
" Tuan ..! Anda di suruh tuan Karel untuk pulang." Pria itu seketika langsung ingin menarik Antoni.
Brak.....
Pukulan yang keras di layangkan oleh Antoni kepada pria itu dengan bertubi- tubi .
" Kalian jangan berani untuk membawa ku pergi begitu saja ."
Antoni mencoba memperingatkan pria suruhan dari Karel itu untuk segera pergi.
Sehingga pria yang di hantam oleh Antoni itu langsung pergi karena tidak mau amukan Antoni semakin menjadi - jadi.
" Tuan..! Kita harus segera mengetahui siapa yang menyebabkan nona Keyra seperti ini ."
Willi seketika menatap Antoni dengan tajam .
" Aku serahkan semua itu pada mu Willi. "
Willi pun mengganguk dan beranjak pergi dari hadapan Antoni .
Antoni yang sangat kesal karena pria suruhan dari Karel itu mencoba meredakan emosi di hadapan Keyra .
" Keyra ..! Cepat bangun lah kenapa kau terus tidur di tempat membosankan itu ."Gumam Antoni mencoba mengengam tangan Keyra dengan erat , Antoni tidak mau kehilangan Keyra begitu saja.
Antoni kini mengharap keajaiban supaya Keyra bisa selamat .
Tangan Keyra seakan bergerak mata Keyra seakan ingin terbuka .
" Tuan..! Terima kasih ."
Deg ..
Antoni seketika terkejut melihat Keyra memanggil namanya.
" Keyra..! "
Antoni yang sedang meneteskan air mata itu seketika mencoba memeluk Keyra dengan erat.
" Tuan..! Aku tidak bisa bernafas."
Keyra tersenyum melihat Antoni yang begitu rindu kepada nya itu.
" Keyra..! Kau harus bertanggung jawab , Kau yang telah membuat ku setengah gila dan terus memikirkan kamu ."
" Tuan ...Saya minta maaf."
" Kenapa kau selalu memanggil ku tuan .Berhenti lah selalu memanggil nama ku dengan tuan , Apa aku terlalu tua sehingga kau memanggil ku tuan, "
" Emmhh tu-an , Memangnya aku harus memanggil tuan apa ."
" Kau harus memanggil ku sayang ." Jawab Antoni dengan cepat .
" Tuan itu sangat berlebihan."
" Pokoknya aku tidak mau kau memanggil ku tuan ."
" Baiklah ."
__ADS_1
Keyra mencoba tersenyum kepada Antoni.
" Mommy ." Sorak Reki dan Rena bersamaan dan memeluk Keyra dengan erat .
" Mommy ..Cenapa tiyak biyang Eki dan Ena kalau mawu pelgi ( Mommy ...Kenapa tidak bilang Eki dan Ena kalau mau pergi ). " Reki sangat cemberut dan tidak mau lepas dari pelukan Keyra.
" Mommy ..Tiyak cayang ama cita loh( Mommy...Tidak sayang sama kita loh)." Rena pun kelihatan cemberut kepada Keyra.
" Sayang ...Kalian jangan begitu , Mommy lagi sakit loh." Ucap Antoni tersenyum kepada Reki dan Rena .
" Daddy .."
Reki dan Rena pun mencoba memeluk Antoni dengan sangat kencang .
Sehingga membuat Antoni membulatkan matanya ketika mendengar Reki dan Rena memanggilnya dengan daddy .
" Kalian panggil apa tadi ." Seketika Antoni melepaskan pelukan dari Reki dan Rena .
" Daddy ." Sorak Reki dan Rena tersenyum ke arah Antoni.
Antoni yang tidak kuat menahan air matanya kini mengalir begitu saja . Antoni sangat terharu karena Reki dan Rena sudah bisa memanggilnya dengan sebutan daddy , Antoni merasa sangat bahagia.
Keyra pun sangat terharu melihat Reki dan Rena beserta Antoni yang sangat bahagia sekarang .
" Kalian melupakan mommy sekarang ." Cetus Keyra merasa cemburu karena Reki dan Rena tidak menghiraukan dirinya malah asik memeluk Antoni dengan sangat lama .
Reki dan Rena pun seketika melepas pelukan dari Antoni dan mencoba mengambil tangan Keyra dan Reki dan Rena juga menarik tangan Antoni.
