
Keyra: Gadis berumur 19 tahun , cantik dan rajin , Keluarganya sangat miskin dia hidup dengan Ibu tirinya yang bernama Sintia sehingga dia menjadi tulang punggung keluarga.
Antoni Berta : Pria kaya raya , berumur 25 tahun , rajin dan berwibawa, Mempunyai beberapa perusahaan ternama di kota tersebut , Tidak dapat di ragukan lagi kekayaannya.
Willi :Asisten Antoni , ramah dan baik hati , Pekerja keras.
Clara Patti: Gadis manja , Sangat menyukai Antoni .
Vioni : Teman Keyra , cantik , Dan baik hati.
Selamat membaca .....
Hari itu sangat cerah , Seorang wanita pergi mondar mandir di sebuah rumah sakit dan saking khawatirnya , Dia tidak menghiraukan orang- orang yang sedang ia halangi jalannya.
" Hei!, Lihatlah kedepanmu kau hampir saja menabrak pasien yang sedang sakit. " Ucap seorang bapak berusia setengah baya yang seakan kesal karena di halangi jalan oleh gadis itu .
Bagai tak mendengar ocehan orang itu sang gadis yang bernama Keyra menjambak rambutnya dan mengengam tangan nya erat.
" Hai Key , kamu tidak apa- apa?" Tanya Vioni sambil memeluk Keyra yang gemetaran. " Tenang lah Key , Semua akan baik- baik saja , Percaya lah." Vioni masih saja ingin menenangkan Keyra.
" Tidak , Aku akan masuk penjara Vio ,Aku salah aku salah. " Keyra sangat frustasi.
" Apa anda keluarga pasien? " Seorang perawat berjalan ke arah Keyra yang mematung .
" Bukan , Saya tidak mengenal pasien itu , Tapi saya tidak sengaja Huhuhu.." Keyra menangis tersedu .
Hari ini benar- benar sial bagi keyra , Sewaktu dia berangkat ketempat kerja dia membuat seseorang itu tertabrak , Keyra salah dia melamun sambil berjalan kaki tidak menghirau kan klakson yang di bunyikan oleh si pemilik , Mobil itu berakhir menabrak jalan dan terluka parah.
Flash back.
" Keyra lihat lah kita tidak punya apa- apa lagi sekarang , Ibu tidak kuat kerja ,Ini semua gara- gara kamu , Dasar kamu pembawa sial." Ibu Keyra yang bernama Sintia menyalahkan Keyra sambil memukul Keyra dengan keras.
" Ampun Bu ampun! " Keyra memohon agar tidak di pukul namun kemarahan Sintia seperti api yang tidak akan pernah padam.
__ADS_1
Sintia sangat marah karena Keyra tidak mau di nikahi oleh pria hidung belang dan tidak segan- Segan Sintia meminta bayaran tertinggi jika pria hidung belang ingin meniduri Keyra. Namun keyra selalu menolak dan lari jika Sintia membawanya bertemu si hidung belang . Sekarang keyra harus bekerja sendiri dan menghidupi Sintia , Sintia ibu tiri Keyra , Awalnya Keyra pikir Sintia sangat baik ternyata semua itu berbanding terbalik dengan yang di pikirkannya.
" Saya ingin tahu siapa keluarga pasien , Pasien sedang kritis kami memerlukan persetujuan keluarganya untuk segera di lakukan operasi." Perawat itu berbicara panjang lebar .
" Lakukan yang terbaik , Saya tidak mau terjadi apa- apa dengan dia." Keyra bersuara lirih tanpa menghiraukan apa yang terjadi kedepannya.
" Baiklah !" Perawat berlari ke UGD untuk memberitahukan agar di lakukan operasi sedangkan Keyra menunduk seakan lemas._
" Key , Bagaimana jika mereka meminta uang yang sangat banyak kita tidak punya uang ." Vio sangat khawatir melihat keadaan sahabatnya yang begitu buruk sekarang , Jiwanya tertekan , Badannya kurus kering .
" Key ,ini kenapa? " Vio melihat pergelangan tangan Keyra memar , " Jangan bilang ini pekerjaan ibu tiri kamu Key , Ini tidak bisa di biarkan ." vio seakan sangat emosi melihat keadaan sahabatnya yang penuh dengan memar di beberapa bagian tubuhnya.
