
" Berani sekali kau membuat masalah dengan ku ,Apa kau mau mati sekarang ?" Teriak Antoni yang geram kepada orang di depannya itu.
" Aku tidak takut dengan mu ." Ucap Laki- laki itu yang sudah babak belur akibat di pukul oleh pengawal Antoni.
" Aws ...Lepaskan aku ..." laki - laki itu meringis kesakitan akibat tarikan tangan Antoni yang begitu kasar.
" Cepat katakan ...Siapa kamu , Kau juga yang telah mengganggu istri ku bukan ?" Tanya Antoni lagi. Matanya kini tak lepas dari laki - laki yang bernama Doni. Tangan Antoni masih saja menarik rambut Doni dengan kasar.
" pukul saja aku sampai mati , Perlu kau ingat aku akan merebut Keyra dari mu , Kau tau ...Aku sangat menyukai Keyra tapi gara- gara kamu dia tidak memperdulikan aku lagi hah ." Teriak Doni dengan tangan nya di ikat , Wajahnya sangat lebam akibat pukulan .
" Kau ....Berani sekali kau ." Antoni terlihat kesal dan mencoba ingin memukul Doni lagi.
Plak Pluk Pukk Pukkk
Antoni tanpa henti memukul wajah Doni yang sudah merah itu. Pukulan bertubi- tubi di layangkan oleh Antoni .
" Cepat....! Pukul lagi lebih keras hahaha." Kini Doni tertawa seperti orang gila yang sudah kesurupan.
" Tuan...Sebaiknya kita serahkan dia ke kantor polisi , Sudah cukup tuan , Dia akan mati di tangan tuan jika tuan tidak melepaskannya." Willi mencegah Antoni untuk memukul lagi.
" Biarkan laki- laki ini mati, Dia tidak tahu diri masih menyukai istri orang lain ," Antoni masih marah dan masih memukul Doni dengan bertubi- tubi.
Antoni merasa telah puas dan berhenti memukul
Doni yang sudah pingsan dan tak sadarkan diri .
Brakk
Pintu ruangan itu di dorong paksa oleh sekumpulan orang tak di kenal.
" Lepaskan laki- laki itu , Berani sekali kau memukul nya ." Ucap laki- laki yang besar seperti preman itu mencoba untuk memukul Antoni , dan yang lainnya mencoba melepaskan Doni , Antoni pun menghindari pukulan laki- laki itu .
" Dasar kau tak berguna ." Antoni mulai meladeni perkelahian ini , mencoba melawan berbagai pukulan dari preman itu.
Brak brukkk pukkk
Terdengar pukulan demi pukulan di ruangan itu , Antoni mencoba melawan agar tidak kalah.
Para pengawal Antoni dan Preman - preman itu saling berkelahi dan menghantam apapun supaya mereka mendapati keberhasilan.
Brakkk
" Aws. " Antoni berteriak karena preman itu melukai nya.
__ADS_1
Preman yang besar itu mencoba memukul Antoni di bagian tangan . Alhasil tangan Antoni mengeluarkan darah .
" Tuan...! Kau tidak apa- apa." Willi mencoba membalas hantaman dari preman itu dan mencoba membawa Antoni pergi dari ruangan itu.
" Tuan....Bertahan lah aku akan menyelamat kan mu , " Willi mulai meletakkan Antoni di belakang punggungnya dan membawa lari Antoni ke mobil .
Sesampainya di mobil.
" Tuan...! , Kau masih mendengarkan aku ." Ucap Willi panik melihat Antoni yang lemas.
" Aku tidak apa- apa Willi dan terima kasih telah menyelamatkan aku ." Jawab Antoni dengan bersikap kuat.
" Tuan ...! Aku akan membawa anda ke rumah sakit , Bertahan lah. " Kini Willi sedang mengemudi dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan berbagai rambu di jalanan.
" Aku tidak apa- apa Willi , Ayo kita pulang saja , Aku bisa mengobatinya di rumah. " Antoni menolak ke rumah sakit.
" Ta- pi tuan !"
" Lakukan perintah ku!"
Willi pun mencoba diam , melanggar perintah Antoni sama dengan menyiksa dirinya sendiri.
Pulang ke masion.
" Nona! , Tolong bantu tuan masuk ."
Keyra pun mencoba membantu Antoni masuk ke dalam kamarnya.
