Mengandung Anak Kembar Ceo

Mengandung Anak Kembar Ceo
Aku menerima mu


__ADS_3

" Kak ! Aku sudah mempunyai anak. "


Keyra sangat takut dengan pernyataan ini membuat Tomi menggangapnya wanita murahan.


" Haha Keyra ! Kau sangat lucu , Aku tidak meminta kamu untuk bercanda sekarang , Yang aku inginkan hanya jawaban dari mu ."


Kini Tomi tertawa menganggap Keyra membuat lelucon , Sehingga membuat Tomi sangat tertawa.


" Kak aku serius ."


Kini Tomi terdiam melihat Keyra sudah menunduk.


" Kau serius Keyra ! " Tomi seakan tidak percaya atas apa yang di sampaikan Keyra.


" Kak ! Kau pasti tidak akan menerima ku bukan ?" Tanya Keyra dengan sendu melihat sikap Tomi yang berbeda setelah mendengarkan penjelasan dari Keyra .


" Aku akan menerima mu Keyra !" Jawab Tomi spontan dengan senyuman. " Aku ingin bertemu dengan anak - anak mu , Aku ingin berlatih menjadi seorang ayah , Bagaimana Keyra apa kau setuju."


Keyra membola mendengarkan jawaban dari Tomi.


" Kak Tomi kau serius ?" Tanya Keyra dengan cepat.


Tomi mengangguk kan kepalanya pelan.


" Jadi bagaimana Keyra ! Apa kau mau menjadi istri ku ?" Tanya Tomi sekali lagi ." Tidak ada alasan untuk menolak ku bukan".


" Baik lah kak."


Keyra menunduk keputusan nya kini membuat nya sangat takut.


Antoni yang sedang memperhatikan Keyra dan Tomi seakan sangat marah .


" Sial! Wanita itu benar- benar mata duitan. "


Antoni mengempalkan tangan nya , Dia sangat marah kepada Keyra dan Tomi.


Kini Antoni dengan cepat mengambil mobil nya dan melajukan mobil nya dengan cepat.


-


-


-


" Hai Clara bagaimana keadaan mu ?" Tanya seorang wanita yang bernama Anggi di seberang pintu .


Clara mengeryit kan dahinya melihat sikap Anggi yang berbeda.


" Om kami mau izin keluar sebentar om ya , Kami akan pulang tepat waktu. " Anggi mencoba sebisa mungkin merayu Stev agar Clara di perbolehkan untuk pergi.


" Apa dia teman mu Clara?" Tanya Stev menyelidiki Clara.


" Benar papa! Dia teman ku ."


" Baik lah kalian boleh pergi , Asalkan kalian tepat waktu untuk pulang ."


Stev akhirnya mengizinkan Clara untuk keluar bersama Anggi.

__ADS_1


Anggi dan Clara mencoba keluar karena sudah mendapatkan izin dari Stev.


" Ayolah kepada kau hanya berdiri di sini , Ikut dengan ku ! Itu mobil ku. " Tunjuk Anggi pada sebuah mobil di depan rumah Clara .


" Ki- ta mau kemana ?" Tanya Clara seakan bergetar karena melihat sikap Anggi yang sudah berbeda , Tidak seperti kemarin yang selalu mengancamnya.


" Ikut lah Clara , Setelah sampai kau akan tahu. " Anggi mencoba menarik Clara agar mau masuk ke mobilnya itu .


" Kenapa wanita ini sangat baik , Aku harus waspada. " Gumam Clara mencoba masuk ke dalam mobil Anggi itu.


Anggi tersenyum senang karena Clara sudah naik ke dalam mobilnya.


" Kita mau kemana Anggi ?" Clara mencoba bertanya pada Anggi ketika sudah berada di dalam mobil , Anggi dan Clara sama - sama terdiam Clara mencoba untuk bertanya .


" Kau tidak perlu tahu Clara ! Aku akan membuat kita bersenang - senang malam ini ."


" Apa maksud mu Anggi? " Clara menatap tajam ke arah Anggi yang terlihat santai mengemudi kan mobilnya itu.


-


-


-


Brak bruk pukk


Segala barang di dalam kamar Antoni di pecah kan oleh Antoni sendiri , Sehingga membuat semua nya rusak.


" Aaaaaa dasar wanita tidak tahu diri , Kau anggap aku apa , Berani sekali kau membuat hidup ku hancur. " Teriak Antoni ketika berada di dalam kamar nya itu.


