
Hari yang sangat cerah membuat Keyra sudah terbangun pagi- pagi sekali.
" Momi ! Eki dan Ena anti awu alan- alan( Momi! Eki dan Ena nanti mau jalan - jalan) ." Ucap Reki dan Rena bersamaan .
" Iya momi libur hari ini , Ayo kita pergi jalan- jalan. " Ucap Keyra mengelus Reki dan Rena .
" Yey! Ena camu angan nacal di cana yah ,( Yey ! Ena kamu jangan nakal di sana yah), " Reki memperingatkan Adiknya Rena .
Puk Puk
" Ena ahat ! Awas tau ya!( Rena jahat ! Awas kau ya ! ) " Rena memukul punggung Reki sehingga membuat mereka saling berkejaran.
Keyra sangat bahagia dan tertawa melihat kelucuan Rena dan Reki
Keyra pun tersenyum melihat buah hatinya tersebut sangat gembira.
Setelah menyiapkan berbagai persiapan akhirnya mereka akan pergi jalan- jalan ke kota , Ini pertama bagi Reki dan Rena pergi ke kota .
" Sayang ! nanti kalian jangan nakal di sana ya ?" Keyra mengecup pipi Reki dan Rena. Mereka sekarang tengah berada di sebuah bus jurusan kota yang telah di pesan oleh Keyra .
" Eeuhh momi ! Asiap. " Ucap Reki girang .
" Momy ! Ena angat cenang aik mobil. " tidak kalah girang dari Reki , Rena pun bersorak gembira.
Setelah beberapa saat bus itu melaju, akhirnya Keyra , Reki dan Rena sampai ke tempat tujuan mereka. Keyra membawa Reki dan Rena ke tempat bermain .
Wajah Reki dan Rena sangat sumringah , Ini hal pertama bagi mereka .
" Hoyee! Kita udah sampai momi! " Sorak Reki dan Rena sangat bersemangat sambil bermain bola- bola kecil yang di sedikan di tempat wahana .
Drttttt....
Drtttt...
Ponsel Keyra berdering , Keyra pun menggangkat telpon yang berdering itu .Tidak ada nama yang tertera di nomor ponsel itu.
" Hallo ! ini siapa.." Ucap Keyra menjawan ponselnya.
Namun tidak ada suara di seberang sana , Lama Keyra mencoba menunggu suara dari ponselnya namun tidak ada yang menjawab nya.
" Siapa yang menelpon ya ! " Gumam Keyra mematikan telpon itu. Dan Keyra sangat penasaran.
Keyra pun melanjutkan aktifitasnya untuk mengawasi Reki dan Rena lagi.
__ADS_1
Hari sudah menjelang siang Keyra pun berniat untuk mengajak putra dan putrinya untuk makan siang dan Keyra mencari tempat untuk bisa makan karena perutnya terasa amat lapar.
Brak...
" Hei kamu bisa pakai mata , Kenapa tidak melihat sebelum berjalan ." Ucap Seorang laki - laki itu menatap tajam ke arah Keyra.
" Ma- af kan saya!" Keyra mencoba membersihkan baju laki- laki itu dengan sapu tangannya. Keyra menatap laki- laki itu, " K-au Doni kan?" Ucap Keyra menatap laki- laki yang mukanya terlihat datar itu.
" Maafkan saya Doni , Saya minta maaf. " Keyra menunduk merasa bersalah.
" Ah ! " Doni dengan kesal beranjak pergi meninggalkan Keyra yang mematung , Keyra tidak mengerti dengan sikap teman sekantor nya itu , Terlalu diam tidak banyak bicara berbeda dengan teman lainnya.
" Momi ! Siapa om icu! ( Momi! siapa om itu) ." Tanya Reki menarik baju Keyra sehingga membuat Keyra melihat ke arah jagoannya yang sedang ingin tahu itu.
" Oh itu teman momi di kantor , Ayo kita makan dulu. " Ucap Keyra dan mengajak Reki dan Rena untuk makan.
Flash back .
Jejak langkah Doni berhenti ketika melihat seseorang lelaki dengan berpakaian hitam itu seperti sedang membuntuti seseorang .Doni mengikuti orang itu Doni berencana datang ke sana karena ingin membeli sesuatu keperluannya.
" Ck , Bukan kah itu Keyra , Gadis di kantor. " Gumam Doni melihat Keyra yang sedang bermain dengan dua anak kecil. Doni masih saja mengikuti seseorang yang terlihat mencurigai itu seperti sedang mengincar Keyra.
