
" Tuan ....! harus istirahat , Saya akan keluar untuk segera membuat kan bubur untuk tuan , Supaya tubuh tuan ada energi dan akan segera sembuh ." Keyra mulai berdiri , tatapan Antoni membuatnya sangat risih .
" Jangan pergi ..Tetaplah di sini. " Antoni memegang tangan Keyra mencoba untuk menghalangi Keyra untuk segera keluar.
Brakk....
Suara pintu di dorong keras oleh Clara yang sangat marah , Emosi nya sangat tinggi.
Keyra tercengang melihat Clara.
Plak...!
" Siapa kau ..Berani sekali kau bersama dengan tunangan ku ." Teriak Clara marah dan menampar Keyra dengan keras.
" Nona , Hentikan ...Saya akan mengantar nona untuk keluar. " Willi mulai memegang tangan Clara agar tidak melakukan lebih jauh lagi.
" Lepaskan hiks hiks , Perempuan ini sangat murahan , Pergi kau dari sini ?" Clara menangis dan mencoba mengusir Keyra .
Keyra menunduk dan meneteskan air mata .
" Sayang ....! Kenapa wanita ini bersama mu , Apa kurang nya aku hah , Kau tahu aku telah mengorbankan segalanya untuk mu , Menolak semua laki- laki yang menyukai ku demi kamu , Tetapi kenapa wanita ini yang kau bawa bersama mu , Jelaskan padaku , Kau tidak ada hubungan apapun dengan wanita murahan ini kan ," Clara menunjuk Keyra dengan sinis , Air mata Clara lolos begitu saja tidak dapat tertahan lagi.
" Willi ..! Kenapa kau hanya berdiri , Cepat bawa dia pergi ," Antoni yang merasa lemah pun memberi perintah .
Willi pun melaksanakan perintah dari Antoni.
" Lepaskan ..Lepaskan , Dasar wanita murahan hiks hiks , Aku tidak mau pulang aku akan menghajar wanita itu. " Clara meronta- ronta untuk di lepaskan dan sangat marah terhadap Keyra . Willi pun tidak punya cara lain dia pun menyeret Clara keluar dari kamar Antoni.
" Keyra ..! Jangan pergi. " Antoni berteriak memanggil Keyra yang pergi begitu saja dari kamarnya itu.
" Hiks hiks ,, Seharusnya aku tidak berada di sini ." Keyra menangis di dalam kamarnya dan memukul dadanya dengan bertubi- tubi , Kehadirannya membuat semua orang terluka. Seharusnya dia merasa tidak berhak berada di sini.
" Mommy, Mommy Huwaaaaa, cenapa mommy angis ( Mommy , mommy huwaaaaa, Kenapa mommy menangis ) ." Ucap Reki menangis sedangkan Rena memeluk Keyra dengan erat.
" Ah Mommy tidak apa- apa sayang mata Mommy hanya sakit , Kalian jangan menangis ," ucap Keyra menghapus air matanya itu dan mencoba tegar di hadapan Reki dan Rena.
__ADS_1
Akhirya malam itu Keyra tidak bisa memejamkan matanya , pikirannya tengah berkalut dengan perasaan serba salah yang selalu menghantui nya.
" Apa yang terjadi Clara ?" Stev mendekati Clara dan melihat mata sembam Clara yang begitu penuh.
" Hiks hiks , Papa.."Clara memeluk Stev dan menangis sangat kencang.
" Hei ! Apa yang terjadi , Apakah seseorang melukai mu ?" Tanya Stev memegang bahu Clara .
" Papa! Antoni membawa seorang wanita bersama nya , Apa kurang nya aku papa Hiks hiks ." Clara mencoba memberitahu Stev kejadian sebenarnya dan tidak berhenti untuk menangis.
" Berengsek ...! Aku akan membuat dia hancur, " Mata merah Stev muncul lagi , Stev dengan cepat berdiri , Rahangnya mengeras dan tatapannya seolah mengisyaratkan kehancuran .
" Papa..Jangan pergi, Jangan lukai Antoni , Aku sangat menyukainya papa , Cukup jadikan dia suami ku papa , Dengan itu aku akan merasa sangat senang, " Clara mencengah Stev untuk pergi karena dia sangat tahu kelakuan papanya yang begitu jahat jika sudah marah , Dan Clara tidak mau Antoni hancur gara- gara papanya.
Emosi Stev mereda ketika mendengar penuturan Clara.
