Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
KESIBUKAN BARU


__ADS_3

Menjadi orang tua adalah impian setiap pasangan suami istri, begitu juga Kaisar Henry dan Ratu Raisa. Kini keduanya sibuk dengan empat bayi kembar mereka.


Kepengurusan kekaisaran ditangani oleh Marquez Dominggus sebagai perdana menteri. Para raja yang berada di bawah kekuasaan Kaisar Henry juga disibukkan dengan berbagai urusan pemerintahan.


"Kalian adalah pemimpin, jadi putuskan sendiri jika menyangkut wilayah kalian masing-masing. Nanti laporkan hasilnya padaku!" ujar Kaisar tegas.


"Yang Mulia, Duke Brixton datang menghadap bersama Raja Lucyfer!" lapor Sir Derrick.


"Bawa mereka masuk!" suruh Kaisar Henry.


Ratu Raisa sudah menyerahkan penuh kekuasaannya pada suaminya. Ia tak mau direpotkan dengan semua tugas ratu. Wanita itu hanya ingin fokus mengurusi anak-anaknya.


"Yang Mulia!" dua pria menekuk kaki dan menundukkan kepala.


"Tegakan tubuh Raja Lucyfer, Duke Brixton!" suruh Kaisar Henry.


"Kaisar, semua pencuri sudah dihukum dan laporan telah diaudit. Ini catatannya," ujar Duke Brixton memberi buku laporan pada Sir Anthony.


Kaisar Henry membaca laporan setelah kertas itu sampai di tangannya. Marquez Albert selalu ada di sisi pria itu. Tampak Kaisar Henry begitu puas dengan laporan yang ia baca.


"Kami juga menyerahkan delapan peti emas sebagai bagian pajak dan hadiah untuk lahirnya para putra dan putri mahkota!' ujar Duke Brixton lagi.


Beberapa pria besar mengangkut peti-peti itu, membuka isinya. Marquez Albert mendekat dan memeriksanya.


"Aman Yang Mulia!" sahut pria itu.


"Berikan pada bendahara kerajaan!" titah pria penguasa itu.


"Kita makan siang dulu Raja Lucyfer dan Duke Brixton!" ajak Kaisar Henry setelah memberi cap pada semua laporan.


Ketiganya keluar ruangan menuju ruang makan. Mereka duduk dan menikmati makan siang. Tak ada Ratu di sana, sang kaisar melarang istrinya karena Ratu Raisa makin cantik dan seksi setelah melahirkan. Pria itu cemburu jika laki-laki lain menatap kemolekan istrinya.


"Terima kasih atas jamuannya Yang Mulia!" sahut Raja Lucyfer.


"Menikahlah Raja!' perintah Kaisar Henry.


"Saya akan memikirkannya Yang Mulia!" sahut pria tampan itu.


Mereka pun pergi dengan mobil. Tentu saja, kerajaan itu makin lengkap fasilitasnya dengan keberadaan jalan aspal dan jalur kereta api.


"Yang Mulia, pembangunan pelabuhan dekat kerajaan Namont sudah hampir rampung!' lapor salah satu petugas.


"Baiklah, ketika pembukaan aku akan mendatanginya!' ujar pria penguasa itu.


Sementara di kerajaan Namont. Permaisuri Sandra bosan. Wanita itu sering ditinggal suaminya. Pembangunan pelabuhan di daerahnya menyita perhatian pria itu.


"Untuk apa bersusah payah membangun, jika bukan kita yang menguasainya!" gerutunya pelan.

__ADS_1


"Apa hebatnya Henry dan Raisa itu sampai semua kerajaan tunduk pada mereka?" ujarnya kesal.


Permaisuri Sandra benar-benar memaki dua orang yang memiliki kedudukan tertinggi. Jika ada staf kekaisaran mendengar umpatan itu. Hukuman cambuk pasti akan diterima wanita itu.


"Sebaiknya aku mendatangi mereka. Ya ... anak-anak itu harus dilenyapkan sebelum mereka besar dan merebut kekuasaan keturunanku!" tekadnya.


Wanita itu mengenakan gaun indah dengan banyak renda di roknya. Ia memakai design yang paling terkenal di antara para bangsawan. Tahun 1900 akan datang.


"Pelayan!' panggilnya.


"Yang Mulia!" sahut para pelayan berdatangan.


"Bawakan buah-buahan, aku ingin mengunjungi istana kekaisaran!" titahnya.


"Baik Permaisuri!"


