
"Mau main sama Abang Cio"jawabnya lagi.
"Wah, mau kencan dengan abang Gio dia ya" canda Gio dan mendapat tabokan dari sang istri.
Hahahahaha.... mereka yang disana tertawa terbahak melihat Gio di tabok oleh sang istri dan lebih lucunya lagi baby Rora tertawa khas baby.
***Happy Reading******
Suasana kolam renangpun ramai, dimana para suami dan anak-anak mereka khususnya Anak Geo dan Anak Candra sedang belajar berenang menggunakan pelampung.
"Liat-liat Cia, Ia udah pandai belenang"Teriak Gia padahal kalau diliat ia masih menggunakan pelampung dan dibelakangnya ada Daddy Geo yang siap siaga menjaganya. Begitu juga Cia, Papi Candra menjaganya dari belakang
"Cia juga, Cia bisa belenang tayak bebek" teriaknya girang.
Para emak-emak yang mendengar teriakan merekapun tertawa.
"Cia sama Gia lucu banget ya, hanya karena pake pelampung dibilang bisa berenang hahah" ucap Bunda Chintya.
"Hahaha iya kak" Jawab Mami Celine.
"Sayang, ini sudah sore kasian Baby Rora dan Baby Cio nanti masuk angin dan kalian berdua ibu hamil cepat masuk kedalam."Tegur Bunda Dinda
"Baik,bund." jawab keempatnya.
Sebelum pergi meninggalkan kolam renang, Mami Celine dan Ellie masing-masing meminta kepada suami mereka untuk menyudahi acara berenang dikarenakan hari sudah sangat sore begitu juga dengan Chintya dan Geisha.
Dengan patuh para suami mengikuti perintah para istri,Sedangkan yang belum menikah mereka sedang menikmati double datenya diluar.
*********
"Kak Aya.....lihat bunga nya cantik"Ucap Ghea kepada Aya.
"Iya cantik,Ghe.."Jawab Aya tak kalah girang.
Padahal hanya sebuah bunga anggrek yang ditata rapi oleh petugas taman tersebut, tapi hal itu membuat kedua wanita cantik itu kegirangan.
"Sayang....."Panggil Bian.
"Iya bang, ada apa?"tanya Ghea.
"Kita kesana yuk, biar Aya dan Alex kencan berdua" Ajak Bian sambil menarik Ghea menjauh dari pasangan baru itu.
__ADS_1
"Aisss.... abang ni" ucap Ghea dan hanya dibalas kekehan oleh Bian.
Disisi Lain Alex dan Aya masih dalam keadaan sunyi, bagaimana tidak baik Alex maupun Aya tidak ada yang memulai pembicaraan setelah ditinggal oleh pasangan Bian dan Ghea. Aya yang diam karena tak tahu harus bagaimana,semenjak mereka sudah menjalin hubungan Aya semakin canggung sedangkan Alex memasang wajah datar dan dingin.
Alex yang bosan dengan keadaan seperti inipun memulai pembicaraan.
"Apa kita akan berdiam seperti ini sampai besok?" tanyanya dingin.
"Ehh.... e.. enggak"ucap Aya gugup ia merutuki kegugupannya ini.
Alex yang mendengar jawaban kekasihnya hanya tersenyum tipis, ia sangat menyukai sikap Aya dan Hal itulah yang membuatnya makin mencintai sosok Aya.
"Ayo kita kesana"Ajak Alex sambil menggenggam tangan Aya.
"Oooh ba.. baiklaa"Jawab Aya.
(Oh,Tuhan jantungku mohon jangan maraton. Aku takut Alex mendengar suara Alarmmu.. hiks hiks) tangis Aya dalam hati.
Mereka berdua pun berjalan ke arah pasar malam. Ya,mereka berempat berada tidak jauh dari pasar malam. Jadi jika bosan ditaman mereka bisa pergi kepasar malam.
"Kamu mau naik yang mana dulu?" tanya Alex.
"Apa kau yakin akan memasuki rumah hantu ini, Ay?" tanya Alex.
"Hmmm... yakinlahh.. Aya kan pemberani"Jawab Aya yakin.
"Baiklah kalau kamu yakin, aku akan menemanimu kedalam sana" ucap Alex padahal ia sangat tak menyukai apapun yang berkaitan dengan pasar malam,tapi demi kekasihnya ia akan mencobanya.
"Ayo kita masuk"Ajaknya lagi.
"okeeeeyyyy"Jawab Aya girang.
