
Keyra sangat ketakutan melihat siapa yang di depannya sekarang..
" Tuan Karel ."
Mata Keyra tercengang dan menatap tuan Karel dengan tegas , Seketika kaki Keyra mundur dan Keyra berlari.
" Hei cepat tangkap dia !"
Lelaki itu dengan cepat berlari dan mencoba menangkap Keyra.
" Aws ..Tolong lepaskan saya tuan..Saya minta maaf."
Keyra sangat ketakutan dan meringis kesakitan karena laki- laki itu langsung mencengkram nya.
" Bawa dia sekarang ke mobil , Dan jangan sampai dia kabur."
Karel dengan tanpa rasa kasihan memberi perintah kepada anak buah nya itu , Secepat kilat sang anak buah itu melakukan perintah.
" Tidak tuan ...Saya mohon lepaskan saya ." Teriak Keyra mencoba meronta- ronta .
Namun pengawal Karel itu sama sekali tidak bergeming dia tetap mencoba melakukan perintah dari Karel.
" Hahaha rasakan wanita yang tidak tahu di untung . Kau akan menderita setelah ini ." Karel tersenyum puas melihat Keyra sangat ketakutan .
" Ayo kita pergi sekarang ..!"
Karel dan pengawal itu beserta Keyra beranjak pergi dari apartement Antoni.
Di ruangan nya Antoni terlihat sedang senyum - senyum sendiri karena kejadian semalam , Dia mencoba memegang pipinya yang terkena pukulan Tomi semalam.
" Aws ,, Ternyata masih sakit ." Ketus Antoni berhenti untuk memegang pipi nya itu.
" Bagaimana dengan Keyra di rumah ya , Aku harus segera mengurus agar bisa kembali bersama Keyra ."
Antoni mencoba untuk memeriksa kan berkas- berkas penting di meja kerja nya itu.
Tit...
Tit...
Suara ponsel Antoni tiba- tiba berdering.
" Untuk apa Clara menelfon sepagi ini , Dia pasti akan menganggu ku ." Gumam Antoni mencoba membiarkan suara ponsel nya itu diam.
" Sayang ...Tolong angkat lah ." Clara yang seakan sangat panik dan beserta takut itu terus mencoba menelfon Antoni.
Tit..
Tit..
Berulang- ulang suara ponsel Antoni berdering sangat kencang sehingga membuat konsentrasi dari Antoni seketika buyar .
Antoni mencoba mengangkat ponsel nya itu.
" Sayang ...Tolong aku , Aku sedang berada dalam keadaan bahaya ."
Teriak Clara sangat ketakutan dan mencoba untuk menjelaskan bagaimana keadaannya kepada Antoni.
Seketika Antoni sangat terkejut atas penuturan Clara.
" Kau sedang tidak bercanda Clara ."
__ADS_1
Antoni seketika berdiri dari duduknya itu .
Namun pertanyaan Antoni sama sekali tidak di jawab lagi oleh Clara .
Antoni semakin panik dan beranjak pergi ke rumah Clara .
-
-
-
Tok..
Tok..
" Clara ..! Bukalah pintu ini ." Teriak Rendi dan mengetuk pintu dengan kencang .
Clara semakin bergetar dan tidak tahu apa yang harus di lakukan lagi .
" Aku tahu kau berada di dalam Clara ..Buka lah pintu ini jika kau tidak mau membuka nya aku akan menghancurkan pintu ini ." Ancam Rendi dengan tegas kepada Clara .
Seketika Clara yang mendengarkan ancaman dari Rendi itu seketika semakin gemetar dan menutup telinga nya.
" Siapapun tolong aku ." Gumam Clara sangat berharap ada seseorang yang membantu nya itu.
Di sisi lain Willi mencoba masuk ke sebuah restoran bersama dengan Tomi.
" Silahkan duduk dulu Willi ."
Tomi mempersilahkan Willi untuk duduk .
" Apa yang ingin kau bicarakan , Aku sedang sibuk dan tidak mempunyai banyak waktu ."
Seketika Tomi tertawa karena Willi sangat cuek .
" Jika kau tidak ke inti pembicaraan , Aku pamit ."
Willi membalikkan badannya karena bersama Tomi hanya membuang waktu nya saja.
" Hei tunggu lah dulu ."
Tomi mencoba mencegah Willi agar segera pergi .
Brak ...Buk ..Puk..
Willi seketika menarik tangan Tomi dan memukul wajah Tomi.