Kini Antoni sedang duduk dan memegang kepalanya kasar.


" Ibu ! Aku harus apa sekarang ?" Teriak Antoni kencang sehingga membuat orang- orang di mansion sangat terkejut.


" Tuan kenapa ya ,Apa terjadi sesuatu pada nya ?" Tanya Carissa kepada pelayan lainnya.


" Mungkin tuan sangat depresi setelah nona Keyra pergi. " Celetuk seorang pelayan itu menutup mulutnya.


" kau akan terkena masalah jika terus membicarakan tuan Antoni ." Ucap Willi yang tiba- tiba datang menguping pembicaraan para pelayan.


Para pelayan itu sangat terkejut atas kehadiran Willi yang tiba- tiba.


" Maaf tuan ! Kami minta maaf ." Ucap pelayan itu menunduk kepada Willi dan beranjak pergi karena tidak ingin mendapatkan masalah.


Willi seketika melihat para pelayan itu pergi dengan cepat , Dan Willi mencoba mendekati kamar Antoni .


" Tuan ! Kenapa dengan mu lagi , Aku sangat pusing. " Ucap Willi yang tahu tuannya sedang berada di dalam masalah sekarang.


Di dalam kamarnya Antoni masih sangat marah .


Tok...


Tok...


Willi mencoba mengetuk pintu kamar Antoni , Willi tidak mau Antoni bisa melakukan yang tidak - tidak nanti.


Willi yang tidak mendapat jawaban sama sekali semakin mengedorkan pintu kamar Antoni.

__ADS_1


" Tuan ! Jangan membuat ku takut." Teriak Willi agar Antoni bisa mendengarnya.


Namun perkataan Willi sama sekali tidak di hiraukan oleh Antoni.


" Ada apa Willi ?" Tanya Karel yang tiba- tiba sudah berada di samping Willi


" Tuan Karel !" Willi seakan tidak percaya melihat kedatangan Karel yang tiba- tiba itu.


" A- da ap- a tuan ?" Tanya Willi gugup dan bergetar ketika melihat Karel.


Tidak seperti biasanya Karel datang di waktu yang seperti ini ,


" Cepat cari kunci lain agar kita bisa membuka pintu kamar laki- laki keras kepala ini ." Teriak Karel kepada Willi yang sedang menatap dirinya.


Willi yang mendengarkan perintah dari Karel pun bergegas untuk segera mencari kunci lainnya.


-


-


-


Setelah mengendarai mobil selama satu jam kini Anggi menghentikan mobilnya itu.


Shitt...


Clara menatap dari arah jendela pintu mobil Anggi.


" Kau mau membawa ku kemana ?" Teriak Clara dengan sangat kencang.


" Tenang lah dulu Clara , Kau tidak perlu berteriak seperti itu ." Desis Anggi yang kelihatan tenang dan sangat santai.


"Jika kau tidak mau menjawab , Aku akan berteriak sekarang. " Ancam Clara yang sudah sangat panik entah apa yang akan di lakukan wanita yang bersama nya ini.


" Teriak lah sepuas mu Clara , Aku tidak akan perduli." Anggi tidak perduli dengan Clara yang sudah berteriak.


" Ayo keluar?" Anggi membanting pintu mobilnya itu agar Clara mau keluar. " Kalau kau tidak mau mengikuti ku aku akan tidak segan- segan ."


Mata Anggi seketika menunjuk ponselnya itu.


" Kau !" Clara yang sangat marah dan kesal merasa sudah tidak bisa melakukan apa- apa sekarang.


Clara akhirnya mengikuti kemauan Anggi agar segera turun dan mengikutinya masuk ke dalam sebuah tempat.


Tempat itu di penuhi dengan suara musik yang sangat besar , Orang - orang di dalam sana saat bersenang- senang.


" Anggi ! Kenapa kau membawa ku kemari ?" Desis Clara ingin segera beranjak keluar.


" Eitttss, Tunggu dulu Clara ! Kau jangan munafik , Aku tahu kau sangat senang bisa berada di sini ." Anggi menarik tangan Clara agar Clara tidak pergi .


Clara sangat marah dan menatap Anggi dengan penuh kebenciannya .


" Santai saja Clara ! Kau tidak perlu takut ."


Anggi tersenyum bahagia melihat Clara yang terdiam.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2