
" Keyra ..! " Teriak Antoni kencang ketika Antoni sudah masuk ke dalam gudang itu dan melihat Keyra sudah terkapar tidak berdaya lagi .
" Willi ...Ayo kita bawa Keyra ke rumah sakit secepatnya ."
Antoni yang panik seketika mencoba mengendong Keyra dan langsung membawa nya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Antoni berlari sangat kencang .
" Tolong selamatkan wanita ini ." Teriak Antoni dan membawa Keyra dengan cepat.
Para perawat itu langsung menyambut kedatangan Antoni dan memberikan perawatan insentif kepada Keyra.
Antoni yang merasa gelisah mencoba untuk mondar mandir menunggu dokter yang memeriksa Keyra agar segera keluar.
" Tuan..Ayo kita makan dulu , Tuan belum makan sama sekali bukan."
" Aku tidak berselera Willi..Kau duluan saja ." Tolak Antoni kepada Willi dan Antoni sangat gelisah memikirkan Keyra.
" Tuan ..! saya tidak mau anda bisa sakit karena anda tidak makan apapun hari ini , Saya mohon tuan makan lah sedikit."
Willi menatap Antoni tajam dan melihat Antoni yang sangat gelisah .
Ceklek
Seketika Antoni langsung menghampiri dokter yang menangani Keyra .
" Dokter ..! Bagaimana keadaan pasien di dalam ?"
Antoni terlihat sangat takut Keyra kenapa- kenapa.
" Nona itu hanya trauma saja tuan , Anda boleh menjenguk nya sekarang , Sebentar lagi pasien akan sadar ." Dokter itu menjelaskan panjang lebar kepada Antoni.
" Terima kasih dokter."
" Sama- sama , Kalau begitu saya pamit."
Antoni pun mengangguk kan kepalanya pelan ketika dokter itu sudah pergi Antoni langsung masuk ke dalam ruangan Keyra di rawat.
" Rupanya tuan Antoni sangat menyukai nona Keyra." Gumam Willi melihat keseriusan Antoni.
Dengan hati yang sangat terpukul dan susah , Antoni kini sudah berada di depan Keyra.Keyra yang sedang terbaring di ranjang pasien sama sekali tidak bergerak .
" Keyra..! Maafkan aku ." Seketika air mata Antoni mengalir begitu saja dan membuat pipinya basah.
Antoni mencoba mendekat lagi ke arah Keyra dan mencoba memegang tangan Keyra yang lemah , Keyra sudah semakin kurus saja .
" Keyra ..! Ayo bangun lah ..Anak- anak kita sedang menunggu mu ." Antoni yang tidak bisa membendung air mata nya itu langsung menangis.
Air mata laki- laki itu menginsyaratkan kesetiaan bukan , Kini Antoni menangis sejadi - jadi nya di hadapan Keyra , Harapan Antoni hanya satu sekarang , Antoni berharap Keyra akan siuman dan sembuh .
-
-
__ADS_1
Brak...
Stev dengan kencang mengebrak kan meja di hadapan Clara.
" Dasar anak tidak berguna ..Kau telah membuat papa malu ." Teriak Stev dengan kencang dan membuat Stev semakin emosi , Rambut Clara di tarik oleh Stev dengan kencang .
" Aws..Papa!, Maafkan Clara hiks hiks."
Clara sekarang menangis sejadi - jadinya karena Stev begitu marah kepada nya .
Stev sangat marah kepada Clara begitu tahu Clara sudah bermain panas dengan Rendi ,Sewaktu dulu berpacaran .
" Aaaaa...Aku harus bagaimana sekarang..Antoni tidak mungkin bisa menerima mu jika tahu kau sudah melakukan hal bodoh bersama dengan laki - laki itu ." Teriak Stev lagi dan memegang kepala nya yang sangat berdenyut kencang .
" Papa ..! Tolong nikah kan aku dengan Antoni , Aku sangat menyukai nya , Dia segalanya bagi ku."
" Dasar anak tidak tahu diri , Kau sangat bodoh Clara ...Bagaimana mungkin Antoni tidak mengetahui semua ini , Jika dia sudah tahu kebenaran itu , Ketika kalian menikah , Antoni pasti akan meminta berpisah dari mu."
" Tidak .. Papa! , Nikah kan dulu kami setelah itu aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri ."
" Ah papa sudah tahu lagi ."
Stev beranjak pergi dan meninggalkan Clara yang sedang menangisi dirinya itu.
