MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 30


__ADS_3

Masih dirumah Ayah Gibran.


"Dedek na lutu tali, Ia aktu tecil tayak titu duga ndak mom ?" tanya Gia pada Ellie


"Haaa, semua bayi sama seperti itu nak" jawab Ellie.


"Tapi, napa dedek na tidul telus Ia kan mau ajak main oneka bebi " ucapnya sendu. Karena ia dari pagi sangat antusias ketika diajak berkunjung menemui baby Aurora.


"Hehe, nanti tunggu sudah besar Gia ajak dedek Rora main ya" ucap Chintya yang merasa gemes mendengar keluhan Gia.


"Benel ya onti. belapa lama agi Ia tunggu ?" tanyanya lagi


"beberapa bulan kedepan sayang" jawabnya.


"lama tekali, tapi nda pa Ia tanggup hihi..." ucap Gia dan ia bangun dari tempat duduknya.


"Sayang, mau kemana ?" tanya Ellie pada anak sambungnya.


"Ia mau empat tatek iban, tatek ian, sama opa ni" jawabnya lalu berlari menghampiri para kakek.


"sayang jangan lari-lari nanti jatuh" teriak Ellie


"Dia seneng banget dek" ucap Chintya.


"Ia kak, seneng banget dia. Pagi-pagi subuh Ia sudah gedar-gedor kamar kita. hahaah" ucap Ellie.


"Hahaha pasti kesel sih Geo pagi-pagi digedorin Gia" ucap Chintya.


"Hahaha iya kak".


Disisi lain.....


"tatek...tatek..opaa."panggil ya. Para kakek memalingkan wajah mereka kearah seseorang yang memanggil mereka dengan sebutan kakek


"Ya ada apa sayang?" tanya Daddy Bryan.


"Tida papa tatek, Ia mau duduk tini" jawabnya sambil berusaha menaiki sofa tersebut.


"Mau kakek bantu ?" tanya Daddy Bryan.


"tidak tutah tatek, Ia tebagai seolang tatak halus bisa sendili " ucapnya menolak pertolongan sang kakek. sementara Ayah Gibran dan Papi Amdani hanya terkekeh mendengar ucapan sang cucu.


"Hiya ,Ia udah bisa naik tendili ." ucapnya girang karena sudah berhasil menaiki sofa tersebut.


HAHAHAHAHAH mereka semua tertawa mendengar ucapan tersebut.


"ini ada apa, kok nampak seru ?" tanya Mami Chika.


"iya ni ada apa?"tanya Mommy Citra.


"ini loh cucu kita lucu sekali" ucap Ayah Gibran dan dianggukin oleh Papi Amdani dan Daddy Bryan.


"Enek ... Oma... Ia tudah bisa naik tendili. Ia hebat kan ?" tanyanya pada sang nenek.


"Oo jadi karena udah bisa naik sendiri, suara tertawa kalian terdengar sampai ke dapur" ucap Mami Chika.


"Tatek... tatek...


enek.. enek..


ante.. ante..


om.. om....


temudana- temudina


tita temua melayani Tuhan


tita temua tama


tita temua tama

__ADS_1


tida temua melayani Tuhan" nyanyinya Gia sambil bertepuk tangan. Yang lainpun ikut bertepuk tangan.


Gia bernyanyi berulang-ulang sampai akhirnya ia mengeluh haus.


"tatek ian, ia tapek aus.." ucapnya kepada daddy Bryan. Karena sang kakek yang berada didekatnya adalah daddy Bryan. Beliau segera mengambil susu coklat yang dibawakan oleh sang anak.


"Baiklah tuan putri, Ini minumnya "ucapnya sambil menyerahkan segelas susu coklat kesukaan Gia.


"Ia minum duyu ya tatek-tatek, enek-enek, ante-ante..." ijinnya. Semua yang berada disana terkekeh lucu mendengar penuturan sang bocil.


"Siang....... semuaaa" ucap sang anak dan menantu.


"Siang " ucap mereka yang ada di ruangan keluarga.


"Huaaaaa, didi bawa apa tu?" tanya Gia yang melihat sang daddy membawa 2 paper bag besar dan sekuntum mawar merah dan biru.


"Rahasia, ..." ucap sang Daddy


"Yah didi... tulang"ucapnya cemberut.


"hahah daddy ga curang, daddy mau samperin mommy dulu. Mau ikut ?" tanyanya.


"no, Ia mau di tini tama tatek"jawabnya kesal.


"Ah putri daddy ngambek hehe" goda Geo.


"No, Ia no ambek"ucapnya.


