MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 60


__ADS_3

"Lo berdua gila, seenak jidat datang,menikmati, memerintah di mansion orang tua gue" Bentak Geisha.


Saat Aluna ingin menampar, Aya dengan santai menyiram air panas ke wajah Aluna dan tak lupa menyiram ke wajah Jeje.


"SIA***********" teriak Jeje dan Aluna bersamaan mereka merasa perih pada kedua wajah mereka masing-masing.


*********


"Ada apa ini ?" tanya Papi Amdani.


Yups, para pria yang beristri keluar dari kamar tamu ketika mereka mendengar suara teriakan dan terlihat disana ada Geisha dan Ghea yang memegang dua gayung ditangan dengan Aluna dan Jeje yang wajahnya memerah.


"Tuan, wanita gila ini menyirami kami dengan air panas" teriaknya marah.


"Apa wanita gila itu tidak diajari dengan baik oleh kedua orang tuanya. Apa orang tuanya sama gilanya dengan mereka berdua".Ucap Aluna.


Bagaimana tidak marah wajahnya saat ini sangat perih dan hal itu membuat make up tebalnya harus luntur. Berbeda dengan Jeje ia menahan perih akibat luka yang belum sembuh total. Ia hanya meringis kesakitan.


"Kalau gue wanita gila,lantas nama yang cocok untuk kalian berdua apa?? seenak jidat main perintah maid disini!!" bentak Geisha.


Ia sangat tak suka apabila maid disini diperintah dengan seenak jidat tanpa memikir bahwa perasaan maid yang baru saja seminggu bekerja disini.


"Diam....!" ucap Papi Amdani tegas.


"Kalian berdua lebih baik pergi dari sini" usir Geo


"Sayang, kenapa kami di usir?" tanya Aluna dengan suara melembut.


Yakali, baru masuk dan menikmati jamuan paksa di usir... kan tidak lucu calon nyonya Geora diusir secara tidak baik.


"Pergi !!!" bentak Geo.


Ia sangat marah ketika adiknya dan kedua orang tuanya di hina oleh wanita yang tidak jelas darimana.


"Tidak... aku tidak akan pergi dari sini"teriak Aluna.


"Pergi atau saya seret kalian berdua ke penjara" tegasnya


"Loh kok gitu, gabisa dong... disini gue sama Aluna yang tersakiti mana bisa begitu" ucapnya tak terima.

__ADS_1


"Eh, lu ular piton... malu banyak kenapa." Celetuk Almira yang baru keluar bersama suaminya.


"Lu siapa lagi, jangan ikut campur" teriak Aluna.


"Gue siapa lantas anda siapa nona ?wanita mur****n?hmmm" ucap Almira sinis.


"Loooo..." ucapnya kesal karna kalah adu mulut dengan wanita hamil itu.


"Kalian lebih baik pergi dari sini" ucap Ellie.


"Lo siapa lagi...." ucap Aluna marah..


" istrinya suamiku" ucap Ellie manja.


Ia menghampiri Geo dan bergelanyut manja. Sungguh ia tak perduli dengan dua wanita aneh itu. Tapi sebisa mungkin, ia menjauhkan suaminya dari wanita aneh itu. Sedangkan Aluna yang melihat itu sangatlah marah ia dengan geram berlari ingin mendorong Ellie namun tanpa sengaja ia menabrak Lia yang digandeng oleh kakak kembarnya Ico yang baru saja keluar dari ruang bermain hingga Lia tersungkur dilantai dengan tangan yang masih dipegang erat oleh Ico dan berbunyi krek dengan hantaman wajah Lia sedangkan Ico tanpa bisa menjaga keseimbangannya ia juga terjatu terduduk dengan badan gempalnya menimpa kedua kaki adiknya. Aluna ia hanya diam mematung tanpa bersalah ia memaki kedua bocil tersebut.


"Huaaaaaaaa.....Mi..mi....." teriak Lia menangis begitu juga Ico.


Geo dan Ellie yang melihat itupun segera bergegas,begitu juga dengan yang lainnya. Sedangkan Aluna ia tetap memaki kedua bocil itu.


"Dasar Bocah sia*****ln"umpatnya.


