
"Tunggu infusnya habis baru boleh pulang tuan." ucapnya lagi
"Baiklah terima kasih dok" ucap ketiganya bersamaan dengan suster yang mendorong brangkar Lia.
"Jika begitu saya pamit undur diri tuan muda dan tuan besar beserta tuan besan " ucap Rendra pamit.
Mereka pun menyusul Lia dan suster, Papi Amdani dan Bian pergi mengurus administrasi Lia.
******
****
"Didi....Mi hiks hiks.. tatit " tangisnya Lia.
"mana yang sakit sayang" ucap Geo lembut.
"Tini" manjanya.
Wuuuuuuuuu..... (Tiup Geo ke hidung Lia.. )
"Udah sembuhkan?" tanya Geo lembut.
"Hihi tudah di" ucapnya terkekeh.
CEKLEK.....
Seorang perawat memasuki ruangan ia bertugas untuk melepaskan infus Lia.
"permisi tuan besar, sayang ingin melepaskan selang infus untuk nona muda" ijin sang perawat.
"Hm..silahkan" ucap Ayah Gibran.
Setelah meminta ijin kepada Ayah Gibran, Perawat tersebut mendekati Lia dan Geo.
"Nah, cantik sekarang infusnya kakak lepas ya. Tahan sedikit ya sayang" ucap Perawat wanita itu.
Lia yang takut,menarik tangan sang daddy. Geo yang mengerti akhirnya membujuk anaknya.
"Sayang, kakaknya mau lepas infus Lia. Mau ya biar kita cepat pulang " rayu Geo. dan akhirnya Lia pun memasrahkan diri walau ada sedikit rengekan kecil yang keluar dari mulut Lia.
"Nah, sekarang sudah selesai...terus jaga kesehatan ya adik" ucap sang perawat kepada Lia.
"Iya kakak" balas Geo dengan suara kecil.
"Kalo begitu saya permisi tuan..." ucap sang perawat dan hanya dibalas deheman oleh Geo.
Setelah perawat itu keluar, Ayah Gibran membantu Geo untuk bersiap-siap pulang ke mansion Papi Amdani.
Setelah siap, Ayah Gibran dan Geo kembali ke mansion dengan Lia yang digendong oleh sang daddy.
*********
Dilain tempat,
"Kalian berdua gimana, masuk ke keluarga itu saja tidak beres malah mencelakai anak-anaknya " Bentak manusia misterius itu.
__ADS_1
"Tapi........" ucap wanita itu terputus.
"Tidak ada tapi-tapi...!!!" bentaknya.
Hal itu membuat keduanya ketakutan,bagaimana tidak keduanya sama sekali belum berhasil masuk di keluarga besar berbesanan itu.
"Jika kali ini kita tidak berhasil menjatuhkan keluarga itu maka, kita gunakan cara yang satunya lagi" ucap gadis itu.
Flashback...
Ia masih ingat dimana ia dan kedua kakaknya berhasil kabur dari sekapan itu, kakak dan kakak iparnya harus koma selama 2,5 tahun akibat kecelakaan mobil yang ditumpangi oleh mereka untuk melarikan diri. Sedangkan dirinya, kedua kakinya terjepit oleh kursi penumpang.
Kini ia dan kedua kakaknya tinggal disebuah pemukiman yang tidak satupun orang yang mengenal mereka bahkan kedua anak kakaknya saja diurus oleh kedua orang tuanya yang menetap di luar negeri. Kini mereka sedang menyusun rencana untuk membalas dendam keluarga itu.
Flashoff...
"Kalian tetap laksanakan dengan rencana kita" perintah manusia misterius itu.
"Baik" jawab keduanya.
************
Sesampainya di mansion Papi Amdani, Ayah Gibran, Geo dan juga Lia memasuki mansion ternyata mereka sudah disambut oleh Ellie dan yang lainnya.
"Sayaaang..." panggil Ellie kepada sang bungsu.
"Mimi .. tatit" keluhnya.
"Dedek...." panggil sikembar G
"Tatak... tatit" adunya lagi.
"Hei sayang .. hati-hati kamu sedang hamil muda" ucap Bunda dan Mami bersamaan.
"Hehe maaf Bund,Mi..." ucapnya lirih.
"Dedek... baik-baik kan Di" ucap Ica
"Iya kan Di" sambung Ico dengan menarik ujung baju sang Daddy.