"Ya, sudah daddy mau ke kamar dulu" ucapnya dan berpamitan dengan orang-orang yang ada disana.


Dikamar....


"Sayang ?" panggilnya


Ellie menoleh ke arah pintu, ia tersenyum melihat suaminya yang pulang kerumah di siang hari. Ia meminta suaminya pulang dan membelikan sesuatu untuknya. Matanya teralihkan melihat 2 paper bag besar dan sekuntum mawar merah dan biru. Ia sangat senang ngidamnya terpenuhi oleh sang suami. Ia segera merampas sekuntum bunga mawar merah dan biru. Ia meletakkan bunga tersebut di dalam vas bunga yang sudah ia sediakan dari pagi tadi. Setelah di tata ia menghampiri suaminya dan memberikan kecupan sayang diseluruh wajah suaminya. hal tersebut membuat hasrat sang suami naik. Alhasi, terjadilah apa yang sang suami inginkan.


😁😁😁


"Lalalalalala.... lalalaal... gini amat kalau sendiri main ke mall" ucap gadis itu. Ia tak menyadari ada seseorang yang mengikutinya sampai ke mall.


Tut.... tut.... tut...


"Hallo........beb"


".........."


"Kamu masih di rumah sakit beb, sibuk nggak?" tanyanya.


"........"


"Nonton yuk, aku di Mall nih... sendirian tapi gaasik gaada temen " ucapnya sedih.


"........."


"benar yaa beb.......... akhhhhhhhhhh, Tolongggggg...!!" teriaknya. Sedangkan seseorang ditelfon panik mendengar suara teriakan dari kekasihnya.


"Hei, cepat kita harus pergi dari sini" ucapnya pada rekan kerjanya.


"Kita lewat dari pintu darurat saja cepat!!" ujar temanya


"ayoo ..."ucapnya lagi


_________________________________


📱Bosduit.


(Bos, saya dan Jono sudah berhasil menangkap gadis itu,sekarang kita menuju ke gudang yang seperti bos minta) *Terkirim✓*


📱Bosduit.


(Oke. kerja bagus!!! sisanya gue tf)

__ADS_1


📱Bisduit.


(Siap,Bos)


_________________________________


Di Rumah sakit.


Mendengar sang kekasih hati teriak,minta tolong akhirnya Dokter Tian, berlari keluar dari ruangannya dan bergegas ke parkiran mobil tak lupa ia mengabari keluarga Almira.


"Huft, semoga baik-baik saja"..ucapnya cemas


Tut.... tuttt .. tut.... tut...


"Ah, ga diangkat lagi ..."


tut.... tut.... tut..


"Hallo.... Om, tolong jangan kasih tahu tante"


".........."


"Almira diculik om"


"............"


"ini Tian, menuju mall om, Tian mau liat cctv dulu"


"........"


"Siap om "


**********


"Ada apa, Yan ?"tanya Papi Amdani cemas


Kebetulan para istri sedang memasak di dapur,dan Daddy Bryan langsung menceritakan hal yang diberitahu oleh Tian.


"Jadi, kita harus bagaimana ?" ucapnya panik.


"Jangan panik, kita harus cari tahu dulu, aku akan menyebarkan anak-anak buahku." ucap Ayah Gibran dan diangguk oleh papi Amdani.


"Iya Dad, Gio bakalan cari dalang penculikan itu."


"Geo juga Dad" ucapnya


*************


"Auhhhhhhh.... sakit sekali"


"ini dimanaa, kenapa gelap sekali....." ucap Almira yang baru sadar dari pingsannya. Ia melupakan kejadiannya ketika tersadar ia memekik ketakutan.


"Hua, mommy daddy.....Ira takut hiks hiks ."


"Eh, kalo nangis mereka juga nggak dengarkan ?" ucapnya seseggukan .


"Tapi gimana caranya, aku juga bingung ini gudang atau neraka ?" tanyanya bingung.


"yA jelas gudanglah,yakali neraka " jawabnya lagi


Iya seperti orang gila, yang bertanya sendiri menjawab sendiri... tapi iya bingung bagaimana menghubungi keluarganya. Hingga tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang mendekati ruangan tersebut sedangkan ira cepat-cepat memejamkan matanya kembali.


Ceklik....


"Masih pingsan gadis itu, jo ' ucapnya pada jono


"Iya nih jang, kita apain ya?" tanyanya pada ujang.


"Lu mau di gorok bos ?"tanya balik ujang ke jono


"Ogah mah gue jang"

__ADS_1


"Yauda biarin aja, yuk keluar lagi" ucapnya mengajak jono keluar.


*Janlupa Like& koment ya


__ADS_2