Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
HAMIL


__ADS_3

Ratu Raisa begitu sibuk dengan jabatan barunya. Kini pertanahan kerajaan telah jelas kepemilikannya. Wanita itu membangun tambang emas dan mengelolanya secara berkala. Semua pekerja diambil dari masyarakat yang diawasi oleh para ahli.


"Kalian bekerja mendapat upah perbulan sesuai tingkat dan keahlian masing-masing!" ujar kepala tambang.


Para warga banyak yang menjadi buruh dengan bayaran tinggi. Keselamatan kerja juga sangat dikedepankan oleh Ratu Raisa.


"Kalian menggali tambang hanya boleh selama delapan jam dengan tiga kali jeda istirahat!" terang sang ratu.


"Baik Yang Mulia!" sahut para pekerja.


Beberapa tenaga ahli telah memeriksa semua tanah. Memang hampir seluruh tanah yang ada di seluruh kerajaan ada kandungan emasnya. Namun memiliki kadar yang berbeda. Ada beberapa tanah warga yang juga memiliki kandungan emas. Mereka akan menjualnya secara berkala dan akan diawasi oleh kerajaan.


"Duke Brixton!" panggilnya.


"Hamba Yang Mulia!'


"Bagaimana keadaan Pangeran Lucyfer?" tanya Ratu Raisa.


"Sudah lebih baik Yang Mulia!' jawab pria itu.


"Kau sudah mengajarinya?" tanya sang ratu lagi.


"Sedang berjalan Yang Mulia!'


"Baik lah. Kau urus semuanya. Aku mau pulang!" ujar Raisa.


Duke Brixton yang diangkat sebagai kepala urusan istana dan juga sebagai ajudan dari Ratu Raisa. Pria itu bertanggung jawab penuh dengan semua tugas yang dilimpahkan sang ratu padanya.


Kaisar Henry sedang ada di istananya. Pria itu juga sedang merancang rel kereta api menuju kerajaan Lucyfer.


"Yang Mulia, Nona Sonya meninggal dunia," lapor kepala pengawal yang mengantar Sonya pulang ke rumahnya.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Kaisar Henry.


"Bibinya yang membunuhnya ketika diantar pulang. Pamannya sudah tiada ketika Sonya pergi dari rumah. Bibinya menuduh Sonya penyebab kematian suaminya," jelas kepala pengawal.


"Lalu?"


"Sekarang wanita itu dipenjara dan menghadapi hukuman seumur hidup," jawab ketua pengawal.


"Apa kau bersaksi atas semuanya?"


"Benar Kaisar, bahkan hamba sendiri yang memakamkan jenazah Sonya," jawab pria itu.


Kaisar mengangguk tanda mengerti, ia menyuruh pengawal itu pergi. Ia menghela napas panjang, walau Sonya pernah membuatnya memiliki rasa suka pada lawan jenis untuk pertama kalinya. Bahkan dalam hati ia sempat ingin mengusung Sonya sebagai selirnya.

__ADS_1


Semua berubah ketika melihat istri yang tak pernah ia temui sebelumnya. Seorang wanita yang menjadikannya pemimpin tertinggi di seluruh wilayah kerajaan.


Kini pria itu kembali ke ruang rapat. Ia menyusun semua kerangka kerja parlemen dan mendengar beberapa laporan.


Ratu Raisa pulang dengan menggunakan mobil, kendaraan itu melintas di jalan aspal yang sudah dibangun selama beberapa bulan lalu. Ratu Raisa sudah menjadi ratu selama dua bulan. Banyak perkembangan terjadi di kerajaannya. Wanita itu memperluas wilayah hingga tepi laut. Ia mendata semua warga dan membangun rumah bagi mereka yang mau bekerja dan bercocok tanam. Kini pertanian jagung dan umbi-umbian jadi bahan makanan pokok daerah itu.


Butuh waktu lima jam mereka untuk sampai di istana Horton. Ratu Raisa merasa pinggangnya mau patah akibat perjalanan jauh. Jiwa Geisha membandingkan hidup di jamannya. Di mana tekhnologi canggih merajalela.


Jiwa Geisha merindukan jaman yang serba mudah itu.


"Yang Mulia Ratu Raisa tiba!" pekik kasim mendadak dan membuat Ratu Raisa terkejut.


"Ck!" wanita itu berdecak sebal.


Kasim hanya diam tak bergerak di sana. Ratu Raisa memilih berjalan, ia tau di mana suaminya berada.


"Yang Mulia!" panggilnya dengan muka cemberut.


Kaisar Henry begitu senang jika ratunya memanggilnya demikian. Pria itu menunda rapat dan langsung keluar.


"Ratu!" panggilnya.


