
Karel merasa sangat bingung terhadap sikap Antoni.
" Kenapa dia ke apartement , Semenjak dia kehilangan ibu nya dia tidak pernah mau lagi ke apartement nya ." Gumam Karel memikirkan Antoni .
Keesokan hari nya seperti biasa Keyra bangun pagi- pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk Antoni dan anak - anak nya .
" Nona ...Tuan sudah dari tadi berangkat ke kantor , Sebaik nya jangan siapkan makanan untuk nya ." Ucap Willi menegaskan kepada Keyra ,.
" Kenapa pagi- pagi sekali harus berangkat ?" Tanya Keyra menatap Willi yang sudah rapi dengan pakaian nya itu.
" Saya tidak tahu nona ."
Willi memilih untuk beranjak pergi dari hadapan Keyra.
Willi pun mencoba untuk segera pergi ke kantor itu dengan cepat karena akan membuat Antoni merasa sangat lama harus menunggu dirinya .
" Aku pasti akan di omeli oleh tuan Antoni ." Ucap Willi mencoba mengemudikan mobil itu dengan kencang .
Namun di saat dia sedang mengemudi sebuah mobil tiba- tiba menghadangnya.
****...
Willi menghentikan mobil nya dengan cepat agar tidak menyebabkan kecelakaan .
" Sial...Kenapa mobil itu menghadangku ." Willi mencoba turun dari mobil dia seakan sangat kesal karena mobil itu mencari gara- gara dengan nya.
" Hei ...Kenapa kau menghadang jalan seperti ini , Kau ingin mati ya ?"
Willi sangat kesal mobil itu sama sekali tidak meresponnya , Kaca jendela pun sama sekali tidak di turun kan .
" Hei orang gila , Kau sangat sombong. Aku berbicara dengan mu , Bisa kah kau turun dari mobil."
Willi sangat marah atas kelakuan orang yang di dalam mobil itu sangat tidak sopan dan sangat sombong sekali.
Willi seketika menghentikan ocehannya itu dan mulai masuk ke dalam mobil ,Kesabarannya sekarang semakin menipis.
" Hei...Tunggu dulu ."
Seketika langkah Willi terhenti ketika mendengar seseorang menyuruhnya berhenti.
Willi membalikkan badannya dengan cepat.
" Willi ...Santai saja , Bagaimana kalau kita ke restoran itu dulu untuk sekedar berbicara ."
Tomi seketika menunjuk sebuah restoran di depan mereka itu.
Willi pun mengikuti kemauan Tomi dan berjalan mengikuti nya.
-
-
-
Di sisi lain Clara sedang menyendiri di kamar nya itu.
" Ah ...Di kamar ini sungguh membosankan." Clara mencoba mengambil ponselnya itu dengan cepat.
Tring..
Tring...
__ADS_1
Suara dering ponselnya pun berbunyi membuat Clara segera mengangkat telfon dari ponselnya itu.
" Ini siapa ya ?" Tanya Clara kepada si penelfon karena tidak ada nama kontak di ponsel nya itu.
" Clara ayo kita bertemu !" Ajak seseorang di seberang sana dengan tegas dan seakan sangat senang.
Clara pun terdiam dia seakan mengenali suara yang di dengar nya itu .
" Jangan nganggu aku lagi Rendi ."
Seketika Clara merasa panik karena laki-laki yang menelfonnya itu adalah mantan pacarnya dulu.
" Clara ..Kau jangan takut , Ayo kita bersenang- senang , Bukan kah kau sangat menyukai aku ?"
" Dari mana kau mendapatkan nomor ponsel ku ?" Clara bertanya lagi kepada Rendi tanpa menjawab pertanyaan dari Rendi itu.
" Aku mendapatkan nomor ponsel mu dari Anggi , Kau jangan jual mahal Clara ..Aku akan menunggu mu sampai kapan pun ."
Tit...
Clara memutuskan percakapan dengan Rendi tiba- tiba.
Clara terasa sangat bergetar , Jantung nya berdebar sangat kencang dan merasa sangat ketakutan .
" Sial ..Anggi sangat kurang ajar , Dia menambah beban ku ." Gumam Clara mengempalkan tangan nya sangat marah memikirkan Anggi yang tidak merasa puas telah memerasnya sekarang , Dan sekarang Rendi datang lagi kepada Clara , Padahal Clara sudah membuang jauh- jauh mantannya itu .
