
" Yey mommy cudah puyang ( Yey mommy sudah pulang )." Teriak Reki ketika melihat Keyra sudah pulang .
" Mommy cenapa ama puyang( Mommy kenapa lama pulang). " Rena pun sangat antusias melihat Keyra yang sudah pulang.
Keyra tersenyum melihat Reki dan Rena menghampirinya dengan senang.
" Mommy mau perkenalkan seseorang kepada kalian " .
" Ciapa Mommy?( Siapa Mommy? )" Tanya Reki dan Rena dengan polos.
Tomi pun segera turun dari mobil.
" Ini om Tomi ".
Keyra mencoba tersenyum memperkenalkan Tomi kepada Reki dan Rena.
" Ih Mommy ahat ,Ena dan Eki dak mawu main cama om itu , Ena dan Eki mawu om Anconi ( Ih mommy jahat , Ena dan Eki gak mau main sama om itu , Ena dan Eki mau om Antoni )." Kini Rena dan Reki tidak suka dengan Tomi.
" Sayang jangan seperti itu , Ini om Tomi sahabat mommy loh. "
Keyra mencoba membujuk Reki dan Rena namun mereka tetap cemberut tidak menghiraukan Keyra.
" Keyra ! Sudah tidak apa- apa , Mungkin mereka belum terbiasa bersama ku ." Tomi mencoba tenang menghadapi Reki dan Rena anak Keyra itu.
" Reki , Rena om pamit dulu yah. "
Tomi mencoba untuk tersenyum dan meminta izin untuk berpamitan.
" Maafkan aku kak Tomi. " Lirih Keyra membiarkan Tomi pergi.
Keyra menatap Tomi yang sudah menjalankan mobilnya hingga sangat jauh.
" Mommy , Mommy! Cenapa om icu sangat jeyek ." Reki menarik baju Keyra agar mendengarkan nya.
" Huss sayang ! Kalian jangan seperti itu , Om Tomi itu tampan loh " .
" Ah dak mawu ,Reki dan Rena mawu om Anconi ( Ah gak mau , Reki dan Rena mau om Antoni )." Reki mulai menangis ingin segera menemui Antoni.
" Hei kenapa jagoan tante menangis , Keyra kau sudah pulang ?" Tanya Vioni menelisik ke luar rumah , " Kau pulang sama siapa?" Selidik Vioni kepada Keyra.
" Aku di antar temanku vio!".
" Teman apa teman Key! Jujur lah padaku , Aku tidak akan pernah marah kepada mu kan , Kenapa kau tidak menyuruh dia untuk menunggu sebentar, Kan aku ingin mengetahui siapa teman Keyra ku ini " .
" Dia sedang ada urusan Vio !, Kau jangan berlebihan ,"Seru Keyra sangat kesal.
" Cup, cup jagoan tante dan putri tante jangan rewel ok , Kalau tidak tante akan menangkap kalian ." Vioni mulai mengelitik Reki dan Rena bersamaan.
__ADS_1
" Ante Vio angan ah ( Tante Vio jangan ah ) ".
-
-
-
Brak
Tomi yang sedang mengemudikan mobilnya seakan sangat kesal dan marah.
" Sial! siapa laki- laki yang sudah membuat Keyra mempunyai anak- anak itu , Aku harus mencari tahu kebenarannya ." Tomi sangat kesal menghadapi kenyataan yang bahwa Keyra sudah mempunyai anak.
" Aku tidak mungkin menerima anak- anak Keyra , Mama pasti tidak akan menyetujui hubungan kami. " Gumam Tomi sangat frustasi mengetahui Keyra sudah mempunyai anak. Padahal Tomi sangat berharap bisa menikah dengan Keyra tanpa ngangguan apapun .
Di rumah Stev.
Stev sedang mondar mandir sangat gelisah melihat Clara belum juga sampai di rumah.
" Janji anak muda memang tidak bisa di percaya ." Celetuk Stev mengamati jam di pergelangannya yang sudah menunjukkan pukul 22: 00.
Stev sangat khawatir dengan keadaan Clara , Karena Stev sama sekali tidak mengenal teman Clara yang datang ke rumah nya.
" Aku harus melakukan apa?, Ponsel Clara tidak terhubung , Ah sial aku lupa meminta nomor ponsel wanita itu ." Stev benar- benar gelisah , Hubungan mereka pun akhir- akhir ini kurang baik .
