MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 37


__ADS_3

✨HAPPY READING ✨


Setelah berpamitan, mereka berempat pun pergi meninggalkan rumah sakit, menyisakan Ayah Gibran, Gio, Tian dan Papa Dion (Papanya Tian ).


**************


Setelah sampai di Mansion, Ellie dan Geo langsung menuju kamar mereka,begitu juga Ghea Dan Bian. Sesampainya di kamar, Ghea menangis kembali meratapi nasib Bundanya, ia takut Bundanya pergi meninggalkannya.


"Bunda.... hiks ... hiks " ucapnya lirih sambil mengusapi foto Bundanya yang ada di dompetnya.


tok... tok...


"Sayang, .....Kakak boleh masuk ?" tanya Chintya.


Merasa tidak ada jawaban,Chintya akhirnya membuka pintu kamar tamu tersebut. Ia melihat Ghea yang sedang melamun menghadap jendela.


"Sayang, jangan bersedih .... Kita doakan Bunda semoga cepat sadar " ucap Chintya pada adik iparnya.


"Bunda kak, hiks ... hiks kenapa bunda yang jadi korbannya, kenapa kakak tirinya jahat banget sama bunda kak" Tangis Ghea.


"Heii, sudahlah... sudah garis takdir sayang. Sekarang kita doain Bunda. Eh, kamu sudah mandi belum ?" tanya nya.


"Hehehe belum " jawabnya malu-malu.


"Astagaa, mandi sana... apa perlu kakak yang mandiin ?" tanyanya.


"Hahaha gamau, udah gede ini " jawab Ghea.


"Yauda, kamu mandi,terus turun kebawah makan, abis itu kita ke ruangan khusus oke!!" titah Chintya.


"Okey, kak " jawab Ghea.


*******************


"Alo.... alo..... alo Yah" teriak gadis itu.


"Dut, dut... dut... ayo tita bedandut.... yan di doyan di doyan yan"


"dandut tetoet dandut tetoet dandut ih hakkk" teriaknya semangat.


HAHAHAHAHAHAHAHAHAAH


Mama Agatha dan Mami Chika tak dapat menahan tawanya mendengar nyanyian dari sang Cucunya..


"Perut gue keram nih, Chi" ucap Mama Agatha sambil mengendong Baby Rora yang juga tertawa khas bayi.


"Gue juga tha, ahaha. cucu oma.. nyanyinya udahan ya oma lemas" ucap Mami Chika memohon.


"Oma, lemas talo nenek tata nih gimana tapek, lemas, aus ?" tanya Gia dengan menggunakan mik.


"tiga-tiganya nenek " ucapnya yang sudah tidak tahan lagi..


"Oh, talo diga-diga ? berarti 3+3\= .... tatu, dua, diga, mpat, ima, enam.... " ucapnya sambil menghitung jari-jarinya..


Kemudian, setelah menghitung Gia bergegas meninggalkan Nenek Tata dan Oma Chika yang cengok melihat tingkah Cucunya dan lebih membingungkan Gia kenapa menghitung 3+3, setelah itu pergi.


Tak lama..... wajah cengok kedua nenek tersebut sontak makin cengok. Bagaimana tidak, Gia keluar dari arah dapur bersama Maid yang membawa 3 gelas minuman, 2 makanan ringan dan 1 susu bayi. (dam dot)


"Ini Nyonya Besar dan Nyonya Besan." ucapnya


"Tilahkan oma dan nenek tantik" ucap Gia dengan senyum yang mengembang.


Nenek Tata dan Oma Chika, melihat 3 jus mango, 2 cemilan dan 1 susu bayi (dalam dot) pun saling pandang. Sedangkan Gia, ia mengambil Susu tersebut tetapi, melihat Chintya berjalan ke arah mereka ia pun mengurungkan niat untuk menggapai susu tersebut dan berlari ke arah Chintya serta mengandengnya.


"Hei, sayang ada apa ?" tanya Chintya kepada Gia.

__ADS_1


"Dedek Lola, Aus Unda " ucap Gia polos.


"Ha, haus... bukannya dedek sudah minum susu sayang?" tanya Chintya


"Tudah, tapi mau ladi" ucapanya serius.


"Loh, mam kalian lagi pesta ?" tanya Chintya.


"" Bukan pesta Tya, kita dilayanin sama bos kecil" ucap Mama Agatha.


"Bos kecil ?" tanya Tya.. dan dibalas anggukan oleh mami Chika.


"Unda , Dek Lola au tutuh" panggil Gia. Ia ingin memberi susu kepada Aurora tapi takut tersedak.


"Oh, anak Bunda mau susu..." Ucapnya seraya mengambil Rora dipangkuan Mama Agatha dan segera menyusui Baby Rora.


