
✨HAPPY READING, GUYS✨
Tapi sayang, strategi mereka sudah dibaca oleh Geo dan Papi Amdani. Mereka meminta anak buahnya untuk bersiap-siap menangkap kedua anak dan ibu tersebut.
*******************
Ketika Tiara hendak melepaskan pelatuknya tiba-tiba dari arah belakang Alex dengan sigap mengarahkan pelatuk itu keudara dan langsung mengunci Tiara. Sedangkan Mami Sisilia, ia merasa ketar-ketir karena pelatuknya berhasil diamankan oleh anak buah Geo.
"BRENGSEKKKKKK.....!!!!" Teriaknya.
"Kenapa Nyonya Sisilia ?"tanya Mom Citra.
"Sudah merasa kalah hari ini ?" tanyanya lagi.
"DASARRRR J*******" teriak Sisilia.
"JAGA OMONGANMU PADA MOM KU WANITA JADI-JADIAN" Teriak Bian. Ia tak ingin ada seorang yang memanggil Mommy nya seperti itu.
"MOMMY MEMANG WANITA J********"Teriaknya lagi.
"KAU YANG J****** PERUSAK KEBAHAGIAN RUMAH TANGGA ORANG" teriak Bian, jika bukan karena dia seorang wanita mungkin, Sisilia sudah babak belur.
Sedangkan Tiara ia hanya pasrah tapi ia mencari akal bagaimana ia bisa kabur dari sini, ketika semua orang menghakimi maminya dan ia sedang diamankan oleh anak buah Geo. Tiba-tiba ......
Dorrrrrrrr.........
Akh !!!!!!!...
********************
Sedangkan didalam ruangan khusus, semua wanita disana kecuali emak-emak karena emak-emak ada bersama suami mereka diluar.
"Mom, itu suala tembak dol" ucap Gia dengan mata terpejam tapi ia tak menangis ketakutan mendengar suara tembakan itu.
"Suu.... su... suaraa tembak?" tanya Almira ketakutan.
"Siapa yang tertembak ?" tanya Geisha.
"Tidak tahu" Jawab Ghea.
"GHEAAAAA !!!!!" semua teriak.
"Lah, kalian kan bertanya semua jadi karena tidak ada jawaban ya Ghea jawablah." ucapnya santai.
"Unda " panggil Gia kepada Chintya.
"Iya sayang," jawab Chintya.
"Ia nantuk, dedek Lola nantuk duga. Jadi tita tidul janan ada yang belisik ya " ucap Gia dengan mata tertutup.
"Oh, Gia bagaimana tidak berisik kalau di luaran sana kita sedang berkalut ohhh tidakkk." ucap Ghea greget ia tak sengaja mendengar ucap sang ponakan tercintuy nya.
HHAHAHAHAHAHAHAHAH....
"Anak mommy sini tidur, mom puk-puk" ucap Ellie
"Ia mau tidul dekat dedek Lola mom" rengeknya.
"Dek, kenapa kamu diam ?" tanya Chintya pada Al
Tetapi Almira hanya terdiam dengan pikirannya sendiri.,Begitupun Geisha yang sedang hamilpun.
__ADS_1
"Hei, kalian kenapa ?" tanya Chintya panik,begitu juga Ghea dan Ellie khawatir. untung saja Gia dan Baby Rora sudah terlelap jika belum pasti ruyam semuanya.
Ghea, berjalan mendekat kearah Geisha dan menepuk bahu kiri Geisha.
"Kak, Ge kenapa bengong. Ibu hamil gaboleh bengong loh" ucapnya kepada Geisha dan itu berhasil membuatnya tersentak.
"Eh, kenapa Ghea?" tanyanya balik.
"Kakak, kenapa ?" tanya Ghea.
"Aku kenapa ?" tanya Geisha.
"ditanya malah nanya balik, ih sebel..." rajuk Ghea.
"HAHAHAHAHAHAHA" Tawa Geisha menggelegar.
"Ghe pengen coklat " rengeknya.
"Heii, sejak kapan Lu suka coklat ?" tanya Ellie pasalnya Geisha lebih suka vanila daripada coklat.
"Gue gatau, pengen coklat " rengeknya lagi.
"Yauda iya Ghe cariin deh, tapi diluar udah aman belum ?" tanyanya
"Coba telfon bunda " ujar Ellie dan Chintya bersamaan.
"Hehehe bisa samaan gitu" celetuk Geisha.
Tapi belum Ghea menelfon bundanya,terlebih dahulu pintu ruangan dibuka oleh seseorang.
"Kamu mau ngapain yang ?" tanya Bian kepada Ghea.
"Mau telfon bunda, bang". jawabnya.
"Loh, udah selesai bang ?" tanya Geisha kepada suaminya.
"Sudah, ayo " ucapnya lagi sambil menggendong Gia sedangkan Bian menggendong Almira yang sudah tertidur.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut menuju parkiran,setelah itu melaju menuju mansion keluarga Papi Amdani.
