
Dokter mengangguk dan menjelaskan hasil pemeriksaannya. Mendengar hal itu membuat mereka bertiga geram dan akan menuntutnya, Alex sudah sangat marah sekali. Ia akan menghabisi penjahat itu.
**************
Kini mereka berada didalam ruangan rawat dimana Aya berada. Tampak Alex tak beranjak dari sisi Aya, ia memegang telapak tangan Aya dan menciumnya berkali-kali. Ia tetap menunggu kesayangannya sadar.
"Tenang nak, kita akan buat mereka hancur sehancur-hancurnya" Ucap Ayah Gibran begitu juga Papi Amdani ia sangatlah marah.
"Alex, kamu jangan khawatir kita adalah keluarga, kami juga orang tuamu jangan merasa sendiri" ucap Papi Amdani sambil menepuk pundak Alex. Sedangkan Alex ia hanya mengangguk.
*************
Di sisi lain, Geo,Candra,Daddy Bryan dan Papa Anjas kembali ke mansion tua Ayah Gibran. Geo dan Candra sangat cemas dan mengkhawatirkan keadaan anak dan istrinya masing-masing. Begitu juga para bapak-bapak. Tak jauh dari mansion tua tersebut, Geo menghentikan mobilnya disebuah pohon besar yang terletak di samping Mansion. Mereka semua turun dan berjalan menuju ruang rahasia.
Selang beberapa menit setelah melewati jalan pintas, Geo dan yang lain tiba didepan pintu ruang rahasia yang mana pintu tersebut hanya mereka yang tahu kode sandinya.
Ceklek !!!
"Dimana mereka?" tanya candra tak sabar ingin melihat anak dan istrinya.
tak lama terdengar suara samar tangisan bayi yang saling bersautan.
"Mereka pasti diruang kamar" celetuk Daddy Bryan.
"Ayo kita kesana "Ajak Candra.
Mereka pun bergegas menghampiri ruang kamar tersebut. Karena diruang rahasia itu hanya memiliki 1 kamar tidur, 1 kamar mandi,1 ruang kerja dan dapur berserta ruang tamu.
Ceklek !!!
Terlihatlah, sosok 2 bayi yang menangis saling bersahutan. Cia yang melihat Papinya kembali pun berseru.
"Papiiiii, cia atut papi" teriaknya sambil memeluk sang papi sedangkan Gia ia sudah tertidur pulas di gendongan Mami Chika.
"Iya sekarang sudah ada papi disini,jadi jangan takut ya"ucap papi candra seraya menggendong putrinya.
Begitu juga dengan Geo,Daddy Bryan dan Papa Anjas. Mereka menghampiri istrinya masing-masing. Geisha dan Almira yang tidak melihat kedatangan suaminya merasa sedih tapi mereka harus memakluminya.Padahal yang terjadi suami mereka sedang membantu Bian dan Bimo diluar sana.
**********
"Apa mereka membuat jebakan?"Tanya Tyas ngos-ngosan.
__ADS_1
"Mungkin, mereka tahu bahwa kita diam-diam datang kesini, tuan" ucap lelaki itu.
"Bisa jadi" ucap Ketiganya bersamaan.
Kini mereka berempat tengah bersembunyi, mereka tak menduga bahwa strategi mereka telah terbaca oleh orang-orang itu. Tanpa mereka sadari bahwa posisi mereka sekarang telah terjepit,dimana anak buah Ayah Gibran sudah ada tepat dibelakang mereka berempat itu.Hingga salah satu dari mereka berempat merasakan aura yang tak biasa,hingga ia menoleh kebelakang nampak sosok yang menyeramkan ada tepat dibelakang mereka.
"Kak, ...."panggil Tyas berbisik kepada Vika.
"Hm ada apa? jangan berisik nanti kita ketahuan" ucap judes Vika.
"itu di... be...belak...kang ki .ita... ad..adaa"ucap Tyas takut.
"Ada apa ?" tanya Brian sambil menoleh kearah Tyas dan Vika.
Tetapi, detik kemudian....
"Mati lah kita"Ucap Brian.
"Kita harus bisa lolos dari tempat ini,kalo ga... mampuss" Ucapnya lagi.
"Tapi sulit untuk kita,bisa dengan mudah keluar dari sini" ucap lelaki itu ketakutan.
Habislah dia, karena selama dua bulan ini, dialah orang yang selalu mengawasi keluarga besar dan berbesanan itu.. Bagaimana jadinya jika mereka semua mengetahui,bahwa iya lah penyebab perperangan ini.
**************
"Tapi hanya dalang dibalik kejadian ini belum kita temui,mereka masih bersembunyi disekitaran ini"ucapnya lagi sambil mengedipkan matanya.
