
" Nyonya apa yang kau lakukan?" Tanya Willi memicingkan matanya melihat kejadian di depannya.
" Oh tidak , Saya hanya melihat rambut nya Keyra dan ingin membantu menyisirnya ." Jawab Novi sambil mengelus rambut Keyra dan menuntun Keyra duduk.
" Reka tinggalkan kami." Ujar Willi dengan perintah , Reka pun pergi meninggalkan kamar itu.
" Jangan coba- coba menyakiti wanita ini nyonya atau saya akan membuat perhitungan dengan anda. " Ancam Willi dengan tegas , Matanya merah menatap benci kepada Novi , Kalau saja wanita di depannya ini bukan ibu tiri Antoni mungkin Willi akan menghajarnya.
Novi tidak dapat berkata- kata , Dia pun keluar tidak ingin memperpanjang masalah.
" Kenapa wanita itu selalu beruntung, " Gumam Novi .
Perusahaan Antoni
Antoni yang sudah sampai di kantornya pun masuk ke ruangan nya.
" Sayang apa kabar? " Ucap Clara yang sudah berada di dalam kantor sambil ingin memeluk badan Antoni dengan kencang.
" Jaga sikap mu Clara ini kantor ." Tegas Antoni dengan tajam sambil melepas pelukan dari Clara.
" Di sini tidak ada siapa- siapa , Kenapa harus takut. " Kesal Clara
" Aku sudah menunggu mu selama 6 tahun , Aku sangat merindukanmu Antoni , Kapan kita akan menghabiskan waktu bersama.. " Goda Clara sambil duduk di atas pangkuan Antoni.
" Cukup Clara! " Ucap Antoni marah .
" Aku tidak ingin berdebat dengan mu." Antoni mendorong Clara hingga tersungkur ke bawah.
" Aws , Ka- u beraninya kau mendorong ku Antoni ." Teriak Clara sambil menangis .
" Jangan pernah menganggu ku ." Antoni berbicara tegas kepada Clara.
Clara pun berdiri dan keluar dari ruangan Antoni sambil menutup pintu kasar .
Willi yang melihatnya pun merasa bingung .
__ADS_1
" Ada apa dengan Nona Clara tuan ." Tanya Willi penasaran.
" Seperti biasa , Kelakuannya seperti anak kecil."
" Oh iya tuan.. " Balas Willi dengan cepat . " Sepertinya Nona Keyra harus berada di dekat tuan untuk sekarang, " Ucap Willi dengan menatap tajam ke arah Antoni.
" Kenapa?" Tanya Antoni melihat bola mata Willi yang ingin memberitahukan sesuatu seperti sangat serius.
Willi pun menjelaskan apa yang terjadi sehingga membuat Antoni marah.
Di masion
Keyra yang merasa sudah baikan sekarang keluar dari kamarnya , Sudah 3 hari Keyra tidak melakukan apa- apa , Rasa mualnya sedikit demi sedikit masih saja di rasakan Keyra namun berkat obat yang di berikan oleh dokter Erik badan Keyra sedikit lebih bertenaga.
" Ayo lah Keyra sekarang kau harus bekerja dan membantu orang- orang di dalam masion ini , Bukankah sangat tidak enak bergantung dengan orang lain ." Gumam Keyra melihat cermin di depannya .
" Ish banyak sekali bekas lebam di tangan dan di wajahku ." Ucap Keyra sedih atas apa yang menimpa nya.
" Selamat siang Nona !" Sapa Reka sambil menunduk dan tersenyum melihat Keyra sudah bangun lebih awal .
" Tuan sedang bekerja nona , Baiklah nanti saya akan temani nona berkeliling di sini , Apa nona sudah makan dan meminum obat. " Tanya Reka dengan senyum nya yang masih saja tergambar di wajahnya.
" Sudah , Saya merasa sedikit tidak enak badan karena hanya berada di dalam kamar ." Ucap Keyra dengan lirih.
Reka yang mendengarkan itu segera mengajak Keyra keluar kamar dan menemani Keyra untuk berkeliling .
" Di sini sangat luas Reka , Apa kau senang berada di sini ?" Tanya Keyra yang sedang melihat- lihat bunga di taman di samping Masion .
