Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
VERSUS


__ADS_3

Semakin hari pernikahan dua anak pebisnis ternama sudah mencuat beritanya di majalah bisnis. Keduanya bahkan hadir di gala dinner yang diadakan perusahaan Hormer di salah satu hotel internasional miliknya.


Geisha memakai gaun shock pink tanpa lengan dengan rok mengembang. Rambutnya digerai begitu natural, riasannya juga sesuai dengan usia remaja gadis itu.


Lengannya mengait lengan besar Henry yang memakai setelan tuxedo warna hitam pekat. Pemuda itu begitu tampan dan gagah. Keduanya berjalan di karpet merah. Senyum indah terpasang di wajah Geisha. Semua wartawan memfoto keduanya dan mulai mencecar pertanyaan-pertanyaan.


"Tuan, apa benar kalian akan menikah?"


"Benar!" jawab Henry tegas.


"Nona, apa anda sudah tidak memiliki hubungan lagi dengan Chris, bagaimana dengan sepupu anda Laura, dia adalah sedarahmu!"


Geisha sangat tidak menyukai pertanyaan itu. Sudah jelas-jelas jika Laura hendak membunuhnya, tetapi wartawan malah menuduhnya yang jahat.


"Dia membunuhku, lalu apa dia tak berpikir aku sedarah dengannya?" desisnya balik bertanya.


"Tapi sesama saudara mestinya saling memaafkan," sahut salah satu wartawan.


"Bagaimana kau bisa memaafkan orang yang mau membunuhmu!" teriak Geisha marah.


"Ah ... seperti inikah calon istri anda Tuan Hormer, seorang pemarah dan pendendam?" tanya wartawan itu lagi.


Beberapa di antaranya wartawan melirik wartawan yang sepertinya ingin menyudutkan Geisha. Henry hanya menggunakan kode saja. Albert dengan sigap menyeret wartawan itu ketika atasannya membawa calon istrinya masuk ke dalam.


"Hei lepaskan aku!" pekik wartawan itu.


"Dari media mana kau?" tanya Albert lalu menarik kartu pers milik pria itu.


"Kau memakai kartu nama palsu?" sinisnya.


"Itu asli!" pekik wartawan mulai panik.


"Aku akan menyeretmu ke dewan sidang pers, aku yakin sebentar lagi karirmu akan hancur!" sahut Albert lalu menyeret wartawan gadungan itu.


Geisha yang kesal karena pertanyaan salah satu wartawan tadi membuatnya jadi bermuka masam. Wajahnya yang galak membuat beberapa gadis sosialita tak mau berdekatan dengannya. David mendekati putrinya, pria itu tentu tau apa yang terjadi tadi di luar.


"Sayang, sudah lah ... jangan kau tanggapi," ujarnya menenangkan.


Tak lama Niel datang bersama putranya, Chris. Keduanya memakai setelan tuxedo dari rancangan designer ternama di dunia yang dijahit tangan berbahan sutra terbaik.


Keduanya memang tampan, pebisnis yang memiliki nama. Niel belum tahu jika putranya pernah memiliki hubungan dengan putri salah satu pebisnis ternama. Padahal hubungan mereka tercium di muka media masa bahkan ketika Laura juga menjadi duri di antara keduanya ikut masuk dalam berita mereka. Niel, memang tak begitu suka mengikuti gosip.


Niel menatap Albert Hormer yang tengah berbincang dengan salah satu pebisnis ternama itu. Sebenarnya, Niel bukanlah saingan yang harus ditakuti Hormer. Tetapi Neil sangat yakin jika perusahaannya mampu bersaing dengan Hormer Corp.

__ADS_1


"Hormer!" desisnya.


"Stones!"


Dua pria paru baya saling berhadapan, aura membunuh terpancar dari keduanya. Gaya Neil yang begitu arogan dan emosi tentu tak mau mengalah begitu saja. Chris sendiri sudah kalah set dengan pria yang ternyata ayah dari tunangan mantan pacarnya itu.


"Siapa dia Tuan Hormer?" tanya David.


"Dia Tuan Stones, Niel Stones!' jawab Hormer tak mau kalah menatap Niel.


David menatap pria yang tingginya sedagu pria itu. Stones menatap pria yang berdiri di sisi rivalnya.


"Siapa kau?" desisnya bertanya.


"Aku David Jhonson!"


David menatap datar Neil, hanya dalam beberapa menit, Arthur datang dan membisikkan pada tuannya perihal siapa Niel Stones.


"Ah ... dia pemilik perusahaan Stones company!"


Arthur kembali membisikkan sesuatu pada David. Ini lah yang membuat David Jhonson sangat ditakuti. Pria itu begitu mudah mendapatkan informasi apapun tentang lawan maupun kawannya. Arthur sosok yang menjadi kuda hitam pria itu.


