
Aya yang mendengar hal itu sangat-sangat terharu, ia bersyukur masih ada yang memberikannya perhatian dan sayang walau itu bukan keluarga kandung.
Aya langsung memeluk erat kedua paruh baya itu sangat erat dengan kedua air mata yang mengalir deras...
****Selamat Membaca***
"Ayah, Papi... Aya pengen pulang, Aya bosan dirumah sakit" rengek Aya kepada Ayah Gibran dan Papi Amdani.
Karena kedua paruh baya tersebut masih tidak mengijinkan Aya untuk keluar dari rumah sakit.
"Sudah dua hari Aya dirawat, Aya mual cium bau obat"rengeknya lagi.
Sedangkan Bunda Dinda dan Mami Chika hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang masih tak mengijinkan Aya untuk keluar dari rumah sakit.
"Sayang, dengerin apa kata papi dan Ayah yah.. biar kamu lebih sehat..."ucap Mami Chika sambil mengusap sayang pucuk kepala Aya.
"Tapi, mami... Aya bosan" ucapnya.
"Nanti kalau sudah sehat, kita akan ijinkan kamu pulang" ucap Bunda Dinda.
"Benar ya bunda" jawab Aya lirih.
"Iya sayang" ucap Bunda.
"HELLO EFRIBADEEEEE, GHEA CANTIK MEMBAHAYAKAN NGAMBEKKKKAAANNN"Teriak Ghea memasuki ruangan Aya.
"Astaga sayang, jangan teriak-teriak" tegur Bunda Dinda.
"Hehehe maaf bunda sayangnya Ghe" ucapnya manja.
"Hallo, kakak Aya apa kabar dirimu saat ini" ucapnya sambil mengedipkan matanya.
"Hahaha... kakak baik kok, udah sehat malah.. tapi pria disana melarang kakak pulang" adunya pada Ghea.
"Wah kenapa ini?" tanya Ghea berkacak pinggang melotot kearah kedua lelaki paru baya itu.
"Hei, jangan melotot seperti itu, tidak sopan" Ucap Ayah Gibran kepada anaknya.
"Hehehe canda Ayah Iban"canda Ghea.
"Hih, kamu ini sama saja dengan Gia manggil Ayah, Iban" ucap Ayah Gibran pura-pura merajuk.
Melihat hal itu, Ghe menghampiri Ayahnya lalu mengecup kedua pipi Ayahnya.
__ADS_1
"Sudah, disayang jangan cemberut. Nanti bunda cari Ayah baru buat Ghea" ucapnya santai.
"Heh, mana boleh gitu. Bundamu milik Ayah Gibran seorang" ucapnya sombong.
"Hidihhhhh sombong sekali anda tuan" ledek Ghea.
"Sudah-sudah.... Ghea, kamu dari kampus langsung ke rumah sakit? Nak Bian mana?" tanyanya.
"Iya Bunda, Bang Bian masih ada jam ngajar. mungkin abis ngajar baru kemari" jawabnya.
"Kamu sudah makan siang?" tanya bunda lagi.
"Sudah dong bundaku" jawab Ghea.
"Permisi" ucap seseorang.
"Huwaaaa... kalo gini Ghea sih lapar lagi" ucapnya melihat Alex dan Gio membawakan dua kantong makanan.
"Situkang makan tapi ga gemuk" ledek Gio.
"Dih, bisa-bisanya." ucap Ghea.
"Hei, kenapa kalian malah berkelahi" rutuk Alex.
"Abang Gio duluan,bang" rengek Ghea kepada Alex.
Gio hanya mengumpat kesal.
"Ayo makan dulu Bunda,Mami,Papi, Ayah " Ajak Alex.
Yups, kini Alex dan Aya akan memanggil mereka sama dengan anak-anak memanggilnya jadi baik Alex maupun Aya merasakan kembali bagaimana memiliki kedua orang tua. Ya walau sebenarnya Alex masih memiliki orang tua dan adik, tapi ia tak tahu dimana keberadaan adiknya itu sedangkan kedua orang tuanya masih dalam keadaan koma. Sering kali Alex menjenguk kedua orang tuanya, Walau tak sesering dulu dan juga ia masih dalam tahap pencarian adik perempuannya yang telah lama hilang. Sampai saat ini Alex belum menceritakan kedua orang tua dan adiknya kepada Aya, karena ada hal yang harus ia selesaikam terlebih dahulu.
"Sayang makan dulu yuk" ajak Alex dan kemudian menyuapi Aya begitu juga Aya ia menyuapi Alex.
"Ah, so sweet kali lah" celetuk Ghea.