Tak butuh waktu lama, tiga keranjang berisi buah-buahan segar. Ia berdecih melihat buah-buahan itu.


"Apa ada yang busuk?" tanyanya.


"Tidak ada Yang Mulia, buah yang ada di ladang adalah buah dengan kualitas terbaik semua sudah dipilih oleh ...."


"Ya ... ya ... ya ... sudah diam, ucapanmu itu membuatku pusing!" potong Sandra kesal.


Wanita itu sangat tahu, dulu kerajaan Namont tak sebagus setelah dua tahun kepemimpinan suaminya. Bahkan buah-buahan ini adalah bibit yang dibawa oleh Ratu Raisa ke ladang para petani.


Tak lama kendaraan yang ditumpangi Sandra sampai. Wanita itu turun dengan anggun. Wanita bangsawan itu mengenakan baju kurungan ayam di bokongnya, perut rata dengan siluet S. Hingga menimbulkan kesan seksi.



baju bangsawan tahun 1850-1900.


Wanita itu mengenakan topi lebar dengan hiasan mutiara dan juga bulu-bulu angsa dan bulu burung merak. Riasan yang cukup tebal dengan aksen coklat dan hitam. Lipstik merah menyala.


Ia masuk dan melepas topi menekuk kaki setiap simbol yang ia lewati.


"Permaisuri Sandra tiba!" pekik Kasim.


"Yang Mulia!' sambut Sir Anthony.


"Aku ingin bertemu dengan Ratu!"


Tiga keranjang buah diberikan sebagai buah tangan. Wanita istri raja itu berdiri di depan pintu kamar di mana Ratu Raisa bersama empat bayinya.


"Ratu ... permaisuri Sandra datang berkunjung!' lapor Rosa.


"Jaga anak-anak Rosa. Aku akan menemuinya di taman," ujar Ratu Raisa.

__ADS_1


Wanita itu bangkit dan mengenakan baju rajut yang ia buat sendiri untuk menutupi dadanya yang terbuka. Memang Ratu Raisa hanya mengenakan baju tidur dengan potongan dada rendah agar mudah menyusui semua bayinya.


Permaisuri Sandra dialihkan ke taman, wanita itu kesal karena ternyata ratunya tak ingin dirinya masuk ke kamar itu.


"Hamba datang Yang Mulia Ratu!" wanita itu menekuk kakinya ketika tiba.


Ratu Raisa menekuk kakinya membalas sikap hormat Permaisuri Sandra. Dua wanita tampak duduk sambil minum teh. Sandra hanya berbasa-basi.


"Yang Mulia, saya sangat ingin memiliki anak. bagaimana caranya?" tanya wanita itu.


"Sabarlah. Aku saja menunggu hingga satu tahun pernikahanku," jawab Ratu Raisa tenang.


"Apa aku boleh melihat pangeran dan putri mahkota Yang Mulia!' pinta Sandra.


"Hari terlalu panas untuk bayi keluar permaisuri!" tolak Ratu langsung.


Sandra nyaris berdecak. Ia pun akhirnya pamit setelah kehabisan ide untuk berbicara dengan ratunya. Pembawaan sang ratu yang datar dan dingin membuatnya tak bisa bercengkrama lebih akrab.


"Rosa berikan kain sutra terbaik milik kita sebagai balasan buah tangan yang diberikan permaisuri!" titah Raisa.


"Baik Ratu!"


Tiga kain sutra berwarna merah dan kuning, dengan berbagai bordiran bunga emas tampak indah bahkan harum.


"Terima kasih Ratu!" Permaisuri menekuk kaki.


Ketika duduk di mobil, wanita itu masih kesal. Semua rencananya untuk menemui empat bayi penghalang itu gagal total.


"Berengsek!" makinya melempar kain sutra begitu saja.


"Yang Mulia!" pekik semua staf dan maid.


"Keluar kalian!" pekik Sandra marah.


Semua maid dan staf keluar. Sandra membuang bungkusan berwarna putih. begitu saja. Tangannya memerah akibat serbuk yang keluar dari bungkusan itu.


"Sial!" makinya lagi.


Perempuan itu membuang bungkusan itu di closed lalu mencuci tangannya dengan sabun dan aloevera.


Sedangkan di kamar Ratu Raisa. Wanita itu mulai mencurigai permaisuri Sandra. Gerak-gerik wanita itu mencurigakan sang ratu.


"Apa yang diinginkan wanita itu?" tanya wanita itu dalam hati.


Bersambung.


Hati-hati Ratu

__ADS_1


next?


__ADS_2