
" Akh !" Jerit Keyra memegang rambutnya yang sakit kerena tarikan dari wanita itu." Ibu ! Jangan. " Keyra meronta - ronta lagi ingin di lepaskan.
" Anak sialan !, Beraninya kamu kabur dari pria itu , Kau telah membuat ibu malu dan terkena masalah ." Ucap Sintia yang tak lain ialah mama tiri Keyra yag sangat jahat.
" Ibu ! lepaskan saya." Mohon Keyra lagi sambil tersedu- sedu.
" Ayo ikut ibu ! Kau harus segera membayarkan hutang ibu yang sudah menumpuk ."Sintia tidak memperdulikan Keyra yang meringis dan memohon , Tetap saja Sintia pada pendiriannya ,Di dalam otaknya hanya penuh dengan uang dan uang Sintia tidak akan pernah perduli dengan tangisan Keyra yang meraung- raung.
Brak
"Aws ." Jerit Sintia memegang pergelangan tangannya yang sakit dan merah akibat pukulan seseorang.
" Kau siapa! , Berani sekali kau mencari gara- gara dengan ku." Sintia menatap marah kepada Doni yang sudah berhasil membuat Sintia ambruk dan melepaskan Keyra .
Keyra terduduk di jalan , Doni membantu Keyra berdiri.
" Heh ! Siapa kau berani sekali membawa anak itu , Dia anak saya ." Cegah Sintia yang sudah berdiri ingin menarik Keyra lagi.
Namun lagi- lagi Doni meghalangi Sintia dan mendorong Sintia lagi hingga tersungkur.
" Hei ! Tunggu pembalasanku." Sintia berteriak di jalan ketika melihat Keyra dan Doni menjauh .
" Ah ! Aku sangat lelah ." Ucap Keyra berhenti berlari sehingga membuat Doni menghampirinya.
" Kau sangat ceroboh , Kenapa kau selalu terkena masalah ." Ucap Doni kesal.
" Terima kasih sudah membantu ku , Katakan apa saja untuk bisa membalas kebaikan mu , Aku akan mencoba menuruti agar aku tidak berhutang pada mu." Keyra menatap Doni .
" Lupakan saja , Jaga dirimu baik- baik dan jangan menyusahkan orang lain ." Doni beranjak pergi meninggalkan Keyra yang masih mematung.
*****
Di Apartement
__ADS_1
" Tante ! Buat lah Antoni supaya bisa mencintai ku , Aku sudah lelah mengejarnya dan berulang kali selalu di tolak , Aku sudah frustasi tante ." Clara mengadu kekesalannya kepada Novi ibu tiri Antoni.
" Kau tenang saja , Kau akan segera menjadi nyonya Antoni , Serahkan semuanya kepada tante. " Ucap Novi berkacak pinggang dan tersenyum sinis.
" Aku sangat mengandalkan mu tante !" Clara tersenyum karena Novi sangat berpihak kepada nya..
" Nona ! Ada yang mencari nona di depan , Tuan kecil sudah menunggu anda ," Ucap salah seorang pengawal kepada Clara.
" Tumben dia mencari ku. " Ucap Clara dan menemui adiknya itu.
" Kenapa kau mencari ku ?" Tanya Clara dengan muka di tekuk , Alis nya narik turun memperhatikan adiknya yang sangat keras kepala itu .
" Kak ! Aku akan mengenalkan mu pada seseorang , Semoga kau akan menyetujui kami dan akan memberikan ku warisan yang sepantasnya." adik Clara mencoba mendekat kepada Clara .
Clara membelalakkan matanya mendengar penuturan adiknya itu.
" Kau ! Sangat keras kepala , Kau pikir akan semudah itu mendapatkan apa yang kau inginkan , Ini tidak mudah aku akan melihat siapa yang telah membuat kepala mu itu sangat keras Doni. " Clara masih mengejek adiknya itu , Clara masih menggangap itu semua lelucon.
