
“Mami......” panggilnya kepada sang Wanita paru baya yang menangis dalam diam.
Ketika ia melihat anak bungsunya yang sangat ia rindukan setiap hari, setiap waktu, setiap apapun lah yang penting setiap, sekarang sosok itu berada tepat dihadapannya.
Gavisco menoleh kearah pandangan sang istri, betapa terkejutnya ia melihat sang mami yang ia rindukan, benar-benar ia rindukan.
“Ma...ma..mami...” ucapnya lirih.
“Anakkku....hiks..hiks” pecahlah tangisan sang Mami. Dimana ia sangat merindukan anaknya.
“mami... hiks.. hiks Visco rindu mami” tangisnya.
Vaell tersenyum haru, melihat betapa kerinduan sang mami kepada suaminya, mereka bertahan diri ditempat ini untuk menghindari seseorang yang ada dimansion Papi Rafa. Tujuan awal Gravaellie datang dan masuk ke lingkungan keluarga papi Rafa adalah penyebab kewarasan Kakak perempuan Gravaellie yang bernama Sravaellie. Ia mengira Kakak Gavisco penyebab kakaknya hilang akal warasnya lalu memperkosa kakaknya hingga kini kakaknya memiliki anak laki-laki bernama Apolinary Boleslaw. Namun, setelah ia menikah dengan Gavisco ia baru tahu orang yang membuat kakaknya gila adalah kakak tiri Gavisco. Orang yang membuat Mami Kanaya harus keluar dari mansionnya sendiri. Tak hanya itu ia juga dan bayinya hampir dibunuh karena akan mengganggu warisan dari papi Graninggrat.
**Hallo guys...
jangan lupa like, comment, and share..
ajak teman-teman kalian untuk mampir ya di novel ku ini..
Selamat merayakan hari raya natal dan juga selamat menyongsong tahun baru...
Happy Holiday..
Happy Reading...
Mampir terus di platform aku ya
maaf kalau aku jarang update story,
udah kehabisan ide untuk alur ceritanya**..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah banyak bercerita sepanjang hari barulah Visco paham jika ia dan papinya selama ini tinggal dengan orang penghianat. Ia juga tak menyangka bahwa assisten pribadinya juga berhianat dan yang membunuh assisten baiknya ada assisten pribadinya sendiri. Ia tak menyangka keluarganya yang harmonis akan hancur seperti ini.
__ADS_1
Pantas saja, kiriman paketnya tak pernah sampai ke tempat kakaknya ternyata semua ini sudah direkayaksa oleh Mama Vero dan juga anak-anaknya.
Gavisco baru tahu alasan papinya tidak terlalu banyak berbicaranya karena hal ini, ia merasa bersalah karena sudah mengira papinya pilih kasih kepada ia dan saudara tirinya dan juga penyebab mami Kanaya dan istrinya menghilang.
“Papi, Visco minta maaf sudah menduga yang tidak-tidak tentang papi.” ucapnya kepada sang papi.
Yups.... Papi Rafa setiap weekend ia akan berkunjung menemui istri dan menantunya serta cucu-cucunya. Namun ia tak menduga jika malam ini ia akan bertemu dengan putra bungsunya. Mau tak mau ia menceritakan semuanya kepada sang anak dan tak lupa ia juga memberitahu bahwa anak kembar kakaknya ada disini juga.
Betapa terkejutnya Visco mendengar cerita papinya tentang anak kakaknya ada disini dan tinggal terpisah dari orang tua kandungnya.
“Tidak apa-apa nak, papi minta maaf juga karena ruang kita terlalu kecil dan hati-hati dikamarmu terpasang penyadap. Jika kamu menghubungi kakakmu jangan bilang dengan assisten curut itu, dia adalah mata-mata kakak tirimu” ucap papi Rafa.
“jadi selama ini mansion kita sudah diatur mereka pi ?” tanya Visco penasaran.
“Ya.. mansion kali ini sudah di atur oleh mereka dan kita hanya aman disini” jawabnya
“Aman ? kalau begitu Visco disini saja” ucapnya cepat.