"Baik Arthur, kau bisa menikmati pesta ini!" titah David.


"Tuan Stones, jika ingin berkelahi dengan calon besanku. Aku harap kau menahan dirimu. Ini adalah pesta pertunangan sekaligus gala dinner. Silahkan kau menikmati pesta ini," titah David tegas.


Hormer memilih meninggalkan rivalnya itu. Celia sudah lama meninggal dunia, wanita yang menjadi rebutan antara Albert dan Niel adalah sosok gadis genius dan cerdas juga sangat cantik.


Sayang, Celia memilih bersama Albert dan menikah secara sederhana di sebuah pulau pribadi milik Albert yang diinginkan Celia. Itulah yang membuat Niel membenci Albert. pria itu sangat kaya raya, hingga pernikahan ala Tarzan dengan hutan dan rumah kayu yang diinginkan Celia bisa diwujudkan.


Celia meninggal dunia karena kanker rahim yang ganas. Setelah melahirkan Henry ke dunia, wanita itu berjuang keras melawan kankernya. Sayang, usianya hanya bertahan ketika Henry menginjak balita.


Kini Chris hanya menatap nanar sepasang kekasih yang memandang penuh cinta. Dulu, ia hanya ingin memamerkan pada semua orang jika ia berpacaran dengan putri salah satu pengusaha ternama. Chris menyesal karena hanya setengah-setengah mencintai Geisha.


"Beri selamat pada sepasang kekasih ini!" Albert mengangkat gelas sampange-nya.


Semua ikut mengangkat sampange mereka. Niel mendengkus kesal, ia terpaksa mengangkat gelas ke atas karena jika tidak semua pengusaha akan menyoroti dirinya.


Henry mencium lembut bibir Geisha hanya kecupan sederhana yang membuat Chris marah bukan main.


"Cukup Gei!" sentaknya.


Neil menoleh pada putranya, bukan hanya Neil, tapi nyaris semua orang menoleh pada Chris.

__ADS_1


"Kau berhasil membuatku hancur Gei ... sudah cukup kan?" tanya Chris putus asa.


"Kau berhasil sayang, aku benar-benar sakit!" lanjutnya sambil menekan dadanya.


Geisha hanya menatap datar. Cinta itu sudah lama hilang setelah melihat Chris berciuman dengan Laura bahkan pria itu lebih percaya dengan sepupu yang kini mendekam di balik jeruji besi itu.


"Kau lihat kan kehancuranku?" tanyanya mulai terisak.


"Gei ... aku benar-benar menyesal ... kembalilah padaku Gei ... aku benar-benar mencintaimu!" lanjutnya.


Semua terhenyak mendengar pengakuan Chris terlebih Neil. Pria itu baru mengetahui jika putranya pernah memiliki hubungan dengan gadis anak pebisnis ternama itu.


"Ternyata bukan hanya ayahnya yang suka merebut kekasih orang. Bahkan putranya juga!" sindir Niel.


"Cukup Chris!" sentak Geisha.


"Dan perlu kau ingat Tuan, aku tidak direbut siapapun. Salahkan putramu yang mengkhianatiku!" tunjuk Geisha pada Chris.


"Putraku adalah pria setia!" seru Neil tak terima.


"Kau saja yang gadis materialistis!" tunjuknya pada Geisha.


Hanya dalam waktu sekejap, Neil dan Chris diseret keluar dari pesta. Bukan perkara mudah bagi Jhonson untuk menjatuhkan perusahaan Neil. Terlebih perusahaan itu banyak melakukan kecurangan tender.


Henry memeluk Geisha. Ia sangat yakin jika kini darah gadisnya mendidih karena menahan marah.


"Hei ... sayang ... tatap aku!" titahnya lembut.


Geisha menatap Henry suami dalan mimpi dan sebentar lagi akan jadi nyata itu.


"Tak peduli apa yang terjadi di masa lalu. Aku mencintaimu!"


Henry membenamkan bibirnya di atas bibir sang kekasih. Ciuman lembut yang melenakan dan menenangkan Geisha.


"Bagaimana kalau kita ke pendeta sekarang dan segera menikah?!" ajak Henry tak sabaran.


Geisha merengek manja pada calon suaminya. Jika di mana-mana pasangan itu akan bermalam bersama di kamar hotel. Tapi itu tidak berlaku bagi Geisha, David membawa anak gadisnya pulang dan membiarkan Henry terbakar gairahnya sendiri.


Bersambung.


Hai ... hai ... bentar lagi episode terakhir Mendadak jadi Ratu. Pantengin terus ya.


Next?

__ADS_1


__ADS_2