" Hei ! Apa yang kau lakukan ?" Doni menepuk bahu pria itu dengan kencang sehingga membuat si penguntit itu berlari karena Doni akan mengikutinya.
Duarrrrr Prangg
" Momi Eki tacut,( momi Eki takut)." Ucap Reki mulai memeluk Keyra dengan cepat.
" Ena tacut juca ( Ena takut juga )." Rena pun memeluk Keyra takut mendengar petir yang sangat besar itu.
" Jangan takut! Ada momi yang akan selalu menjaga kalian. " Ujar Keyra mengusap rambut Reki dan Rena bersamaan.
Tanpa menghiraukan Keyra Reki dan Rena sangat ketakutan .
" Huwaaa momi ! Ayo kita pulang." Reki dan Rena menangis membuat orang- orang yang melihatnya pun seakan kasihan , Keyra mencoba menenangkan mereka.
Cuaca sangat buruk di tambah hujan yang deras , Sehingga membuat Keyra tidak mungkin pulang dalam keadaan begini . Dan Keyra mencoba mencari tempat bersinggah agar bisa lebih cepat menyetop bus seperti awal mereka pergi.
" Ayo ! Ikut dengan ku , Aku akan mengantarkan kalian. " Ucap Doni memayungi Keyra , Reki dan Rena dengan payung yang besar.
" Maaf tidak apa- apa , Saya akan merepotkan anda , Terima kasih telah menawarkan. " Keyra menatap Doni yang masih dalam tatapan yang sulit di artikan.
" Eum , Apa kau mau tidur di sini? , Cuaca sangat buruk , Mungkin bus akan lama bisa kau dapatkan ! Aku hanya mengajak jika kau tidak mau aku tidak akan memaksa ." Doni mencoba untuk pergi .
__ADS_1
" Maaf , Tolong antarkan kami ."
Ucap Keyra , Tidak ada cara lain Keyra pun mengiyakan ajakan Doni.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil Reki dan Rena mulai mengantuk dan ketiduran.
Di dalam mobil tidak ada perbincangan antara Keyra dan Doni.
Setelah cukup lama mengemudi akhirnya mereka sampai .
" Biar aku gendong mereka ." Ucap Doni sambil mengangkat Reki dan Rena untuk di gendong.
" Nak ! , Apa terjadi masalah ? " Tanya Dokter Sisi yang khawatir melihat Keyra .
" Keyra baik - baik saja bu! , Reki dan Rena sudah tertidur." Ucap Keyra mulai menyalami dokter Sisi.
Dokter Sisi menyuruh Doni untuk memasukkan Reki dan Rena ke dalam kamar.
" Terima kasih nak telah mengantarkan anak saya , Jika tidak ada kamu mungkin Keyra tidak akan sampai kerumah sekarang." Dokter Sisi tersenyum .
" Sama- sama bu ! , Saya mohon pamit ." Doni mulai menyalami Dokter Sisi dan berpamitan.
" Terima kasih Doni ." Keyra pun mengucapkan terima kasih .
Namun Doni sama sekali tidak menatap Keyra,Doni pun berlalu , Keyra mematung melihat sikap Doni yang sangat dingin.
Di rumah sakit.
" Cepat cari wanita yang telah menyelamatkan saya kemarin ketika kecelakaan , Saya ingin berterima kasih kepada dia , Periksa cctv di tempat kecelakaan ," Perintah Karel kepada pengawal , Keadaan opanya Antoni mulai membaik .
Pengawal pun mengangguk siap melaksanakan tugas yang di berikan tuannya.
" Anak itu sangat baik , Andai saja anakku seperti dia mungkin aku tidak akan pernah memarahi dia. " Gumam Karel larut dalam pemikirannya sendiri.
*****
Brak
" Kenapa kamu sangat tidak becus , Aku sudah membayar kamu dua kali lipat , Kenapa kamu gagal. " Ucap pria itu kepada orang suruhannya dan mendobrak meja yang ada di depannya .
" Maaf tuan ! Saya akan berusaha lagi dan akan mencoba yang kedua kalinya."
Pria itu kelihatan marah karena keinginannya tidak berhasil.
__ADS_1
Bersambung......
Hai para sahabat , Berilah like , coment dan vote di cerita ini , Semoga rezeki kalian berlimpah , Aminnnnn.