Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
TIGA HARI SEBELUMNYA


__ADS_3

Sejarah Perang Dunia 2 atau Perang Dunia II (1939-1945) berawal dari kalahnya Jerman di Perang Dunia 1 (1914-1918).


Jerman mencanangkan Revanche atau politik balas dendam, sedangkan negara-negara lain berlomba mencari kawan dengan membentuk blok-blok.


Negara-negara di dunia saat itu juga dalam persaingan membuat senjata untuk memperkuat diri, yang diperparah dengan gesekan paham fasis, liberalis, dan komunis. (Penulis: Aditya Jaya Iswara | Editor: Aditya Jaya Iswara


KOMPAS.com -).


Tiga hari sebelumnya, Ratu Raisa menatap langit yang mendadak merah seperti darah. Wanita yang masih memegang penuh kendali ratu, karena sang permaisuri dari putranya menolak menjadi pemimpin.


Permaisuri Luly, atau Princess Lucilda Lucyfer, hanya ingin menjadi istri sang kaisar daripada berpusing ria dengan setumpuk pekerjaan. Mantan Kaisar yang kini dipanggil ayahanda Raja menikmati masa pensiunnya dan hanya membantu sesekali istrinya.


"Sayang?" panggil sang raja.


"Sayang, kemarilah!" pinta Raisa.


Sang suami mendekati istrinya. Pria itu tertegun menatap mega yang berwarna berbeda, bahkan seluruh bulu kuduknya berdiri melihat cakrawala yang seperti menandakan kematian itu.


"Sayang pertanda apa ini?" tanya Henry langsung memeluk Raisa.


Wanita itu menatap netra pekat sang suami. Raisa merasa jika mereka sebentar lagi akan berpisah dan tak akan bersatu lagi.


Raisa menggeleng, ia menolak semua apa yang ia pikirkan. Melihat istrinya yang menggeleng dan mata yang menyimpan kesedihan yang dalam membuat Henry mengerutkan kening.


"Sayang ... tolong ... katakan apa yang terjadi?" ujar pria itu lirih.


Raisa memilih memeluk suaminya. Ia tak mau berpisah.


"Sayang, jangan tinggalkan aku," pintanya lirih.


"Sayang ... aku tak akan meninggalkanmu!" ujar pria itu menenangkan Raisa.


"Berjanjilah, kau akan selalu bersamaku!" pinta Raisa memohon.


Henry menatap istrinya. Ada sirat ketakutan di sana, pria itu mengecup mesra istrinya. Mereka telah dikaruniai banyak cucu, dan kini mereka semua beranjak remaja.

__ADS_1


"Sayang, aku merasa sesuatu yang besar terjadi sebentar lagi. Aku harap jika berita itu mulai terdengar, minta semua warga bersembunyi di bungker-bungker khusus yang telah kita persiapkan. Semua tenaga medis harus bersiap, makanan juga harus penuh!" racau Raisa panik.


Henry memeluk sang istri. Semenjak menerima sang ratu, ia memang merasakan keanehan. Raisa yang lebih banyak tau tentang kejadian di tahun yang akan datang. Bahkan terkadang sang ratu keceplosan bicara tentang wabah malaria, dipteri dan cacar.


"Apa kau mengetahui sesuatu yang akan terjadi sayang?" tanyanya dengan menatap netra amber milik sang istri.


"Akan ada peristiwa besar terjadi sayang dan akan banyak nyawa manusia melayang akibat kejadian ini," jawab Raisa.


Henry memeluk istrinya, entah ia harus bersyukur atau tidak. Wanita yang telah bersamanya selama tiga puluh tahun lebih ini. Pria itu sangat berkeyakinan jika Raisa adalah seorang cenayang yang sesungguhnya.


"Jangan berpikiran buruk Ratu," ujar pria itu lalu memeluk dan mencium bibirnya lembut.


Kaisar George juga merasakan sesuatu akan terjadi, pria yang telah berkuasa selama sepuluh tahun itu meminta sang kakak mulai menyisir pertahanan udara.


"Baik Yang Mulia!" sahut Richard.


Panglima gagah itu memberi komando pada seluruh lapisan jajaran militer untuk segera mulai bersiap. Beberapa pesawat tempur mulai berkeliling di area kekaisaran Horton.


Pihak bandara memperingati pesawat-pesawat itu untuk tidak memasuki wilayah kekaisaran. Luas kekaisaran 29,95 juta Km persegi, ada empat kerajaan di sana mereka juga memiliki landasan udara sendiri dan mulai menerbangkan pesawat-pesawat untuk membantu pertahanan udara dan akan siap menembakan peluru pada pesawat yang nekat masuk wilayah udara mereka.