Clara adalah satu- satunya anak perempuan yang sangat di manja dan di cintainya . Sebenarnya Clara dan Doni bukan saudara kandung melainkan beda ibu , Tentunya Stev lebih memanjakan dan lebih sayang kepada Clara karena ibu Clara meninggal sewaktu melahirkan Clara.
Sehingga membuat Stev menikah lagi dengan ibu kandung Doni.
-
-
Perasaannya masih sedih akibat kejadian semalam namun Keyra tidak begitu saja meninggalkan tanggung jawabnya.
" Tuan ...! Ini bubur untuk tuan , Tuan makan lah , Dan obat juga jangan lupa tuan minum, " Keyra meletakkan minuman dan makanan di atas meja beserta obat Antoni dan Keyra mencoba untuk keluar.
" Bagaimana aku bisa makan , Apa kau tidak melihat tangan ku sakit ," Antoni terlihat kesusahan mengambil obatnya.
Keyra pun merasa kasihan terhadap Antoni.
" Cepat makan lah tuan, " Keyra mulai menyuapi Antoni agar segera makan.
" Kau bisa lembut sedikit , Seharusnya kau bertanya dulu , Apa aku mau dan tidak terhadap makanan yang kau buat , Kau tidak menaruh racun di dalam makanan ku bukan," Selidik Antoni tajam Keyra pun sangat kesal .
__ADS_1
" Tuan ...! Aku tidak seburuk yang kau pikirkan , Jangan menuduhku seperti itu ," Keyra terlihat kesal Antoni menuduhnya .
" Aku hanya menanyakan bukan menuduh, " Ucap Antoni tidak mau kalah.
" Kalau kau tidak mau menyuapi ku , Pergi saja ...Aku tidak ingin melihat mu ," Antoni mencoba mengambil sendiri makanannya.
" Aws ." Ringis Antoni kesakitan .
" Tuan ...makan lah. " Keyra mencoba menyuapi Antoni lagi , Keyra hanya merasa kasihan terhadap Antoni karena pergelangan nya terluka .
Di sisi lain dokter Keyra dengan sangat lelah belum bisa mencari keberadaan Keyra , Hatinya sangat sedih dia tidak berani bertemu dan menatap putranya sendiri. semua ini kesalahannya.
Perusahaan Antoni.
Dokter Sisi mencoba mengecek alamat yang di kirimkan Keyra sebelum nya ,Alamat dimana dia bekerja .
Dokter Sisi pun menemukan alamat perusahaan itu , Dokter Sisi merasa sangat gembira karena akan segera bertemu dengan Keyra.
" Selamat pagi , Apakah nona Keyra bekerja di sini ? " Tanya dokter Sisi kepada Resepsionis dengan sopan.
" Selamat pagi juga bu, Benar ! Nona Keyra memang bekerja di sini namun hari ini nona Keyra sedang izin dan tidak masuk ke kantor. "Jawab Resepsionis itu dengan sopan.
" Kenapa Keyra tidak hadir di kantor , Apakah terjadi masalah ?" Tanya Dokter Sisi dengan cepat.
" Maaf bu ! , Kami di larang memberitahukan persoalan pribadi karyawan , Sekali lagi kami minta maaf bu !" Resepsionis itu menunduk dan meminta maaf kepada dokter Sisi. "
Dokter Sisi pun pasrah karena belum bisa bertemu dengan Keyra.
" Dimana kamu sekarang nak?" Gumam dokter Sisi seakan sedih karena tidak bisa mengetahui kabar Keyra beserta cucunya itu.
Akhirnya Dokter Sisi pun mencoba berjalan dan menanyakan kepada siapapun tentang keberadaan Keyra . Namun tidak ada siapa pun yang mengenal Keyra. Dokter Sisi sekarang sudah pasrah.
" Cukup lama saya tidak berkunjung kesini ." Ucap Dokter Sisi dan menatap rumah mewah di depannya dengan berlinang air mata.
" Maaf kan mama nak , Kamu sudah tumbuh dewasa sekarang , Mama sangat malu bertemu dengan kamu , Semoga kamu bisa berbahagia sayang dan tidak akan pernah bernasib seperti ibu mu ini ." Gumam dokter Sisi meneteskan air matanya .
__ADS_1
" Kalau saja dulu mama tidak meninggalkan kamu mungkin kita akan bisa bersama- sama selamanya Antoni putraku " .
Bersambung....