MENCINTAI DUDA BERANAK 1

MENCINTAI DUDA BERANAK 1
BAB 55


__ADS_3

Hallo gaes, sebelumnya aku mau ucapin selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir batin🙏 (Maaf telat )....


3 tahun kemudian..


Dimansion Daddy Bryan, tampak ramai dimana para bayi sedang berkumpul bersama keluarga besar berbesanan beserta tamu lainnya karena ada acara. Dimana hari ini adalah acara 7 bulanan dari pasangan Almira dan Tian. Yup... Almira sedang mengandung anak keduanya. Acara demi acarapun berlangsung tanpa adanya kendala.


"Tatak... " panggil Baby Gadizco


"Ada apa sayang?" tanya Giandra


Yaa... Giandra sekarang berumur 7 tahun dan sekarang ia kelas 2 SD,begitu juga dengan Ciara mereka berdua sekolah ditempat yang sama. Sedangkan Si kembar G mereka sekarang sudah berumur 3 tahun.


"Co aus tak" ucapnya


"Ooo baby Ico haus, sebentar kakak ambilkan ya" ucap Gia berdiri untuk mengambilkan air untuk adiknya.


"Ini dek" ucapnya memberikan air tersebut kepada Ico adiknya.


"Matasi atak Iya" ucap Baby Ico


"Masama sayang" balas Gia.


Setelah selesai acara, beberapa tamu undangan sudah pulang dan sebagiannya masih mengobrol dengan Daddy Bryan beserta keluarga berbesanan khususnya para cowok.


"Huft, Bang ...."panggil Ghea


"Ada apa sayang ?"tanya Bian,kemudian mendekati Ghea yang bersandar di dinding.


"Ghe mau tidur ..." ucapnya manja


"Yaudah, kita ke kamar ya" ajak Bian.


"Semuanya, Bian ke kamar duluan ya" pamitnya kepada semua orang di ruangan itu.


"Istirahatlah nak, ....ingat kamu sedang hamil" nasehat Ayah Gibran pada anak bungsunya yang sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan sekarang sedang hamil 5 bulan.


"Baik Ayah" ucapnya sembari mencium pipi Ayah Gibran.


Setelah kepergian Ghea dan Bian, Kini datanglah para bocil mengganggu para kakek dan para omnya.


"Tatek Iban....." panggil Baby Rora yang sekarang usianya 4 tahun.


"Iya sayang ada apa?" tanya Ayah Gibran pada sang cucu.


"Lola penen dudut tinik" ucapnya.


Diikuti Baby Gadiza atau Ica yang langsung duduk dikanan paha Ayah Gibran. Sedangkan Ico dan Cio duduk di kanan kiri Papi Amdani. Lain hal Amora, ia malah duduk manja di pangkuan Daddy Bryan, Baby Rio ia bingung mau duduk dipangkuan siapa? Ia tidak melihat Papinya disini. Daddy Bryan yang melihat cucunya bingung pun memanggilnya untuk kemari.


"Baby Rio.... sini sama opa" ucapnya.


"Lio au tama pipi Ian" ucapnya sendu.

__ADS_1


"Loh, Papi kan masih didepan nak.. Rio sini dulu sama Opa" ajaknya lagi.


"Ndak Au... hiks hiks" tangis Rio pecah karena Papinya tidak ada.


Tak lama muncullah seseorang yang ditangisi oleh boceng.


"Ada apa ini ?" tanyanya.


Rio yang hafal suara papinya pun menoleh dan memekik kegirangan.


"Pipi........!!!" teriak cempereng yang keluar dari mulut cengengnya.


"Astaga, kamu kenapa sayang???" tanya Papi Tian.


"Lio au di ndong pipi" ucapnya terisak.


"Yaudah sini..." ucap Papi Tian menepuk kedua pahanya tentu saja Rio langsung menduduki paha papinya.


Semua disana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra sulung Tian dan Almira.


"Rion... Rian sama Lia ayo sini " panggil Papa Anjas


Tentu saja Lia akan berlari ke pangkuan Papa Anjas, sedangkan Rian dan Rion mereka memilih dipangkuan Papa Zidan dan Daddy Rico.


"Wah, tidak ada yang mau dipangkuan kakek Dion"Ungkapnya sedih.


"Tatek dangan tedih" Ucap Cio dan langsung mendatangi Papa Dion.


"Iya kakek nggak sedih kok, cuma akting aja" kekehnya.