"Makan jangan ngobrol,ntar kesedak" tegur Mami Chika.
"Hehe mami" ucap Ghea dan benar saja Ghea tersedak tulang ikan.
Hahahaha....
"Mami sudah bilang kan" ucap Mami sembari memberikan minum kepada Ghea sedangkan Bunda mengomeli Ghea.
__ADS_1
"Hehehe maaf mami, maaf bunda" ucap Ghea kemudian ia melanjutkan makannya.
Ruangan pun kembali sunyi, semua orang makan dalam tenang,namun tiba-tiba mereka dikejutkan kabar bahwa kedua orang tua Alex telah siuman. Hal itu membuat Alex menangis haru, akhirnya kedua orang tuanya siuman setelah beberapa tahun lamanya.
Mereka semua pun bergegas ke ruangan orang tua Alex dengan Alex yang mendorong kursi roda Aya.
"Mommy... Daddy..hiks hiks."ucap Alex menangis..
"Saa...yang" ucap Mommy Ica
"Mommy... akhirnya mommy dan daddy siuman, Alex senang" ucapnya.
Mommy yang melihat seseorang yang tak asing baginya berada diantara mereka pun bertanya kepada anaknya
"Nak, gadis itu siapa?" tanya Mommy Ica.
"Dia, Aya mom. Kekasih Alex" ucap Alex memperkenalkan Aya kepada Mommynya.
"Saya Aya tante..." ucap Aya sambil mencium tangan Mommy Ica.
"Kamu cantik nak, mirip sahabat Mommy" ucap Mommy Ica.
"Ia nak, kamu mirip dengan sahabat istriku" ucap Daddy Rico.
Mommy Ica menganggukkan kepala, membenarkan ucapan suaminya. Ia sangat yakin bahwa Aya adalah anak dari sahabatnya Mila. Wajah mereka sangatlah mirip,senyumnya mirip dengan senyuman Zidan sahabatnya juga. Yakk... Mommy Ica, Mama Mila dan Papa Zidan adalah sahabat SMP,SMA dan Kuliah.. mereka selalu bersama-sama, walau sebenarnya Zidan dimintai oleh kedua orang tuanya untuk kuliah di luar negeri,tetapi Zidan tetap memilih kuliah di indonesia karena ia tak ingin meninggalkan Mila sendirian di indonesia walau ada Ica yang menemaninya. Orang tua Zidan tidak menyukai Mila karena ia merupakan anak pembantu di rumah kakak iparnya. Namun,Zidan tetap memilih Mila dan pergi dari rumah hingga sampai sekarang keluarga Zidan tidak tahu bahwa anaknya telah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil bersama Mila ketika hendak pergi ke acara ulang tahun perusahaan Rico dan berita kematian itu juga hanya sampai ditelinga Ica dan Rico, yang waktu itu sedang merayakan ulang tahun perusahaan mereka. Saat itu, Aya sedang malas untuk pergi ke pesta yang menurutnya hanya membuang waktu. Begitu juga Alex ia hanya diam dirumah tanpa mengikuti kedua orang tuanya.
"Siapa nama orang tuamu,sayang?" tanya Mommy Ica.
Ia berharap gadis yang didepannya ini adalah ii teman kecil anaknya. Ia juga merindukan gadis kecil nan imut itu.
"Nama mama Aya mama mila dan papa zidan,tante" ucap Aya lirih.
Ia sangat merindukan kedua orang tuanya. Bahkan belum sempat ia mengatakan bahwa ia sangat-sangat mencintai kedua orang tuanya.
Sedangkan pasangan suami istri itu,mendengar bahwa nama kedua orang tua Aya sama dengan nama sahabatnya menjadi syok. Apa ini beneran ii, gadis cantik nan imut yang sering dijahili putranya dan juga sahabat putrinya Ara. Ahhhh.... dia baru sadar kemana putrinya?
"Aaa... alleexx.... Ara mana lex Ara mana" teriak Mommy Ica. Ia baru sadar bahwa putrinya diculik ketika merayakan ulang tahun perusahaan hingga membuat kedua orang tuanya juga mengalami kecelakaan hingga koma.
"Mom, tenang mom Alex tetap mencari Ara" ucapnya menenangkan mom Ica.
"Auhhhh ... sakitttttt" teriak Aya memegang kepalanya.
"SAYANGGG!!!/AYAAAA/KAK AYA" ucap mereka bersamaan..
__ADS_1
Diruangan itu terjadilah aksi keributan,... hingga Ghea keluar memanggil dokter...
"Yeyyyyyy.....Happy Reading ya... jangan lupa tinggalkan komentar dan like"