Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
KEMBALI SESAAT


__ADS_3

Sandra mendekat pada boks bayi. Ia mengambil bungkusan dari dalam bajunya. Tangannya terjulur ke depan.


"Lihat apa yang dilakukan oleh Permaisuri Sandra?" sebuah suara mengagetkan perempuan itu.


"Astaga ... apa yang hendak ditaruh dalam boks bayi?"


suara bisik-bisik terdengar. Sandra menoleh, ternyata ia berada di tengah-tengah para tamu dan melihat langsung perbuatannya.


"Apa yang kau lakukan Sandra!' teriak Ratu Raisa.


Wanita itu segera melempar bungkusan itu ke dalam boks bayi.


"Mati kalian semua!" teriaknya.


"Tangkap Duchess Sandra!" teriak Marquez Arthur.


Lima prajurit langsung menangkap dan menyeret wanita itu. Sandra meronta-ronta, ia tertawa puas karena berhasil menebar bubuk racun ke dalam boks bayi.


Lalu datang muncul para maid menggendong empat bayi kaisar. Sandra memberontak.


"Lepaskan aku!" teriaknya. "Biar kubunuh mereka!"


Plak! Satu tamparan keras dilayangkan Ratu Raisa pada pipi Sandra. Semua pun geram pada sikap jahat permaisuri itu.


"Seret di ke penjara dan beri hukuman cambuk seratus kali!" teriak Ratu Raisa memberi perintah.


"Kau tidak bisa ... aku permaisuri. Kau pasti dibunuh oleh suamiku!" teriak Sandra seperti orang gila.


Wanita itu diseret oleh prajurit istana. Di penjara bawah tanah algojo langsung melaksanakan perintah ratunya, mencambuk tubuh wanita yang hendak membunuh putra dan putri mahkota.


Empat boks bayi dikeluarkan. Beberapa petugas langsung menyelidiki bubuk yang ditebar oleh sang permaisuri jahat itu.


"Kaisar dan Raja Namont baru saja melaut, mungkin mereka ada di tengah laut. Masih empat hari lagi mereka baru sampai dermaga kita," ujar ratu Raisa mengeluh.


"Yang Mulia Permaisuri Sandra menebar bubuk gatal yang bisa membuat tubuh pangeran dan putri gatal-gatal. Bubuk itu juga bisa masuk paru-paru!' lapor kepala laboratorium.


Ratu Raisa atau Geisha memang menentang hukum waktu. Ia mendirikan laboratorium untuk membantu pihak kedokteran agar bisa menciptakan obat-obatan generik membantu pengobatan bagi masyarakat.


Jiwa Geisha benar-benar mendobrak waktu dengan semua idenya. Bahkan ia juga penggerak mode busana di kekaisaran, di mana baju dengan rok kembang sudah tidak ada lagi. Berganti dengan mini dress yang seksi dan elegan.


"Ambil bubuk itu sebagai barang bukti di pengadilan nanti!" titahnya tegas.

__ADS_1


Ratu Raisa memang menjebak Sandra dengan membawa bayinya. ke kamar. Wanita istri penguasa itu begitu penasaran kenapa empat bayi kembarnya selalu menangis jika wanita itu datang. Ketika di dalam kamar. Para maid membawa bayi-bayi itu ke ruangan lain dan mengamankan mereka bersama Sir Anthony juga Perdana menteri Duke Dominggus.


Ternyata dugaan Ratu Raisa benar adanya. Permaisuri Sandra berniat ingin membunuh empat pewaris tahta kerajaan.


"Pengadilan pada Permaisuri Sandra akan dilakukan ketika Raja Namont sudah datang ke negara ini!" ujar sang ratu lagi.


"Baik Yang Mulia!" sahut delapan hakim agung.


Raja Raymon, Raja Jones dan Raja Lucyfer menjadi saksi atas tindakan permaisuri. Bukan hanya tiga raja itu. Tapi separuh bangsawan yang hadir menjadi saksi kejahatan perempuan itu.


Sementara di lautan ombak masih tinggi. Marquez Arthur dan Marquez Davis terus mendayung. Beberapa skoci tampak sedikit terbawa arus ombak menjauh dari tujuan sebenarnya. Kaisar Henry juga tidak diam saja. Pria itu ikut mendayung air dengan tangannya.


"Yang Mulia, sepertinya kita terbawa arus hingga di negara D!" teriak Marquez Albert.


"Aku tak peduli, yang penting kita semua selamat!" teriak Kaisar Henry.