Tak lama munculllah para suami yang menggendong anak-anaknya. Gio yang menggendong baby Ray yang berumur 11 bulan, Bimo yang menggendong Baby Ara yang seumuran dengan Baby Ray. Geo yang membawa dot susu Lia bersama dengan Ellie, Alex menggendong Baby Andra yang berumur 2 tahun ia sangat pemalu diantara saudara-saudaranya. Pasangan Alio dan Ara yang menyusul sikembar Rian dan Rion,Kemudian ada baby Wira anak dari Willo dan Tamara anak angkat mama Agatha.


"Wah ramai sekali disini...." ucap Geisha.


"Ghea dan Bian mana??"tanyanya lagi.


"Udah balik kekamar... " jawab Papi Amdani.


"Almira mana?" tanya Gio yang duduk disamping Tian.


"Al, tadi gue anterin kekamar... katanya dia capek mau tidur,terus gue temanin. Ga lama dia tidur gue turun dong kemari eh liat anak sulung gue nangis" ungkap Tian


"Wkwkwk anak lo cengeng banget dah" ledek Gio


"Entahlah Gue bingung banget.. seingat gue kecil ga secengeng ini" keluhnya.


"Yauda nikmatin aja" kekeh Gio.


Sedangkan para wanita mereka sedang asik sendiri hingga mereka dikejutkan dengan kejadian yang sangat membuat jantung tegang.


"Mommy......Daddy....." Teriak Cia

__ADS_1


Merek semua menoleh kearah Cia, Celine yang melihat anaknya seketika berteriak panik dan diikuti oleh semua orang disana.


"Kamu kenapa nak?" teriak Celine sambil mengoyangkan kedua bahu Cia.


"Gia mami.... Gia hiks hiks." tangisnya pecah.


"Ada apa dengan Gia?" tanya Ellie yang panik.


Bagaimana tidak panik, Cia datang dengan belumuran darah dan pakaian yang berantakan.


Cia menarik tangan Ellie dan berlari kearah dapur.


Mereka semua mengikuti Cia dan Ellie sembari menggendong masing-masing baby.


Sesampainya di dapur, betapa terkejutnya Ellie melihat Gia tergeletak bersimbah darah hal itu membuat Ellie meraung menangisi, Geo yang menggendong Baby Lia ikut panik.


"Gia... sayang bangun nak hiks hiks" Ucap Ellie.


"Dek, Pegang Lia .. Abang akan bawa Gia kerumah sakit"ucapnya kepada sang istri.


Gio dan Bimo dengan cepat mempersiapkan mobil.


Sedangkan Geo ia langsung membopong anaknya dan mengikuti langkah Gio menuju mobil yang sudah disiapkan Bimo sedangkan yang lain mengikuti mereka dan sebagian membantu Ellie.


Sebenarnya apa yang terjadi????


Didapur hanya Gia dan Cia,lalu kemana perginya para maid???


Kemana mereka,Kenapa membiarkan Gia dan Cia bermain didapur???


Itulah yang ada dipikiran orang-orang rumah.Padahal para maid disini sangatlah banyak,penjagaan yang ketat atau ada penyusup disini tapi gamungkin atau ada yang berkhianat???


Waahhhh, gabisa dibiarin ini.... Bisa mengancam nyawa anak-anak lainnya.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang menatap mereka dengan amarah dendam dan disisi lain ada yang tertawa senang karena salah satu anggota mereka kesakitan. Dan tanpa mereka tiga sadari bahwa ada seseorang yang menatap tajam kearah dua sisi tersebut.


"Ini belum seberapa...."ucapnya.


Lalu pergi meninggalkan tontonan gratis itu.


Di mansion ini hanya ada beberapa orang saja yang tinggal,karena mereka harus menenangkan Cia terlebih dahulu yang masih menangis ketakutan. Apa mungkin Cia trauma??? setelah kejadian Gia yang bersimbah darah???


"Hiks ... hiks ... " tangis pilu Cia yang masih ketakutan.


"Sudah sayang disini ada mami dan lainnya." ucap Mami Celine menenangkan putri sulungnya.


"Hiks... hiks.."


"Jangan menangis, tenangi dirimu sayang lalu kamu ceritakan pada opa dan kakek .. okey" ucap Papi Amdani.


"Selamat membaca"

__ADS_1


Janlupa Like & Koment


__ADS_2