" Hiks hiks , Ini semua pasti gara - gara Anggi ." Gumam Clara mengengam tangan nya erat .
Clara menghapus air mata nya dan langsung keluar dari rumah nya itu.
-
-
" Anggi ..! Keluar lah , Aku tahu kau pasti berada di dalam bukan .Sekarang keluar lah aku akan membuat perhitungan dengan mu ." Teriak Clara yang sudah sampai di depan rumah Anggi dan meneriaki Anggi yang tidak kunjung keluar untuk bertemu diri nya .
Tok..
Tok..
Dengan kencang Clara mengetuk pintu rumah Anggi .
" Anggi ...Kau jangan bersembunyi di dalam."
Brak ...Tukkk..
Clara mencoba memukul pintu Anggi yang terkunci itu . Clara sangat marah kepada Anggi yang telah membuat masalah dengan nya .
Ceklek ...
Anggi yang keliatan terkejut seketika tersenyum melihat kedatangan Clara.
" Hahaha...Aku sungguh bermimpi sekarang Clara , Kenapa kau sampai datang ke rumah ku."
" Dasar kau wanita sialan ."
__ADS_1
Clara yang tidak tahan lagi langsung menarik rambut Anggi dengan kasar .
" Aws..Lepaskan aku. " Teriak Anggi yang merasa kesakitan , Dan mencoba memegang rambutnya itu .
" Aku tidak akan pernah melepaskan mu , Kenapa kau sangat tega tidak menjaga rahasia ku , " Desis Clara kepada Anggi.
" Kau yang telah kabur waktu itu Clara , Kau tahu aku terkena masalah dengan om tua yang menyebalkan itu , Kau yang harus membayar semua itu ." Teriak Anggi yang tidak mau kalah dengan Clara.
" Apa - apaan ini Anggi , Jadi benar kau yang telah membuka rahasia ku ." Clara semakin kencang lagi menarik rambut Anggi.
" Aws Clara ! Lepaskan aku ."
Anggi yang merasa kesakitan mencoba untuk menyuruh Clara untuk melepaskan rambutnya itu.
-
-
" Dasar asisten sialan ! , Kenapa kau sama sekali tidak becus dengan seorang wanita saja , Padahal aku telah membayar mu dengan cukup uang ." Karel terlihat sangat marah ketika mengetahui Keyra sudah bebas dan selamat.
" Tuan Antoni yang membebaskan wanita itu tuan.."
Seketika asisten itu menunduk karena takut dengan amukan Karel yang bisa memecatnya.
"Cari tahu di mana keberadaan mereka sekarang." Perintah Karel kepada asistennya itu.
Seketika asisten Karel menunduk dan menjalankan perintah dari Karel.
Di rumah sakit.
Antoni masih saja berada di samping Keyra , Keyra sama sekali tidak menunjukkan tanda - tanda apapun.
"Keyra ...! Maafkan aku yang telah menyiakan dirimu , Kau tahu aku sekarang selalu memikirkan mu ." Ucap Antoni dan mengambil tangan Keyra dan mengusap lembut tangan Keyra.
Keyra masih saja terdiam , Tubuhnya sama sekali tidak bergerak .
" Tuan ..! Apa sebaik nya kita pindahkan saja nona Keyra ke rumah sakit lain , Nona Keyra sama sekali tidak menunjukkan tanda- tanda akan segera sadar ." Ucap Willi kepada Antoni , Willi menatap Antoni dengan penuh iba , Karena Willi tidak pernah melihat Antoni menangis karena wanita .
" Willi ..! Lakukan yang terbaik , Aku sangat ingin melihat Keyra bangun , Aku sangat terpukul melihat keadaan Keyra seperti ini ."
" Baik lah tuan .. Saya akan mengurus semuanya sekarang ."
Willi mencoba untuk berjalan agar mengurus segera urusan perpindahan rumah sakit.
Brak..Bruk...
Tendangan di pintu yang sangat keras membuat Antoni seakan sangat terkejut dan menatap ke arah depannya itu.
" Mau apa kalian ke sini ?" Antoni mencoba bangun dari duduknya dan mencoba menatap orang yang menendang pintu ruangan Keyra di rawat.
"Apa kalian mau cari masalah dengan ku ?"
Mata Antoni seketika sangat merah ,Kini emosinya tidak bisa tertahan lagi.
__ADS_1
Bersambung...