" Bagaimana ini ! , Apa yang harus aku lakukan?..Rendi laki - laki yang sangat nekat dia akan melakukan apapun agar segera mendapatkan yang dia ingin kan ."
" Clara ..."
Stev tiba- tiba membuka pintu kamar Clara ..
" Pa- pa ada apa?" Seketika Clara menatap Stev dan menjawab dengan terbata.
" Clara sayang ..Kau kenapa ? , Apa kau sakit ?" Tanya Stev mencoba mendekat ke arah Clara dan memegang kepala Clara .
" Kau sama sekali tidak demam ,Apa yang membuat mu seperti panik sayang?" Stev merasa curiga terhadap sikap Clara ,
" Clara tidak apa- apa papa .., Apa papa mau berangakat ke kantor ."
Clara mencoba bersikap supaya Stev papa nya itu tidak merasa curiga dengan nya ..
" Benarkah kau tidak apa- apa sayang ?"
" Benar papa ..Papa tidak perlu khawatir ."
Clara mencoba tersenyum kepada Stev.
" Oh baik lah , Sekarang istirahat lah di rumah Clara dan jangan kemana- mana ."
Stev mencoba mengelus rambut Clara dan mengecup pipi Clara pelan. Sehingga Stev beranjak pergi dan menutup pintu kamar Clara.
Clara merasa sangat lega karena Stev tidak curiga dengan nya sama sekali .
" Sekarang aku harus bagaimana ya ...Kenapa wanita gila itu memberikan nomor ku kepada Rendi ." Clara merasa sangat waspada dan tidak tahu apa yang akan di lakukannya sekarang karena mantan pacar nya itu akan melakukan hal - hal gila yang bisa merugikan Clara sendiri.
Tringg
Tringg...
Suara ponsel Clara berdering lagi sehingga membuat Clara semakin syok saja .
__ADS_1
Clara sangat merasa ketakutan ternyata yang menelfon nya lagi adalah Rendi . Dia tidak mengangkat telfon itu dan membiarkan ponsel nya itu berdering sendiri .
Tit....
Tit...
Suara Klakson mobil di bawah kini tambah membuat Clara sangat takut.
Clara mencoba membuka Gorden jendelanya itu dan mencoba melihat siapa yang datang. ..
" Siapa yang datang ya ?"
Clara masih menerka- nerka siapa yang berada di dalam mobil , Mobil itu terasa sangat asing , Clara belum pernah melihat mobil itu sebelum nya .
-
-
Tok ...
Tok...
Keyra yang mendengar ketukan pintu apartement dari arah luar mencoba untuk membuka pintu dengan segera.
" Anda siapa ?"
Keyra begitu terkejut melihat seorang pria berpakaian jas hitam dan sangat menakutkan dengan badannya yang sangat besar .
" Kita bertemu lagi nona ."
Seseorang pria mencoba tersenyum kecut melihat Keyra .
Sedangkan Keyra sangat ketakutan sekarang...
Di sisi lain Clara merasa sangat takut .
Drtt..
Drtt..
Sebuah pesan masuk di ponsel nya lagi.
( Clara buka lah pintu nya sayang , Aku datang sekarang).
Rendi ...
Clara sangat tercengang menatap pesan di ponselnya sekarang ternyata Rendi sangat nekat datang ke rumah nya , Apalagi sekarang dia hanya sendiri di rumah dan tidak ada seorang pun di rumah nya.
" Tidak...Tidak !..Aku harus bagaimana sekarang ?" Teriak Clara membungkam mulut nya sendiri dan badannya terasa sangat bergetar karena sangat takut .
Di bawah sana Rendi yang kesal tidak ada respon dari Clara mencoba membanting pintu pagar rumah Clara ..
Brak brukkk pukkk...
Suara hantaman keras di pagar itu membuat Clara semakin takut.
" Aaaaa...Aku sangat takut . Antoni aku harus menelfonnya segera ."
Clara dengan bergetar mencoba mengambil ponselnya dengan cepat agar segera menelfon Antoni agar meminta pertolongan kepada Antoni .
" Clara sayang ..Aku datang sekarang ." Teriakan Rendi semakin terasa dekat dengan Clara sekarang ...
__ADS_1
Bersambung...