" Pemandangan nya sangat indah Reka tapi tidak dengan hidup ku ." Ucap Keyra sambil meneteskan air mata , Tiba- tiba Keyra mengingat kedua orang tuanya, Jika saja kedua orang tua nya masih hidup maka Keyra tidak akan merasakan hidup seperti ini , Apalagi jika ibu tirinya menemukannya kembali mungkin Keyra akan menghadapi masalah lagi .
" Nona tidak boleh menangis , Di sini sangat nyaman nona , Saya sangat bahagia bekerja di sini apalagi sekarang bisa menemani nona di sini , Ini sesuatu yang sangat saya ingin kan nona ." Ucap Reka sambil memegang pergelangan Keyra.
" Jangan panggil saya nona panggil Keyra saja ." Ujar Keyra .
" Baiklah no- na eh Keyra maksud saya. " Ucap Reka dengan tersenyum gembira.
__ADS_1
Sekarang di dalam masion Keyra mempunyai teman dan Keyra tidak merasa sendiri.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:00 wib , Antoni pulang lebih awal dari biasanya , Antoni berjalan cepat dan melihat Keyra duduk di sebuah kursi sambil membersihkan vas bunga yang berdebu.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya Antoni sambil memicingkan matanya.
" Eh tu- an sa- ya tidak melakukan apa- ap-a." Keyra menjawab dengan suara bergetar dia sangat takut kepada Antoni , Kejadian kemarin membuatnya lebih waspada .
" Terima kasih tuan telah menyelamat kan saya kemarin , Saya tidak akan melupakan atas apa yang tuan berikan kepada saya ." ujar Keyra sambil menunduk.
" Kenapa kau terus saja menunduk , Bagaimana dengan bayi ku , Apakah hari ini kau memberikan banyak nutrisi kepada nya ." Tanya Antoni tegas dan melihat sisi wajah Keyra yang merasa gugup.
" Maaf tuan , Sebaiknya anda melepaskan saya , Saya hanya menjadi beban bagi anda , Biarkan saya merawat anak saya sendiri tanpa bantuan dari anda ." Ucap Keyra menatap mata Antoni entah keberanian dari mana Keyra sanggup menatap mata Antoni.
" Saya tidak akan membiarkan anak saya terlahir tanpa ayah , Jangan bebankan dirimu , Jagalah baik- baik anak itu setelah dia lahir ke dunia saya akan membayar kamu dengan 3 kali lipat atas merawat anak saya ." Ucap Antoni seakan marah karena Keyra mencoba untuk menentang keinginannya dan menolak kebaikan Antoni.
" Sekarang tidur lah jangan membuat anak saya bergadang, " Ujar Antoni melangkah pergi dari hadapan Keyra.
Keyra hanya bisa terdiam , Takdirnya memang sangat pedih , Apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh Keyra , Dia sama sekali tidak tahu , Di fikiran nya sekarang hanya tertuju untuk segera lepas dari Antoni .
Di dalam kamar Antoni berfikir keras , Bagaimana jika gadis itu memaksa untuk pergi dan melakukan hal- hal yang tidak di inginkan .
" Willi urus secepat nya pernikahan kami ," Perintah Antoni dengan cepat kepada Willi .
Mendengarkan hal itu Willi sungguh terkejut namun perintah dari tuannya tidak mungkin di abaikan.
" Tuan jangan mempermainkan wanita itu," Willi angkat bicara setelah mendengar keputusan Antoni yang terlalu cepat.
" Fikirkan baik- baik masalah ini tuan saya tidak ingin tuan mendapati masalah yang lebih berat lagi kedepannya,"
Willi menjelaskan panjang lebar, Jalan ini terlalu cepat menurut Willi karena akan membuat masalah datang bertubi- tubi , Apalagi jika opa Antoni mengetahui hal ini mungkin Antoni akan di tendang keluar dari masion.
" Cepat laksanakan tugas mu Willi , Jika tidak saya akan mencari Asisten lain jika kau tidak mau menuruti ku ," Ancam Antoni.
Willi yang mendengarkan itu tak bisa berbicara lagi , Tuannya sangat keras kepala.
__ADS_1
Bersambung......