" Aws ...Lepaskan aku ..! Kenapa kau sangat kasar kepada ku." Tomi meringis kesakitan karena Willi mencoba untuk memukul nya .
Para pengunjung seketika melihat kejadian itu dengan cepat . Sehingga membuat keributan di restoran itu.
Sedangkan Willi sama sekali tidak bergeming , Dia beranjak pergi meninggalkan Tomi yang meringis kesakitan .
" Hei ..Tunggu pembalasan ku ."
Tomi sangat kesal karena sekarang tidak di anggap oleh Willi .
Sedangkan Willi sama sekali tidak melihat ke belakang dia memilih untuk segera pergi ke mobil nya dan mencoba pergi agar segera ke kantor.
Namun di tengah perjalanan menuju kantor. Willi seketika berbelok arah lagi menuju apartement.
__ADS_1
" Sial ..Aku lupa mengingatkan nona Keyra agar tidak membuka pintu ketika orang - orang datang .
Karena perasaannya yang tidak enak Willi seketika berbalik arah lagi , Dia pasti akan terlibat masalah jika terjadi sesuatu dengan Keyra.
" Aaaaaa huwaaa mommy ..Kenana? ( aaaaaa huwaaa mommy ..kemana ?) " Reki dan Rena menangis karena Keyra tidak kunjung datang kepada mereka.
Willi segera turun dari mobil nya dan dengan cepat ingin menemui Keyra .
Namun langkah nya terhenti tatkala Willi melihat pintu apartement sudah terbuka .
" Kenapa pintu terbuka begini ."
Willi sangat bingung kenapa Keyra sangat cereboh membiarkan pintu apartement terbuka.
Willi dengan cepat masuk ke dalam .
" Nona Keyra ..! " Panggil Willi berulang kali namun tidak ada jawaban sama sekali.
" Kalian kenapa !" Seketika Willi menghampiri Reki dan Rena yang sedang menangis .
" Mommy kenana Wiyyi huwaaa, Mommy idak ada ( Mommy kemana Willi huwaaa, Mommy tidak ada )" Reki dan Rena tambah menangis .
" Kalian jangan menangis oke , Sekarang om Willi akan mencari Mommy kalian ."
Willi dengan cepat mengendong Reki dan Rena dan membawa mereka ke dalam mobil.
Willi mencoba menelfon Antoni dengan cepat.
" Sial !! , Tuan Antoni tidak mengangkatnya ." Desis Willi kesal karena panggilan nya sama sekali tidak di angkat.
" Om Willi ..Ena dan Eki angat tacut ( Om Willi ..Ena dan Eki sangat takut )" Reki dan Rena pun memeluk Willi yang sedang mengemudi .
" Dinana mommy om Willi ?( Dimana mommy om Willi ?)" Reki dan Rena terlihat cemberut karena tidak bisa menemukan mommy nya.
" Kalian tenang ya ! , Om Willi pasti akan mencari mommy kalian ." Ucap Willi mulai menenangkan Reki dan Rena yang sedang gelisah.
-
-
-
Sementara Keyra merasa sangat takut , Hatinya sangat gelisah , Kini dia berada di tempat yang sunyi .
" Tolong ...! siapa pun di sana tolong selamatkan saya ." Keyra mencoba berteriak dan memegang kepalanya yang terasa sakit ,Entah apa yang terjadi Keyra sama sekali tidak mengetahui yang akan terjadi selanjutnya.
" Haha kau masih bertahan di sini ." Seorang pria itu menertawakan Keyra yang sedang bergetar sekarang.
" Tolong lepaskan saya , Saya mohon." Keyra mencoba meronta- ronta ingin lepas dari ikatan itu sekarang .
" Kau tidak akan pernah di lepaskan dari sini , Seharusnya dari awal kau tak bersama cucu ku ." Teriak Karel dengan keras ke hadapan Keyra .
" Maafkan saya tuan , Tapi sa- ya."
" Tidak usah banyak alasan , Sekarang kau harus membayar janji mu itu yang sudah kau ingkar ."
Karel berusaha ingin mendekat ke arah Keyra dan mencoba menarik tangan Keyra .
" Aws , Tuan...Tolong lepaskan saya ."
Rintihan demi rintihan yang di lontarkan oleh Keyra sama sekali tidak di perdulikan oleh Karel , Kini Karel sudah semakin jahat.
__ADS_1
Bersambung...