********************
"Bagaimana keadaan istri saya,, dok ?" tanyanya cemas.
"Keadaan istri anda sangat serius dan kita harus melakukan operasi sekarang juga"ucap dokter itu.
"Lakukan yang terbaik dok" ucapnya memohon.
"Baik, Pak "ucap dokter itu.
"Mari, pak urus dulu administrasinya" ucap suster itu dan dianggukin oleh pria tersebut.
**********************
"Bund, hiks ... hiks ... Bunda harus kuat" ucap wanita hamil itu.
"Bunda, kenapa harus bunda kenapa ga wanita itu bund hiks... hiks ..."tangis Ghea pecah.
"Sayang yang sabar, kita doain Bunda ya semoga operasinya lancar" ucap Geo kepada sang istri begitu juga dengan Bian ia menghibur Ghea.
"Sayang...... "Panggil Ayah Gibran.
__ADS_1
"Ayahhhhhhhh bunda hiks ... hiks ..." tangis kedua anaknya pecah dan Ayah Gibran tak dapat memendung air matanya lagi. Gio pun turut memeluk ketiganya sedangkan Chintya dan Baby Rora menunggu di mansion dengan keluarga lainnya. Papi Amdani dan Daddy Bryan berada di kantor polisi guna menyerahkan bukti-bukti kejahatan Sisilia, dan juga wanita misterius yang berhasil menembak Bunda Dinda. Sedangkan Tiara ia berhasil melarikan diri ketika semua orang sedang kalut.
FLASHBACK !!!
Sedangkan Tiara ia hanya pasrah tapi ia mencari akal bagaimana ia bisa kabur dari sini, ketika semua orang menghakimi maminya dan ia sedang diamankan oleh anak buah Geo. Tiba-tiba ......
Dorrrrrrrr.........
Akh !!!!!!!...
"BUNDAAAAAAAAAAAAA !!!!"
"DINDAAAAAAAAAAAA"
"HAHAHAHAHAHAHAHAAH akhirnya aku membalaskan dendamku padamu adik tiri ku HAHAHAHA"
"Mati kau sekarang !!!" teriak wanita misterius itu yang tak lain dan tak bukan adalah Rosa kakak tiri Bunda Dinda.
Ternyata anak buah Geo kecolongan, ketika salah satu dari mereka lengah dan membuat wanita gila itu berhasil memasuki area gedung tersebut.
"Sayang bangun ..." ucap Ayah Gibran memangku Istrinya.
"Ayo, kita kerumah sakit sekarang, Gi" titah Papi Amdani.
Melihat mereka semua tengah kalut, Tiara diam-diam melarikan diri dari pintu samping, Alex yang merasa ada yang hilang langsung membagi anak buahnya untuk mengejar Tiara.
*****************
"Siapa wanita itu, yah ?" tanya Ellie.
"Dia saudara tiri bundamu nak, ayah tak menyangka ia akan kembali membuat ulah setelah sekian lama ..." ucap Ayah Lirih ia masih syok.
"Saudara tiri bunda ?" tanya Ellie.. dan langsung di potong oleh Gio.
"Nanti abang cerita, sekarang kita berdoa untuk kelancaran operasi bunda " ucap Gio
"Baiklah bang" jawab Ghea.
Geo langsung memeluk istrinya, Ghea hanya diam dan mendengarkan percakapan keluarganya. Ia takut kehilangan Bundanya. Gio yang melihat adik bungsunya hanya diam, Ia memeluknya dan membisikan kata-kata yang mampu membuat tangis Ghea kembali pecah.
"Bian, tolong antarkan Ghea ke mansion Papi Amdani. Kasihan besok ia harus melakukan Test Masuk keperguruan Tinggi.." Titah Gio dan dibalas anggukan oleh Bian.
"Mari yang, pulang ... pulang test besok kita kesini lagi" ucap Bian kepada Ghea. Sedangkan Ghea hanya mengangguk saja.
"Kita pulang juga ya sayang, kasihan kandunganmu ini " ucap Geo.
Ellie melirik kearah ayahnya, Ayah Gibran tersenyum dan mengangguk meminta anaknya untuk beristirahat.
"El, balik dulu Ayah..." pamit Ellie dan diikuti Ghea.
"Ayah, Ghe balik juga Besok Ghe kesini lagi hiks ... hiks"ucapnya sesegukkan dan memeluk erat Ayahnya.
"Abang, jaga ayah baik-baik ya " Pesannya untuk sang abang.
"Iya Ghe sayang" jawab abang Gio.
Setelah berpamitan, mereka berempat pun pergi meninggalkan rumah sakit, menyisakan Ayah Gibran, Gio, Tian dan Papa Dion (Papanya Tian ).
✨Heyooo Guysss...... gimana nih puasa ke duanya ??? lancar ??? opasti lancar dong ya... SEMANGATT!!!✨
JANGAN LUPA LIKE & KOMENT YA GUYS.
__ADS_1
LOVE U🎈