MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 6


__ADS_3

Kembali ke kampus.....


Geisha dan Ellie setelah makan siang di kantin memutuskan untuk kembali ke kelas. Hari ini mereka hanya memiliki 2 mata kuliah.


........Ting.........


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ClassGroup<<<<<<<<<<<<<


[guys, hari ini dosen matkul ke dua ga masuk.


lu pada boleh pulang]


[Ok pakketu]


...[ Oke ]...


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


"Eh, El.... dosen kedua kita ga masuk ni"


"Lu mau langsung balik atau gimana ?"tanya Geisha.


"Balik aja deh....." jawab Ellie


"Yaudah deh, gue balik juga... Lu di jemput atau naksi ?" tanya Geisha.


"Naksi dong wkwk..."jawab Ellie


"Gue duluan ya Ellie, Lu tiati di jalan"Pamit Geisha


"Oke... Lu juga" balas Ellie.


skippppp..........


"Ayah..... Bundaaaa Ell, pulang"sapa Ell


"Berisik Kak Ell, bunda sama ayah lagi keluar" balas Ghea.


"Lah, ngapain ....???" tanya Ellie.

__ADS_1


"Maneketehekkk..."canda Ghea.


Ghea pun langsung meninggalkan Ellie menuju ruang keluarga sambil membawa setoples cemilan untuk menemaninya nonton, sedangkan Ellie ia langsung memasuki kamarnya udah bersih-bersih.


Tak lama kemudian, terdengar suara deru mobil. Siapa lagi kalau bukan Ayah Gibran dan Bunda Adinda.


"Halloo anak bunda.... sudah makan siang,sayang?" tanya bunda.


"Weh Oi.....Eh ,Sudah Bund" jawab Ghea sambil menatap terkejut kearah bunda dan ayahnya.


"Kamu fokus sekali menonton sayang"ucap Ayah.


yang ditanggapi oleh cengegesan Ghea. Bunda dan Ayah pun berpamitan untuk masuk kekamar mereka untuk bersih-bersih karena habis dari luar. Ghea yang sudah bosan menonton memilih untuk masuk ke kamar dan tidur siang. Tapi sebelumnya ia mematikan siaran Tv kemudian beranjak dari sofa menuju kamar.


sore di kediaman papi Amdani..


"Bang Bim......... jalan yuk, Gei bosan" ajak Geisha.


"Kemana ?" singkat Bimo.


"Taman yuk, disana pasti ramai"Antusias Geisha.


Geisha pun berlari kegirangan, karena ia akan berjalan sore bersama tambatan hatinya.. ya walaupun hanya sekedar jalan berdua ia sangat senang. Bimo yang melihat Geisha sangat antusias hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tak lupa Bimo mengabari seseorang dan mengajaknya bertemu di taman tempat biasanya. Bimo pun beranjak memasuki kamarnya. Sedangkan Geisha, ia sedang bersiap memoleskan wajahnya dengan krim pelembap serta lipstik yang membuat wajahnya sangat cantik natural tak lupa parfum. Rambutnya yang diikat cepol,menambahkan kesan imut untuk anak seumurannya. Setelah merasa siap, Geisha pun turun ke bawah mendatangi Bimo yang sudah dari tadi menunggu dirinya. Tak ingin berlama-lama mereka pun langsung berangkat ke taman, setelah berpamitan kepada Mami Chika dan Papi Amdani. Diperjalanan, Geisha sangatlah antusias ia tidak berhenti berbicara sedangkan Bimo hanya menanggapi dengan tersenyum. Geisha sangat terpukau dengan senyuman Bimo.


Sesampainya di taman, Geisha mengajak Bimo bermain ayunan. Bimo hanya mengikuti dan ia juga menunggui seseorang. Bimo yang melihat Geisha tertawa bahagia hanya tersenyum sekali-kali iya mengacak-acak rambut Geisha. Selang beberapa waktu, seseorang yang di tunggu Bimo pun datang, mereka saling berpelukan dan tak lupa Bimo mengenalkan seseorang itu kepada Geisha. Geisha yang menyadari adanya seseorang selain ia dan Bimo pun menoleh. Seketika tawa bahagia Geisha mereda.


"Geisha, kenalin ini Vika..."


"Vika ini Geisha, adiknya Geo adik aku juga" lanjut Bimo.


"Hai Geisha, Aku Vika temannya Bimo'. sapa Vika sambil mengulurkan tangannya dan memberikan senyuman kepada Geisha.


"Geisha, panggil Gei aja..."jawab Geisha.


