
Nih, pesanan abang" ucap Ghea.
"Makasih kesayangannya abang io hehe". Goda Gio.
Merekapun meninggalkan tempat jualan somai menuju rumah.
Disisi lain.
“ dia kemana sih, beberapa hari ini nggak ada ngabarin” tanyanya dalam hati.
Tuuuuuuut…….. tut………tut tut…
“Ah…….. sial nggak diangkat juga. Kemana sih dia”. ucapnya. Dia adalah Bimo yang gelisah tidak dikabari oleh Vika. Meradang hati abang dek wkwkwk.
Apartement Vika.
“ Kenapa ngehubungi gue sih “. Ucap Vika. Ia sangat kesal karena Bimo terus-terusan menelponnya, ia sangat risih dengan keberadaan Bimo apalagi semenjak Bimo menyatakan perasaanya kepada dirinya itu lebih menggelikan.
“Ah gue block aja, biar nggak ganggu gue” ucapnya tersenyum lalu memblockir kontak Bimo.
Di mansion Mommy Citra.
DEG !!!
“ Ayunda…..” ucap Mom Citra sambil menatap kearah chintya.
“Ma….afff tante ..” ucap Chintya bingung. Ia merasa hangat dengan wanita paruh baya itu, ia juga merasakan kehadiran orang yang sangat ia rindukan, kepalanya tiba-tiba berdenyut sakit, keping- kepingan ingatan itu muncul kembali hingga pandangannya buram .
Bruk…..
“CHINTYA !!! AYUNDA !!!!” teriak bunda dinda dan Mom Citra bersamaan.
“Tolong Panggilkan dokter, bi” Perintah Mom.
“Baik Nyonya” jawab maid yang berlari keruang tamu ketika mendengar teriakan majikannya.
“ Pak tolong angkatkan ke kamar tamu”
“Baik Nya” Ucap Maid tersebut.
Di kamar tamu.
“Nak bangun…. sayang hiks… hikss” Ucap Mom Citra sambil mengoleskan minyak ke hidung Chintya. Sedangkan Bunda Dinda ia menelpon anaknya untuk datang ke rumah Mom Citra.
Ira yang tengah selesai mandipun bergegas berganti pakaian dan turun ke bawah ketika mendengar teriakan mommynya.
“Bi, Ada apa kenapa mommy teriak ?” tanya Ira.
“Ada yang pingsan nona”.
“Sekarang dimana mereka ?” tanya Ira
“Kamar tamu nona, kalau begitu saya permisi dulu nona.” pamitnya
Ira pun segera pergi ke kamar tamu untuk menemui mommynya.
“Mom….”panggilnya. Mom Citra dan Bunda Dinda pun menoleh, tak lama dokter datang bersamaan dengan Gio suami Chintya dan dokter langsung memeriksa keadaan Chintya.
“Bagaimana dok, keadaan menantu saya?”tanya Bunda.
“Apa menantu bunda, pernah mengalami benturan keras dikepalanya ?”tanya dokter Vio.
__ADS_1
“saya nggak tahu dok, dia nggak pernah cerita”.jawab bunda.
“Baiklah saran saya jika anak bunda sudah siuman jangan paksakan ia mengingat sesuatu karena itu bisa mempengaruhi janinnya.”jelasnya
“dan ini saya tuliskan resepnya.” lanjut dokter Vio
“Baik dok , terima kasih.”
“Mari saya antar dok” tawar Ira.
“Baik kalau begitu saya permisi”. pamitnya dan pergi bersama Ira.
Setelah kepergian Ira dan dokter Vio. Kini tinggallah, bunda dinda, mom citra dan gio. Gio menatap lekat wajah ayu istrinya ia sungguhb khawatir mendengar jika istrinya pingsan dirumah teman Bunda nya. Begitu juga dengan Mom citra, ia merasa wajah Chintya mirip sekali dengan wajah suaminya. Ia jadi merindukan putrinya yang hilang tanpa sadar air matanya menetes dan itu semua dilihat oleh bunda Dinda.
"Mba, kenapa ?"tanya bunda.
"Mba nggak apa-apa. Mba kangen sama Ayunda" jawab Mom citra.
"Yang sabar mba, semoga Ayunda cepat ketemu".
"Iya Din" jawab Mom Citra sambil menghapus air matanya .
"Mommy......" panggil Ira
"iya sayang..." jawabnya sambil merentangkan tangannya. Ira yang melihat itupun langsung memeluk mommy nya, ia sangat tahu jika mommy nya merindukan kakaknya, begitu juga Ira sangat merindukan kakak satu-satunya.