Bimo, Tian,Bian,Gio dan lainnya paham akan kode lelaki itu. Mereka menyadari bahwa pelaku tersebut sudah dikepung oleh anak buah Ayah Gibran yang paham betul seluk beluk mansion ini.
"Lalu, bagaimana?" tanya Tian.
Ia sudah sangat merindukan istrinya yang sedang hamil muda dua minggu itu. Begitu juga yang lainnya sama-sama merindukan istri mereka.
Disisi lain, anak buah Ayah Gibran menyeret mereka berempat keluar dari tempat persembunyian dan langsung membawanya ke area penyiksaan. Bagaimana ceritanya bisa di seret? simak dulu ya guys!!!.
flashback..
"Kita harus bisa lolos dari tempat ini,kalo ga... mampuss" Ucapnya lagi.
"Tapi sulit untuk kita,bisa dengan mudah keluar dari sini" ucap lelaki itu ketakutan.
__ADS_1
"Jadi bagaimana,kak? Tyas takut" ucapnya
Dengan perlahan Brian menoleh kearah belakang dan dia baru lega akhirnya anak buah Ayah Gibran telah pergi dari sana, tapi tanpa mereka ketahui bahwa anak buah Ayah Gibran sudah menyadari mereka berempat ditempat itu hanya saja ia ingin mereka keluar dengan sendirinya, makanya ia memilih mengajak temannya untuk menunggu ditempat yang tak terlihat oleh mereka berempat.
"Aman, sepertinya mereka sudah pergi dari sini. Ayo kita pergi, sebelum tertangkap" ucap Brian
"Ayo sayang"ucapnya lagi kepada Vika dan Vika hanya mengangguk karena ia takut sekali begitu juga dengan lelaki itu dan Tyas.
Ketika mereka sudah melangkah keluar, dari arah gelap seseorang menarik Tyas dan membekapnya, begitu juga yang lainnya tanpa ada suara yang berisikan mereka lalu menyeret keempatnya ke area penyiksaan. Sungguh miris bukan, tapi ya gitulah ygy.
flashoff.
Setelah mendapat laporan kembali dari anak buah Ayah Gibran, mereka semua balik keruangan rahasia untuk menemui anak dan istri mereka.
**********
Diruangan rahasia, mereka semua sedang terjaga kecuali ibu hamil dan anak-anak mereka tidur dengan nyenyak.
Sesampainya mereka diruangan rahasia, Bimo dan Tian langsung mendatangi istri mereka,begitu juga yang lainnya. Geisha yang merasa sentuhan suaminya akhirnya membuka mata dan tersenyum kemudian tertidur kembali dan hal itu membuat Bimo tertawa,sungguh istrinya sangat menggemaskan apalagi ketika mengidam ah sungguh Bimo sangat ingin mengurungnya lagi.
*********
Keesokan paginya, dirumah sakit dimana Aya dirawat. Tiba-tiba dikejutkan dengan Aya yang menghilang tiba-tiba dan itu sukses membuat Ayah Gibran, Papi Amdani dan tentunya Alex nyaris ingin membakar rumah sakit karena kehilangan Aya. Tetapi, ketika mereka kembali ke ruangan Aya, mereka dibuat terkejut oleh Aya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh.
Aya yang melihat ketika lelaki itu mengerutkan dahinya, ada apa dengan mereka???
Alex yang melihat Aya langsung menghampirinya,dan langsung memeluk mencium Aya dengan sangat-sangat cintoiii.
"Kamu kemana aja, dicariin gaada" ucap Alex yang masih memeluk tubuh kecil Aya.
"Aya, tadi gerah bang jadi Aya mandi. Terus abang sama tuan besar kenapa?" tanyanya sambil melepaskan diri dari pelukan Alex
"Kami mencarimu nak, kami takut kamu diculik lagi" ucap Ayah Gibran memeluk Aya dan hal itu membuat hati Aya adem, ia jadi merindukan sosok kedua orang tuanya.
Melihat Aya yang sedih, Papi Amdani pun menghampirinya.
"Aya, jika kamu rindu dengan kedua orang tuamu. Kamu bisa memanggil kami dengan sebutan Ayah dan Papi seperti anak-anak memanggil kami." ucap Papi Amdani.
Aya yang mendengar hal itu sangat-sangat terharu, ia bersyukur masih ada yang memberikannya perhatian dan sayang walau itu bukan keluarga kandung.
Aya langsung memeluk erat kedua paruh baya itu sangat erat dengan kedua air mata yang mengalir deras...
__ADS_1
"Happy Reading"..
Sorry jarang up hihi....