"Oh ya Gei, kamu disini dulu ya, abang sama Kak Vika mau ke sana sebentar. Baik-baik ya disini" ucap Bimo sambil mengaitkan tangannya ke tangan Vika. Sedangkan Vika hanya tersenyum manis melihat perlakuan Bimo kepadanya.


"Oh, baik lah" jawab Geisha menampakan senyum terpaksa.


Bimo mengajak Vika kearah taman kolam yang ada ditengah-tengah taman tersebut, sedangkan Geisha ia hanya bisa menatap punggung pria yang sangat ia cintai. Bahkan, ia kecewa kepada pria tersebut diam-diam ia mengajak teman wanitanya pergi dan meninggalkan dirinya sendiri disini. Ia ingin memiliki waktu berdua dengan Bimo, tapi malah sebaliknya.

__ADS_1


Disisi lain,.... Bimo dan Vika sudah ditengah taman. Bimo tersenyum kepada Vika dan dibalas senyum lembut oleh Vika. Mereka saling terdiam dengan pemikiran masing-masing.


Bimo yang saat ini ingin mengatakan sesuatu kepada Vika, tampak gugup dan itu disadari oleh Vika.


"Kamu kenapa Bim, nampak gugup ?"tanya Vika.


"Hm entahlah vika, oya aku ingin ngomong serius sama kamu"Pinta Bimo.


"Apa, Bim ?" tanya Vika.


Ia begitu penasaran, apa yang ingin Bimo katakan kepadanya ia nampak gugup ketika Bimo menatapnya dalam. Sedangkan Bimo ia menghela nafas panjang sambil mengatakan.


"Vika, sejak lama aku menyukaimu. Dari semasa kita kuliah, aku sangat-sangat menyukaimu, mencintaimu. Apa kamu memiliki perasaan yang sama kepadaku ?"ungkap Bimo.


Vika yang mendengarkan ungkapan dari Bimo,semakin membuatnya gugup. Bukan karena ia tak menyukai Bimo,tapi satu sisi ia menyukai sikap Bimo kepadanya, tetapi di satu sisi ia masih mengharapkan Geo, walaupun status Geo sekarang duda beranak satu. Tapi apa iya harus menerima Bimo dan meninggalkan harapannya kepada Geo??? Oh itu tidak mungkin. Lalu Ia harus bagaimana???


"Bagaimana vik....?"


"Kalau kamu masih belum siap jawab sekarang, aku bakal tungguin kamu sampai kamu jawab pertanyaan aku". lanjut Vika.


Sedangkan Vika masih terdiam ia tenggelam dengan pikiran dan perasaannya. Disisi lain, Geisha yang mendengarkan pernyataan itu, tiba-tiba hatinya sakit, badannya lemas tak bertenaga, hatinya hancur setelah mendengar ungkapan hati Bimo yang ternyata menyukai Vika. Niat hati ia ingin mengajak Bimo pulang karena haris sudah mulai gelap,tetapi ia harus menerima kenyataan bahwa Bimo tidak menyukainya.


Setelah beberapa menit terdiam, akhirnya Vika menjawab pernyataan Bimo.


"Lalu bagaimana dengan Geisha ?" tanya Vika.


"Aku hanya menganggapnya adik, tidak lebih vik... percaya padaku"tegas Bimo.


"Apa kau pikir Geisha menganggapmu sebaliknya???" tanya Vika.


"Tidak, aku yakin ia hanya menganggapku sebagai kakak, bukan seperti yang kau maksud"tegas Bimo.


"Kalau dia mencintaimu bagaimana?" tanya Vika.


"Aku tidak akan MENCINTAINYA, aku hanya menganggapnya adik" Tegas Bimo.


Tanpa disadari Bimo, Geisha menangis mendengar semua yang terucap di mulut Bimo. Geisha mundur perlahan dan berbalik perlahan hingga akhirnya ia berlari sekuat tenaga, hatinya benar-benar hancur, ia sangat mencintai Bimo tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan.


Masih di taman, Bimo dan Vika saling bertatap dan akhirnya Vika Mengiyakan ajakan Bimo. Mereka meninggalkan area taman, tanpa sadar Bimo melupakan sosok wanita yang sudah ia sakiti. Sedangkan Vika ia hanya tersenyum manis tanpa disadari Bimo ada maksud tertentu.

__ADS_1


Geisha yang baru sampai di mansion,langsung masuk ke kamarnya tanpa memperdulikan sapaan dari para maid. Mereka yang melihat tingkah anak majikannya hanya menggeleng kepala.


__ADS_2