" Aku akan segera mengenalkan dia padamu dan jangan lupa , Siapkan warisan untuk ku , Kau dengar! " Doni mengancam Clara dan melenggang pergi dari hadapan Clara.
" Ck , Dasar laki- laki keras kepala." Clara mencoba mencerna perkataan Doni tadi , Clara berharap Doni akan berubah . Walaupun hubungan mereka sangat lah dingin karena Sang ayah sangat menyanyangi Clara di banding dengan Doni.
Akhirnya Doni pun keluar dari apartemen Clara dengan kesal , Sebenarnya dia sangat tidak mau berjumpa dengan Clara namun dia membutuhkan uang .
Brak..
Doni memukul stir mobil yang di tumpanginya.
" Aku harus bagaimana?" Ucap Doni dengan menarik rambutnya kasar.
Namun sebuah ide muncul di otaknya , " Aku akan mencoba nya. " Gumam Doni melanjutkan mengemudi.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam akhirnya Doni sampai ketempat tujuannya .
__ADS_1
" Eh nak ! , Masuk ." Ucap Dokter Sisi yang melihat Doni sudah berada di depan rumahnya , Reki dan Rena pun menatap Doni dengan tercengang.
" Eh ada om ganteng , Ngapain ke cini ?" Tanya Reki dengan polosnya.
" Yey! Anak yang sangat lucu sekali. " Ucap Doni mencoba mengendong Reki dan Rena bersamaan.
" Ih om anteng ,Lepasin ?" Teriak Reki dan Rena bersamaan . Dan Doni melepaskan Reki dalam gendongannya itu.
" Mana Momi kamu?" Tanya Doni mulai mengajak Rena berbincang .
" Momi lagi di alam , Om Ayo macuk!( Momi lagi di dalam , Om ayo masuk!) "Rena mulai menarik Doni ke dalam rumah untuk masuk .
" Momi ! Ada om anteng di epan ( Momi ! Ada om ganteng di depan). " Teriak Reki berlari menghampiri Keyra yang sedang berbaring beristirahat.
" Siapa Sayang ?" Tanya Keyra bingung , Siapa om ganteng yang di maksud oleh Reki. Keyra pun mencoba keluar dengan rasa penasaran.
" Do- ni !" Ucap Keyra bergetar melihat orang yang datang kerumahnya itu , "Kenapa Laki - laki itu bisa datang , Apakah yang terjadi !" Dalam benak Keyra masih bertanya- tanya kenapa laki- laki yang dingin dan cuek itu ada di sini.
" Ayo Reki , Rena ! Nenek mau buatkan minum buat om ini , Ayo ikut nenek ." Dokter Sisi mengendong Reki dan Rena masuk kedalam.
" Duduk lah Doni ! Oh ya kenapa ? apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya Keyra bingung harus memulai dari mana pembicaraan dengan laki- laki dingin dan cuek itu.
" Maaf , Soal yang tadi kamu bilang , Apa masih berlaku ? Tanya Doni lagi sambil menatap Keyra dengan intens , " Oh sudah lah , mungkin aku tidak akan pernah berada di sini ." Doni mencoba ingin pergi .
" Tunggu! Ada apa ! mungkin aku bisa membantumu, Kau telah menyelamatkan saya dan anak saya , Saya sangat berhutang budi kepada kamu ." Keyra mencoba menahan Doni yang seakan akan pergi .
Doni pun menunduk.
" Maukah kau membantu ku ?, Anggap saja setelah membantu ku kau akan ku beri upah , Kau tidak akan melakukan itu cuma-cuma. " Doni masih berlarut- larut tanpa harus ke inti permasalahan.
" Katakan apa itu semoga saja aku akan membantumu. " Keyra masih saja dengan rasa penasaran menunggu apa yang akan di katakan oleh Doni.
" Jadi lah pacar ku selama satu bulan , Apa kau mau ?" .
__ADS_1
Keyra membulatkan matanya seakan tidak percaya atas permintaan Doni.
Bersambung.....