Ghea yang tak terima keponakannya disakiti oleh wanita itu dengan segera tangannya melayang di pipi dan di mulut wanita itu dengan keras.


Aluna yang sangat marahpun mendorong Ghea, Bian yang melihat itupun segera menyambut tubuh Ghea ia tak ingin istri dan Calon anaknya terluka. Bian berteriak memanggil bodyguard yang stand bye di depan pintu masuk untuk menyeret Aluna dan Jeje keluar takut akan ada korban lagi. Namun, keduanya tidak mau... Alhasil Ayah Gibran dan Daddy Bryan mengancam akan menelpon polisi dan hal itu membuat Aluna dan Jeje diam tak berkutik. Tanpa kedua wanita itu sadari bahwa Bian dan Tian sudah memasang alat pelacak di mobil keduanya. Sebelum kejadian dimana Lia dan Ico ditabrak Aluna hingga jatuh.


Kembali Ke Geo dan Ellie..


Ellie dan Geo langsung menggendong kedua anaknya.Betapa kagetnya, Ellie melihat hidung dan mulut Lia mengeluarkan darah segar. Ellie berteriak histeris hingga ia merasa perutnya sangat keram. Hal itu membuat Mami Citra,Bunda Dinda dan Mommy Citra segera menolong Ellie dan Geisha ia langsung menggendong Lia, ia juga terkejut melihat keadaan Lia, Sehingga ia meminta Tian segera memeriksa nya.


Jika kalian bertanya dimana kedua orang tua Bimo dan Tian. Mereka sudah kembali ke negara dimana mereka merintis perusahaan yang sekarang masih berkembang. Namun mereka akan menyempatkan diri untuk mengunjungi anak,menantu dan cucunya dan taklupa besannya.


"Lia segera dibawa ke rumah sakit yah" ucap Tian kepada Ayah Gibran.


"Apa separah itu ?" tanya Ayah Gibran.


"Ia karena ada benturan yang membuatnya seperti ini" ucap Tian lagi.


Ayah Gibran pun segera menggendong Lia dan Daddy Bryan berlari kearah mobilnya yang terpakir dan langsung menuju ke rumah sakit. Sedangkan kini, Tian memeriksa Ellie dan Ico.

__ADS_1


"Ico,hanya kaget saja dan Ellie... "ucapnya terputus.


"Ada apa dengan istriku?" tanya Geo.


"Istrimu... Lu ajak periksa ke dokter kandungan aja"ucapnya lesu.


"Ada apa Tian?" tanya Bunda dan lainnya bersamaan.


"Kalau dari pemeriksaan Tian, Ellie hamil Bun,Mi Mom" ucapnya tersenyum.


"Haa hamil...??" tanya Geo memastikan.


"Iyaaaaaa" jawab Tian.


**************


Di rumah sakit, Ayah Gibran dan Daddy Bryan sedang menunggu Lia yang diperiksa oleh dokter dan tak lama datanglah Papi Amdani, Geo dan Bian.


"Bagaimana Yah?" tanya Geo.


Ayah Gibran hanya menggeleng. Namun tak lama pintu IGD terbuka dan muncullah dokter Rendra.


Dokter Rendra adalah dokter baru di rumah sakit Papi Amdani.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Geo.


"Keadaan anak tuan sekarang baik-baik saja pendarahan yang dihidungnya sudah terhenti. hanya saja ia akan merasakan kesakitan dibagian hidungnya akibat terbentur." ucap sang dokter.


"Ahh, syukurlah. Anak saya sudah boleh pulang dokter?" tanya Geo lagi.


"Tunggu infusnya habis baru boleh pulang tuan." ucapnya lagi


"Baiklah terima kasih dok" ucap ketiganya bersamaan dengan suster yang mendorong brangkar Lia.


"Jika begitu saya pamit undur diri tuan muda dan tuan besar beserta tuan besan " ucap Rendra pamit.


Mereka pun menyusul Lia dan suster, Papi Amdani dan Bian pergi mengurus administrasi Lia.


*Hai hai hallo... janlupa mampir ,like dan koment ya... Beri dukungan terus untuk novelku dan semoga kalian suka dengan ceritanya*

__ADS_1


See You🤍all ..


Trim's


__ADS_2