
Ceklek
Pintu kamar Antoni tiba- tiba terbuka , Willi masuk sambil pergi mendekat ke arah Antoni dan membisikkan sesuatu .
" Kau mau kemana ?" Novi bertanya ketika melihat Antoni bangun dari duduknya dan cepat- cepat pergi keluar kamar dengan menutup pintu kasar.
" Sialan , Anak tidak tahu diri ." Desis Novi kesal .
" Anak itu susah sangat di atur."
Novi mencoba sabar , Mungkin hari ini dia tidak beruntung.
" Nyonya , Nona Clara sudah berada di masion ," Ucap seorang pelayan kepada Novi.
" Suruh dia masuk! " Novi pun keluar dengan senyum yang mengembang.
" Kita bertemu kembali tante. " Clara memeluk Novi dengan erat.
" Eh apa ini?" Novi mengedarkan pandangannya ke arah tangan Novi yang membawa sesuatu .
" Ini untuk tante , Oleh- oleh dari Kanada. " Clara memberikan sebuah tas untuk Novi.
" Terima kasih , Kamu sangat cocok menjadi menantu tante ." Novi bersorak girang atas pemberian Clara.
******
" Cepat lajukan mobil dengan kencang tambah kecepatan lagi ." Antoni memberi perintah .
Willi melaksanakan apa yang di perintah kan , Sesuai perintah mobil itu melesat ke arah tujuan seperti pembalap internasional.
" Lihat lah gadis itu sangat memprihatinkan , kasihan ya , Seperti seorang pengemis , Bajunya sobek," Ucap beberapa orang yang sudah mengerumuni seorang wanita yang tergeletak di jalan , Wanita itu tidak sadarkan diri.
" Minggir ." Antoni datang dengan tergesa dan membawa Keyra dalam pelukannya serta membawa ke dalam mobil untuk segera di selamatkan .
" Tuan , Kerumah sakit mana kita akan membawa nona ini ."
Willi bertanya sambil mengemudikan mobil dengan kencang dan Antoni duduk sambil memangku Keyra yang tidak sadarkan diri.
" Bawa pulang ke masion saja ." Jawab Antoni cuek.
" Sepertinya Tuan Antoni menyukai gadis ini ." Gumam Willi sambil menatap wajah Antoni tanpa dengan ekspresi.
Setelah beberapa jam mengemudi akhirnya mereka sampai di masion para pengawal dengan sigap membukakan pintu mobil.
" Willi panggil dokter Erik untuk memeriksa wanita ini ." Perintah Antoni dengan cepat.
" Oke bos..."
__ADS_1
Antoni pun mengendong Keyra dan membawa Keyra masuk ke dalam kamar.
" Ganti pakaian nya dan bersihkan tubuhnya." Titah Antoni kepada pelayan wanita.
Pelayan tersebut mengangguk dan melaksanakan perintah.
Kemudian Dokter Erik pun datang dan cepat memeriksa Keyra.
" Wanita ini sedang hamil dan terlalu lelah makanya tidak sadarkan diri , Jaga baik- baik kandungannya Antoni , Kau harus jadi ayah yang baik," Ucap Dokter Erik sambil menepuk pundak Antoni.
" A- apa ha - mil ,"
Antoni terbata mendengarkan penjelasan dokter Erik dan Dokter Erik meminta izin untuk pulang.
Antoni yang mendengarkan kabar itu merasa tidak berguna , Apa yang harus di lakukannya . Jika Opa nya mengetahui Antoni menghamili Wanita ini maka Antoni akan di usir dari masion , Fikiran Antoni penuh dengan ketakutan serta rasa bersalah.
" Hei lihat lah siapa ini?" Novi tiba- tiba datang , Melihat Keyra yang terbaring lemah tak sadarkan diri.
" Keluar dari kamar ini.." Antoni menatap marah kepada Novi , Matanya memerah membuat Novi sangat takut .
Tidak ada cara lain Novi pun keluar dari kamar itu .
" Sialan gadis itu , Kenapa dia disini?" Novi berdecak kesal. " Bisa- bisa wanita itu membuat rencana ku gagal.. " Novi bergumam dan berusaha mencari cara untuk bisa mengusir gadis itu.
Di sebuah ruangan bernuansa cream dan putih itu Keyra mulai membuka mata , Sudah terasa lama sekali mata nya tidak bisa terbuka.