"Dedek baik-baik saja kok sayang" jawab Geo.
Ia tak ingin anak kembarnya merasa sedih melihat keadaan si bungsu.
"Oma, nek Lia nantuk " ucapnya sambil menguap lebar.
"Ya sudah hayuk kita ke kamar sayang" ajak Mami Chika.
Mami Chika dan Bunda Dinda membawa Lia ke kamarnya, setelah berpamitan kepada anak cucu dan menantunya serta suami mereka.
Setelah kepergian ketiga wanita beda usia itu dan disusul oleh Ellie dan yang lainnya sedangkan si kembar mereka mengikuti sepupunya pergi keruang bermain. Kini, tinggallah para lelaki membahas perihal kejadian yang mereka alami akhir-akhir ini.
"Bagaimana, apa sudah ada kemajuan ?" tanya Papi Amdani.
"Sejauh ini sudah.. dan ada beberapa hal yang harus kita rencanakan kembali pi" ucap Bimo
__ADS_1
"Apa itu ?" tanya Papi Amdani.
Sedangkan Bian dan Tian mereka berdua sibuk dengan tablet yang ada ditangan Bian. Mereka berdua tampak serius dengan earphone yang dikiri kanan telinga mereka. Sekali- sekali Bian dan Tian saling pandang seperti ada sesuatu yang mengejutkan.....
"Sepertinya ini........" ucapan Bimo terputus karena teriakan Bian dan Tian.
Semua yang ada diruangan itu ikut terkejut mendengar teriakan Bian dan Tian,begitu juga dengan Geo dan Gio yang sedang melakukan rapat bulanan secara online.
"Ada apa?" tanya mereka semua penasaran.
Mereka berdua hanya tersenyum dan Bian memberikan tabnya untuk diperlihatkan kepada semua orang disana.
sedetik ...
..... dua detik.....
...........tiga detik... dannnn...
WOW......
"Apa benar mereka ?" tanya Candra dengan amarah yang tertahan.
"Ternyata penyebab Gia dan Cia terluka dan trauma pada saat acara tujuh bulanan Almira adalah mereka." ucap Daddy Bryan.
"jadi mereka berhasil kabur ??"tanya Papi Amdani marah.
"Ini ga bisa dibiarin....!!!!" ucap Geo dan Gio bersamaan.
"Bagaimana rencana kita ?" tanya Ayah Gibran.
"Tian punya rencana bagaimana cara agar mereka keluar dengan sendirinya, terlebih dahulu kita harus membawa para wanita dan anak-anak untuk pergi ketempat aman......" ucapTian pelan dan kecil hal itu hanya Tian dan Bian yang menyadari bahwa di mansion ini ada sepasang telinga yang ingin mencari tahu dibalik tembok.
Gio yang tanggap akan hal itu langsung memutar balikan rencana yang membuat Geo,Papi Amdani,Ayah Gibran,Daddy Bryan dan juga Candra kebingungan cara mana yang mau dipakai. Hingga Gio, Tian dan Bian memberikan kode agar tidak menyampaikan rencana secara benar. Untungnya mereka memahami kode tersebut.
Sedangkan dibalik tembok itu, Ia dengan sangat girang mengetahui rencana itu dan segera memberi tahukan kepada sang bos besar. Namun, saat membalikkan badan iya terkejut melihat Geisha dengan kedua tangan melipat kedada.
"Kamu kenapa berdiri di depan ruang kerja Papiku?" tanya Geisha mengintimidasi.
"Kamu nguping ya?" tanyanya lagi.
"Ah ti...tidak no..na.. saya hanya lewat tadi" ucapnya sesantai mungkin.
"terus ngapain masih disini?" tanya Geisha.
"Ada apa dek ?" tanya Geo.
Yups mereka yang mendengar suara diluar segera menyudahi rencana mereka.
"Ini loh kak, maid ini berdiri di depan ruangan kerja papi". adunya.
Sedangkan yang lain hanya diam dan tidak menyangka bila salah satu dari maid disini adalah mata-mata yang dikirim oleh musuh mereka.
"Maaf tuan saya tadi hanya lewat... tidak lebih ko" belanya.
"Ya sudah kamu kembali bekerja" perintah Papi Amdani.
__ADS_1
"Baik Tuan." jawabnya dan bergegas untuk pergi.
HAPPY READING GUYS...