Mereka berdua masuk kedalam rumah berhantu itu, belum juga setengah perjalanan mereka ditakuti oleh berbagai macam hantu yang mana membuat Alex harus extras melawan phobianya. Sedangkan Aya, ia menggenggam erat tangan Alex. Ia tak menyangka bahwa hantunya seram-seram... ia kira hantunya biasa-biasa saja siapa sangka hantunya bisa menanggalkan kepala serta melayang-layang diudara. Tak lama kemudian setelah melewati beberapa rintangan menakutkan akhirnya Alex dan Aya keluar dari rumah berhantu itu. Aya tak memperhatikan gerak-gerik mencurigakan dari Alex ia sedang asyik menyandarkan kepalanya dipundak kekasihnya itu seraya mengipas wajahnya.
Alex yang masih pada mode Phobianya hanya terdiam dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Aya yang baru merasakan bahwa badan kekasihnya basah pun segera mendongak tepat disamping wajah Alex. Untuk lampu disana remang-remang jadi, Aya tak melihat bagaimana pucatnya wajah tampan kekasihnya itu.
"Bang.... abang keringatnya banyak banget.. ini baju sampe basah loh, abang gapapa kan?" tanya Aya cemas dan khawatir.
"Gapapa kok, hehe maklumkan kita ditakut-takutin hantu" jawabnya menyembunyikan rasa ketakutan yang sangat mendalam.
"Kalo gapapa kenapa ini basah, dan abang terlihat keringatan, abang kenapa?" tanya Aya cemas.
__ADS_1
Alex yang tak ingin kekasihnya cemas dan khawatir pun dengan cepat mengalihkan pembicaraan.
"Ay, ayo kita cari Bian dan Ghea. Ini sudah larut malam " ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"Eh... iya ya udah jam setengah 10" ucap Aya setelah melihat jam di tangannya.
"Baiklah kita cari dulu mereka"Ajak Alex menggandeng Aya. Sedangkan Aya ia terkejut merasakan betapa dinginnya telapak tangan kekasihnya Ia jadi berpikir permainan apa yang mereka mainkan hingga membuat tangan kekasihnya dingin sedingin eskrim hehehe candaa esbatu bestruuu.
"Abang, baik-baik aja kan?" tanya Aya dengan suara serak dan mata yang sudah berkaca-kaca.
Mendengar suara serak dari sang kekasih,akhirnya Alex menoleh dan berkata.
"Abang baik-baik aja sayang, sudah jangan menangis"Ucap Alex.
"Tapi tangan abang dingin dan abang banyak mengeluarkan keringat.Abang pasti sakit" ucap Aya
Dan benar saja Aya sudah menangis, ia benar-benar merasa bersalah dengan cepat ia mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi Ghea.Tapi... Alex malah merampas ponsel Aya dan berkata.
"Aku tidak apa-apa, ayo kita pulang"ucapnya dingin dan mendahului Aya.
Aya yang melihat itu syok, Alex kembali dingin dengannya apa ia salah mengkhawatirkan kekasihnya sendiri??? Ada apa ini sebenarnya?? Aya benar-benar bingung.
"Apa kau akan bermalaman disana Gayatri Astari"Ucap Alex makin dingin melihat kekasihnya diam mematung.
Aya yang mendengar kekasihnya memanggil nama lengkapnya pun makin heran dan bingung, ada apa sebenarnya? Tetapi, ia dengan cepat bergegas menghampiri Alex yang berjalan dengan langkah lebar.
Diperjalanan ke parkiran mobil, Alex dan Aya melihat Bian dan Ghea sedang menikmati permainan menembak barang. Ghea yang terlihat sangat senang dengan melihat Bian yang lihai menembak.
Ghea yang tak sengaja melihat Alex dan Aya pun segera memanggil mereka berdua.
"Bang Al, Kak Ay sini dulu" panggilnya dan Bian hanya melihat mereka sekilas,tapi ia tertekun melihat wajah pucat Alex. Ia menebak Alex pasti melakukan hal yang membuatnya jadi seperti ini.
"Nona Ghea, saya titip Aya dengan nona. Saya akan pergi sebentar."ucap Alex dan berlalu.
Aya yang melihat itu pun ingin bertanya tapi tatapan Bian mengisyaratkan untuk diam. Bian mengajak Ghea dan Aya untuk pulang dan kembali ke mansion Papi Amdani.
Sepanjang perjalanan, Aya hanya terdiam menatap ke arah luar jendela. Ia sangat aneh dengan sikap kekasihnya.
***Hallo guys, Happy Reading*"""
Jangan Pelit Like &Koment, biar aku tambah semangat untuk Up....
__ADS_1