“hei mana bisa begitu..” sarkas papi Rafa.
Enak saja dirinya yang menjalani robot mainan disana sedangkan anak bungsunya berdiam diri disini. Oh, Big No ....!!!!
“Hm, boleh... tapi Papi akan ajak kamu kesuatu tempat dan kamu harus mau” ucapnya lagi.
“Haaa, tapi pi Visco masih kangen sama anak-anak Visco” ucapnya kesal dan tak terima.
“Ya kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa. Papi akan buat sendiri dan kamu akan tinggal selamanya dimansion gila itu” ucap sang papi dan beranjak kearah pintu yang Visco tidak tahu.
“sudah sana ikut papimu” usir Mami Kanaya.
Dengan terpaksa Visco mengikuti papinya yang sudah masuk ke ruang tersebut. Kini tinggallah Mami Kanaya dan Vaell beserta anak-anak.
“Onty, di depan ada mobil” ucap Ricco kepada Vaell.
Mendengar hal itu, Mami Kanaya dan Vaell beranjak mengajak anak-anak untuk memasuki kamarnya, sementara itu diluar.
__ADS_1
“Ada apa ya pak ?” tanya satpam kepada pemilik mobil itu.
“Oh, tidak pak.. saya sedang mencari papi saya. Saya lihat papi memasuki rumah ini” jawabnya tenang.
“Maaf pak, Papi anda namanya siapa ?” tanya satpam itu.
Namun tak lama, keluarlah sepasang suami istri yang dilihat Graninggrat adalah papinya, namun makin mendekat orangnya berbeda.
“Pak, mereka sedang mencari siapa ?” tanya lelaki paru baya itu.
“Anu pak, tuan ini katanya melihat papinya memasuki rumah ini” jawab satpam itu.
“Maaf nak siapa yang kamu lihat memasuki rumah saya ?” tanyanya kepada pemuda itu.
“Saya tadi melihat papi saya, tapi ternyata bukan papi saya”jawabnya salah tingkah.
Benar apa yang ia lihat, tapi kenapa jadi orang lain. Dan kelihatanya mana mungkin papinya berkunjung kerumah orang ini yang tidak ada tersenyum sama sekali lebih tepatnya tidak ada ekspresi
“kamu mencurigakan sekali” celetuk wanita robot itu.
“Ha...”
Granin benar-benar salah tingkah, ia dengan cepat dicurigai oleh wanita paru baya itu.
“Apa kamu seorang gay, yang berkata bohong untuk membuat suami keluar. Apa kau ingin merasakan kesaktian suamiku” ucapnya marah
“Tidak-tidak... bu..bukan begitu” ucapnya panik.
Namun sayang wanita itu malah berjalan menghampirinya, granin dan egray panik, Egray meminta kakaknya untuk segera pergi dari tempat ini. Ia benar-benar ketakutan, apalagi aksi wanita itu membawa sekop tanah sambil berteriak memanggil kakaknya seorang gay.
Sementara didalam rumah.
Vaell dan Mami Kanaya tertawa terbahak-bahak, bagaimana bisa sepasang suami istri robot itu mengatai anak tirinya seorang gay. Tapi bagaimanapun juga mereka harus waspada apalagi mereka sudah mencurigai tempat ini.
“Mampus kalian dikerjain robot kesayangan Daddy Apo HAHAHA” tawa Vaell menggeleggar.
__ADS_1
Begitu juga Mami Kanaya ia tertawa terbahak-bahak.
Tak lama kemudian, masuklah sepasang suami istri robot. Mereka menunduk hormat kepada majikannya dan beranjak pergi ke arena samping tempat mereka beristirahat sejenak. Oya disini, mereka itu robot hanya majikan mereka saja yang manusia normal. Maka dari itu setiap yang bertemu mereka pasti tidak berani mendekat karena mereka tidak ada ekspresi sama sekali. Dilingkungan ini hanya beberapa saja manusia asli dan sebagian besar mayoritas robot. Daerah ini si khususkan Daddy Apo untuk manusia robot yang akan menjaga besan serta anak dan menantu juga cucu-cucunya.