malang.
Sedangkan dokter Rara, ia melihat gelangnya itu dan.....
"Bagaimana bisa?" tanyanya.
"Aa..raa...." panggil Aya.
Dokter itu melihat kearah Aya yang terbaring lemah.
"Ara..... kalung mu dan gelang yang kamu pakai persis seperti yang dipakai Bang Alex dan Aku."ucapnya.
"Aku tahu, Kamu sering menjengukku ketika mereka sedang pergi" ucapnya lagi.
Alex dan yang lainnya hanya mendengarkannya saja.. sedangkan dokter Rara, ia menunduk tak berani menatap Aya. Ia akui, selama ini ia kabur dari rumah neraka itu, mencari abang dan orang tuanya tetapi ketika ia datang ke rumah orang tuanya rumah itu sudah dijual. Ia putus asa dan akhirnya kembali ke apartemen yang orang lain tak tahu. Tetapi, ketika ia bekerja di rumah sakit ini sebagai dokter. Ia kembali bertemu dengan kedua orang tuanya yang selama ini ia cari keberadaannya. ketika tahu orang tuanya mengalami koma beberapa tahun, ia sangat sedih. Setiap hari ia menjenguk kedua orang tuanya, mengajaknya ngobrol, mengelap badan kedua orang tuanya. Tanpa hari ia lewati,merawat dan memeriksa keadaan orang tuanya. Hingga ia bertemu dengan Ara dan Alex di rumah sakit,ketika hendak memasuki ruangan orang tuanya. Ia juga mendengar bahwa kedua orang tuanya telah sadar dan memutuskan untuk mendatangi keduanya. Tetapi, Dokter Willy meneleponnya untuk datang keruangan seorang pasien atas nama Gayatri. Aku tidak tahu jika itu adalah Aya sahabat kecilku.
__ADS_1
"Apa itu benar?" tanya Alex.
"Ara jawab...." ucap Aya. Ia sangat yakin bahwa dokter yang dihadapannya ini sahabat kecilnya.
"JAWABBBB!!!!"Bentak Alex.
Ia tahu bagaimana adiknya, jika dibentak jadi ia ingin memastikan bahwa didepannya ini adalah benar adik kesayangannya.
"iii...iyaaa hiks .. hiks" tangis yang ditahan oleh Dokter Rara pecah saat itu juga. Ia takut dibentak oleh abangnya.
Alex yang melihat itu langsung memeluk adiknya.
"Ara sayang.... ini abang Al hiks hiks" ucap Alex.
Sungguh dihari ini ia mendapatkan kabar baik sekaligus dihari yang sama. Dimana kedua orang tuanya sadar, Aya ingatannya akan pulih ,dan Ia menemukan adik kesayangannya yang ternyata ada didekat mereka.
"Aduh, mewekk... hiks hiks hiks" dramatis Ghea.
"Ia hiks.. hiks.." ucap Almira.
Bunda dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ibu hamil dan Ghea anaknya.
"A..ara maaf, aku tak bisa menolongmu saat itu" ucap Aya
"Hiks.. hiks.. yaya... " ucap Dokter Rara memanggil nama Aya dengan sebutan Yaya nama kesayangannya.
"Rara.... kemari lah" ucap Aya sambil merentangkan tangannya agar Rara bisa memeluknya.
Rara yang mendengar itu segera memeluk Yaya kesayangannya. Mereka seperti anak kembar,yang kemana selalu couple an.
tok.. tok..
"Hallo....." ucap Mami Celine membuka pintu untuk anak itik,sembari menggendong baby Cio begitu juga Chintya menggendong Baby Rora sedangkan Geisha dan Elle mereka membawa perut besar mereka. Dibelakang mereka ada suami-suami dan pacarnya Ghea.
"Huaaaa.... Doktel tantik tali" teriak Cia.
"Doktelnya tantik, ia juga mau jadi doktel talo udah besal" ucap Gia.
"Cia juga mau jadi doktel tantik hihi.. biar bisa tuntik oom ian" celetuk Cia.
Bahkan, mereka yang berada diruangan itu tertawa terbahak,mendengar celetuk Cia yang ingin menyuntik Tian. Sedangkan Tian ia menggaruk kepalanya gatal mendengar ungkapan dari gadis kecil itu.
__ADS_1
"Hello EveryBody... Selamat membaca jangan lupa like dan koment"