
Duke Simpson ternganga ketika ia ditangkap di sebuah club malam dan tengah menikmati sajian nikmat dari para wanita. Countess Diana Lorenzo sendiri yang menangkap pria itu.
Countess Diana membawa istri pria itu Duchess Valeria, wanita itu langsung menuntut sang suami dengan perbuatan asusila.
"Aku tidak peduli. Aku ingin dia dipenjara!" teriak wanita cantik itu.
Duchess Valeria meraung, ia benar-benar hancur.
"Selama ini kau selalu menyalahkan aku tanpa sebab, aku terus mengalah demi anak-anak kita!" isaknya pilu.
Duke Simpson hanya tertunduk dengan tangan diborgol. Pria itu digiring oleh kepolisian yang dibentuk oleh Kaisar Henry untuk membantu tugas para prajurit. Pria itu juga mengirim para pria dilatih oleh pemerintah kerajaan Belanda. Karena hanya negara itu yang membentuk kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920, negara itu masih menjajah sebuah negara kepulauan yang disebut Nederlandsch-Indie atau Hinda-Belanda.
"Yang Mulia, Duke Simpson dilaporkan istrinya atas kasus asusila. Countess Diana juga akan menghukum pria itu dengan mencabut gelar kebangsawanannya!"
"Jangan cabut!" potong Kaisar Henry. "Dia memiliki putra, jika gelarnya dicabut otomatis putranya juga tak boleh memiliki gelar itu!"
Sir Alex membungkuk hormat. Pria itu langsung memberitahu pada Countess agar tidak mencabut gelar bangsawan sesuai perintah kaisar.
Berita penangkapan Duke Simpson, membuat semua bangsawan makin tidak dipandang. Seluruh warga tak lagi menghormati mereka. Hanya kalangan tertentu terlebih mereka yang bekerja di kekaisaran Horton.
Hingga para bangsawan langsung membuat plakat dan mengukuhkan jika mereka akan setia pada satu istri dan jika hanya ingin bermain, mereka siap untuk tidak menikah.
"Apa itu tidak berlebihan?" tanya Ratu Raisa.
"Kami sudah berkomitmen Ratu. Kami juga malu jika kami selaku darah biru tak bisa memperlihatkan contoh yang baik pada semua orang!" jawab salah satu bangsawan.
Ratu Raisa menyerahkan semua masalah internal kebangsawanan pada mereka yang mengerti saja.
"Suruh Bruno menghadapku!" titah Kaisar Henry.
Marquez Albert membungkuk hormat dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh kaisar. Bruno didatangkan, pria itu didandani oleh Marquez Albert dengan pakaian yang indah dan berkelas, bahkan pria yang jarang mandi itu sejak dua hari lalu membiasakan mandi pagi dan sore.
Bruno, pria seram menekuk kaki di depan kaisar. The Quarto's Horton's Emperor memandangi pria penuh codet itu. Bahkan Princess Anna tengah berkunjung, bayi cantik itu bersikeras ingin bermain dengan kakak-kakak putra dan putri mahkota.
"Hamba Bruno Kaisar," ujar pria itu.
"Silahkan duduk Bruno!"
Pria itu duduk di sebuah kursi berukir indah. Pria itu takut sekali merusak benda itu jika menundukinya.
"Santai kan dirimu!" sahut Kaisar Henry menenangkan pria berwajah seram itu.
__ADS_1
Setelah, tenang Princess Anna yang memang tidak takut pada siapapun begitu penasaran dengan wajah Bruno. Raja Lucyfer adalah pria paling seram yang pernah ia temui, kini ada yang lebih seram lagi dengan banyak bekas luka besetan pedang.
Bayi cantik itu menaiki Bruno tanpa takut dan tak bisa dicegah. Kaisar Henry kini melarang semua prajurit menahan keingintahuan semua keturunan kekaisaran dan kerajaanya.
"Wow ... muta amu tat papa?" tanya bayi cantik itu.
Princess Anna sibuk membelai semua bekas luka yang ada di wajah Bruno. Pria itu sangat gugup dengan keberadaan bayi cantik itu.
"Princess, biarkan Tuan Bruno sayang!' perintah Kaisar.
Princess Anna turun dari pangkuan pria seram itu, Ratu Raisa memanggil bayi pemberani itu dan membawanya bersama semua anaknya bermain.