Tiga hari mereka terkatung-katung di atas laut. satu-satunya wanita sudah lemas tak bertenaga. Begitu juga yang lainnya. Mereka mengalami dehidrasi tinggi. Akhirnya Marquez Albert melihat bibir pantai. Ia terus mengayuh bersamaan dengan Marquez Davis.


"Pantai-pantai!" teriak Marquez Albert kegirangan.


Beberapa orang menaiki perahu dan menarik kapal skoci yang berisikan tujuh orang itu. Negara D ternyata sudah diberitahu oleh pihak kapal menggunakan sandi Morse jika kapal yang ditumpangi para bangsawan terbalik di tengah laut akibat diterjang badai.


Semua penumpang dinyatakan selamat. Hanya kapten kapal yang tidak selamat. Ia tenggelam bersama kapal yang ia bawa.


Berita kapal yang ditumpangi Kaisar terbalik, baru sampai di kekaisaran Horton. Ratu Raisa merosot ke lantai. Semua maid dan petugas istana panik.


"Kaisar ... kaisar!" teriak Ratu histeris dan tak sadarkan diri.


"Dokter ... pasien sadar!" teriak seorang suster.


Perlahan mata Geisha membuka. Samar ia melihat ruangan yang serba putih. Gadis itu terkejut bukan main.


"Aku kembali pada tubuhku?" tanyanya dalam hati.


"Tidak ...!" tolaknya juga dalam hati.


"Bayi-bayi ku ... suamiku ....!"


"Nona ... anda sudah sadar!" teriak Dokter langsung memberikan penanganan.


Satu tetes bening mengalir di sudut mata Geisha. Di kepalanya melintas wajah empat bayinya juga senyum menawan sang kaisar suaminya.

__ADS_1


"Sayang ... kamu sadar!" sebuah teriakan bahagia.


Geisha menatap binaran mata sang ibu yang memandangnya. Ia menggeleng pelan.


"Tuhan aku ingin kembali ... Richard, George, William, Elizabeth!"


Tiba-tiba pandangannya gelap. Semua di ruang ICU panik dan memberikan penanganan. Sepuluh menit tak ada hasil.


"Nona Geisha kembali koma Tuan!' lapor seorang dokter dengan kepala tertunduk.


"Putriku!" teriak Regina histeris.


Wanita itu pun jatuh tak sadarkan diri. Sedangkan sang suami ikut lemas. Keduanya dibawa ke ruang rawat dan ditangani secara medis.


"Hukum Laura seberat-beratnya, Sayang .... aku tak peduli jika arwah ayah dan ibu mereka penasaran!" pinta sang istri dengan menghiba.


"Tenang sayang. Semua bukti sedang dikumpulkan butuh waktu dan mereka tengah menyelidiki dari mana Laura mendapatkan racun itu," ujar Jhonson menenangkan istrinya.


Geisha yang kembali memejam, ia merasakan tubuhnya tersedot oleh pusaran angin. Ia berteriak dan berontak sekuat tenaga hingga pasa akhirnya.


"Hah!" Geisha terbangun.


"Yang Mulia!" pekik semuanya.


"Anak-anak ku!' teriaknya. "Richard, George, William, Elizabeth!" pekik wanita itu.


"Sayang ... kau sudah sadar!" sebuah suara yang sangat ia rindukan.


"Kaisar!"


Pria berjubah masuk dengan wajah cemas. Kaisar Henry memeluk istrinya. Ratu Raisa tak sadarkan diri selama lima hari setelah mendengar kabar kapal yang ditumpanginya tenggelam. Kaisar Henry datang satu hari setelah ratu tak sadarkan diri.


"Anak-anakku Kaisar ... anak-anakku ... hiks ... hiks!" isak wanita itu.


Empat bayi menangis, mereka disusui walau sang ibu tak sadarkan diri. Geisha mencium keempat bayi kembarnya, ia bersyukur jiwanya kembali ke tubuh sang ratu. Satu yang ia tahu, jika jiwa Raisa sudah mati. Terbukti jiwa Geisha bisa kembali ke raganya sedang tubuh Raisa kaku setelah jiwa Geisha kembali pada tubuhnya.


"Jadi selama tiga hari Kaisar dan Raja Namont terkatung-katung di laut lepas?" tanya Ratu Raisa tak percaya mendengar cerita Kaisarnya.


"Ratu, apa benar jika Permaisuri Sandra hendak membunuh keempat putra kita?" Raisa mengangguk kuat.


"Baiklah, aku akan menyiapkan peradilan untuk wanita itu!" sahut Kaisar Henry.

__ADS_1


bersambung.


next?


__ADS_2