Mendadak Jadi Ratu

Mendadak Jadi Ratu
TIGA TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Richard, George, William dan Elizabeth tengah menikmati pesta ulang tahun mereka yang ketiga. Tiga pangeran tampan dan satu putri cantik menjadi sorotan karena paras mereka yang sangat tampan.


Raja Darly membawa permaisuri dan putrinya yang sudah berusia empat belas bulan. Raja Jones membawa permaisuri dan putra yang baru saja lahir lima bulan lalu. Sedang Raja Raymond menanti kelahiran anak keduanya.


Kaisar Henry begitu bahagia melihat semua bayi memenuhi istana. Terlebih putri dari Raja Darly yang sangat aktif dan tak bisa diam. Ada saja ulahnya hingga membuat repot seluruh maid yang menjaganya.


Ratu Raisa menghitung waktu, empat anak kembarnya lahir pasca satu tahun terbunuhnya Raja Italia, Umberto I, dibunuh seorang petani bernama Gaetano Bresci. Bresci melakukan pembunuhan itu karena menganggap Umberto I adalah pemimpin yang tak memberikan keadilan dan kesejahteraan kepada petani. Atas perbuatannya itu, Bresci dijatuhi hukuman kerja paksa seumur hidup. (sumber okezone.com.).


Berita itu menjadi berita paling menggemparkan Sepajang sejarah, Kaisar Henry hanya santai menyikapi hal tersebut.


"Selama kita adil pada rakyat dan mencintai mereka segenap jiwa raga. Aku yakin, semua rakyat akan rela mati bersamaku nantinya," ujar Kaisar Henry saat itu.


"Sebelum perang dunia ke dua. Akan ada penemuan penisilin Pada 1929 yang ditemukan oleh Alexander Fleming di rumah sakit St Mary London, penemuan obat pencegah penumbuhan bakteri dan dikembangkan oleh oleh Howard Florey dan Ernst Chain pada 1938. Obat antibiotik pertama di dunia. Lalu perang besar yang melibatkan negara-negara di benua Amerika, Asia, dan Eropa pada 1939-1945. Peperangan ini menewaskan jutaan orang di seluruh dunia termasuk peristiwa Holocaust. Holocaust adalah pembantaian enam juta orang Yahudi selama Perang Dunia II yang dipimpin oleh Adolf Hitler!" gumam Ratu Raisa dalam hati.


"Anak-anak sudah berusia empat puluh tahun, mereka sudah menggantikan kami nantinya," gumamnya lagi.


"Kalau begitu di usia lima tahun, aku akan mengajari mereka bagaimana teknik akupuntur, totok syaraf dan berbagi ilmu bela diri.


"Dengan ilmu itu akan sangat berguna ketika perang dunia meletus nantinya," lagi-lagi ia bermonolog.


"Mommy ... kuenya kita bagikan saja!" usul Wiliam.


"Oh kau baik sekali Pangeran," puji salah satu bangsawan.


"Baiklah kita bagikan kue-kue itu," sahut Kaisar Henry.


Semua kue dibagikan. Anak-anak tentu suka dengan makanan manis. Putri Anna Darly teralihkan dengan makanan itu. Permaisuri juga sudah lelah menjaga putrinya yang terlewat aktif itu.


"Yang sabar Yang Mulia!" sahut salah satu bangsawan.


"Tentu, dia adalah matahari kami. Hanya saja aku takut tiba-tiba dia berada di atas kuda tanpa ada yang mengawasinya," sahut permaisuri lemah.


Semua terkekeh, kue habis Putri Anna kembali berulah. Kaisar Henry sampai harus memangkunya baru bayi cantik itu diam dan terlelap di sana.


"Ah ... dia bertemu dengan pawangnya," seloroh Raja Darly yang mengundang semua orang tertawa termasuk Kaisar Henry.


Raja Horton tengah asik menimang pangeran dari kerajaan Jones. Bayi itu tampan dengan mata hijaunya, perpaduan Raja Jones dan Permaisuri Leana ada di wajah pangeran bayi itu.


"Kau tampan sekali!" gemasnya.


"Benpa!" pekik Prince Rayeen Raymond anak pertama. dari Raja Raymon.


""Apa bayi galak!" sahut Raja Horton menggoda bayi dua tahun itu.


"Look aku bisa melakukan ini!"


Bayi itu berdiri dan melompat dari kursi hingga semuanya berteriak.

__ADS_1


"Hup!" bayi tampan itu tepat menginjakkan kakinya ke lantai dengan hati-hati.


Rupanya sang ayah sudah mengapit dua sisi ketiaknya dan menurunkan perlahan bayi iseng itu.