"Sayang!" rengek sang ratu manja.


"Sayang, kau kenapa manja sekali hmmm?" tanya Kaisar Henry ketika mereka sudah berdua saja di kamar mewah itu.


"Yang Mulia, aku ingin berhenti jadi ratu," rengek Ratu Raisa lelah.


"Hei, jangan begitu sayang. Mereka sangat butuh dirimu," larang Kaisar Henry.


"Aku lelah sayang ... aku maunya sama kamu terus!" rengek Ratu Raisa tak seperti biasanya.


"Sayang ... kau membuatku bergairah," sahut Kaisar Henry serak.


Lalu keduanya pun mengarungi ombak cinta yang dahsyat. Di sini Ratu Raisa begitu liar, ia menciptakan gaya bercinta yang baru hingga membuat sang kaisar mabuk dan hampir saja kalah. Tetapi sebagai laki-laki, Kaisar Henry tentu tak mau menyerah begitu saja. Ia juga menciptakan gaya baru yang membuat istrinya melenting dan bergeliat juga mendes.ah di bawah kukungannya.


Hari terus berganti kerajaan Lucyfer sudah makin baik. Kota B yang menjadi pusat ekonomi kerajaan mulai berkembang pesat. Ada pasar yang terbentuk di berbagai titik di sana. Ratu Raisa tetap menjalankan tugasnya sebagai Ratu.


"Huuueek!" wanita itu muntah cairan bening.


"Yang Mulia!" pekik semua pelayan dan juga Duke Brixton khawatir.


Ratu Raisa merasa lemas. Jiwa Geisha langsung paham apa yang terjadi pada tubuh yang ia tempati itu.


"Yang Mulia, ijinkan saya memeriksa!" ujar salah satu tabib.

__ADS_1


Ratu Raisa menyerahkan lengannya untuk diperiksa nadinya. Tabib itu menekan jarinya pada pergelangan lengan sang ratu.


"Yang Mulia tengah mengandung!' pekiknya senang.


Ratu Raisa sudah menduganya. Ia pun menghitung kapan siklusnya berakhir. Perlahan ia mengusap perutnya, ia pun tersenyum. Kini ia punya alasan untuk tidak memimpin lagi kerajaan Lucyfer secara khusus.


"Siapkan Pangeran Lucyfer untuk menjadi Raja!" titahnya.


Semua rakyat menolak kepemimpinan Pangeran mereka. semua masih menghukum anak raja itu atas kematian raja mereka. Pangeran Lucyfer sangat paham akan kemarahan semua rakyatnya.


"Tapi saya tengah mengandung dan saya tidak ingin dibebani kepengurusan ini. Saya ingin fokus membesarkan putra dan putri saya;" terang Ratu Raisa.


"Tapi Yang Mulia!' semua masyarakat masih menolak.


"Pangeran Lucyfer!" panggil sang ratu.


"Saya Yang Mulia!" sahutnya pelan.


"Bersumpah lah dengan darahmu!" titah Ratu Raisa.


Pangeran Lucyfer menoreh lengannya, darah mengucur. Semua memekik takut.


"Aku Lucyfer bersumpah atas diriku sendiri jika akan mengemban tugas dengan baik dan tetap berada di bawah kepemimpinan Yang Mulia Ratu Raisa!"


"Kami mendengar sumpahmu Pangeran!" teriak warga.


Para tabib langsung menangani luka di lengan Pangeran Lucyfer. Pria itu kini dimandatkan sebagai Raja bayangan. Duke Brixton sebagai kepala tertinggi istana menjadi batasan Raja dalam mengambil keputusan.


Ratu Raisa pun menaiki mobil dengan pandangan lelah. Ia pulang setelah pengangkatan Raja Lucyfer.


Lima jam perjalanan yang membuat Ratu Raisa muntah-muntah. Ia jadi mabuk darat. Entah berapa kali mobil itu berhenti karena Ratu Raisa muntah. Perjalanan menjadi butuh waktu hingga tiba di istana sudah malam. Ratu Raisa tertidur di dalam mobil.


"Yang Mulia, Ratu tengah tidur di mobil!" pekik supir yang mengantar sang ratu.


Marquez Albert membangunkan Kaisarnya. Kaisar Henry cukup terkejut dengan kedatangan sang istri di larut malam.


"Kenapa tidak menginap saja?" tanyanya.


"Kami terlambat bukan karena itu Yang Mulia, tetapi Ratu muntah-muntah di jalan," lapor supir.


Kaisar Henry pun membawa masuk istrinya ke kamar. Ia akan menunggu sang ratu bangun dan mengatakan apa yang terjadi.


Bersambung.


next?

__ADS_1


__ADS_2