
Aya yang melihat itu pun ingin bertanya tapi tatapan Bian mengisyaratkan untuk diam. Bian mengajak Ghea dan Aya untuk pulang dan kembali ke mansion Papi Amdani.
Sepanjang perjalanan, Aya hanya terdiam menatap ke arah luar jendela. Ia sangat aneh dengan sikap kekasihnya.
***HAPPY READING GUYS***
Semenjak kejadian malam itu, Alex tidak pernah muncul lagi dihadapan Aya hal itu membuat Aya menjadi sangat sedih. Ia berpikir Alex marah karena ia mengajak bermain di pasar malam. Padahal sebenarnya yang terjadi.
FLASHBACK .
Saat Alex dan Aya keluar dari rumah berhantu,Aya mengajak Alex untuk menaiki sebuah wahana yang sangat disukai Aya. Tapi sebelum itu, sebuah pesan masuk di layar ponsel Alex.
✉️📥 "Begitu kau sudah ada pengganti???"
Membaca pesan itu,membuat Alex semakin yakin bahwa seseorang sedang mengincar nyawa kekasihnya, Alex tak ingin melakukan kesalahan lagi. Ia akan menjaga kekasihnya dengan baik. Alex yang tengah menahan amarah tanpa sadar memarahi Aya.
"Abang, baik-baik aja kan?" tanya Aya dengan suara serak dan mata yang sudah berkaca-kaca.
Mendengar suara serak dari sang kekasih,akhirnya Alex menoleh dan berkata.
"Abang baik-baik aja sayang, sudah jangan menangis"Ucap Alex.
"Tapi tangan abang dingin dan abang banyak mengeluarkan keringat.Abang pasti sakit" ucap Aya
Dan benar saja Aya sudah menangis, ia benar-benar merasa bersalah dengan cepat ia mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi Ghea.Tapi... Alex malah merampas ponsel Aya dan berkata.
"Aku tidak apa-apa, ayo kita pulang"ucapnya dingin dan mendahului Aya.
Aya yang melihat itu syok, Alex kembali dingin dengannya apa ia salah mengkhawatirkan kekasihnya sendiri??? Ada apa ini sebenarnya?? Aya benar-benar bingung.
"Apa kau akan bermalaman disana Gayatri Astari"Ucap Alex makin dingin melihat kekasihnya diam mematung.
Sebenarnya Alex tak tega memarahi Aya, tapi setelah membaca pesan tersebut membuat amarah Alex memuncak.Hingga memutuskan agar Aya pulang bersama Ghea dan Bian.
FLASHOFF.
"Kalo kerja yang bener jangan mentang-mentang elo kekasihnya Tuan Alex seenak jidat gamau kerja"Ucap Tyas dengan nada sinis.
Ia masih ingat bagaimana,keluarga Amdani merestui hubungan keduanya setelah Alex mengajak Aya untuk menjalin hubungan.
"Ada apa? kenapa sepertinya kau tampak sedih? Apa Tuan Alex mencampakkanmu?" ucapnya sinis.
__ADS_1
"Bukan urusanmu" Jawab Aya dan ia berlalu dari hadapan Tyas yang selalu mencari gara-gara dengannya.
"Heii, harusnya Lu sadar Tuan Alex pria sempurna mana cocok denganmu yang hanya seorang pembantu" Ucapnya sinis dan itu berhasil membuat hati seorang Aya perih dan sakit.
"Kenapa kamu iri denganku?..... "ucap Aya yang belom selesai dengan ucapannya karena dipotong oleh seseorang.
"Apa karena kamu merasa gagal menggoda suamiku??" tanya Ellie yang sebenarnya sudah lama mengetahui tabiat Tyas.
Tyas yang mendengar itu semakin kaget. Ternyata niatnya sudah terbaca oleh istri sah pria yang ia goda. Tyas yang tak ingin orang lain mengetahui, memilih pergi dari hadapan kedua wanita tersebut.
Melihat kepergian Tyas, Ellie mendekat ke arah Aya.
"Ay, jangan dengarkan kata perempuan itu"Ucap Ellie.
"Hm.... se..sepertinya itu benar kak" Ucap Aya.
"Heiii, jangan dengarkan ucapan para makhluk jelmaan kunti itu" ucap Ellie merangkul Aya seketika tangisan Aya pecah.
Ia menangis dipundak Ellie, ia sangat sedih sekali.
"CUP...CUPP...sudah jangan menangis sebaiknya kamu istirahat saja biar masakannya dilanjut oleh bibi" ucap Ellie dan meminta tolong bibi untuk melanjutkan masakan Aya.