" Nona , Jangan bangun dulu. " Pelayan wanita itu memegang tubuh Keyra dan membaringkannya lagi.
" Dimana aku dan i- ni , Baju ku kenapa begini ." Keyra bertanya lagi melihat pakaian sudah berubah seingat Keyra baju yang di kenakan terakhir bukan seperti ini.
" Saya di suruh oleh tuan Antoni untuk menggantikan baju nona , Dan nona harus banyak makan , Kata tuan Nona jangan terlalu berfikir keras nona harus menjaga bayi yang ada di dalam perut nona supaya sehat selalu." Ucap pelayan itu panjang lebar sesuai dengan perintah tuan.
" Oh terima kasih , Siapa namamu ?"
" Saya Reka Nona, Saya baru beberapa bulan bekerja di sini , Saya harap saya bisa membuat nona nyaman , Kenyamanan nona adalah yang terpenting bagi saya,"
Reka menunduk tanda hormat dan meletakkan beberapa makanan serta obat di meja makan di samping Keyra tidur.
" Saya tidak lapar Reka.. " Ucap Keyra sambil meneteskan air mata.
" Nona harus makan sedikit kalau memang tidak mau banyak , Nanti tuan akan marah kepada saya jika nona tidak mau menyentuh makanan sedikitpun dan berujung akan memecat saya.. " Reka tersenyum sambil ingin menyuapi Keyra .
Keyra pun meneteskan air mata , Di saat seperti ini masih ada yang perduli kepada nya .
Antoni di dalam kamar nya sedang mengamati cctv yang terpasang di kamar Keyra . " Dia wanita yang polos. " Gumam Antoni sambil memperhatikan setiap detail tatapan Keyra.
" Tuan sebaiknya Nona Keyra kita rawat di rumah sakit saja , Jika opa Tuan Antoni datang dan menanyakan siapa wanita itu bagaimana tuan , Jangan sampai tuan terkena masalah ." Willi memperingatkan Antoni dengan serius.
__ADS_1
" Dia mengandung anakku Will, Bagaimana mungkin aku tidak mengawasinya , Aku harus menjadi orang yang bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. " Ucap Antoni menatap tajam Willi.
Willi pun tidak bisa berkata- kata lagi .
" Baiklah tuan , Saya akan berusaha membuat semua nya aman,"
Willi beranjak pergi , Jika tetap di sana mungkin Antoni akan emosi.
Antoni pun terdiam dan memikirkan bagaimana akan selanjutnya , Apakah semuanya akan hilang karena kesalahannya.
***********
Jam sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi Antoni bersiap- siap untuk ke kantor , Hari ini jadwalnya sangat penuh dan akan membuat nya 24 jam akan berada di kantor.
" Willi atur semua yang di perlukan wanita itu , Jaga kondisinya jangan lelah , Jangan menyuruh nya melakukan apapun , Jaga dia dan jangan sampai dia melarikan diri.. "Antoni bergegas keluar bersiap untuk ke kantor .
" Baik tuan."
Lain halnya dengan Keyra yang berada di dalam kamar sedang termenung sudah 2 hari ini dia berada dalam kamar , Terasa bosan namun infus masih ada di tangannya , Kondisinya mulai membaik.
" Reka , Tolong lepaskan infus ini dari tangan ku ." Pinta Keyra dengan lembut.
" Oh nona jangan , Tuan akan marah jika mengetahui nya , kondisi nona belum sangat stabil , Saya akan di pecat nona.." Reka kelihatan memelas tidak mau melepaskan .
" Baiklah !" Keyra mencoba menurut agar Reka tidak terkena masalah.
Prok
Prok
Prok
Novi bertepuk tangan melihat Keyra dan Reka berbicara.
" Sepertinya kamu belum sadar diri , Dasar wanita sialan ." Ucap Novi sinis.
" Aws.. " Novi menarik rambut Keyra sangat keras membuat Keyra meringis kesakitan.
" Jangan nyonya ." Teriak Reka dengan kencang.
Plak
" Kau jangan ikut campur.." Novi menampar Reka , Reka hanya bisa diam sambil memegang pipinya yang sakit.
" Sekarang kau keluar dari masion ini, " Ucap Novi dengan suara menggelegar.
Bersambung......
__ADS_1