
" Vioni ...Aku bisa jelaskan semua nya , Kamu jangan marah ." Teriak Keyra kepada Vioni yang seakan sangat marah kepadanya itu.
Vioni yang tidak berkedip sedikit pun membuat Keyra seakan sangat takut .
" Aku tidak mau mendengar kan alasan mu Keyra , Kau sangat jahat , keluar dari rumah ku sekarang ." Teriak Vioni sangat marah kepada Keyra.
Keyra yang mendengarkan pengusiran dari vioni membuat hatinya seakan ter iris.
" Vioni ...Maafkan aku ."
Keyra menunduk dan mencoba menahan air mata nya yang sudah tidak terbendung lagi.
" Mommy ... Ante Cio enapa?( Mommy ...Tante vio kenapa? )" Reki mendekat ke arah Keyra yang menangis.
" Maaafin Ena Mommy huwaaa( Maafin Ena mommy huwaa) ." Rena pun menangis karena melihat Keyra bersedih.
" Keyra ..Ayo ikut bersama ku." Ajak Antoni mendekat ke arah Keyra.
" Aaaaa...Tuan sudah puas sekarang , Kenapa tuan sangat jahat dan membuat semua nya kacau ." Teriak Keyra mencoba menangis dan berlari ke kamar nya untuk segera berkemas agar bisa pergi dari rumah Vioni.
Antoni pun merasa bersalah atas apa yang di lakukannya sekarang .
Antoni tidak tinggal diam sekarang dia mencoba mengendong Reki dan Rena .
" Willi ...! Cepat bawa mereka ke mobil ." Perintah Antoni agar Willi membawa Reki dan Rena .
" Tuan...! Nanti Nona Keyra akan sangat terpukul jika kehilangan Reki dan Rena , Tuan berhenti lah untuk menganggu mereka ." Desis Willi sangat geram kepada Antoni yang sangat keras kepala.
" Lakukan saja perintah ku Willi ..Kau tidak ingin aku pecat bukan ?"
Mata Antoni seakan memancarkan bara api yang sangat panas , Dia sekarang sangat kesal kepada Willi yang selalu menyalahkannya .
Willi pun tidak bisa berkata- kata lagi . Dia pun melaksanakan perintah dari Antoni itu dengan cepat , Reki dan Rena tidak menangis sedikitpun sekarang.
Di dalam kamar Vioni seakan sangat sedih , Di dalam fikiran Vioni sekarang Keyra sangat jahat kepada nya.
Tok..
Tok...
" Vioni ...Maafkan aku yang telah membuat mu sedih , Aku akan pergi dari sini , Terima kasih atas segalanya Vioni ." Keyra mengucapkan kata- kata itu dengan cepat dan mencoba menahan isakan tangis yang hampir membasahi pipinya itu .
Namun Vioni memilih bungkam , Dia sama sekali tidak mendengarkan permohonan maaf dari Keyra , Dia hanya diam , Sekarang di hatinya di penuhi kebenciannya terhadap Keyra .
Keyra yang teramat sangat sedih mencoba untuk tegar , Dengan meneteng tas berisikan baju- baju nya beserta baju Reki dan Rena dia mulai berjalan dan untuk segera pergi dari rumah Vioni.
" Kemana Reki dan Rena ?" Teriak Keyra melihat Reki dan Rena sudah tidak ada lagi di ruang tamu , Sekarang isakan tangis nya semakin kencang.
" Reki , Rena kalian dimana?" Keyra mencoba berlari dan berjalan keluar dengan tergesa - gesa .
" Kau mau ikut dengan ku atau tidak ?" Tanya Antoni yang sudah berada di depannya sekarang secara tiba- tiba.
" Kemana anak - anak ku tuan ...Tolong jangan sakiti mereka ." Dengan tangis yang pecah Keyra memohon kepada Antoni.
__ADS_1
" Ayo ikut dengan ku !"
" Tidak tuan , Katakan dimana anak-anak ku ."
Keyra menolak ajakan Antoni .
" Kau sangat membuat ku marah ."
Antoni mulai mengendong Keyra yang tidak mau menurutinya itu.
" Lepaskan aku tuan ..! " Keyra meronta- ronta minta di lepaskan oleh Antoni.
Antoni sama sekali tidak menghiraukan Keyra yang meronta - ronta dia tetap mengendong Keyra dengan erat agar tidak lepas lagi dari nya.
Antoni mencoba berjalan nengendong Keyra dengan tegap , Antoni mencoba membuka pintu mobil .
" Tuan ...Anda menyakiti ku ." Teriak Keyra sangat kesal kepada Antoni yang melempar nya dengan kencang .
" Mommy ..!"
Reki dan Rena memanggil Keyra dan mencoba memeluk Keyra dengan kencang.
