
Hari ini hari sabtu, jadi semua orang tidak ada yang ke kantor melainkan mereka berkumpul di mansion Papi Amdani dan melakukan beberapa kegiatan dimansion.
†****************HAPPY READING********
"Bang Alex, ga ikutan sama mereka?" tanya wanita itu.
"Tidak,saya hanya melihat mereka dari jauh". jawabnya.
Yup, saat ini keluarga besar dan berbesanan itu berada di area halaman belakang mansion Papi Amdani. Mereka melakukan aktifitas seperti berujak untuk ibu-ibu hamil, menangkap ikan dikolam khusus Papi Amdani, sedangkan para ibu-ibu mereka bernostalgia dan hanya Gia seorang yang jenuh disana karena tidak ada anak-anak selain dirinya dan baby Rora yang masih bayi.
"Ghee..." panggil Bian.
"Hm, ada apa bang ?"tanya Ghea kepada kekasihnya.
"Gapapa...." ucapnya dan meninggalkan Ghea.
"Bian, kenapa ya?" tanya Gio dalam hati.
Ia menyadari ada sikap aneh di diri Bian,tapi entahlah ia belum bisa ikut campur.
"Bang Bian kenapa ya?" tanyanya dalam hati.
"Eh, sini-sini kita makan siang lagi"Panggil Mami Chika dan Mommy Citra kepada orang-orang disana.
Mereka pun, pergi menuju tempat yang sudah disediain oleh emak-emak.
Skipppppp.....
Malam harinya mereka berkumpul diruangan keluarga, sedangkan Bian ia kembali kerumah dan itu membuat mereka semua heran. Bian juga tidak menegur Ghea.
*************
"Bian......."Panggil wanita itu.
"Apa kabar?" tanyanya.
"Baik" ucap Bian tersenyum.
"Apa yang pengen lu lakuin sekarang?" tanya wanita itu.
"Gue pengen melamarnya, tapi gue minta bantu lu"ucap Bian.
"Apa yang harus gue lakuin ?" tanya wanita itu.
"Gue pengen lu persiapin semuanya, gue pengen kasih dia kejutan dihari ulang tahunnya" Ucap Bian serius.
"Berapa umurnya sekarang? apa orang tuanya tahu?" tanya Wanita itu.
"Hmmmm.... iya, dan abangnya juga tahu" jawab Bian.
"Oh, ya sudah gue bakal bantu lo. Tapi didunia ini tidak ada yang gratis "
HAHAAHAHAH mereka pun tertawa, tanpa disadari ada sepasang mata yang melihat keduanya. Dengan hati yang sakit, ia meninggalkan tempat tersebut dengan deraian air mata.
"Gue cabut dulu ya, mau cari kado buat dia"pamit Bian dan beranjak meninggalkan wanita itu.
Setelah kepergian Bian, seorang pelayan mengantarkan Bill.
"Maaf, kak ini Billnya" Ucap pelayan itu.
"Astaga,Bian dia belom bayarin. Jadi ceritanya gue yang traktir." ucapnya seraya membayar tagihan makanan mereka.
"Terima kasih,kak" ucap pelayan tersebut kemudian pergi.
"Hmm ....Gue balik aja deh .."ucapnya dan pergi.
******************
Hiks .... hiks ....
"kenapa sih dia berubah, apa karena cewek itu hikss" tangisnya sesegukkan.
"Apa salahku?hiks ... hiks "
Ghea terus saja menangis dan mengunci diri dikamar seharian penuh.
Ia sedih, karena Bian tak mengabarinya ditelfon di chat tak pernah ia balas tak pernah ia jawab. Ghea terus merenungi dan menangis sepanjang hari hingga ia tertidur.
__ADS_1
************
Dua hari kemudian, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Bian.
"📞Bagaimana persiapan hari ini ?"ucap Bian.
".......📞"
"📞Baiklah, Gue akan minta semuanya datang sebelum jam 7 malam.Gue nerveus nih, gimana?" ucap Bian.
".......📞"
"📞Yauda deh iyeeeee" ucap Bian lalu memutuskan panggilannya dengan wanita tersebut.
"Huft gasabaran gue hihi, pasti dia sedih banget 3 hari dicuekin hihi" ucap Bian sambil merapikan pakaiannya.
1 pesan masuk✉️ from :Gio
"Bian, rencana ntar malem bagaimana?"
📤✉️ to :Gio
"***Beres, Lu ajak semua keluarga dan berbesanan ketempat yang gue bilangin***"
✉️📥 from :Gio
"Oke,....."
********************
"Bunda, kalian mau pergi ?" tanya Ghea
"Iya nak," jawab Bunda Dinda.
"Apa kalian semua akan pergi ?" tanyanya
"Iya, kami semua akan pergi" ucap Ellie.
Ghea yang mendengar hal itu, sangatlah sedih apakah mereka melupakan ulang tahunnya hari ini. Ia kembali ke kamar dan mulai menangis.
"Sudahlah bunda, inikan hanya sementara" jawab Ayah Gibran.
