MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB LANJUT BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN.


__ADS_3

Sorry gaes, akhir-akhir ini sibuk banget dan akunnya baru balik lagi.. kemarin aku instal hp, terus pas download apk mangatoon lupa pake akun yang mana jadi monmaap baru bisa up storyy..


Dan, monmaap udah lama ga up... aku lupa jalan ceritanya jadi teman-teman yang menunggu up novelku tolong koment ya... tolong ingetin alur ceritanya yang kemarin dan apapun lah yang berkaitan dengan novel MENCINTAI DUDA BERANAK 1...


koment aja gapapa kok gaes.. LOPYU❤️..


back to story...


Beberapa tahun kemudian...


Disebuah rumah sederhana...


"Undaaaaa......" pekik gadis cantik nan gemoy


"Iya sayang, ada apa?" tanya sang bunda.


"Unda, Lili tatut unda " ucapnya lirih


"Riri takut apa sayang ? Kakak Rara mana sayang ?" tanya sang Bunda pada anaknya.


"tatak Lala tedang di tamal unda, Tatak tidungna beldalah-dalah unda" ucapnya panik.


Hal tersebut, tentunya membuat sang Bunda panik mendengar salah seorang putri kembarnya mimisan. Seketika ia berlari menuju kamar putri kembarnya diikuti Riri yang berlari sesegukkan.


Sesampainya dikamar sang putri, Ia bergegas memeriksa keadaan anaknya.


"Sayang...." panggil sang Bunda.


"Undaaa.... Lala beldalah ladi" ucapnya lirih.


"Unda, tatak lala hiks... hiks " ucap Riri


Icellie menenangkan kedua putrinya.. ia sangat takut terjadi sesuatu dengan kedua putri kembarnya. Apalagi ia kini tengah sendirian dirumah, suaminya sedang pergi keluar kota tadi siang dan besok ia beserta kedua putri kembarnya akan menginap di mansion mertua nya.


"Gapapa sayang, bunda bantu bersihin darahnya ya.. nanti Rara minum obat biar cepat sembuh" ucapnya lembut.


"Unda.... ayah tapan pulang.. Lala lindu sangat" ucapnya mencari sang Ayah.


"Uwaaaa Lili duda lindu tama ayah" ucapnya tak ingin kalah dari sang kakak.


" Ayah kan baru pergi siang tadi masa kalian sudah rindu sayang" ucap Icellie sembari membersihkan noda darah dihidung Rara.


"Lala penen tidul dangan ayah unda..." ucapnya sedih.


Padahal Icellie tidak tahu apakah suaminya besok sudah balik lagi ke kota J atau tidak. Karena sang suami tidak memberi tahu.


Drtt...drttt...


Icellie mengambil handphonenya yang berada di atas meja belajar anaknya. Ia menatap layar handphonenya dan segera menjawab setelah tahu bahwa sang suami yang menelfon.


"Hallo bang..."


"Hallo yang, kamu dikamar anak-anak ya?" tanya sang suami.. Karena ia melihat background dibelakang istrinya.


"Ia bang......."

__ADS_1


"AYAHHHHHHHH !!! Pekik kedua anak kembar ketika mendengar suara sang ayah.


"Hai, sayanggg" sapa sang Ayah.


"Ayah,tapan pulang adek lindu ayah ?" tanya Riri


"iya ayah tapan pulang ?" ucap Rara sambil menutupi darah yang mulai keluar dari hidungnya.


Ayah yang melihat sang putri kembar berusaha menutupi sesuatu dibalik telapak tangannya pun bertanya.


"Kamu kenapa tutup hidung ? apakah ayah bau, sayang?" tanya sang ayah.


Hehe ayahnya ini suka sekali bercanda, padahal mah kalau diluar kulkas 10 pintu. Berbanding terbalik ketika bersama anak dan istrinya. Kulkas 10 pintu berubah menjadi hangat.


"ayah, Lala tatit hiks.. hiks " adunya pada sang ayah.


"iya ayah, Lili tedih tiat tatak tatit hu..hu.." ucap Riri sesegukkan.


sedangkan Icellia, menenangkan kedua putri kembarnya. Sangat jelas bahwa ia merasa sedih melihat keadaan putrinya Rara. Bagaimana bisa putrinya itu mimisan setiap ayahnya pergi bekerja yang mengharuskan ayahnya menginap beberapa hari. Penyakit yang aneh bukan???.


"Dekk... apa itu benar ?" tanya sang ayah


"iya bang, Rara mimisan lagi" ucapnya tak enak.


Suaminya hanya menghela nafas panjang, putrinya ini selalu begitu ketika ditinggal dirinya keluar kota.