" Reki , Rena sayang ..Kalian baik - baik saja?"
Keyra mendekati kedua anak nya itu dan mengecup pelan anak- anak nya itu karena Keyra sangat takut kehilangan anak - anak nya.
" Tuan ...Saya mau turun.."
" Turun saja jika kau bisa ." Ucap Antoni tanpa melihat Keyra yang sudah susah payah untuk membuka pintu mobil itu.
Akhirnya Keyra hanya terdiam sedangkan Willi menjalankan mobil itu dengan cepat.
" Kenapa aku harus bertemu dengan tuan Antoni lagi , Vioni maafkan aku ." Gumam Keyra merasa sangat bersalah telah membuat vioni menangis.
Sehingga di dalam mobil mereka diam tanpa kata sedikitpun .
Tok
Tok
Seseorang mengetuk pintu rumah Vioni dengan sangat kencang..
Vioni yang sedang menangis itu mencoba untuk bangun .
" Siapa sih yang mengetok pintu malam - malam begini ."
Dengan rasa malas Vioni mencoba bangun dan melihat wajah nya di depan cermin.
" Ah muka ku sangat bengkak akibat menangis terlalu lama ." Desis Vioni menepuk - nepuk pipinya pelan.
Vioni mencoba berjalan dan segera membuka pintu rumah nya itu.
Ceklek
__ADS_1
Ketika pintu itu terbuka seorang laki - laki itu seketika mengerutkan kening nya.
" Kamu siapa ?, Kenapa ada di sini ?" Tanya pria itu menatap tajam ke arah Vioni yang memakai pakaian tidur . Tomi dan Vioni belum sama sekali bertemu karena waktu itu ketika Tomi pergi ke rumah Vioni namun Vioni tidak berada di rumahnya .
" Seharusnya aku yang bertanya kepada kamu , Kenapa kamu berada di depan rumah ku sekarang ." Desis Vioni cuek menatap tajam ke arah Tomi yang sedang bingung.
Tomi menggaruk kan kepala nya yang tidak gatal.
" Maaf tuan jika anda tidak ada keperluan penting , Silahkan pergi ..! " Usir Vioni dengan sopan .
" Eitss tunggu dulu .. Kemarin saya bertemu dengan calon istri saya di sini , Saya mau bertemu dengan nya, Panggil kan dia ."
Tomi mencoba mencari- cari Keyra .
" Oh jadi kamu calon suami nya si pelakor itu ?" Tanya Vioni memicingkan matanya . Mendekatkan dirinya melihat setiap gerak gerik Tomi yang seperti mencurigakan .
" Stop... Kenapa kamu sangat dekat dengan saya."
" Kamu jangan ke gr an ya , Kamu itu bukan level saya ya ."
" Tunggu dulu , Yang kamu maksud dengan pelakor siapa ya?"
Tomi kini benar- benar sangat penasaran terhadap ucapan dari Vioni.
" Kamu sangat bodoh , Kenapa aku harus mengulangi perkataan ku yang ke dua kalinya jika kamu tidak mengerti ."
" Aku hanya sekedar ingin tahu ."
" Aku tidak punya waktu dengan orang seperti kamu ."
Vioni yang sudah terlihat kesal mulai menutup pintu nya lagi.
" Lepaskan tangan mu dari pintu rumahku , Jika kau tidak mau keluar aku akan teriak ." Ucap Vioni sangat kesal kepada Tomi yang terus memaksanya itu dan memegang pintu rumah nya sehingga membuat Vioni tidak bisa menutup pintu.
" Tunggu dulu , Saya ingin mencari Keyra , Dimana dia sekarang ?" Tanya Tomi lagi yang kedua kalinya kepada Vioni.
" Wanita pelakor itu sudah aku usir ." Jawab Vioni sinis dan acuh kepada Tomi.
" Kenapa?, Jadi dia kemana sekarang ?" Tanya Tomi lagi yang sangat penasaran.
" Aku tidak mengikuti kemana wanita pelakor itu akan pergi , Dia bukan urusan ku lagi ." Teriak Vioni sangat kesal .
" Hei ...Keyra itu bukan pelakor , Kenapa kau terus menyebutnya pelakor ." Kini Tomi seakan sangat marah karena ucapan Vioni yang sangat tidak sopan menuduh calon istrinya itu.
" Hahaha , Wanita seperti Keyra itu kamu sebut bukan pelakor , Jika dia bukan pelakor mana mungkin orang yang aku sukai juga dia goda ."
Tomi sangat terkejut mendengar penuturan dari Vioni.
" Apa ..!"
Tomi seakan tidak percaya atas yang di ucapkan oleh Vioni itu , Menurutnya Keyra tidak seperti yang di maksud oleh wanita di depannya ini.
Bersambung.....
__ADS_1