" Mommy cama daddy harus cama- cama secarang yah ( Mommy sama daddy harus sama- sana sekarang yah)."
" Kapan aku bisa menemukan pasangan ." Gumam Willi merasa iri melihat Antoni dan Keyra tersenyum.
Willi sangat dilema karena terus saja menjomblo dan tidak ada yang mau bersama nya .
" Keyra ...Ayo kita pergi dari kota ini segera ..!"
" Kita harus kemana tuan." Keyra terlihat syok mendengar penuturan dari Antoni.
"Willi siapkan mobil untuk kami , Dan usahakan persiapkan semua barang yang kami butuhkan ." Perintah Antoni kepada Willi .
Willi seketika mengangguk dan tersenyum sehingga Willi beranjak pergi .
" kita akan kemana tuan?" Tanya Keyra kepada Antoni dengan tajam .
" Kita akan pergi jauh dari kota ini , Aku tidak sanggup harus kehilangan mu lagi keyra." Jawab Antoni jujur kepada Keyra .
" Ta- pi tuan , Jika tuan Karel tahu , Dia pasti akan mencari kita ."
" Aku akan berusaha agar opa tidak tahu, Kau akan ikut bersama ku bukan ?"
Keyra yang mendengar penuturan Antoni merasa sangat terkejut. Mata Antoni menatap tajam kepada Keyra.
" Baik lah tuan."
Seketika jawaban kecil dari Keyra membuat Antoni berhasil tersenyum.
" Benarkah Keyra ..Aku sangat berterima kasih ."
__ADS_1
Antoni yang merasa sangat senang seketika mengambil Reki dan Rena untuk di peluk.
" Eh daddy atit tau (Eh daddy sakit tau )." Ucap Reki dan Rena bersamaan ketika Antoni mengendong mereka .
Willi yang hendak mengambil mobil nya segera masuk ke dalam mobilnya itu , Dia akan ke mansion dan akan mengurus semua yang di butuhkan Antoni , Willi merasa sangat senang karena tuan nya begitu sangat bahagia .
" Semoga tuan Antoni akan bahagia." Ucap Willi sambil mengemudikan mobil dengan kencang agar segera sampai di mansion .
" Aaaaaaa,,, Kenapa Antoni mau dengan wanita itu ." Clara merasa frustasi ketika tahu keberadaan Antoni melalui Karel.
" Papa..! Cepat nikahkan kami , Kau tahu bukan aku sangat mencintai Antoni , Tolong lah papa!" Teriak Clara di hadapan Stev yang sedang menatap Clara tajam.
" Kau akan papa nikah kan dengan lelaki lain , Papa tidak yakin Antoni akan menerima mu Clara." Seru Stev dengan cepat.
" Aku tidak mau papa, Jika kau tidak mau menikah kan aku dengan Antoni aku akan ."
" Tidak Clara..!" Seketika teriakan Stev begitu kencang tatkala Clara ingin mengambil pisau.
" Papa..! Jika kau tidak mau menikah kan aku dengan Antoni , Aku akan mati saja papa, Papa akan senang jika aku tidak ada lagi bukan." Ancam Clara mencoba menunjuk pisau itu ke arah tangannya .
" Clara...Kau sudah gila, Jangan macam- macam." Kini Stev ingin berdiri dan mendekati Clara.
" Jangan mendekat papa!"
" Clara papa janji akan menikah kan kalian berdua , Tapi letakkan pisau itu ."
Stev sangat panik harus membujuk Clara yang sangat keras kepala , Dan Clara tidak akan mendengarkan kata- kata nya lagi .
" Papa janji akan membuat Keyra dan Antoni menikah ."
" Iya Clara ."
Clara pun memindahkan pisau itu segera dari tangannya.
Drttt...
Drttt...
Ponsel Antoni berdering sehingga membuat Antoni menatap ponsel nya seketika itu.
" Ada apa pak Stev?"
Antoni merasa bingung kenapa tiba- tiba Stev menghubungi nya .
" Bisa kita bertemu sebentar Antoni , Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ."
" Apa itu pak?"
" Kau akan tahu setelah kita bertemu nanti ."
Stev mengakhiri percakapan nya dengan Antoni.
Antoni pun merasa sangat bingung sekarang.
" Apa yang akan dia bicarakan ."
Bersambung....
__ADS_1