
Tatapan Antoni kini semakin panik.
" Kau serius Willi?" Tanya Antoni dengan sorot mata tercengang , Antoni mencoba berdiri dan bergegas pergi ke kamar Keyra .
Antoni menelisik ke semua ruang , Di kamar mandi pun dia sudah melihatnya...
" Willi cepat cari ke seluruh tempat di sekitar mansion ini. " Teriak Antoni dengan suara menggelegar karena dia sangat takut Keyra kenapa- kenapa.
Willi pun bergegas mencari Keyra .
" Kemana Keyra sebenarnya? " Antoni sangat takut Keyra di culik .
-
-
-
Di sisi lain Keyra , Reki dan Rena sedang berada di rumah Vioni ,.
" Kau sudah di usir ?" Teriak Vioni kencang saat mengetahui Keyra membawa tas besar.
" Bukan seperti itu Vioni , Itu a- ku belum bisa menjelaskan nya sekarang."
" Mereka sangat jahat Keyra , Kalau aku bertemu dengan papa nya Reki dan Rena itu , Aku akan memukulnya. " Geram Vioni kesal melihat kehidupan Keyra sekarang.
" Sudah lah Vio !! Mungkin semua ini sudah takdir ku ."
Keyra terlihat pasrah dan menunduk.
Vioni pun memeluk Keyra dengan erat.
" Kau bisa tinggal bersama ku di sini Keyra ! ".
" Ta- pi Vio , Aku tidak mau merepotkan mu ."
" Keyra kau selalu menolak jika aku membantu ku , Cobalah untuk tidak menolak Keyra , Kau itu sahabat ku , Mana mungkin aku membiarkan sahabat ku menderita."
" Tap- i Vio."
" Aku tidak mau menerima alasan apapun , Kau harus tinggal bersama ku , Dan kau tidak perlu kemana- mana , Aku akan memenuhi semua kebutuhan kalian ."
" Vioni kau sangat baik , Aku berutang budi kepada mu ."
" Kau lah yang sangat baik Keyra ."
Keyra pun tersenyum kepada Vioni , Karena Keyra telah bertemu dengan sahabat lamanya.
" Namun apakah kah ini rumah mu Vioni ?" Tanya Keyra membelalak kan matanya melihat rumah Vioni yang sangat besar , Hampir sama dengan mansion Antoni.
" Santai saja Key! , Ini rumah orang tua ku , Mereka sedang berada di amerika jadi mereka menyuruh ku tinggal di sini."
" Ta- pi rumah yang du - lu itu ?" .
" Itu hanya rumah kontrakkan Keyra ."
Vioni tersenyum menatap Keyra ." Jadi apa kau bersedia tinggal bersama ku!"
" Baik lah Vioni."
" Aku sangat merindukanmu Keyra ! , Aku terpaksa pergi ke amerika karena ibu ku yang menyuruh nya , " Ucap Vioni menjelaskan kepada Keyra.
" Aku juga merindukanmu Keyra, Kau tahu aku sangat ingin menelfon mu tapi nomor mu tidak terhubung sama sekali."
__ADS_1
" Maaf kan aku Vioni !, Aku sudah mengganti nomor ku ."
" Pantas saja , Jika aku menelfon mu tidak tersambung
,Baik lah sekarang kita harus bahagia ok , Jangan pernah ada kesedihan lagi ."
Vioni tersenyum menatap Keyra.
" Ante Cio , Eki dan Ena mawu main sama ante ( Tante Vio, Eki dan Ena mau main sama ante)."
Reki dan Rena terlihat sangat menyukai Vioni.
" Lihat lah Keyra , Keponakan ku ini sangat lah lucu - lucu ."
Vioni sangat gemas dan mencubit pipi Reki dan Rena bersamaan.
" Ante Cio , Atit tau( Ante Cio , sakit tahu ) ."
Reki memegang pipinya dan mengusap pelan karena Vioni telah mencubit pipinya itu .
" Tante Cio , Abit lagi yang encang hihihi ( Tante Cio , Cubit lagi yang kencang hihihi)."
Rena terkekeh melihat Reki yang memegang pipinya.
" Awas tau ya Ena ( Awas kau ya Ena ) ."
Reki yang terlihat kesal langsung ingin mengejar Rena yang sudah lari .
Keyra tersenyum melihat Reki dan Rena bahagia .
-
-
-
Willi menunduk mungkin setelah ini dia akan melihat kemarahan di wajah Antoni.
Brakk....