"Katakan apa kau ingin jadi pemimpin di wilayahmu Bruno?" tanya Kaisar.
"Tentu Yang Mulia!" jawab Bruno tegas.
"Kau sudah belajar?"
"Sudah Yang Mulia!" jawab pria itu lagi.
"Baik, aku mandatkan wilayah itu untuk kau pimpin. Sekarang, pembangunan jalan raya akan sampai pada wilayah itu. Begitu juga jalur rel kereta api!" ujar Kaisar Henry membuat Bruno terharu.
Pembangunan dilakukan, wilayah kerajaan Darly jadi semakin luas. Beberapa tenaga ahli memeriksa kadar tanah apa ada tambang yang terdapat di tanah itu.
"Ada berapa banyak?" tanya Raja Darly.
"Sekitar 400 juta ton!" jawab peneliti.
Raja Darly langsung memberi laporan pada kaisar Henry tentang penemuan tambang baru itu. Pria penguasa itu langsung mencaritahu apa kegunaan bauksit.
"Minta pada ahli untuk mengolah pertambangan itu. Jangan dieksploitasi!" titahnya.
"Baik Yang Mulia!" Raja Darly memang datang sekaligus menjemput putrinya.
Princess Anna tengah terlelap ketika dibawa pulang oleh ayahnya. Karena jika ia bangun, jangan harap Raja Darly bisa membawa putrinya itu pulang.
Pembangunan pada wilayah baru, membuat Desa C langsung berbenah beberapa pemuda diminta untuk bekerja keras membangun desa mereka. Sayang, para pemuda banyak yang malas.
"Yang Mulia, kami meminta para pemuda yang bekerja di luar untuk membangun desa mereka!" pinta Duke Peter Crouch.
"Desamu memang sengaja hanya dibangun jalan aspal dan juga rel kereta. Tanahmu terlalu gembur jika dibangun pabrik atau semacamnya. Pertanian dan perkebunan sangat cocok untuk wilayah yang kau pimpin Duke!" ujar Kaisar Henry.
__ADS_1
Duke Peter tentu tak bisa berbuat banyak Kaisar memiliki perintah mutlak. Semenjak munculnya Ratu Raisa,. pria penguasa itu makin bisa melihat peluang yang ada.
Malam datang, Kaisar Henry memeluk sang istri yang tengah menidurkan empat anak kembar mereka. Seharian ini tingkah mereka makin ada saja dan makin berani.
"Apa mereka berhasil memanah?" tanya Kaisar Henry pelan.
"Ya, beberapa kali mungkin karena pertama, bidikan mereka lemah. Tapi lambat laun bidikan mereka semakin kuat dan mulai terarah," jawab sang ratu.
"Jangan kau paksa sayang," Ratu Raisa mengangguk.
Kini keduanya dalam satu selimut, Kaisar Henry selalu mendapat petualangan bercinta yang luar biasa dari istrinya itu.
"Aaahhh ... sayang ... kenapa kau menghisapnya!" pekik Kaisar tak tahan.
Semburan lahar mengalir deras dan ditelan tanpa jijik oleh ratunya. Kaisar Henry langsung menarik tubuh sang istri dan ikut merasakan cairannya sendiri.
"Oh ... ini seperti susu kental manis ya?" tanya dengan pandangan mesra.
Raisa bersemu merah. Ia malu sekali melihat tatapan sang suami yang kini menututnya lagi.
Raisa terbangun dalam keadaan tubuh remuk. Ia mengutuk dirinya yang selalu memiliki ide bercinta, hingga membuat sang suami ketagihan dan menghujaninya dengan ****** ***** yang banyak.
"Selamat pagi Ratu!' sambutan sang suami dengan senyum indah.
"Pagi suamiku Kaisar!"
Sebuah kecupan singkat di bibir. Semua anaknya sudah dirawat oleh para maid.
"Apa perlu kuangkat ke kamar mandi?" tawar pria penguasa itu dengan pandangan mesum.
"Yang Mulia!" rengek sang ratu malu bukan main.
Tetapi sejurus kemudian sepasang suami istri yang sama-sama memiliki kekuasaan yang sama itu kini memadu kasih di kamar mandi.
"Sayang ... ayo buat anak yang banyak!"
"Ayo sayang!" pekik Ratu Raisa.
Bersambung.
Heh ... mereka mandi kan di kamar mandi? 🤭
__ADS_1
othor masih polos 🤪
next?