"Rara, sayang......" panggil sang ayah.


"iya ayah.." jawabnya


"tapi ayah, telumah na popa dan moma tan?" tanya Rara memastikan.


"iya nanti ayah susul ke rumah opa dan oma" jawab sang Ayah.


"tiap ayah, Lala batal ajak Lili dan Unda pelgi ke lumah tatit dan pulang ke lumah popa moma" ucapnya semangat ketika mendengar sang Ayah akan pulang besok. Sedangkan Icellie ia hanya tersenyum melihat semangat anaknya.


"Baiklah sekarang Rara istirahat ya dan jangan lupa minum obat".


"Baik ayah danteng" ucapnya semangat.


"Riri sayang...." panggil sang ayah yang melihat sang putri bungsu melirik kearah dirinya.


"ya yah .." ucapnya lirih.


"Riri, tolong bantu Kak Rara ya... nanti ayah pulang bawa oleh-oleh buat Adik sama Kakak ya" seru snag ayah.


"ayah, telius ?" ucapnya memastikan perkataan ayahnya. Wajah yang sembab nan cemberut itu berubah menjadi wajah berseri.


"Ia, ayah serius sayang..." jawab sang ayah..


" Tiap ayah lakcana kan" hormatnya ala tentara.


"HAHAHAHA oke sayang... Bunda mana ?" tanya sang ayah.


Riri pun memberikan ponsel ke sang Bunda, setelah itu ia mengajak kakaknya untuk berbaring agar bisa beristirahat.

__ADS_1


"Dek.... besok ke rumah sakit ya ajak Rara periksa ke dokter Ciara ya" ucapnya kepada sang istri.


"Iya Bang, besok adek bawa ke dokter Ciara.." jawab sang istri.


"Baiklah kalau begitu kalian istirahat saja,biar besok tidak kesiangan. Jangan lupa bawa pakaian untuk menginap di rumah Mommy dan Daddy" ingatnya lagi


"Baik abanggg..... adek tutup telfon ya bang. Abang istirahat jangan begadang". nasehat Icellie.


"Siap Sayangku...." balasnya.


tut....tut....


Setelah sambungan terputus, Icellie memutuskan untuk merebahkan tubuhnya disamping Riri. Dimana Riri berada ditengah-tengah Bunda dan Rara saudari kembarnya.


Keesokkan harinya.....


"Sayangnya bunda... hayuu mandi, kita ke rumah sakit" ucap sang Bunda membangunkan kedua putrinya.


"............."


Hadeh, kedua putri kembarnya ini sangat sulit dibangunkan, bagaimana bisa keduanya masih nyenyak setelah dibangunkan bundanya dengan lembut.


"Yaudah, kalau kalian berdua gamau bangun bunda tinggal ya. Bunda mau kerumah opa sama oma" ancamnya.


".........."


Kemudian, Icellie meninggalkan kamar kedua putrinya dan pergi begitu saja. Ia paham dengan situasi yang ingin anaknya berikan.


CEKLEK...


"Undaaaaa..... " teriak keduanya.


"............."


" Lili, unda mana hiks ... hiks " tangis Rara pecah.


Niat hati ingin bercanda dengan bundanya, malah ia dan adiknya ditinggal.


"Lili endak tau tatak, hiks... hiks " jawabnya lirih dan tangisnya ikut pecah.


"kemon, tita tali unda tak" ajak Riri dan dijawab anggukkan oleh sang kaka.


Namun, baru saja mereka berdua turun dari tempat tidur. Pintu kamar terbuka dan muncullah seseorang yang sangat mereka berdua kangenin semalaman. Yups, dia adalah ayah dari putri kembar Rara dan Riri bersama sang bunda yang membawa nampan berdiri dibelakang sang ayah.


"Ayahhhhh..Undaaaaa....." pekik kedua buah hatinya


Keduanya bergegas menghampiri kedua orang tua, sambil menangis sesegukkan.


"Anak-anak ayah" ucapnya tak lupa mencium kening kedua putrinya.


Yup, semalam setelah video call dengan kedua buah hatinya dan istri, Ia menyelesaikan pekerjaannya untuk sisa pekerjaannya ia berikan kepada orang kepercayaannya dan ia pulang sendiri pada dini hari. Ia ingin mengantar putrinya untuk berobat dan juga menemui keluarga besarnya di weekend ini.


HALLO GAES, MAAF BARU UPDATE HEHE


LIKE KOMENT DAN SHARE YA... BIAR PADA TAHU BAHWA NOVELKU SUDAH UP LAGI.

__ADS_1


__ADS_2