
Willi seketika terkejut melihat wanita di depannya ini .
" Maaf tuan- tuan ! , Apakah kalian lama menunggu , Perkenalkan nama saya Vioni dari perusahaan Nicol ingin segera bekerja sama dengan perusahaan tuan. " Ucap Vioni dengan cepat .
Antoni pun seketika melihat ke arah Vioni. " Seperti nya kita pernah bertemu ."
Antoni mengingat dimana bertemu dengan wanita di depannya ini . " Bukan kah wanita ini yang memanggil Willi dengan sebutan kakak."Gumam Antoni mengingat siapa wanita yang di depannya ini.
" Tentu saja tuan ! Kita memang pernah bertemu , Bagaimana jika tuan melanjutkan kerja sama dengan perusahaan saya."
Antoni menatap tajam ke arah Vioni.
" Tuan ! Jangan terima kerja sama ini. " Cegah Willi dengan menyembunyikan kemarahannya.
" Kenapa?" Tanya Antoni berbisik dan menatap Vioni yang tersenyum kecut.
" Nona ! Apa yang membuat mu ingin bekerja sama dengan kami , Tentu nya anda memiliki alasan yang kuat bukan ?" Kini Antoni bertanya dengan serius kepada Vioni .
" Saya tidak akan memberi penawaran yang kedua kalinya , Jika anda ingin bekerja sama dengan kami , Hubungi kami ?" Vioni dan asistennya beranjak berdiri dan pergi dari hadapan Antoni dan Willi.
" Dia sangat sombong sekali bukan ?" Antoni sangat heran melihat kesombongan Vioni terhadap mereka.
" Kenapa kau tidak mau perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan Nicol Willi , Apakah ada yang menganggu mu. " Selidik Antoni kepada Willi yang mulai tak nyaman dan ekspresi wajah Willi seakan berubah.
" Tidak apa- apa tuan ! , Sepertinya perusahaan Nicol itu tidak bisa di percaya ." Bohong Willi kepada Antoni yang ingin tahu permasalahan Willi dengan wanita itu.
" Kak Willi ! Jika bukan dengan cara ini , Aku tidak akan tahu bagaimana dengan kabar mu ." Gumam Vioni tersenyum dan beranjak pergi dari gedung mewah itu untuk segera pulang ke rumahnya.
-
-
-
Keyra kini sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan untuk Vioni dan kedua buah hatinya itu.
" Sayang ! Kalian jangan nakal ya Mommy mau masak buat tante Vioni dulu. " Teriak Keyra kepada Reki dan Rena yang sedang bermain di ruangan utama.
" Oce Mommy ciap ( Oke mommy siap). " Reki dan Rena menyahut dengan cepat.
Sedangkan Keyra mencoba untuk mulai memasak makanan kesukaan dari Vioni.
" Keyra ! Aku sudah pulang , Mana keponakan ku , Kau memasak untuk ku ?" Tanya Vioni sangat senang melihat Keyra memasak makanan untuk nya.
" Ini bukan apa- apa Vioni , Kau sudah memberi tumpangan bagi kami , Tidak ada alasan jika aku harus bermalas - malasan saja dan duduk di rumah mu ini ."
__ADS_1
" Keyra! Kau itu sangat keterlaluan aku tidak menyuruh mu untuk membayar jika kau tinggal di sini , Aku sangat senang karena ada teman dan bisa bermain dengan si kembar ."
" Anggap saja aku memasak untuk sahabat terbaik ku ." Ucap Keyra tersenyum ke arah Vioni .
Vioni pun tersenyum mendengar ucapan dari Keyra.
" Bagaimana dengan mu Vioni ?, Apa kau sudah mempunyai pacar ?" Tanya Keyra dengan serius kepada Vioni , Setahu Keyra ,Vioni tidak sama sekali berhubungan dengan laki - laki hingga membuat Keyra ingin bertanya.
" Keyra! Aku tidak ingin mendengar pertanyaan itu , Aku sudah nyaman berada di fase ini , Bagaimana jika aku akan mencari jodoh untukmu? " Goda Vioni menyipitkan mata ke arah Keyra.
"Vioni kenapa kau malah bertanya kepada ku , Seharusnya kamu yang harus segera mencari jodoh , Apakah kau tidak mau mempunyai anak seperti Reki dan Rena mengemaskan ."
