MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 14


__ADS_3

keesokan harinya di rumah kediaman Ayah Gibran.


"Sayang, bangun yuk....." ucap Ellie membangunkan Gia. Yupss Gia menginap di rumah Ayah Gibran dengan tangisan yang memilukan Geo akhirnya mengijinkan putrinya tidur di rumah Ellie. Bagaimana tidak Gia menangis sangat kencang, ia tidak mau melepaskan pelukannya dari Ellie, hingga membuat Ayah Gibran dan Bunda Dinda meminta agar Gia diijinkan menginap di rumahnya.


sebelumnnya......


"Sudah sampai,...." ucap Ellie


"Ini rumahmu ?" tanya Geo. Bagaimana tidak ia mengira Ellie merupakan gadis biasa yang memiliki rumah yang sederhana ternyata pemikirannya tak sesuai apa yang ia pikirkan.


"Iya, ayo masuk dulu". ucapnya membukakan pintu sambil mengendong Gia.


"Sore pak Didi"Sapa Ellie.


"Sore neng.."jawab pak Didi.


"Sore Pak" sapa Geo


"Sore tuan"jawab pak Didi.


Setelah menyapa pak Didi, 3G memasuki rumah kediaman Ayah Gibran. Suasana malam dikediaman Ayah Gibran sangat ramai, karena seluruh keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menonton.


"Yuhuuuuuuu... Elll balik ke kandang singa" teriak El.


"Aduh, telingaku sakit... kamu teriak-teriak kek tarzannia"Ucap Geo.


"Hehehe maaf, maaf ya sayang" ucapnya pada Gia,yang terkejut.


Ellie mengajak Geo dan Gia ke arah ruang keluarga, dan benar saja keluarganya sedang ngumpul disana. Ghea yang melihat kakak nya datang pun langsung menghampiri.


"Kakak darimana saja ?"tanya Ghea.


"kemana-mana hatiku berada" jawab Ellie


"Dihhh, ini anak siapa ? kakak ambil darimana?" ucap Ghea meledek kakaknya.


"Ehh, ada tamu mari gabung sini nak." Ucap Bunda


"silahkan duduk. mau duduk diatas atau dibawah ?" ucap Ellie.


"Lesehan aja seperti yang lain".ucap Geo


Gio yang baru datang dari dapur untuk membuat susu hamil istrinya terkejut melihat keberadaan Geo tak lain adalah sahabatnya.

__ADS_1


"Lu ngapain di sini " ucap Gio.


"Lah, Lu disini ngapain ?"tanya Geo. Yup mereka sama-sama heran kenapa sahabatnya ada disini. Karena selama kuliah diluar negeri, Gio tidak menceritakan silsilah keluarganya.


"Lah, dia abangnya Ellie bang" jawab Ellie yang paham dengan kebingungan Geo.


"Abang kamu ?" tanya Geo. "Yupss"jawab Ellie.


Setelah itu, Gio mengajak Geo nostalgia dan Ayah Gibran ikut bergabung bersama anak dan sahabatnya, Sedangkan yang lainnya bermain bersama Gia. Hingga tak terasa jam sudah pukul 20:00 Geo berpamitan sekaligus mengajak Gia pulang.


"Om tante, Geo pamit pulang. Yuk sayang kita pulang pasti oma,opa sama aunty gei nungguin kita di rumah "Pamitnya lalu beralih ke putrinya. tapi sayang Gia tidak mau dan akhirnya menangis.


"Huaaaaaa ia au di cini, au idul cama mimi hikss.. hiks"


"tapi sayang...."


"gapapa nak, Gia nginap disini saja kasihan ini sudah malam sebaiknya Gia nginap disini saja" ucap Bunda.


"Nanti ngrepotin bund, Gia rewel kalau malam"


"Gapapa nak, kan ada Ellie sama Ghea"


"Yaudah tant kalau gitu saya pamit dulu ya, makasih. Sayang jangan nakal ya"pamit Geo


"Aik didi" ucap Gia sesenggukan.


cupp...


flashoff.


Setelah membangunkan Gia, Ell langsung membawa Gia untuk mandi dan tidak lupa membawa baju ganti. Untuk pakaian Gia, Ell mengambil pakaiannya yang masih kecil dulu dan mengenakannya kepada Gia. Kemudian membawanya ke ruang tamu.


"Pagi Bund, ..."sapa Ellie seraya mengendong Gia.


"Pagi sayang, Pagi cucu nenek"


"Agi Nek"jawab Gia.


"Gimana tidurnya nyenyak sayang"..


"Nyenyak bun, Gia nggak rewel"jawab Ellie.


"Pagi.........."Sapa Ayah Gibran tak lupa ia mencium Gia. Gia yang dicium sang kakek terlihat sangat senang sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


"Pagiii....."sapa Gio dan Ghea bersamaan sedangkan Chintya ia berada di kamar karena ia sedang baring lemas karena habis muntah-muntah.


"Bund, abang sarapannya dikamar aja ya sama Chintya"pamit Gio


"Iya bang".


Suasana makan menjadi lebih tenang dan damai hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


"Selamat Pagi......" sapa Geo yang datang bersama Geisha adiknya.


"pagi...." jawab mereka.


"Didi,.... ia nda au ulang " ucapnya memelas karena ia tahu bahwa daddnya mengajak ia pulang.


"Daddy kesini bawain baju ganti kamu sayang"


sambil memberikan tas berisi perlengkapan Gia kepada Ellie. Sedangkan Geisha ia sudah lebih dulu lengket dengan Ellie.


"Gio mana tante ?"tanya Geo


"Dikamar,mungkin sebentar lagi turun " jawab Bunda.


"Kangen lu, nyariin gue KANGEN ??"ucap Gio tiba-tiba..


"Nggak, cuma nanya doang gue"jawab Geo


"Hiliiihhh .. bilang aja lu rindu "goda Gio


"Mit amit cabang becak" gedek Geo.


Skipp ....


Setelah kepergian Gio,Ghea, Ayah Gibran dan Geo, Kini bunda menemani Gia bermain karena Geisha dan Ellie sedang berada di dapur untuk membuat pudding ala-ala anak gadis. Gia yang sedang bermain bersama nenek Dinda,mulai mencari keberadaan Ellie.


"mi... mi .." panggil Gia.


"Mom El lagi buat puding sama aunty Geisha, sayang... jadi Gia sama nenek dulu ya".ucap Bunda


"otehh" jawab Gia.


Akhirnya Gia melanjutkan permainannya yang ditemani oleh Bunda Dinda. Hingga seseorang menghampiri bunda dan Gia.


"Bunda, yang lain pada kemana ?"tanyanya.

__ADS_1


"sudah berangkat ke kantor dan sekolah nak.Kamu baru bangun ?"tanya bunda.


"Hehehe iya bun, maaf"jawab Chintya.


__ADS_2