
"Dad, Almira dad... Almira anakku hiks ..hiks" tangisan Mommy Citra, Ia baru sadar setelah mendengar percakapan para suami dan menantunya diruang keluarga ketika ia hendak memanggil mereka untuk makan siang bersama.
"Iya mom, mom tenang ya. daddy bakal berusaha buat mencari anak kita dan daddy akan mencari dalang dibalik penculikan ini" ucapnya kepada sang istri.
"Kita sudah meminta anak buah kita untuk mencari jejak mereka yang menculik Almira mom" ucap Gio. Ia sangat kesal mengetahui ada yang berani menyakiti keluarganya.
"Iya mom, Bian juga akan berusaha melacak GPS Almira"Ucap Bian menyakinkan Mommynya.
"Mba, istirahat ya kita berdoa semoga Almira tidak kenapa-kenapa" ucap Bunda Dinda dan di balas Anggukan oleh Mami Chika
"Iya, Mba " ucap Mami Chika. Dibalas senyuman terpaksa oleh Mommy Citra.
"Enek itla tenapa mom ?" tanya Gia kepada Ellie
"Nenek Citra lagi sedih sayang" jawab Ellie.
Mendengar perkataan mommynya Gia berjalan kearah Mom Citra, Ia melihat mata Mom Citra sangatlah sembab.
"Enek tenapa tedih, Ia natal ya ?" tanyanya dengan kepala dimiringkan dan jangan lupa dengan wajah yang seimut mungkin.
Mom Citra yang melihat itu, terkekeh. Kenapa anak seimut ini memiliki pemikiran yang seperti itu. Mom Citra melambaikan tangannya agar Gia duduk disampingnya, Daddy yang peka akan hal itu mengangkat Gia keatas tempat tidur.
"Tatek, Ia bisa sendili. Ia tudah mau dadi tatak dadi enda oleh di bantu-bantu." ucapnya garang yang disambut gelak tawa oleh orang-orang dikamar tersebut dan hal itu sedikit membuat Mom Citra melupakan kesedihannya.
"Hallo, kenapa Tian nggak diajak-ajak sih" ucapnya ketika ia baru sampai di kediaman Ayah Gibran.
"olang ladi sedih diteltawakan " ucap Gia yang masih garang.
"Hehe cucu nenek jangan marah-marah nanti cepat tua,mau ?" tanya Mom Citra kepada Gia.
"Ia enda mau Tua nek, nanti Ia jelek dali Mom El" ucapnya cemberut.
HAHAHAHAHAHAHAHAHA...
Semuanya tertawa mendengar ocehan Gia, kemudian para lelaki berpamitan untuk keruang kerja Ayah Gibran guna untuk membahas tentang penculikan Almira.
**********
"Dimana dia ?" tanyanya.
"Di ruangan bos"ucapnya pada sang bos.
"Bagus, ayo kita kesana" ucapnya wanita itu
"Baik bos"
Ceklek.....(Suara pintu)
"Gimana dengan kejutanku?"ucapnya
"Ooo, jadi nenek lampir dalangnya" ucapnya.
"APA LO BILANG NENEK LAMPIR !!!!" teriak wanita itu.
"Kalo bukan NELA lalu apa Cinderella?" ucapnya pedas.
"YAKKKK ,DASAR MULUT GA DISEKOLAHIN"teriak Tiara. Ia sangat kesal.
"Hahaha gitu aja marah, Lah Lu juga berpendidikan tinggi tapi punya otak yang NOL BESAR" ucapnya. Almira sengaja mengatakan hal tersebut hanya untuk membuat wanita gila itu kesal.
"Pantas aja Tian lebih milih Gue daripada Lu attitude aja NOL BESAR"lanjutnya.
"Tau apa Lu tentang Gue, Lu cewek murahan, Lu kasih badan lu ke Tian kan? makanya Tian mau sama Lu"teriak Tiara.
__ADS_1
*********
"Dad... Dad .. GPS Almira nyalaaaa!!!" teriak Bian
Mendengar hal itupun, Daddy Bryan mendekat kearah Bian.
"Lacak Bian, Lacak dimana Almira sekarang" ucap Tian.
"Ia, Lacak Bian."Ucap Daddy Bryan.
"Yes..... KETEMU!!!" teriaknya.
"Share ke gue, biar anak buah gue yang jaga disana dulu" ucap Gio dan dianggukin oleh yang lainnya.
"Ini............." ucap Papi Amdani terputus karena seseorang memanggil mereka untuk turun.
Mereka semuapun keluar dari ruangan tersebut.
"Ada apa ?" tanya Papi Amdani kepada istrinya.
