
Hari pernikahan telah tiba,. Geisha begitu cantik dengan balutan broken white lengan panjang dengan rok mengembang. Gaun pengantin dalam mimpi gadis itu telah dijadikan nyata oleh Henry.
Riasan Geisha juga sangat natural. Regina menitikkan air mata melihat putrinya yang begitu cantik dengan gaun pengantinnya.
"Kau cantik sekali sayang ... hiks!"
"Ma," rengek gadis itu.
Laisya menjadi pengiring pengantin Geisha. Wanita itu tengah mengandung janin kembar, walau dalam mimpi Geisha istri dari Albert akan melahirkan seorang putri yang sangat bar-bar. Rupanya tak semua mimpi Geisha itu jadi nyata.
"Ayo ... ini sudah siang!" ajak David.
Pria itu mengusap jejak basah di pipinya. Ia akan mengantarkan sang putri ke altar di mana pria yang lebih baik darinya menanti putrinya. David akan melepas anak gadisnya ke tangan yang tepat.
"Sayang," panggilnya dengan suara lirih.
"Ayah," sahut Geisha juga setengah berbisik.
Jantung gadis itu seperti tabuhan genderang, begitu kencang dan kuat hingga membuat lututnya lemas dan gemetar.
David menyampirkan tangan putrinya ke lengannya. Kini mereka menaiki mobil mewah menuju sebuah gereja. Banyak iring-iringan pengawal mengikuti laju mobil atasan mereka. Hampir seluruh aparat kepolisian dikerahkan untuk mengendalikan wartawan dan warga yang membeludak. Sistem metal detektor harus dilewati semua tamu yang masuk, bahkan barang bawaan mereka juga tak luput dari pemeriksaan.
Kaki Geisha turun dari mobil, ia nyaris tersungkur karena begitu lemah. Gadis itu masih belum bisa mengendalikan hatinya. David langsung memapah putrinya, sedang Laisya membenahi gaun pengantin sahabatnya. Hanya satu pengiring pengantin wanita, karena memang Geisha tak memiliki teman sama sekali. Bahkan dengan Laisya, gadis itu sering bertengkar. Walau Laisya banyak mengalah, makanya Geisha sangat dekat dengannya.
Henry menatap Geisha dengan pandangan memuja. Tatapan sama ketika di dalam mimpi, Geisha menitik air mata. Kini ia berada di hadapan pria itu .
"Henry, aku serahkan putriku padamu, cintai dan sayangi dia sepenuh hatimu. Ketika kau mulai kesal dan merasa tak cocok, segera kembalikan dia padaku!" ujar David begitu tegas.
"Aku akan mencintainya semampuku dan menerima semua dirinya baik maupun buruk!" sahut Henry juga tak kalah tegas.
Tangan Geisha yang dingin mendadak hangat digenggaman Henry. Kini keduanya menghadap pendeta.
"Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus; supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-Iamanya.”
__ADS_1
Pendeta menjalani sakramen pernikahan dan memberi doa-doa terbaik. Sepasang pengantin diminta memberikan sumpah mereka dihadapan Tuhan.
Henry lebih dulu menyatakan sumpahnya, lalu bergantian dengan Geisha. Kini keduanya sah menjadi suami istri. Setelah menyemat cincin dan saling mencium. Mereka keluar dengan iringan koor jemaat gereja. Sepasang pengantin itu nampak bahagia keluar dari gereja.
Taburan bunga ditebar dari atas gereja, rupanya Henry memberi kejutan untuk Geisha, gadis itu begitu terharu hingga menangis dipelukan pria itu.
"Kau senang sayang?" Geisha mengangguk kuat.
"Jangan menangis, nanti riasanmu luntur," seloroh Henry yang disahuti rengekan manja Geisha.
Mereka berdua melambaikan tangan kepada para pemburu berita. Banyak orang mengabadikan moment besar tersebut. Makanan pun dibagikan pada semua orang.
Geisha merasa kembali di mana ia duduk di kereta kencana tanpa atap dan melambai pada semua masyarakat yang berteriak histeris. Geisha termasuk gadis aktivis yang sangat vokal, banyak program yang ia idekan untuk kebaikan semua orang.
Mobil berhenti di sebuah hotel mewah milik Henry. Taburan kelopak mawar selalu mengiringi langkah sepasang pengantin itu.
