MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 57


__ADS_3

"Di tuntik?" tanya nya


"iya disuntik kan mom?" Ucap Gia meminta bantuan mom Ellie


"Iya nanti di suntik sama dokter kalo Ica marah-marah" ucap sang mommy.


Hal itu membuat Ica takut dan berlari kearah daddynya dengan mata yang berkaca-kaca.


πŸ₯±Drama lagi... drama lagi...


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Seminggu kemudian, hari ini hari dimana Gia sudah diperbolehkan untuk pulang.Karena kondisi tubuhnya sudah sangat pulih.


"Sudah siap sayang?" tanya Geo pada istrinya.


"Sudah, ..." ucapnya sambil menggendong Lia.


"Mari kita pulang...." ucap Geo sambil mendorong kursi roda yang digunakan Gia.


"Hiks ... hiks "


"Loh sayang kenapa?" tanya Mommy Ellie kepada Lia.


"au tu " ucapnya menunjuk kursi roda yang digunakan Gia


"Adek, mau ikut kakak Gia disini ?" tanya Geo pada sang anak


Lia hanya menganggukkan kepalanya saja dengan mata yang berbinar. Sedangkan Geo terkekeh melihat binaran dimata sang anak bungsu. Geo mengambil alih tubuh anaknya dan meletakkannya disamping kiri Gia. Kemudian mereka berempat keluar dari ruangan tersebut dan juga beberapa bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang.


Sesampainya di parkiran mobil, Geo langsung menggendong Gia kedalam mobil,setelah itu baru menggendong putri bungsunya. Kemudian Geo dan Ellie masuk kedalam mobil yang akan dikemudikan oleh salah satu bodyguard Geo. Sedangkan sisanya menggunakan mobil yang lain dan mengikuti dari belakang.


Setelah beberapa menit kemudian,kini mobil yang dikendarai Geo dan keluarga kecilnya telah sampai dimansion Papi Amdani dimana penjagaannya semakin ketat. Semenjak terjadinya penyusup di mansion Daddy Bryan.


Geo langsung saja menggendong putri sulungnya dan membawanya ke kamar sang putri, sedangkan Ellie iya menggendong Lia yang tertidur. Bodyguard yang ikut bersama Geo dan Ellie membawakan tas berisikan pakaian Gia ke kamar putri sulung majikannya.


Di kamar Gia....


"Bagaimana keadaan Gia sekarang,nak?" tanya Bunda.


"Gia sudah pulih bunda, hanya saja ia harus banyak istirahat. Oh ya, bagaimana keadaan Cia sekarang?" tanya Geo balik.


"Cia masih sama, ia masih dalam tahap pemulihan karena traumanya." ucap Mami Chika.


"Apa sudah dibawa ke psikolog?" tanya Ellie


"Sudah,tapi tetap saja Cia tak bisa mengontrol rasa takutnya" jawab Bunda Citra.


"Apa yang harus kita lakukan,bun...Mam?" tanyanya lirih.


"Kita akan membawanya ke luar negeri,untuk mengobati rasa trauma nya itu" ucap Mami Chika.


"Papi dan yang lainnya kemana?" tanya Geo yang sedari tadi diam, karena iya mendapatkan pesan dan video dari seseorang.


"Papi dan Ayahmu sedang ke kantor, sedangkan Bimo dan Bian ada diruang kerja" ucap Mami Chika.


"Oh baik Mam, kalo gitu Geo akan ke ruang kerja... ada yang harus Geo bahas disana" ucapnya lalu meninggalkan kamar anak sulungnya.


Sepeninggalan Geo, Mami Chika dan Bunda Citra, Ellie memilih membaringkan diri disamping sang anak sambungnya. Ia mengusap Pucuk rambut Gia dengan sayang.. tanpa terasa air mata nya menetes.


"Malang sekali nasibmu nak, Mommy sayang samamu nak" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Jika kalian bertanya dimana kembar, mereka sekarang berada dikamar Mami Geisha dimana ada Baby Ara dan Baby Amora disana. Yups Amora anak sulung Mami Geisha dan Papi Bimo berumur 3 tahun dan Ara putri bungsunya yang berumur 11bulan.


Si kembar tidak tahu bahwa mommy dan daddynya sudah pulang ke mansion.


*******


"Dek Ala.... talo udah besal mau jadi apa?" tanya Ica pada sang adik.


"Ala endak bisa nomong loh icak"jawab Amora


"Tenapa?" tanya nya


"Kalna Ala masih bayi" jawab Amora santai.


"Dek Lia duga bayi, tapi udah bisa nomong" ucap Ica tak mau kalah.


"Umulna tan beda Icak, tamu ini badaimama" dumel Amora.


"Amola ditu deh, endak mau nalah tama yang tua" Ucap Ica marah.


"Icakk diam nanti adik Ala nanis" tegur Amora.


Mami Geisha dan Ico hanya diam dan sekali-kali Geisha terkekeh mendengar perdebatan sepupuan itu. Sadang si Ico ia hanya diam mengamati wajah baby Ara.


"Dek Ala kelap-kelip tan mata mu"


"tenyum tetili, tenyum tetanan"


"belputal-putal"


Nyanyi sang biduan pengganti kakaknya Gia.


Geisha yang sudah tak tahan mendengar Ica bernyanyi pun tertawa keras..