"Ini.... "ucap Mami Chika seraya memberikan sebuah kotak kepada sang suami.
"Ini............ Yan, Gib... coba kalian perhatikan isi kotak ini. Apa kalian ingat tentang barang ini ?" tanya Papi Amdani.
Daddy Bryan dan Ayah Gibran pun segera melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut. Ketika melihat isi barang tersebut dan mengenalinya. Ayah Gibran dan Papi Amdani sama-sama melirik ke arah Daddy Bryan.
Sedangkan sang anak-anak serta menantu mereka merasa bingung dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh mertua mereka. Istri-istri mereka hanya terdiam begitu juga dengan si bocah cilik. Dia memperhatikan raut wajah kakek dan opanya dengan mata berkedap-kedip seperti bola lampu.
"Apa orang ini sama dengan orang yang di masa lalu? apa ini keturunannya ?" tanya Daddy Bryan.
"Apa mungkin, yan ?" tanya Papi Amdani.
"Kalo, memang iya. bukannya dia dipenjara seumur hidup ?" tanya Ayah Amdani.
"Siapa itu ?" tanya Mommy Citra melihat ke arah Mami Chika
"Bukan aku,mba.Mungkin......" ucapnya sambil melihat ke arah anak dan menantunya.
"BUKANNNN !!!" Ucap mereka serentak. Hingga akhirnya.
puuuuuuuuttttt......
Mereka menoleh kearah bunyi gas tersebut dan....
"Oh,No....... Lihatlah " ucap Mami Chika.
Semuanya menoleh kearah seseorang yang membuat ulah diruangan tersebut..
"Astaga, Bumil........." ucap mereka. Ada yang menepuk jidat, ada yang tertawa,ada yang tersenyum dan ada yang menggelengkan kepalanya melihat bumil tertidur cantik disana.
"Astaga, Istri Gue....." ucap Bimo.
Bagaimana tidak, Geisha tertidur di kasur bulu dengan nyenyak dan dengan tak sadarpun ia mengeluarkan gas beracun.
"Huaaaa momi, Ia antuk mau susu " ucapnya Gia kepada sang Mommy.
"Sayang, sama daddy ya. Kasian mommy ntar capek"ucapnya kepada sang anak.
"Oooh, siap didi ".
Geo meninggalkan ruang tersebut menuju dapur untuk membuat susu. Gia diajak Mommy Ellie menuju kamar tamu. Sedangkan Bimo membopong Geisha ke kamar tamu.
"Sayang... sayang... bisa-bisanya tidur sambil kentut hihi" ucapnya.
__ADS_1
"Tapi kamu sangat lucu dengan gaya tidur seperti ini hehe ".
"I love you, makasih sudah mau menungguku sampai sejauh ini. mmuachh...!!".
"lopyutu..." balasnya. hal tersebut tentunya membuat Bimo terkejut dan tak lama tertawa ternyata istrinya mengiggau.
Sedangkan, Mereka yang tersisa di ruangan tersebut sedang berdiskusi dengan Mommy Citra yang menangis di hibur oleh Bunda Dinda dan Mami Chika. Bagaimana tidak, anaknya menjadi sasaran oleh orang masa lalunya. Tapi bagaimana bisa, sedangkan yang mereka tahu orang itu sedang didalam sel penjara. Apa salah anaknya ? Kenapa anaknya yang menjadi sasaran empuk.
"Semoga,Almira baik-baik saja disana". ucapnya dan dijawab Amin oleh mereka.
************
"Shuttttttt..... " ucap Tian
Mereka mengangguk tanda iya,melihat Tian menunjukkan layar ponselnya.
"Hallooo....."
"..........."
"Lalu ?"...
"............"
"murah sekali...."
".........."
"Apa maumu sebenarnyaaaa!!!" teriak Tian.
"........"
Tut.....tut...
"Gila, nih manusiaaa....!!" ucap Tian.
"Bagaimana,Bi ?"tanyanya lagi.
"Gue, udah dapat titik pas dimana Ira disekap".ucap Bian.
tut ...tutt..tut...
"Hallo....."
"......."
"Baik, tunggu disana."
"....."
"Tunggu perintah dariku"
"..........."
"hm"
tut..tut.
"Ayo, kita kesana sekarang. Anak buah papi dan Geo sudah mengepung tempat itu dan mereka tidak menyadarinya. Kalian, selamatkan Ira digedung itu..." ucap Papi Amdani.
"Baik, Pi,Om"
mereka pun, bergegas ke lokasi tersebut. Sedangkan para istri menunggu di rumah.
__ADS_1
😁😁😁Maafkan, ceritanya kepotong-potong hehe😁jangan lupa,Like Koment sebanyak-banyaknya.