Gia yang melihat itu,menjadi penasaran apa itu enak ? Mami Chika yang melihat cucunya memperhatikan Baby Rora menyusu pun bertanya.


"Kakak Gia kenapa ?" tanya Mami Chika.


"Apa itu enak oma?" tanya nya .


"Emang, Gia belum pernah nyoba ?" tanya Mama Agatha.


"Sayang, kamu mau ?" tanya Chintya.


"Apa itu enak, Unda ?" tanya Gia.. ia sangat penasaran dengan rasanya seperti apa.


"Hm, gimana ya rasanya enak" jawab Chintya.


"Oma, apa Ia dulu tuka minum tutuh sepelti dedek Lola?" tanya Gia penasaran.


"Hm iya seperti baby Rora sayang" ucap Mami Chika tersenyum kecut.


"Ada apa ini, Mam ?" tanya Geo yang baru keluar dari kamar tamu bersama Ellie


"Haaaa bagaimana bisa, Gia kan sudah besar bentar lagi jadi kakak. Masa Gia mau nyusu badan?" ucap Geo melongo.


"Tapi Ia ingin "Rajuknya.


"Sayang, Kakak Gia..... sini sama Mommy "Ucap Ellie.


"Mommy, apa Ia endak boleh minum tutuh seperti dedek Lola?" ucapnya sedih.


"Boleh,tapi tunggu dedek diperut Mom Lahir ya" ucapnya.


"Belapa lama ladi, Mom ?" tanyanya.


"2 bulan lagi". ucapnya.


Tiba-tiba, twins menendang perut mommynya sangat kuat, membuat Ellie meringis.


Auh...!!!!


"SAYANG....!!!" teriak Geo


"Kamu kenapa ?" Apa ada yang sakit ?" tanya Geo.


"Twins, menendang....bang" ucapnya lirih.


Mendengar itu, Geo mengusapi perut Ellie dan berkata :


"Nak, jangan kuat-kuat nendangnya kasihan mom kalian, nanti.............."


Belum selesai, Geo berbicara sudah dipotong oleh seseorang,

__ADS_1


"Dedek-dedek di dalam pelut Mimi dangan nakal, nanti tatak endak tasik tueh tama tutuh yang enak-enak, oteh " ucapnya memarahi Twins.


Yang lain hanya melongo mendengar ucapan Gia yang, katanya tidak mau memberikan kue dan susu yang enak-enak? Itu pendapat siapa Gia sayang hahaha.


"Mimi, apa twins masih nakal ?" tanyanya.


"sudah tidak lagi sayang, mereka menuruti ucapan kakaknya" jawab Ellie terkekeh.


"Badus, dedek-dedek... tatak bangga" ucapnya memberi dua jempol. Hahaha aneh tapi nyata.


**************


📞hallo...........


📞...........


📞Apa?! Bunda sudah siuman,yah?


📞...........


📞Ah, Puji Syukur........ Bunda siuman. Baik,Yah nanti Ell sama Bang Geo kesana.


📞........


📞baik yah.


**********


"Ada apa yang?"tanya Geo yang baru selesai memandikan Gia.


"Bunda, udah siuman bang" ucapnya senang.


"Puji Syukur, " ucap Geo


"Enek tadal ?" tanya Gia yang masih menggunakan handuk.


"Iya sayang nenek sadar" ucapnya gembira.


"Holeeeeeeee.... holeeeee" teriak Gia sambil melompot-lompat.


"Sayang, ayo ganti dulu nanti kita jenguk nenek Dinda" ucap Geo membawakan pakaian ganti Gia.


"Tiap Didi" hormatnya ala-alaan.


"Sayang kamu ganti juga, ini pakaianmu" ucap Geo kepada Ellie.


"Hehehe iya sayang" ucapnya.. yang lupa bahwa dirinya juga masih menggunakan handuk.


Setelah berganti pakaian, mereka sekeluarga kecil turun kebawah dan menyampaikan kabar gembira tersebut. Ghea yang melihat kakaknya tersenyum senangpun menghampiri kakaknya dan bertanya.


"Kakak, ada apa ?"


"Bunda dek, bunda sudah sadar"ucapnya.


"Hah, cepat sekali sadar ?" tanya Ghea.


"Kamu ga senang bunda sadar ?" ucap Ellie.


"Senang kak.... ayo kita kerumah sakit" ucapnya.


"Ayo, yang lain sudah menunggu kita diluar"Ucap Geo seraya menggendong putrinya.


"Ayo" ucap kakak dan adik serempak.


*HALLO GUYS, MAAF YA ALUR CERITANYA GASESUAI ATAU GANYAMBUNG*

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SENANG DENGAN KARYAKU INI... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT YA.. DAN BANTU SHARE KETEMAN-TEMANMU..


__ADS_2