Selepas bernyanyi tanpa sadar Ica tertidur dengan posisi nung**ing dan kepala miring kekanan dengan mulut terbuka. begitu juga dengan Ico dan Amora tak jauh beda Amora yang tidurnya kaki di atas bantal dengan posisi baring miring. Ico dengan posisi tak jauh beda dari Amora. Geisha juga ikut tertidur dengan posisi miring menghadap bok*ng Ico.


CEKLEK...


Terlihat seorang lelaki dengan wajah lesu memasuki kamarnya. Dipikirannya masih ada beberapa pertanyaan siapa dalang penyusup ini. Hingga membuat keponakannya terluka dan harus dirawat di rumah sakit selama seminggu. Namun, saat ia ingin pergi ke kamar mandi ia sangat shock dengan posisi tidur anak dan istrinya beserta keponakan-keponakan rusuhnya.


"Oh, astaga " ucapnya mengusap wajah lelahnya.


Ia menggeleng kepalanya gemas, bagaimana bisa mereka tidur dengan posisi seperti itu. kemudian ia mengambil ponselnya lalu memfoto posisi kelima anak manusia itu. Setelah itu, ia mengirimkan foto tersebut ke grup besar keluarga berbesanan. Dan akhirnya ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Disisi lain....


"HAHAHAHA bagaimana bisa mereka tidur seperti ini" tawa Mami Chika.


"Iya Mi... haha anak bungsu kita memang lucu sekali" balas Papi Amdani.


Sama halnya dengan keluarga lainnya mereka sama-sama mentertawakan posisi tidur anak dan cucu mereka.


********


"HHHOOAAAMMMM"....


"hekkk hekkk hekk"


"Uluh-uluhh... abang Ico nimpa tangan dedek yaa" suara khas bangun tidur Geisha.


"Abang... geser dong, kasian adek tangannya ketimpa" ucap Geisha lagi.

__ADS_1


"Hmmm..." ucap Ico


"Huh, astaga aku dan anak-anak ketiduran" ucapnya sambil menyusui Baby Ara.


Karena baby Ara sudah merengek. Sedangkan ketiga bocil masih dengan posisi yang sama. Geisha yang melihat itu tersenyum melihat keakraban anak-anak.


"Dedek kalo udah besar jangan nakal ya" ucap Geisha kepada anaknya.


******


Disisi lain, sebuah mobil mewah berhenti didepan gerbang mansion Papi Amdani. Seorang wanita cantik nan seksi, membunyikan klakson mobilnya untuk meminta sang penjaga membuka gerbang. Namun lagi-lagi, para penjaga tidak membukakan gerbang. Sehingga membuat wanita cantik nan seksi itu membunyikan klakson berkali-kali dan membuka kaca mobilnya.


"Kalian tuli ya" bentaknya.


Tapi para penjaga tetap tidak membukakan gerbang. Hingga sebuah mobil keluarga berhenti tak jauh dari mobil wanita itu.


"Siapa itu, Pi ?" tanya mami Chika.


"Papi,tidak tahu mi" jawab Papi Amdani kebingungan.


"Sejak kapan kita punya tamu ?" tanyanya lagi.


Terlihat seseorang keluar dari mobil mewah itu, sosok wanita cantik nan seksi berjalan dengan angkuh ke arah para penjaga.


"Hei... kalian tuli, Gue ini kekasihnya tuan Geo jangan berani-beraninya ya melawan saya" bentaknya.


Tetapi, para penjaga tetap saja tidak menggubris perkataan wanita itu. Namun, ketika wanita itu ingin mengatai kembali, pandangannya tak sengaja melihat mobil keluarga yang berada tak jauh dari mobilnya. Dan ia yakin itu pasti keluarga Geo.


Ia pun mendatangi mobil tersebut dengan angkuh.


tok.. tok..


"Maaf tuan sebaiknya tuan dan nyonya bersembunyi dan jangan menampakkan diri, biar saya yang hadapi wanita ini" ucapnya sedikit memerintah.


"Oh.. baiklah" ucap Papi Amdani dan diikuti istrinya untuk bersembunyi dibelakang kursi supir .


tok... tok.. ketukan mobil yang semakin kuat.


"Woiii... lama benar buka kaca mobilnya" bentaknya.


"Loh siapa???" tanya wanita itu.


"Maaf nona, ada yang bisa saya bantu?"ucap supir itu.


"Gue mau masuk ke mansion megah itu,tapi penjaga yang disana ga bukakan gerbangnya. Gue ikut loh masuk" ucapnya tak sabaran.


"Maaf nona, mobil anda menghalangi saya untuk masuk" ucap supir itu lagi.


"gue ngomong panjang lebar lu malah balik merintah gue??" bentak wanita itu.


"Maaf nona mobil anda menghalangi jalan saya" tegas supir itu.


"Awas saja lu. Tunggu gue ikut masuk" ucapnya setelah itu ia berlari kearah mobilnya, sedangkan sang supir dengan cepat membunyikan klakson mobil dan sang penjaga dengan cepat membukakan pintu dan menutup nya kembali ketika mobil keluarga sudah masuk ke halaman mansion.


"Ah.... sial !!!!!" teriak wanita itu..


ia merasa telah dipermainkan oleh supir itu.


"awas saja, gue bakal bikin perhitungan dengan keluarga kalian" ucapnya marah lalu meninggalkan mansion itu.


HAI-HAI-HAIIII....

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2