" Nona ..., Tunggu sebentar di sini , Mungkin sebentar lagi dokter Erik akan datang. " Tanpa jawaban dari Keyra Willi bergegas pergi.
Kini Keyra memandang wajah Antoni yang begitu damai dan tidak terlihat wajah seperti yang biasa di lihat nya .
" Tolong ....Tolong ibu! , Aku sangat merindukanmu. " Lirih Antoni meneteskan air matanya itu .
" Ibu !" Gumam Keyra terkejut melihat Antoni yang mengigau dalam tidurnya itu . " Dimana kah ibu tuan Antoni berada." Keyra penasaran dengan berbagai pemikirannya itu.
" Tolong jangan pergi ?" Antoni mengigau lagi .
" Tuan aku tidak akan pergi , Aku di sini. " Keyra yang merasa kasihan melihat Antoni pun mencoba mengengam tangan Antoni.
" Jangan pernah lepaskan tangan ini ibu ... Aku sangat merindukanmu , Kau jahat , Kau telah meninggalkan ku sendiri , Kau tidak pernah perduli kepada ku ." Antoni menangis dan meneteskan air matanya.
Sedangkan Keyra pun tak bisa membendung air matanya , Air matanya jatuh begitu saja di pipinya ..
__ADS_1
" Masa lalu tuan Antoni mungkin sangat menyedihkan. " Gumam Keyra makin mengencangkan gengaman tangannya.
" Nona...! Dokter Erik sudah datang " Willi memberitahukan Kepada Keyra .
" Baiklah .. Silahkan di periksa dok. " Keyra mempersilahkan dokter Erik untuk memeriksa Antoni.
Dokter Erik pun mengganguk , Erik merasa kasihan melihat sahabatnya itu terbaring lemah di ranjang tempat tidurnya.
" Mommy ...Om icu kenapa?( Mommy ...Om itu kenapa ?) " Tanya Reki melihat Antoni yang sedang di periksa oleh dokter erik .
" Mommy! Om icu sedang akit yah?(Mommy ! Om itu sedang sakit yah ?)" Rena pun juga bertanya.
" Iya sayang....Om Antoni lagi sakit , Kalian sama tante Carissa dulu ya , Mommy mau manemani om Antoni dulu. "
" Iya mommy ." Sahut Reki dan Rena bersamaan . Mereka seakan mengerti keadaan .
" Bagaimana keadaan tuan Antoni dokter ? " Tanya Keyra begitu melihat dokter Erik telah selesai memeriksa Antoni.
" Luka Antoni terlihat parah , Badannya sangat lemah , Jagalah dia dengan baik nona ...Saya akan memberikan resep agar Antoni segera sembuh. " Ucap Dokter Erik .
" Tapi dok .... Tuan Antoni masih bisa selamat kan dokter ?" Tanya Keyra lagi dengan air mata yang mengalir tanpa di sadarinya.
" Antoni akan segera sembuh ,Nona tidak perlu khawatir." Erik mencoba menenangkan Keyra yang terlihat sedih dan sangat syok .
" Saya permisi dulu nona..., Sebentar lagi tuan Antoni akan segera sadar , Tolong jaga pola makannya supaya teratur dan obatnya juga harus habis. " Dokter Erik menjelaskan panjang lebar kepada Keyra dan Keyra pun mengganguk .
Akhirnya Willi mengantar dokter Erik sampai di depan pintu masion.
" Tuan ....Ayo bangun lah , Kenapa tuan belum sadar juga. " Keyra meneteskan air mata lagi , perasaan nya begitu sedih melihat Antoni yang lemah dan tidak sadarkan diri . Walaupun Antoni sangat cuek dan dingin kepadanya dia merasa begitu sedih.
-
-
" Dasar anak keras kepala ." Ucap Stev marah kepada Doni yang sudah berada di rumah nya . Wajah nya sudah babak belur .
" Kenapa kau mencari masalah dengan Antoni , Dia itu kakak ipar mu bodoh ." Stev memarahi Doni yang tidak mau di atur.
" Apa , Laki- laki itu kakak ipar ku ." Ucap Doni sangat terkejut mendengar penuturan Stev.
" Aku akan secepatnya mendapatkan wanita itu. " Gumam Doni dengan licik .
Bersambung....
__ADS_1