Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
HUKUMAN


__ADS_3

Pembukaan dermaga pelabuhan di kerajaan Namont sudah selesai, Kaisar Henry akan membukanya bersama Raja Namont. Seluruh kerajaan diundang sekaligus untuk merayakan kehamilan Permaisuri Rencyta.


Pesta diadakan begitu meriah. Sebuah kapal berukuran besar akan meluncur ke laut untuk pertama kalinya. Bunyi klakson kapal terdengar nyaring. Semua rakyat bertepuk tangan Ada beberapa orang yang naik kapal itu ke pelabuhan di negara seberang sana. Kaisar Henry dan Raja Namont naik kapal itu. Perjalanan akan ditempuh selama tujuh hari pulang pergi. Kaisar Henry ditemani oleh Marquez Albert sebagai panglima besarnya. Sedang Raja Namont ditemani oleh Marquez Davis. Bukan hanya Kaisar dan Raja yang ada di sana. Tetapi banyak bangsawan yang ikut dengan merogoh kantong mereka dalam-dalam untuk mengikuti tur laut ini.


Ratu Raisa menjadi pemimpin sementara kekaisaran yang ada. Ia dibantu oleh Marquez Dominggus, walau berat hati tetapi sebagai istri dari seorang Kaisar ia harus turun tangan. Empat anak kembarnya ia taruh dalam kereta bayi dekat singgasananya. Karena ada pesta penyambutan kehamilan bagi Permaisuri Rencyta, Ratu Raisa meminta wanita itu duduk di sebelah singgasananya.


"Selamat atas kehamilan bagi Permaisuri Rencyta!" salut semua wanita bangsawan.


Mereka mengangkat gelas anggur tinggi-tinggi ke udara, lalu meminum isinya secara perlahan. Sedang para pria langsung menenggak habis anggur itu.


"Anggur ini enak sekali Ratu. Apa ini buatan dari kerajaan Raymon?" tanya salah satu bangsawan.


"Benar sekali, Permaisuri Rencyta akan menjelaskan sendiri," jawab Ratu Raisa.


"Anggur ini dipetik ketika sudah benar-benar matang sempurna. Lalu difermentasi selama dua minggu baru diolah menjadi minuman terbaik," jelas Rencyta dengan senyum indah.


"Buahnya saja dari kualitas terbaik, pasti hasilnya juga sangat baik!" puji bangsawan itu.


Ratu Raisa bertepuk tangan. Para maid berdatangan membawa baki dengan banyak kudapan. Sang ratu tadi memasak kue pie dengan toping anggur dan strawberry.


"Ini enak sekali!' puji salah satu bangsawan setelah mengigit kue yang disodorkan pelayan istana.


"Itu adalah kue pie," sahut Ratu Raisa dengan senyum indah.


"Yang Mulia Permaisuri Sandra tiba!" pekik Kasim.


Semua menoleh. Wanita itu menekuk kakinya dan berjalan anggun setelah sang ratu mempersilahkan wanita itu untuk duduk. Sandra melirik Rencyta yang duduk di singgasana bersebelahan dengan ratunya.


"Ck ... hanya karena hamil saja dia duduk di sana!" dumalnya dalam hati.


Seribu umpatan tercetus di hati wanita itu pada Rencyta yang tak melakukan kesalahan apa-apa. Seperti biasa setiap kedatangan Permaisuri Sandra empat bayi Ratu Raisa langsung gelisah. Bayi berumur empat bulan itu merengek.


"Maaf, aku akan meletakkan bayi-bayiku dulu, mungkin mereka lapar," ujar wanita istri penguasa itu.

__ADS_1


Rencyta ikutan berdiri ketika ratunya berdiri.


"Duduklah Permaisuri, kau bintangnya hari ini!' titah Ratu Raisa.


Rencyta duduk lagi di singgasana milik ratunya. Sedang para bayi diungsikan ke kamar sang ratu. Kini Ratu Raisa sangat yakin jika Permaisuri memiliki niat jahat pada anak-anaknya. Tapi karena minim bukti wanita itu tak bisa melakukan apa-apa.


"Apa aku harus menjebaknya agar tahu apa semua dugaanku itu benar?" tanyanya ragu.


"Tapi jika dibiarkan. Keselamatan quarto pasti terancam!" lanjutnya bermonolog.


"Kalau begitu aku menunggu keputusan Kaisar nanti!" putusnya.