Stev mencoba mengambil ponselnya untuk menelfon seseorang.
" Dasar anak sialan ! berapa kali opa katakan kau jangan seperti ini , Bukan kah opa tidak pernah mengajari mu berbuat seperti ini jika sedang marah. " Karel sedang memarahi Antoni yang sudah mengobrak abrik kamarnya menjadi kapal pecah , Semua barang di kamarnya sudah pecah dan tidak bisa di pergunakan lagi.
Antoni dengan kondisi terduduk tidak menjawab apa- apa ketika Karel berbicara.
" Jawab lah anak bodoh , Opa selalu memberikan yang terbaik untuk mu tapi kamu sendiri yang tidak mau menuruti opa. " Karel berucap panjang lebar kepada Antoni , Kini dia benar- benar sangat marah melihat semua sikap Antoni yang sangat buruk.
Drtttt
Drtttt
Dering ponsel Karel tiba- tiba berbunyi membuat Karel menghentikan ucapannya itu .
" Karel ! Tolong suruh Antoni untuk mencari Clara , Aku sangat takut terjadi apa- apa dengan Clara, " Di seberang sana terlihat Stev yang sedang panik ketika meminta tolong kepada Karel.
" Kemana Clara pergi ?" Tanya Karel yang juga sangat terkejut atas berita yang di dengarnya ini.
" Aku sama sekali tidak tahu , Yang aku tahu dia pergi bersama temannya yang bernama Anggi".
Karel sangat terkejut mendengar perkataan Stev.
__ADS_1
" Bukan kah Anggi itu , Karyawan di kantor Antoni ." Gumam Karel masih sibuk memikirkan Clara .
" Karel ! Kenapa kau hanya diam ".
" Oh baik lah Stev , aku akan menyuruh Antoni agar segera mencari Keyra ".
Stev pun mematikan sambungan telfonnya itu.
" Antoni ! Kau dengar opa sekarang , Cari Clara sekarang , Dia menghilang pak Stev sangat mengkhawatirkannya." Perintah Karel kepada Antoni.
" Itu bukan urusan ku opa , Jika kau sangat perduli dengan gadis itu , Opa lah yang harus mencarinya".
Seketika jawabab dari Antoni membuat Karel emosi.
Plak...
Tamparan keras di layang kan oleh Karel kepada Antoni yang sudah kurang ajar kepada nya.
" Kau harus tahu diri Antoni , Dia itu tunanganmu , Kenapa kau bersikap seolah bukan siapa- siapanya Clara, Jika terjadi sesuatu dengan Clara , Opa akan membuat kau menderita ."
Seketika Antoni yang sangat marah itu mencoba menatap Karel dengan kebenciannya.
" Kenapa wanita itu yang selalu opa bela , Sedangkan aku seorang cucu nya namun tidak pernah ada apa- apa nya di matanya." Gumam Antoni kesal.
Antoni mengambil baju nya dan segera pergi dari hadapan Karel .
" Tuan ! Tunggu aku , Kau jangan menyetir sendirian. " Teriak Willi mengikuti Antoni yang hendak mengambil mobilnya sehingga Antoni dan Willi pergi bersama.
" Tuan kenapa dengan mu ?" tanya Willi menatap Antoni dengan tajam , Tangan Antoni penuh dengan luka. " Tuan ! Biarkan aku yang mengemudikan mobil ini , Tangan mu itu pasti sakit bukan? " Kini Willi ingin mengambil alih posisi mengemudi .
" Diam di sana Willi ! Kau jangan mencegah ku. " Teriak Antoni mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sangat tinggi.
Tidak ada pilihan lain Willi pun akhirnya terdiam karena tidak ingin mendengarkan teriakan Antoni yang seperti tadi.
" Tuan tolong cari nona Clara ?"
Kini Mata Willi seketika menatap Antoni yang sedang mengendarai mobil.
" Kemana gadis itu , Dan dengan siapa dia pergi ?" Tanya Antoni kepada Willi.
" Saya tidak tahu tuan !" Jawab Willi dengan tajam .
" kenapa aku harus khawatir terhadap wanita itu , Itu bukan urusan ku bukan ."
" Oh tunggu dulu wanita itu mungkin benar- benar butuh dengan bantuan kita."
Antoni yang sudah berubah fikiran mencoba untuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
__ADS_1
Bersambung ...