" Kemana dia pergi ?, Dia juga sudah membawa anak- anak ku , ini semua tidak akan pernah aku biarkan ."
Antoni sangat marah karena Keyra pergi.
" Mungkin Keyra bersama laki - laki itu ."
Gumam Antoni mencoba memikirkan Keyra.
" Ah sial , Pasti Keyra sangat menyukai laki- laki itu dan pergi bersama nya, Willi cepat cari Keyra , Aku sangat khawatir kepada anak- anak ku ."
" Baik tuan ! "
Willi beranjak pergi dari hadapan Antoni , Willi tidak mau melihat kemarahan Antoni lagi .
Saat Antoni hendak menyuruh Willi untuk mencari Keyra namun opanya tiba- tiba saja datang ke hadapannya.
" Sudah lah Antoni , Jangan cari dia lagi , Wanita itu sudah pergi sendiri , Dan kau tahu dia juga sangat mata duitan."
Karel menatap mata Antoni yang seakan memancarkan kemarahan.
" Opa!! , Aku ingin mencari anak- anak ku ."
" Sudah ! , Kau sangat bodoh Antoni ."
__ADS_1
Karel mencoba mendorong Antoni yang hendak pergi mencari Keyra.
Plak
Karel melempar sebuah map besar ke arah Antoni.
Antoni yang melihat map itu , Matanya kini semakin memacu kemarahan.
" Opa !! Apa maksud semua ini?" Tanya Antoni dengan mengambil map itu dan membukanya. " Keyra ! Kau tidak mungkin melakukan ini ." Teriak Antoni ketika membaca surat itu.
" Kau lihat sekarang kan , Wanita itu sangat licik , Mungkin dia sudah menemukan laki- laki lain supaya menjadi target nya kedepan, Lihat lah Clara ! Bukan kah dia sangat menyukai mu , Coba lah untuk membuka hati untuknya sekali saja ."
Pinta Karel mencoba membuat Antoni semakin percaya .
Di sisi lain Keyra yang duduk termenung sendiri di depan rumah Vioni .
" Keyra! , Kenapa melamun terus."
Vioni bertanya kepada Keyra dan mencoba untuk duduk di samping keyra.
" Aku sedang mencoba memikirkan masa depan Reki dan Rena Vio! , Mereka sangat menderita gara- gara aku , Aku tidak berhak menjadi seorang ibu ."
Keyra mencoba menahan air matanya namun tidak bisa , Air mata nya lolos begitu saja.
" Keyra!, Jangan lah berbicara seperti itu , Kau masih punya aku , Aku akan selalu bersama kalian. " Seru Vioni memeluk Keyra erat.
" Ta- pi Vio , Aku selalu merepot kan mu."
" Tidak Keyra ! Sama sekali tidak , Jadi aku harap kau tidak bersedih seperti ini lagi ."
" Terima kasih Vio !, Kau sangat lah baik ."
Keyra mencoba tersenyum dan menghapus air matanya .
Di kantor.
" Keyra aku sungguh tidak percaya kepada mu, Kau sangat membuat ku kecewa , Kenapa kau tega menanda tangani surat cerai ." Gumam Antoni mencoba duduk dan memikirkan Keyra .
Antoni yang sedang sangat pusing akhirnya mencoba keluar dari ruangannya itu.
" Wanita sialan itu kemana ya ?, Kenapa hari ini tidak datang ke kantor. " Ucap karyawan 1.
" Iya mungkin dia sedang menggoda pria lain di luar kantor ini , Wanita itu sangat keterlaluan , Kasihan sekali pria yang menyukai wanita seperti itu ya ."
Umpat karyawan 2 .
Antoni yang mendengar kan perkataan karyawan itu semakin marah , Rahangnya mengeras.
" Hei kalian! , Kenapa kalian membicarakan orang lain , Tugas kalian hanya bekerja , Atau kalian mau aku pecat sekarang ."
Antoni berteriak sehingga membuat Karyawan itu sangat takut terhadap Antoni.
" Maaf tuan Antoni , Kami minta maaf ."
Secepat kilat mereka melarikan diri karena takut Antoni akan segera memecat mereka.
" Tuan ! Jaga emosi mu , Kau itu seorang Ceo , Apa kata dunia jika tuan seperti ini. " Willi datang dengan tiba- tiba ke hadapan Antoni.
" Kak Willi ?" .
Seorang wanita dengan kencang berlari ke arah Willi dan Antoni , Sehingga membuat Willi dan Antoni melihat ke sumber suara ....
Bersambung......
__ADS_1