
" Opa !! Jangan usir Keyra , Aku akan melakukan apa yang opa inginkan ." Teriak Antoni ketika melihat opa nya itu beranjak pergi.
Keyra yang melihat Antoni berteriak akhirnya menatap Antoni dengan air mata yang mengalir begitu saja.
" Emm , Kenapa kau sekarang mau untuk melakukan apapun , Apa yang membuat mu berubah ?" Tanya Karel dengan serius .
Antoni pergi begitu saja dari hadapan Karel. Karel tersenyum kecut atas sikap Antoni .
" Apakah kau akan memiliki sikap seperti ibu mu yang pembangkang. " Gumam Karel beranjak pergi , " Wanita itu akan aku lenyapkan setelah urusan ini. " Karel menatap Keyra yang masih mematung.
Bugh bukkk tringgg
Antoni yang sangat marah memecah kan beberapa barang di dalam kamarnya , Air matanya menetes , Keringatnya bercucuran .
" Aaaaaa....Kenapa semua nya kacau begini ." Teriak Antoni frustasi dengan keadaannya .
Antoni menangis sejadi - jadinya di dalam kamar , Antoni menjambak rambut nya kasar dan memegang sebuah foto di tangannya.
" Ibu !!!, Kenapa kau tega meninggalkan anak mu sendiri di sini , Dan pergi entah kemana , Aku sangat merindukanmu ibu ." Antoni menangis dan mengusap air mata yang membasahi pipinya itu . " Ibu !, Apa yang harus aku lakukan , Aku terjebak di situasi yang sangat sulit , Bantu aku ibu , Aku butuh ibu sekarang sebagai pelindung ku. " Semua isi Antoni tercurahkan dengan teramat dalam ketika memandang foto ibu bersama nya di dalam foto itu.
Seorang anak laki- laki yang terlihat tegar namun sangat rapuh ketika seorang yang di cintai nya pergi meninggalkannya , Terlebih Antoni sangat menyayangi ibu nya , Namun masa lalu yang harus memisahkan mereka.
Di sisi lain di dalam kamar bernuansa abu- abu itu keyra termenung , meratapi nasibnya , Keyra harus melakukan apa supaya semua orang tidak benci kepada nya , Terlebih Antoni harus berkorban untuk nya.
" Tuan !!, Apa kau akan meninggalkan kami ." Gumam Keyra menangis sendu.
" Mommy !! , Kenapa nangis ,Om Anconi ada di luwar tak?( Mommy !! , Kenapa nangis , Om Antoni ada di luar gak?) " Tanya Reki yang masih terbangun melihat Keyra meneteskan air mata.
" Mommy tidak apa- apa sayang ,Om Antoni sudah tidur dari tadi sayang , kamu sekarang tidur ya ." Ucap Keyra lirih sambil menepuk punggung Reki agar segera tidur.
-
-
-
Rumah Stev
Mobil Karel melaju tepat di depan rumah Stev , Stev dan Clara kebetulan sedang berbincang- bincang dengan santai di teras rumah mewah dan megahnya.
" Hei !! Lihat lah siapa yang datang ? , Apa kah kau akan memohon kepada ku agar perusahaan mu seperti sedia kala ." Tebak Stev dengan senyuman kecutnya ketika melihat Karel datang ke rumah nya.
__ADS_1
Karel pun membuka pintu mobil dan mencoba turun .
" Silahkan duduk !" Ucap Stev .
Karel pun duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan .
" Opa mau minum apa biar Clara buat kan ?" Tanya Clara manis kepada Karel.
" Tidak usah repot- repot Clara , Opa hanya sebentar."
" Emmm, Apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan ?" Stev menaikkan alisnya menatap Karel dan Clara bergiliran.
" Antoni mau menikahi Clara ." Karel menuju ke inti permasalahan.
" Kau sungguh tidak bohong Karel , Jika cucu mu itu bohong seperti yang kemarin , Saya tidak segan- segan untuk menghabis kan kalian berdua ." Ancam Stev dengan kening berkerutnya itu.
" Saya yakin."
" Benarkah opa , Clara sangat gembira papa !!" Teriak Clara sangat senang atas kabar gembira ini , Hatinya sangat berbunga- bunga karena Antoni akan segera menikahi Clara.