Setelah itu, keduanya pergi ke paviliun. Bibi ia melanjutkan masakan Aya yang sempat terhenti karena pertengkaran antara Tyas dan Aya. Karena kebetulan bibi masih diruangan cucian jadi tak tahu apa yang terjadi didapur.
Setelah Tyas pergi dari hadapan kedua wanita itu, Tyas menelfon seseorang dan dia sangat kesal ingin segera menghancurkan keluarga besar itu. Tapi seseorang yang ditelponnya mengumpat kesal ia tak ingin usahanya gagal sia-sia.
Tyas yang mendengar hal itu sangat kesal bukan main, namun ketika mendengar perintah seseorang untuk mencelakai istri majikannya ia sangatlah antusias dan ia tak sabar akan melakukannya nanti malam.
📞"Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi ingat bayarannya harus lebih mantap" ucapnya seraya mematikan sambungan telepon itu.
"Huft, mending gue tidur deh. Istirahat hati dan pikiran, setelah itu mari kita bermain-main nona HAHAHAHAHAHAAH" Ucapnya sambil membayangkan betapa Ellie mengadu sakit dan keguguran.
**********
Disuatu tempat, berkumpullah para lelaki merunding kasus yang dihadapi Alex dan Anaknya Geo.
"Bagaimana ? Apa kalian sudah punya strategi untuk mengumpan dalang dibalik ini,Lex Geo?" tanya Papi Amdani.
"Sudah Pi/Tuan"jawab mereka bersamaan.
"Kita harus melindungi para wanita dan membawa mereka ketempat yang lebih aman"Ucap Bian
__ADS_1
"Ia kita harus melakukannya dengan cepat tanpa diketahui oleh musuh" ucap Bimo dan diangguki oleh bapak-bapak.
"Kalian ada yang dicurigai tidak, sepertinya dimansion ada mata-mata. Karena semua gerak-gerik kita selalu mereka ketahui" Ucap Ayah Gibran dan diangguki oleh Papi Amdani.
Ia juga merasa bahwa dimansionnya sudah tidak aman lagi. Maka dari itu mereka sekarang berkumpul dimansion tua milik Ayah Gibran.
"Aku mencurigai 1 orang dan dia selalu mengawasi kita"Ucap Gio yang mengingat setiap kali mereka makan dan berkumpul ia selalu mengawasi mereka.
Semua orang yang mendengar ucapan Gio pun bertanya heran. Mereka sama sekali tidak merasakan ada yang mengawasi mereka disaat berkumpul. Yakk, selama beberapa hari ini mereka mendapatkan teror dan hal itu membuat istri-istri mereka ketakutan.
"Apa wanita itu ?" Tanya Tian dan itu berhasil membuat mereka yang semulanya biasa saja menjadi sangat yakin.
*******
Malam harinya.... seluruh keluarga besar dan berbesanan kumpul untuk makan malam bersama, sudah beberapa hari semenjak teror tersebut Papi Amdani meminta mereka semua untuk berkumpul di mansionnya. Gunanya untuk saling menjaga satu sama lain.
Mereka tak menyadari bahwa mereka telah diawasi oleh seseorang, dan hal itu tentu saja Gio orang yang mengetahuinya dan segera memberi kode kepada para lelaki. Namun tiba-tiba,
BRUKKKK...!!!!!
Semua orang yang tengah makanpun,tersentak kaget dan.... Bibi Ina tiba-tiba muncul dengan sudah berdarah- darah.
"Tuan.... tuann... tuan.. Alex" teriak Bibi Ina.
Alex yang mendengar namanya dipanggil pun segera bangkit dan berlari kearah Bibi Ina begitupun semua orang.
"Ada apa bi?" tanya Alex cemas ia merasakan ada sesuatu hal yang terjadi.
"No...nona Aya... nona Aya diculik "ucapnya terbata-bata.
"APA?! Bagaimana bisa bi, bukannya Aya makan bersama kami?" tanya Alex lalu ia melihat sekitarnya begitu juga semua orang.
DEGH !!!!
DEG......
DEG.....
Alex baru ingat bahwa Aya tak kembali-kembali setelah pamit mengambil masakan yang tertinggal didapur. Alex lalu bangun dan berlari kearah dapur. Ia berteriak memanggil kekasihnya.
"AYA....... AYA... KAMU DIMANA SAYANG!!!" teriaknya lantang.
__ADS_1
Papi Amdani, Ayah Gibran, Daddy Bryan, Papa Dion, Papa Anjas, Tian Bian dan Geo menyusul Alex yang mencari Aya. Sedangkan Gio dan Bimo mengajak semua perempuan untuk pergi ke mansion tua milik Ayah Gibran. Ellie dan Geisha yang tengah hamil besarpun terpaksa mengikuti keinginan suami mereka masing-masing.
***Selamat membaca.... Seperti biasa jangan lupa like dan koment