" Reki dan Rena untuk ku saja bagaimana ?" .
" Aku tidak akan memberikan mereka kepada wanita yang tidak mau menikah. " Desis Keyra sambil tertawa.
" Keyra! Kau sangat jahat ." Kini Vioni cemberut dan melipat tangannya di perut.
" Ante Cio apa jeyek gicu loh( Tante Vio kenapa jelek gitu loh)."
Ucap Reki menertawakan Vioni.
" Ante Cio kayek bebek ( Tante Vio kayak bebek ." Ejek Rena dengan tertawa juga.
Vioni yang mulai marah mencoba mengejar Reki dan Rena bersamaaan.
" Mommy ! Olongin Eki dan Ena (Mommy ! Tolongin Eki dan Ena ). " Teriak Reki dan Rena karena Vioni sudah mengejar mereka.
Keyra pun tersenyum melihat kebersamaan antara Vioni dan juga Reki dan Rena.
" Tuan ! Bagaimana kabar mu , Pasti kau sangat senang jika aku dan anak- anak tidak bersama mu lagi kan " Gumam Keyra mencoba menyembunyikan kesedihannya di hadapan Vioni , Reki dan Rena.
Di rumah Clara
" Clara ! Jelaskan pada papa , Apa yang sebenarnya terjadi , Kenapa semakin hari semakin banyak kau menghabis kan uang papa. " Teriak Stev kepada Clara yang sedang bersantai di dalam rumah nya.
Clara tidak memperdulikan perkataan Stev sama sekali , Dia hanya duduk dan sibuk dengan ponselnya.
" Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan papa hah!, Mau jadi apa kau sebenarnya !" Teriak Stev lagi menggelegar.
Clara dengan kesal melihat ke arah Stev dan mencoba tersenyum kecut.
" Papa jika bukan aku yang menghabiskan uang mu , Siapa lagi yang akan menghabiskannya ."
Stev yang mendengarkan perkataan Clara mencoba menatap wajah Clara dengan murka .
__ADS_1
Plak
Tamparan keras di layang kan oleh Stev kepada Clara.
" Aws !" Clara memegang pipinya itu dengan cepat , Tamparan Stev begitu keras hingga membuat kulit nya memerah.
" Papa menamparku ?"
Clara mencoba bangun kini bulir bening di pipinya menetes begitu saja tanpa Clara tahan .
" Clara jawab dengan jujur sekarang ?, Apa kau telah berbuat sesuatu yang tidak papa ketahui. " Selidik Stev dengan mata merahnya , Rahang nya mengeras karena Clara tidak menjawab pertanyaan nya tapi hanya membantahnya .
" Hiks hiks papa sangat jahat ! Kenapa papa menamparku ." Clara bukannya menjawab namun dia malah menangis sangat kencang.
" Jawab papa dulu ?, Apa kau sudah membuat masalah yang tidak papa ketahui , Coba lah untuk jujur pada papa ."
Kemarahan Stev tidak terbendung lagi , Clara sangat ketakutan dan menangis dengan kencang.
" Aku tidak berbuat apa- apa papa , Kenapa papa tidak percaya kepada ku Hiks hiks ."
Clara ingin segera berlari ke atas namun Stev mencoba memegang tangan Clara.
" Jangan lari dulu , Cepat katakan dan jawab pertanyaan papa. " Stev menarik tangan Clara yang hendak masuk ke kamarnya itu.
" Papa lepaskan aku , Aku akan pergi dari rumah ini saja , Jika papa tidak mau mendengarkanku."
" Clara papa akan mengirimkan kamu ke panti asuhan jika sikap mu seperti ini. " Ancam Stev kepada Clara.
Clara seketika terdiam mendengar perkataan Stev .
" Apa papa, Panti asuhan ?" Tanya Clara menatap tajam manik mata Stev .
" Iya papa akan mengirimmu ke panti asuhan , papa sudah lelah mengurusi kamu yang sangat pembangkang ." Teriak Stev lagi dengan emosi yang sangat memuncak .
Drttt...
Drttt....
Suara ponsel Clara pun berbunyi seketika Stev dan Clara menatap layar ponsel itu bersamaan.
Stev yang melihat ponsel Clara mencoba untuk mengambil ponsel Clara .
" Papa Jangan ! " Teriak Clara yang ingin merebut ponsel dari Stev.
Bersambung.....
__ADS_1