
" Kakak !"
Seketika Antoni menatap wanita itu.
" Tuan ! Kita harus pergi ."
Willi mencoba mengajak Antoni untuk pergi.
" Kakak! Kenapa kau menghindari ku ?"
Wanita itu dengan cepat mengejar Willi .
" Siapa dia Willi ?" Mereka sudah berada di dalam ruangan , Antoni bertanya sambil menatap Willi yang mulai gelisah.
" Tuan ! Sebenarnya dia itu bukan siapa- siapa saya ."
" Kenapa dia memanggil mu dengan sebutan kakak, Tentunya wanita itu tidak mungkin salah mengenal seseorang ."
" Maaf tuan saya permisi sebentar."
Tanpa menghiraukan pertanyaaan Antoni , Willi keluar begitu saja.Sedangkan Antoni masih dengan wajah penasarannya sangat bingung.
" Siapa wanita itu ,,Apa mungkin wanita itu pacarnya ." Gumam Antoni sambil menggelengkan kepalanya itu, " Tidak mungkin seorang Willi mempunyai pacar ."
-
-
-
" Mommy ! , Eki dan Ena angen om Anconi ( Mommy ! , Eki dan Ena kangen om Antoni )."
" Mommy ! Ena mawu main cama om Anconi ( Mommy ! Ena mau main sama om Antoni )."
Reki dan Rena tampak sangat sedih karena tidak bertemu dengan Antoni.
" Sayang ! Kita tinggal sama tante vioni dulu , Kasihan loh tante Vioni sendiri ."
Keyra mencoba berbohong dan membujuk Reki dan Rena untuk tidak sedih.
" Tapi Eki angat angen om anconi Mommy !, Eki mau alan - alan cama om Anconi ( Tapi Eki sangat kangen om Antoni mommy! Eki mau jalan - jalan sama om Antoni) ."
Keyra mencoba memeluk Reki dengan erat .
" Sayang ! Mommy janji Reki dan Rena akan mommy ajak jalan- jalan kalian ."
Keyra mencoba berusaha sabar untuk membujuk Reki dan Rena yang sudah teringat dengan Antoni .
" Mommy ! Anji yah( Mommy ! Janji ya ). " Reki dan Rena tersenyum dan bermain - main bersama.
-
-
-
__ADS_1
" Kak ! Kenapa kau tidak pulang saja pada mama dan papa , Mereka sangat mengkhawatirkan kakak."
Ucap Seorang gadis yang mencoba dekat dengan Willi , Willi mencoba mencari tempat berbicara yang paling aman dan tidak di ketahui oleh orang lain.
" Vio ! Kau tahu aku sangat bosan bersama papa dan mama , Jangan cari aku , Aku akan pulang jika aku sudah ingin pulang ."
Willi memalingkan wajahnya agar tidak melihat Vioni yang menatap nya tajam.
" Kakak! Kenapa kau terus saya seperti itu , Kami sangat rindu kepada mu , Kenapa kakak tidak mau pulang dan bertemu Mama dan papa sekali saja ."
" Vio! Jaga rahasia ini , Orang- orang di sini jangan sampai tahu jika kau adikku , Aku akan sangat marah jika kau tidak mau mendengarkan ku. "
Willi beranjak pergi setelah berucap kini tinggal Vioni sendiri di sana.
" Kakak ! Kau sangat jahat." Teriak Vino memanggil Willi yang sudah menjauh.
Willi pun tidak menghiraukan sama sekali Vioni yang menangis.
" Awas saja kak ! Aku tidak akan membiarkan kamu di sini selamanya. " Gumam Vioni terlihat marah karena Willi sangat keras kepala.
***
" Kenapa Keyra pergi begitu saja ?"
Antoni mulai berfikir keras dan memegang kepalanya yang sangat pusing tersebut.
" Sayang ! Aku sudah menghubungi mu tapi kau tidak menjawabnya."
Tiba- tiba Clara datang dan mencoba mendekati Antoni yang duduk termenung.
Antoni yang terkejut dengan panggilan Clara mencoba menatap Clara dengan tajam.
" Clara! Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu . " Teriak Antoni karena sangat terkejut.
" Sayang ! Aku sudah berteriak memanggil mu tapi kau sama sekali tidak mendengar."