Akhirnya Stev dan Karel menjalani hubungan semakin dekat.
" Tuan !!, Tuan harus makan dulu supaya tuan tidak sakit , Tuan belum makan dari kemarin kan ?" Tanya Keyra tersenyum mencoba menghilangkan rasa sedihnya agar Antoni tidak mengetahui perasaannya .
Antoni menatap Keyra datar , Menyahut pun tidak ,Antoni lebih memilih pergi begitu saja tanpa menawarkan pergi ke kantor bersama Keyra.
" Huff , Tuan Antoni sudah berubah menjadi cuek dan dingin seperti dahulu ." Gumam Keyra mencoba mencari taksi agar pergi ke kantor .
Di kantor .
Jam sudah menunjukkan pukul 08:00 , Para karyawan dengan cepat- cepat berjalan ke ruangan masing - masing. Begitu pun dengan Keyra dia pun mencoba untuk masuk ke dalam ruangan Antoni.
" Uppps , Ruangan ini bukan milik kamu lagi nona Keyra ." Clara mencoba mendorong Keyra untuk keluar .
" Tapi tuan saya harus kemana?" Tanya Keyra mencoba bertanya pada Antoni yang hanya menatapnya .
" Kau akan di pindah kan ke bagian lain , Pak!... Antar wanita ini ke ruangan kerjanya. " Clara memanggil kepala staf untuk membawa Keyra ke ruangan kerjanya.
" Baik bu !, Ikut dengan saya nona."
" Rasakan kau wanita murahan , Kau akan menderita ini baru permulaan. " Gumam Clara tersenyum melihat wajah Keyra yang teramat sedih.
__ADS_1
Keyra sekarang hanya pasrah mencoba melawan pun pasti tidak akan bisa , Akan terjadi masalah besar jika dia melawan , Keyra mencoba mengikuti kepala staf itu.
" Nona !. Ini ruangan kerja nona sekarang. " Tunjuk kepala staf itu ke arah bagian pembersihan yaitu sebagai office girl .
" Pak !! Tapi."
" Maaf nona , Tapi ini perintah , Kami hanya mengikuti saja , maafkan kami nona." kepala staf itu menunduk .
" Ini pakaian untuk nona ." Kepala staf itu memberikan baju khusus office girl kepada Keyra .
Keyra di tugas kan untuk bersih- bersih dan membuatkan minum untuk para karyawan kantor.
" Oh tuhan !!, Apa yang harus aku lakukan sekarang , Pasti semua orang akan menghina ku ." Gumam Keyra pasrah dengan semua keadaan ini. Semua ini demi anak- anaknya.
Keyra pun mencoba melakukan pekerjaan pertamanya yaitu mengepel lantai dari satu ruangan ke ruangan lain.
" Nona !! yang bersih ngepel nya ya hahahaha !" Ucap Anggi tertawa terbahak- bahak melihat Keyra memakai baju office girl . " lihat lah teman- teman , Dia sangat cocok memakai pakaian itu, Kenapa tidak dari dulu dia memakai pakaian seperti itu ." Anggi mencoba menghina Clara lagi.
" Iya itu hukuman untuk wanita perebut tunangan orang lain. " Timpal teman lain yang masih saja mencoba mengejek Keyra .
Keyra pun hanya diam tak menjawab satu pun pertanyaaan dari Anggi dan para temannya itu Keyra malah tidak memperdulikannya sama sekali.
Brumm
Anggi menumpahkan air di dalam ember yang berada di belakang Keyra.
" Hei ! Apa kau tuli , Sehingga tidak mendengar kami berbicara ." Teriak Anggi yang tidak terima merasa di abaikan oleh Keyra.
Keyra sangat mengempalkan tangannya , Keyra tidak mau membuat keributan karena dia akan mendapatkan masalah nanti.
" Hei !" Anggi mencoba menarik rambut Keyra yang panjang itu.
" Aws , Lepaskan !!" Teriak Keyra meringis kesakitan karena tarikan Anggi yang sangat kencang.
Namun anggi malah tertawa dan tidak mau melepaskan tarikannya itu.
" Hei ..Lepaskan nona Keyra ." Teriak seorang laki- laki di seberang sana dengan kencang .
Sehingga membuat Anggi dan teman- temannya mencoba melepaskan rambut Keyra.
Bersambung.....
__ADS_1