"Hauusss......"
"sayang kamu sudah sadar, sebentar aku ambilkan ya".
"pelan-pelan yang".
"Bunda....."panggil Chintya
"Iya kangen orang tua ia hikss...hikss"ucap chintya.
"Sayang, kamu jangan memikirkan itu dulu ya fokus sama kesehatanmu kasian, calon anak kalian" nasehat bunda. chintya mengangguk.
" tante..... " panggil Chintya. Mom citra yang mendengar chintya memanggilnya pun duduk disamping chintya.
"Iya boleh peluk tante..." ijinnya
"Boleh sayang" jawab mom citra sambil memeluknya.
"hiks...hikss... iya kangen mommy hiks..hiks"
"sayang kenapa menangis ?" tanya Gio
"iya ngga tahu,yang".
"kamu istirahat ya nak, jaga kandungan kamu" nasehat mom citra. Ira yang melihat bagaimana mommy nya menasehati Chintya,tanpa sadar meneteskan air mata. Sungguh,jika sosok chintya adalah kakak kandungnya pasti mommy nya bahagia dan mereka bisa berkumpul bersama-sama.
setelah beberapa saat, setelah redanya tangisan chintya. Bunda mengajak anak dan menantunya untuk pulang.
"Mba, kalau gitu saya dan anak menantu saya ijin pulang ya."pamit Bunda,
"Baiklah hati-hati, dan sering-sering main kerumah tante ya nak."
"baik tante dan terima kasih" ucap Chintya.
"Almira, datanglah main kerumah. Ellie pasti senang karena kamu sudah balik ke kota ini"
__ADS_1
"Hihihi baik bunda, tapi sepertinya El tak mengenaliku hehe" canda Ira
"Hehe bunda lupa"kekeh bunda
"Hei, Bocah Tengil... Lu nggak nyapa abang lu yang ganteng ini ya dari tadi" omel Gio
"Maaf anda siapa??" Goda Ira
"Ck... dasar tengil" ketus Gio
"HAHAHAH bang Gio udah nikah masih ngambek aja haha"Ledek Ira.
"Kamu ya sama Ellie dan Ghea selalu senang ngeledekin abang." Keluh Gio.
Bunda Dinda,Mom Citra dan Chintya terkekeh mendengar ledekan demi ledekan yang telontar, hingga Keluarga bunda Dinda pergi meninggalkan kediaman Angkasa.
Dikediaman Geo.
"Mi... ia hausssss" rengek Gia.
"Ia bentar ya sayang, Mom ambilin "jawab Ellie dan beranjak kedapur.
"Gia, suka sama Mom Ellie ?" tanya Geisha kepada Gia.
"hummm tuka, mi li antik, aik " jawab Gia. mendengar penuturan Gia, Geisha berencana untuk menjodohkan abangnya dengan sahabatnya Ellie.
"Ini sayang minumnya, pelan-pelan ya"ucap Ellie.
"Tiap Mi"jawab Gia.
"Lu udah siap noh,jadi Mommy nya Gia"Goda Geisha.
"Apaan si gei gausa norak deh"ketus Ellie
"Dih, beneren kok."jawab Geisha.
"Serah lu deh " jawab Ellie.
Mereka pun kembali bermain,hingga tak sadar jika ada seseorang yang memperhatikan mereka bermain. Tatapan dingin sedingin-dinginnya, berupa menjadi tatapan hangat. Ia melihat putrinya tertawa bahagia dengan wanita yang tak lain adalah sahabat adiknya sendiri. Iya Merasa bahwa selama ini ia terlalu egois, tidak mengerti apa yang putrinya inginkan. Ia juga berjanji ia akan membuka hatinya untuk kebahagiaan anaknya. Kemudian, ia menghampiri putrinya...
"Hai sayangnya daddy, senang banget sampai lupa kalau daddy nya udah pulang" rajuk Geo
"Di.dii..."teriak Gia. ia langsung berlari memeluk sang daddy..
Cupp...
"Ah, sayangnya daddy"
Cup..
Cupp...
Cupp
"Daddy mandi dulu ya sayang, kamu main sama aunty Gei dan Mom El ya" pamit Geo pada putrinya, Gia mengangguk mengijinkan daddynya pergi mandi.
"Kalian berdua sudah makan?"tanyanya.
"Sudah bang"jawab Geisha sedangkan Ellie, ia melamun menatap Geo. "Sangat tampan"ucap El tanpa sadar dan itu sontak membuat Geo tersenyum.
"Cieee cieee... cuit..cuit" siul Geisha
__ADS_1
"Ehhh ...."