Ratu Raisa pun keluar kamar, ia kembali ke aula utama bergabung bersama para tamu. Rencyta adalah seorang pemain musik, ia memainkan harpa dengan begitu mahir. Nada-nada indah tercipta dari benda itu.


"Bravo!" pekik para bangsawan bertepuk tangan setelah permainan sang permaisuri selesai.


Permaisuri Rencyta menekuk kaki dengan mengembangkan roknya dan menundukkan kepalanya hormat.


Semua masih larut dalam pesta. Mereka bercengkrama Raja Lucyfer juga datang bersama Duke Brixton. Mereka tampak bercakap-cakap dengan Raja Jones dan Raja Darly. Sang ratu juga tengah berbincang dengan Permaisuri Darly dan juga Permaisuri Rencyta.


Melihat semua larut dalam pesta. Para maid juga sibuk melayani tamunya. Seorang wanita berjalan perlahan menuju kamar sang ratu yang terletak tak jauh dari aula utama. Sesekali wanita itu berhenti dan meminum anggur yang dibawa oleh para pelayan.


Bahkan wanita itu juga menanggapi perbincangan beberapa bangsawan. Makin lama ia makin dekat dengan pintu kamar yang tak dijaga oleh pengawal. Wanita itu berdecih pada sang ratu.


"Dasar bodoh. Kenapa dia tak menempatkan pengawal di depan pintu?!"


Pesta makin ramai tak ada yang sadar jika salah satu tamu sudah tidak ada di tempat. Wanita itu pun menyandar di pintu, menaruh tangannya di gagang pintu, perlahan ia menekan kedalam knop pintu.


"Cklik!" pintu terbuka.


"Benar-benar bodoh!" ledeknya pada sang ratu.


Sementara itu kapal yang ditumpangi oleh Kaisar dan Raja Namont terkena badai hingga membuat kapal itu berbalik arah. Padahal mereka belum ada di tengah lautan. Kapal yang sedikit berguncang membuat panik pada penumpang. Marquez Albert dan Marquez Davis menjaga Kaisar dan Raja mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini?" teriak Raja Namont sedikit takut.


Seorang anak buah kapal memberitahu jika kapal yang ditumpangi diterpa badai.


"Semua tenang, kami akan memberikan pelampung untuk semua orang. Bagi Kaisar Henry dan Raja Namont, karena beliau adalah penumpang penting maka harus diberi keselamatan ekstra!"


Beberapa petugas memberi Kaisar Henry dan Raja Namont sebuah pelampung. Kapal skoci akan segera diturunkan jika memang kapal tidak terkendali dan mengalami kerusakan yang parah. Semua penumpang berpegangan pada tiang-tiang kapal. Nahkoda masih berjuang mengendalikan kapal yang ia bawa.


"Yang Mulia, segera ke buritan, kemungkinan kapal tak akan bertahan lama!' suruh para ABK.


Kaisar dan Raja bersama panglima mereka menuju buritan. Tentu bukan hal mudah bagi beberapa pria yang dibawa menuju buritan kapal di mana ada kapal sekoci. Mereka berjalan terpontang-panting karena kapal yang bergoyang hebat.


Marquez Albert dan Marquez Davis memegangi pemimpin mereka hingga naik sekoci mereka bersama dua orang bangsawan lainnya.


"Ini dayung segeralah menuju darat. Semoga kalian selamat!" teriak ABK.


Kapal kecil yang berisi enam orang pria dan satu wanita turun ke lautan yang ombaknya besar. Marquez Albert dan Marquez Davis memegang dayung dan mulai mengayuh benda panjang itu menjauhi kapal yang nyaris masih terombang-ambing akibat tingginya gelombang.


"Kaisar ... Raja .. Duke dan Duchess berpeganganlah !" teriak Marquez Albert ketika mengayuh dayung kuat-kuat.


Semua berpegangan erat dan berdoa agar mereka selamat hingga ke darat. Banyak sekoci-sekoci turun ke laut dan menjauhi kapal yang sudah hendak terbalik.


Sementara di istana. Ratu Raisa begitu gelisah, ia mencemaskan suaminya. Tatapannya selalu melihat pintu utama, ia berharap sang kaisar pulang segera mungkin.


Sementara itu sosok wanita berhasil masuk dalam kamar sang ratu. Ia berjalan mengendap-endap mendekati empat boks di mana bayi-bayi kaisar itu tidur.


"Hastalaviesta ... Babies!' seringainya jahat.


Bersambung.


😱


next?

__ADS_1


__ADS_2