" Sudah Vio , Ini cuma sakit biasa. " Keyra berusaha bohong agar sahabatnya tidak emosi.
Sudah seperti makanan sehari- hari di badan keyra terdapat luka memar akibat pukulan Sintia. Tubuh Keyra sudah kebal dengan keadaan .
Selang Satu jam Keyra menunggu di luar pasien yang tidak di kenal itu siap di operasi , Terpaksa Keyra harus menunggu Vioni sudah pulang kerumahnya karena Keyra sangat memaksa Vio untuk pulang dan tidak perlu menemaninya di rumah sakit , Apapun yang terjadi Keyra harus bertanggung jawab. Dia yang menyebabkan pasien itu tidak sadarkan diri.
" Nona , Keadaan pasien sudah membaik , dan operasi nya berjalan dengan lancar Tinggal menunggu Pasien siuman." Ucap Dokter sambil tersenyum kearah Keyra.
Plak
" Hei , Kamu wanita sialan berani- berani nya kamu membuat anak saya berada di sini. " Wanita berumur sekitar 40 tahun itu menampar Keyra sangat keras dan mendorong Keyra hingga tersungkur.
" Tenang- tenang Ibu ini rumah sakit jangan berkelahi di sini." Ucap Dokter melerai kejadian itu .
" Kalau anak saya terluka , Saya akan membuat perhitungan dengan dia. " Ibu yang bernama Novi itu menunjuk ke arah Keyra dengan lancang tanpa rasa iba sedikitpun." Jangan beri dia bebas , Dia harus bertanggung jawab atas anak saya." Novi terus saja menghakimi Keyra .
Novi pun dengan cepat mengengam pergelangan tangan Keyra dan membawa Keyra masuk untuk melihat kondisi anak Ibu Novi itu.
" Huhu , Saya tidak ingin kehilangan anak saya , Kamu harus bertanggung jawab jika anak saya kenapa- kenapa." Novi terus saja menangis dan memegang pergelangan Antoni.
Keyra sangat merasa bersalah dengan kejadian itu dia pun meneteskan air mata dan menangis tanpa suara.
__ADS_1
" Hei wanita pembawa sial , Air mata kamu tidak akan membuat anak saya bangun , Sekarang lakukan apapun supaya anak saya sadar , Saya tidak mau tahu , Cepat!" Teriak Novi dengan keras ." Saya tidak akan segan- segan menghabisi kamu."
" Aaaa Hikss, Bu ampun , Saya salah , Maafkan saya , Saya akan merawat anak anda dengan baik ,Saya minta maaf." Keyra sangat syok , Badannya terasa luruh , Seharian ini sangat membuatnya susah.
Ceklek
Pintu pun terbuka Willi asisten Antoni pun datang dengan rasa khawatir.
" Huhuhu Lihatlah Willi , Antoni sudah seperti sekarang karena wanita ini ." Novi masih saja menyalahkan Keyra.
Suara keributan di dalam ruangan membuat Antoni membuka mata , novi , Willi dan Keyra pun menghampiri Antoni.
" Tuan saya di sini , " Willi sangat khawatir.
" Sayang , kamu tidak apa- apa sayang Huhuhu? " Novi menangis sangat keras.
" Siapa yang membawa saya kemari?" Tanya Antoni dengan memegang kepalanya yang sakit.
" Gara- gara wanita pembawa sial ini kamu harus berada di sini sekarang sayang." Ucap Novi sambil menarik pergelangan tangan keyra dengan keras.
" Saya minta maaf tuan , Semua salah saya , Saya minta maaf. " Keyra tidak berhenti menunduk dan air matanya mengalir deras.
Mata Antoni pun terpejam lagi dan membuat dia tidak sadarkan diri.
" Dokter! , kenapa dengan keadaan tuan saya." Willi berteriak lagi.
Dokter pun memeriksa lagi keadaan Antoni.
" Pasien hanya perlu istirahat dan tidak boleh terlalu tertekan. " Dokter berusaha menjelaskan panjang lebar.
" Saya tidak mau tahu , Kamu wanita pembawa sial harus menemani anak saya di sini sampai sadar kalau tidak saya akan melaporkan kamu ke polisi." Ancam Novi dengan mata merahnya.
Keyra pun sangat takut , keadaannya terancam saat ini.
__ADS_1
Bersambung....