"Papa ... I can do it!" pekiknya langsung mengerucutkan bibirnya.


Bayi tampan itu mendatangi Kaisar Henry dengan begitu beraninya. Ia mengadu pada pria penguasa itu.


"Jadi apa aku harus menghukum ayahmu?" tanya sang kaisar yang gemas dengan tingkah salah satu pangeran tampan ini.


"Bagaimana?" tanya Kaisar Henry lagi.


Dari semua anak raja. Kembar empat anak kaisar yang kalem, mereka hanya duduk diam mengamati semuanya.


"Don't punnish him," tolak Prince Rayeen dengan wajah masih kesal.


"Tapi tadi aku bisa kok!" akunya yakin.


"Baby, jarak kursi dan lantai lebih tinggi jarak itu di banding tubuhmu," terang sang kaisar.


Princess Anna tenang tidur di pangkuan pria itu. Sampai Raja Darly mengambilnya. Bayi itu terbangun dan merengek. Permaisuri digiring ke ruangan lain untuk menyusui bayinya dan membersihkan Princess Anna. Beruntung bayi itu memakai lapisan kain tebal dan dilindungi plastik. Ratu Raisa menciptakan popok anti bocor yang sederhana tentu tidak ada molekul yang membuat cairan seni menjadi gel.


Pesta ulang tahun sudah selesai, semua tamu pulang. Setelah tamu pulang barulah The Quarto Of Horton's Emperor berulah. Batita itu kini mengganggu tukang kebun istana. Ada saja yang ditanya oleh keempat batita yang selalu ingin tahu.


"Pan nih pa?" tanya Pangeran Richard.


"Yang Mulia ja ...."


William sudah mengorek tanah dengan tangannya. Ratu Raisa membiarkan putranya melakukan itu. Hanya tinggal mencuci dengan sabun.


"Biarkan mereka membantumu Paman Vincent!"


"Waah ... apa ini!' pekik Pangeran George menarik cacing dari tanah.


"Wah ... belgelak!" ujar Pangeran William menunjuk.


Dari semua anak hanya Pangeran George yang berbicara lancar.


"Itu namanya cacing Yang Mulia," jawab Vincent.


"Sasin?"


"Pasin?"


"Lansin?"


Princess Elizabeth, Prince William dan Prince Richard berbeda menyebut nama hewan itu. Vincent terkekeh mendengar jawaban dari Pangeran Richard.

__ADS_1


"Bukan, ini namanya cacing!" sahut pangeran George.


"Apa kita tak membuangnya!" tanyanya.


"Tidak Yang Mulia, cacing dibutuhkan untuk menyembuhkan tanah," jawab Vincent.


"Taluh lagi!" Pangeran Richard menaruh lagi binatang lucu itu.


"Babies, ayo cuci tangan kalian!" titah sang ibu.


Empat bayi bergerak meninggalkan tukang kebun. Para maid membantu putra dan putri mahkota itu mencuci tangannya hingga bersih. Mereka harus bersiap untuk makan malam. Protokoler memang tidak berlaku pada empat bayi penguasa itu. Pangeran Richard, Pangeran Goerge, Pangeran William dan Princess Elizabeth juga bukan tipikal anak yang menurut jika dipaksa.


"Selamat malam Kakek Raja dan Papa Kaisar!" George memimpin semua saudaranya mengucap salam dan menekuk kaki mereka pada dua pria penguasa itu.


"Selamat malam Nak, ayo kita makan!" sahut Raja Horton mengajak cucu-cucunya.


Mereka makan dengan tenang. Usia makan kini empat batita penguasa sudah berada di kamar mereka. Princess Elizabeth duduk di boksnya, ia belum bisa tidur.


"Ge ... pa wum tidul?" tanyanya.


"Belum ... kenapa?"


"Atu pihat pan penjada piam bi posot luan," ujar Princess Elizabeth.


"Pojok ruang mana?" tanya Pangeran George.


"Hei ... talian nomon apa?" bisik Pangeran Richard.


"Nan telas-telas ... maid panti masut tamal tlus malah!" lanjutnya mengingatkan.


"Ini Elizabeth melihat pengawal di pojok ruangan!" sahut George.


"Peman ada?"


"Ah ... sudah pergi tidur ... yang kau lihat hanya halusinasi Elizabeth!"


"Apa salusinasi?" tanya batita cantik itu.


"Tidur Eliz!" titah William.


Akhirnya Princess Elizabeth merebahkan dirinya dan tertidur lelap.


bersambung.


Percakapan anak-anak yang absurd.


next?

__ADS_1


__ADS_2