"Nanti juga senang" celetuk Gio dan langsung di pukul oleh istrinya.
"Ayo,kita berangkat."Ajak Mami Chika dan dianggukin oleh semua orang disana.
Mereka semuapun berangkat ke tempat yang sudah dipersiapkan Bian. Disana ternyata sudah ada seorang wanita yang bersama Bian tempo hari. Ia datang bersama anak dan suaminya.
1 pesan baru✉️
+628**********
"Datang ke Cafe ******, jam 7 malam. jangan telat !!!"
"Ini nomor siapa?"tanya Ghea dalam hati.
✉️ +628********
"Jangan lupa dandan yang cantik"
"Ini siapa sih, tapi gue penasaran. Apa gue datang ya?"
"Udah deh datang aja, daripada mati penasaran. Ini jam setengah 6, masih ada waktu kan?" ucapnya lagi.
tok.... tok... tok
"Permisi non, ini ada paket" ucap Aya.
"Paket ??? untuk Ghea???" tanya Ghea kebingungan, sejak kapan dia beli online.
"Ia non, ini barusan dianter kurir" ucap Aya.
1 pesan baru✉️
+628**********
__ADS_1
"Gunakan nanti malem"
"Oh, baiklah ... Oh ya Kak Aya, apa nanti malam bisa temani Ghea ke cafe *****, Ghea tak ingin pergi sendirian" ucap Ghea.
"Tapi,non... sayakan hanya pembantu disini bagaimana bisa saya ikut anda pergi". ucap Aya.
"Kak Aya, tenang saja.... nanti Ghea yang ijin sama Mami Chika. Mau ya?" rengek Ghea.
Bagi Ghea, Aya adalah orang yang enak diajak berteman dan ia sangat baik dan ramah kesemua.
"Baiklah Non, "ucap Aya dan akan kembali ke belakang.
"Kak Aya,mandilah setelah itu ke kamar Ghea ya" ucapnya kepada Aya.
Kemudian, Ghea mengambil ponselnya dan langsung meminta ijin kepada Mami Chika.
***********
tok... tok...
"Masuk....!!!" teriak Ghea.
"Maaf non...." ucap Aya.
"Ada apa kak Aya?" tanya Ghea yang melihat Aya yang menggunakan kaos oblong dan celana jeans hitam.
"Maaf, non. Saya gaada pakaian yang bagus jadi saya pakai ini saja" ucapnya.
Ghea yang mendengar itupun, beranjak ke ruangan ganti. Ia kembali dengan membawa 1 gaun yang dibelikan oleh Geisha beberapa bulan lalu.
"Kakak pakai ini saja" ucapnya seraya memberikan gaun tersebut.
"Tapi non ...."
"Gaada tapi-tapi kak... " ucap Ghea yang tak mau dibantah.
"Baiklah" pasrah Aya.
*****
"Wowwww... Kak Aya cantik sekali.."Puji Ghea.
"Ah, kamu juga cantik" ucap Aya tersenyum malu.
Mereka berdua sudah berdandan cantik, Yupsss... Ghea pangling melihat kecantikan Aya.. karena selama ini Ghea hanya melihat Aya tanpa berdandan berbeda dengan Tyas ia selalu berdandan padahal didapur doang hehe.
"Yuk berangkat, kak" ajak Ghea.
"Ia non " ucap Aya
"Kak Aya, tolong jangan panggil Ghea non. Ghea muda loh dari Kak Aya" Protes Ghea yang risih dipanggil non dan berkali-kali Ghea meminta Aya memanggil namanya atau tidak adik tapi berkali-kali Aya memanggilnya non dan non.
"Baik lah Ghea," ucap Aya tersenyum.
Ketika mereka berdua keluar dari kamar Ghea, mereka berjumpa dengan Tyas yang sedang membersihkan ruang keluarga. Tyas menatap Aya dengan sinis dan....
"Aya, kamu mau kemana? enak saja tugas main ditinggal?" ucapnya ketus.
"Kak Aya, gue yang ajak lu di rumah beres-beres yang bener, jangan ngiri sama orang" ucap Ghea tak kalah ketus.
"Eh, Lu itu cuma numpang disini jangan berasa nyonya dirumah ini" ucap Tyas lagi.
"Suka-suka dong setidaknya gue ga kerja jadi pembantu" ucap Ghea.
"Sudah, Ghea.... kita pergi aja nanti telat" ucap Aya meleraikan perdebatan Ghea dan Tyas. Karena ia tahu Tyas sekarang sedang iri kepadanya dan menyindirnya karena bisa mengikuti kemana perginya majikannya sedangkan ia tak pernah sekalipun diajak.
"Cih, penjilat !!!" Ucap Tyas.
Aya langsung menarik Ghea dari hadapan Tyas.
"Huh, merusak mood saja" ucap Ghea kesal.
"Hehehe sabar ,Ghe" ucap Aya tersenyum.
Mereka pun akhirnya berangkat ke cafe yang di kirim seseorang dengan menggunakan taksi online.
*Halloo...... jangan Lupa like dan koment ya.*
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.