Clara yang mendengar Antoni berteriak mulai tidak terima.
Tok....
Tok....
Tok....
" Tuan ! Clien kita sudah berada di sini, Seorang Clien ini sangat berpengaruh karena bisa bekerja sama dengan perusahaan kita ."
Willi datang dengan muka datar.
Antoni dan Clara yang sedang berada di ruangan itu menatap tajam ke arah Willi .
" Ayo ! Willi kau tahu aku sudah sangat muak harus berada di dalam ruangan bersama wanita ini ."
Antoni mencoba bangun dan beranjak dari hadapan Clara ,
" Sayang ! Kau sangat jahat aku sudah membatalkan semua pekerjaan ku agar bisa bertemu dan makan siang bersama mu. " Desis Clara kesal karena Antoni pergi begitu saja.
__ADS_1
Clara mengempalkan tangannya tidak terima dengan semua ini .
Antoni pun beranjak ke tempat yang telah di tentukan oleh client nya itu , Mereka akan bertemu di sebuah gedung megah dan besar.
" Willi ! Kau tidak salah kenapa harus bertemu di tempat seperti ini , Apakah Client kita seorang perempuan ."
Ucap Antoni dan setengah berbisik ke telinga Willi ketika sudah berada di gedung mewah itu.
" Saya tidak tahu tuan ! Saya tidak mengenal client kita itu , Dia sangat tertutup dan rahasia ."
Willi menatap Antoni dengan datar.
" Seperti nya ini sangat menarik , Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan client itu."
Willi seketika menatap Antoni dengan perasaan entah lah , " Tuan Antoni baru saja kehilangan nona Keyra , Apa dia akan mencari wanita lain. " Gumam Willi larut dalam pemikirannya yang tidak menentu .
" Sudah lah ! Kau jangan melamun aku akan terlambat. " Antoni mulai menarik Willi agar berjalan karena Willi sedang berdiri mematung di tempat nya itu.
" Willi ! Bagaimana dengan Keyra apa kau sudah mencari tahu keberadaan nya ?." Tanya Antoni lagi di sela- sela berjalannya .
" Belum tuan , Saya belum mengetahui dimana nona Keyra berada ."
" Sepertinya aku sendiri yang harus mencari dia bersama anak- anak ku. " Gumam Antoni sambil berjalan agar bisa bertemu dengan clien secepatnya.
" Tuan ! Sepertinya itu meja client kita karena asistennya sudah memberitahu kepada saya ."
Willi dan Antoni pun pergi ke sebuah meja , Di sana sudah ada Satu orang yang duduk.
" Tuan ! Dugaanmu sangat benar client kita seorang perempuan ." Bisik Willi kepada Antoni ketika hendak berjalan ke meja itu.
" Apa kita batalkan saja kerja sama kita dengan client itu Antoni merasa sepertinya tidak ada yang beres ."
" Jangan tuan ! Client itu sangat berpengaruh ."
" Benarkah Wil?" Tanya Antoni dengan sorot mata tajam nya seakan Antoni sungguh tidak percaya.
" Permisi nona ! ".
Wanita yang sedang duduk sendiri itu pun berdiri dan berjabat tangan dengan Antoni dan Willi.
" Silahkan duduk pak!, Maaf bos saya sedang ke toilet sebentar ."
" Baik lah ."
Antoni dan Willi pun mencoba duduk di tempat yang telah di sediakan.
" Tuan ! Bos saya ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan tuan Antoni , Kami ingin memulai bisnis bersama- sama dengan perusahaan tuan , Apakah tuan bersedia ?" Tanya Asisten itu dengan tersenyum kepada Antoni .
" Baik lah , Saya akan mempertimbangkan semua itu setelah saya bertemu dengan bos anda."
Antoni melihat- lihat kenapa clietnya ini sangat menyebalkan biasanya mereka akan tepat waktu dan di siplin , Bukan seperti ini Antoni dan Willi harus menunggu dengan waktu yang lama .
" Maaf lama menunggu! " Wanita itu tersenyum menatap Antoni dan Willi dengan ceria dan ingin menjabat tangan dengan Antoni .
Sedangkan Willi seketika sangat terkejut melihat wanita yang berada di depannya sekarang .
__ADS_1
Bersambung......