Sedang di tempat lain, Chris menatap ayahnya yang kini harus menghadapi dirjen pajak akibat pengemplangan pajak yang dilakukan oleh Niel. Chris melihat layar besar di ruang kerja ayahnya. Berita pernikahan dua anak pengusaha ternama menjadi berita hampir di seluruh stasiun televisi.
Tampak wajah bahagia keduanya. Neil menatap apa yang dipandang putranya. Ia menghela napas panjang, nasibnya kini menimpa Chris.
"Papa juga menyesal dulu begitu terlalu cemburu dan membuat Celia takut. Akhirnya pergi dengan pria yang memang pantas untuknya," lanjut pria itu.
Neil menyadari kesalahannya. Persaingan masa lalu ternyata bukan Albert yang merebut Celia darinya, tetapi karena kesalahannya sendiri.
"Bahkan aku menyesal telah menyakiti ibumu sampai napas terakhirnya," Chris memeluk ayahnya.
Dua pria beda usia kini menyesali kesalahan mereka masing-masing.
Kembali ke tempat pesta. Geisha kembali mendapat dekorasi mewah yang sama seperti dalam mimpinya bahkan lebih mewah dan indah. Keduanya duduk di pelaminan.
Banyak tamu-tamu dari kalangan penguasa dan pengusaha datang dan memberi selamat pada sepasang pengantin itu.
Ulasan senyum indah tak luput dari wajah kedua manusia yang kini tengah berbahagia itu.
__ADS_1
Musik mengalun, Henry mengajak istrinya berdansa. Lagi-lagi peristiwa sama ketika mereka menikah di dalam mimpi gadis itu. Geisha mengayunkan tubuhnya dalam tuntunan sang suami. Netra keduanya tak pernah putus saling memandang penuh cinta.
Banyak pasangan saling berdansa, bahkan Albert Norton nampak begitu romantis mengajak istrinya, Laisya juga berdansa begitu juga David dan Regina. Hanya Albert saja yang diam, ia sudah tak memiliki hasrat menikah lagi, cintanya mati bersama tubuh kaku istrinya di dalam tanah.
"Sayang ... kau pasti tersenyum bahagia di atas sana. Putramu menikah dengan seorang yang memang kau katakan dalam mimpimu," gumam pria itu.
Albert sangat mengingat permintaan istrinya. Ketika menjelang ajal. Celia bermimpi menjadi ratu dan menikahkan putranya pada sosok gadis yang bernama Geisha Deborah.
"Nikahkan putra kita dengan gadis bernama Geisha sayang," pinta Celia di sela napas terakhirnya.
"Geisha siapa sayang ... jangan menyiksaku dengan permintaanmu!" keluh Albert. "Aku ingin kau segera sembuh!"
"Sayang, aku mohon, kau pasti menemukan gadis itu," pinta Celia sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
"Tuan," panggil sekretaris perusahaannya.
Alice Brixton, dua puluh enam tahun. Gadis itu jatuh cinta pada atasannya sejak ia bekerja di perusahaan itu. Selama enam tahun ia menyimpan rasanya, tetapi sepertinya sang atasan cinta mati pada mendiang istrinya.
"Nikmati pesta Alice. Aku yakin kau pasti mendapat pria yang jauh lebih baik dariku. Maaf, cintaku hanya untuk istriku!" ujar David penuh ketegasan.
Albert berlalu diiringi derai.air mata Alice. Putus sudah semua perasaannya, sang pujaan hati mematahkannya tanpa kasihan.
"Tuan, aku sangat mencintaimu. Tapi, cintaku tak bisa mengalahkan cinta yang telah ditanam oleh mendiang istrimu yang cantik jelita itu," gumamnya tergugu.
Pesta terus berlangsung hingga tiga jam. Kini sepasang pengantin itu berada di kamar mereka. Henry memeluk istrinya, tubuh keduanya mengkilat karena keringat, sudah nyaris tiga jam Henry mencumbu istrinya tapi tak bisa ketika tahap penyatuan.
"Sayang!" rengek pria itu.
"Maaf sayang, aku lupa jika kini aku tengah datang bulan," ujar Geisha menyesal.
Henry mengecup kening istrinya. Sebagai pria tentu ia tak mau melukai sang istri, ia harus bersabar hingga satu minggu mendatang.
TAMAT.
__ADS_1
akhirnya selesai juga kisah Mendadak Jadi Ratu. Makasih buat para Readers yang sangat mendukung karya othor. Beribu-ribu ❤️❤️❤️❤️ untuk kalian.
Ba bowu semua!