Wanita itu datang bersama suaminya. Sang Kaisar meminta ibunya untuk ikut membantu. Permaisuri membawa dua putranya menuju tempat teraman. Beberapa anak raja juga diungsikan bersama ibu-ibu mereka.


"Aku ikut bersamamu!' pinta Hilda menolak ikut mengungsi.


"Sayang, mengertilah," pinta Lucyfer memohon pada istrinya.


"Kau juga harus menjaga cucu kita dan anak perempuan kita. Mereka butuh ibu dan nenek mereka!"


"Aku mau mati bersamamu Raja!" pinta Hilda bersikeras.


"Aku juga mau mati bersama ayahanda Raja!" ujar semua anak-anak Lucyfer.


Di seluruh kerajaan semua istri dan keturuan menolak untuk mengungsi. Mereka memilih mati bersama raja mereka.


"Yang Mulia, aku juga tak mau hidup jika hanya terbangun sendirian!" tolak Permaisuri Lucilda keras.

__ADS_1


"Aku juga tak mau!' ujar Prince Henry putra tunggal Kaisar George.


Hanya beberapa bangsawan yang mengungsi di bungker-bungker juga sebagian warga sipil.


Tanggal 30 Agustus 1939. Udara mulai pengap beberapa bom dan roket diluncurkan untuk menghalau beberapa pesawat yang nekat masuk. Bunyi ledakan terdengar memekakkan telinga. Beberapa warga mulai ketakutan. Sebagian mereka mulai mengungsi.


"Ratu, pergilah mengungsi!" pinta Henry pada istrinya.


"Tidak, aku di sini melindungi segenap rakyatku!' tolak Raisa.


Wanita itu mengenakan celana span ketat untuk mempermudah gerakannya. Ia mulai terjun ke masyarakat memberi pengarahan dan juga dukungan. Membantu beberapa dokter yang mulai sibuk. Rakyat depresi mulai mengalami dehidrasi dan panic sindrom.


Raisa sekuat tenaga membantu para medis. Dengan menggunakan jarum akupuntur yang diberikan oleh Kaisar She Huan Lo. Kekaisaran China runtuh pada tahun 1911 pada Dinasti Qing.


Sedangkan Kekaisaran Jerman pun turut tumbang pada Revolusi November 1918 yang berujung pada penurunan takhta Wilhelm II. Penerus Kekaisaran Jerman, Republik Weimar, diwariskan tatanan masyarakat yang hancur dan pampasan perang senilai 132 mark emas dan penurunan daya militer. Kehancuran ekonomi yang diperparah Depresi Besar, termasuk penghinaan dan amarah yang rakyat Jerman rasakan akibat kekalahan ini akan memicu kebangkitan Adolf Hitler dan Nazisme. (sumber wikipedia.com).


Tanggal 31 Agustus 1939, pesawat-pesawat tentara Jepang mulai menguasai udara. Beberapa diantaranya mampu memborbardir salah satu wilayah perbatasan negara D. Pasukan sekutu merangsek beberapa wilayah. Jerman mulai balas dendam karena perundingan gencatan senjata tidak disetujui.


Jantung Raisa berdebar menantikan perang besar terjadi. Besok tanggal 1 September Jerman mulai menginvasi Polandia.


Perang dunia II merupakan peristiwa sejarah yang terjadi pada kurun waktu 1939-1945. Perang ini disebabkan adanya konflik ideologi di negara-negara Eropa Timur Tengah, Amerika, dan Asia. Hal tersebut tentu berdampak pada tidak stabilnya kondisi sosial, budaya, politik, ekonomi, dan aspek-aspek lainnya.


"Keegoisan negara-negara maju mulai menampakan kekuasaannya," gumam Raisa melihat banyaknya kapal terbang milik kekaisaran menembakkan rudal jarak jauh pada beberapa pesawat yang mulai merangsek masuk.


Bukan hanya di udara terjadi kecamuk antar pesawat tempur. Di darat pun mulai terjadi penjarahan. Beberapa negara tidak siap dan banyak warga mengungsi atau melarikan diri ke negara-negara lain termasuk kekaisaran Horton.


Prince William yang memegang kekuasan paling timur dan paling dekat dengan perbatasan negara D, menutup akses masuk. Pria itu hanya memberi makan para pengungsi dan mendirikan tenda-tenda darurat untuk mereka.


"Yang Mulia, kasihan jika mereka harus bertahan hidup seperti itu. Biarkan mereka masuk," pinta Princess Anna.


"Tidak istriku. Aku yakin jika diantara para pengungsi ada penyusup dan itu berbahaya bagi Kekaisaran kita!" tolak William tegas.


Bersambung.


Menjelang 1 September 1939.

__ADS_1


next?


__ADS_2