Mengandung Anak Kembar Ceo

Mengandung Anak Kembar Ceo
Khawatir


__ADS_3

" Yey mommy cudah puyang ( Yey mommy sudah pulang )." Teriak Reki ketika melihat Keyra sudah pulang .


" Mommy cenapa ama puyang( Mommy kenapa lama pulang). " Rena pun sangat antusias melihat Keyra yang sudah pulang.


Keyra tersenyum melihat Reki dan Rena menghampirinya dengan senang.


" Mommy mau perkenalkan seseorang kepada kalian " .


" Ciapa Mommy?( Siapa Mommy? )" Tanya Reki dan Rena dengan polos.


Tomi pun segera turun dari mobil.


" Ini om Tomi ".


Keyra mencoba tersenyum memperkenalkan Tomi kepada Reki dan Rena.


" Ih Mommy ahat ,Ena dan Eki dak mawu main cama om itu , Ena dan Eki mawu om Anconi ( Ih mommy jahat , Ena dan Eki gak mau main sama om itu , Ena dan Eki mau om Antoni )." Kini Rena dan Reki tidak suka dengan Tomi.


" Sayang jangan seperti itu , Ini om Tomi sahabat mommy loh. "


Keyra mencoba membujuk Reki dan Rena namun mereka tetap cemberut tidak menghiraukan Keyra.


" Keyra ! Sudah tidak apa- apa , Mungkin mereka belum terbiasa bersama ku ." Tomi mencoba tenang menghadapi Reki dan Rena anak Keyra itu.


" Reki , Rena om pamit dulu yah. "


Tomi mencoba untuk tersenyum dan meminta izin untuk berpamitan.


" Maafkan aku kak Tomi. " Lirih Keyra membiarkan Tomi pergi.


Keyra menatap Tomi yang sudah menjalankan mobilnya hingga sangat jauh.


" Mommy , Mommy! Cenapa om icu sangat jeyek ." Reki menarik baju Keyra agar mendengarkan nya.


" Huss sayang ! Kalian jangan seperti itu , Om Tomi itu tampan loh " .


" Ah dak mawu ,Reki dan Rena mawu om Anconi ( Ah gak mau , Reki dan Rena mau om Antoni )." Reki mulai menangis ingin segera menemui Antoni.


" Hei kenapa jagoan tante menangis , Keyra kau sudah pulang ?" Tanya Vioni menelisik ke luar rumah , " Kau pulang sama siapa?" Selidik Vioni kepada Keyra.


" Aku di antar temanku vio!".


" Teman apa teman Key! Jujur lah padaku , Aku tidak akan pernah marah kepada mu kan , Kenapa kau tidak menyuruh dia untuk menunggu sebentar, Kan aku ingin mengetahui siapa teman Keyra ku ini " .


" Dia sedang ada urusan Vio !, Kau jangan berlebihan ,"Seru Keyra sangat kesal.


" Cup, cup jagoan tante dan putri tante jangan rewel ok , Kalau tidak tante akan menangkap kalian ." Vioni mulai mengelitik Reki dan Rena bersamaan.

__ADS_1


" Ante Vio angan ah ( Tante Vio jangan ah ) ".


-


-


-


Brak


Tomi yang sedang mengemudikan mobilnya seakan sangat kesal dan marah.


" Sial! siapa laki- laki yang sudah membuat Keyra mempunyai anak- anak itu , Aku harus mencari tahu kebenarannya ." Tomi sangat kesal menghadapi kenyataan yang bahwa Keyra sudah mempunyai anak.


" Aku tidak mungkin menerima anak- anak Keyra , Mama pasti tidak akan menyetujui hubungan kami. " Gumam Tomi sangat frustasi mengetahui Keyra sudah mempunyai anak. Padahal Tomi sangat berharap bisa menikah dengan Keyra tanpa ngangguan apapun .


Di rumah Stev.


Stev sedang mondar mandir sangat gelisah melihat Clara belum juga sampai di rumah.


" Janji anak muda memang tidak bisa di percaya ." Celetuk Stev mengamati jam di pergelangannya yang sudah menunjukkan pukul 22: 00.


Stev sangat khawatir dengan keadaan Clara , Karena Stev sama sekali tidak mengenal teman Clara yang datang ke rumah nya.


" Aku harus melakukan apa?, Ponsel Clara tidak terhubung , Ah sial aku lupa meminta nomor ponsel wanita itu ." Stev benar- benar gelisah , Hubungan mereka pun akhir- akhir ini kurang baik .


Stev mencoba mengambil ponselnya untuk menelfon seseorang.


" Dasar anak sialan ! berapa kali opa katakan kau jangan seperti ini , Bukan kah opa tidak pernah mengajari mu berbuat seperti ini jika sedang marah. " Karel sedang memarahi Antoni yang sudah mengobrak abrik kamarnya menjadi kapal pecah , Semua barang di kamarnya sudah pecah dan tidak bisa di pergunakan lagi.


Antoni dengan kondisi terduduk tidak menjawab apa- apa ketika Karel berbicara.


" Jawab lah anak bodoh , Opa selalu memberikan yang terbaik untuk mu tapi kamu sendiri yang tidak mau menuruti opa. " Karel berucap panjang lebar kepada Antoni , Kini dia benar- benar sangat marah melihat semua sikap Antoni yang sangat buruk.


Drtttt


Drtttt


Dering ponsel Karel tiba- tiba berbunyi membuat Karel menghentikan ucapannya itu .


" Karel ! Tolong suruh Antoni untuk mencari Clara , Aku sangat takut terjadi apa- apa dengan Clara, " Di seberang sana terlihat Stev yang sedang panik ketika meminta tolong kepada Karel.


" Kemana Clara pergi ?" Tanya Karel yang juga sangat terkejut atas berita yang di dengarnya ini.


" Aku sama sekali tidak tahu , Yang aku tahu dia pergi bersama temannya yang bernama Anggi".


Karel sangat terkejut mendengar perkataan Stev.

__ADS_1


" Bukan kah Anggi itu , Karyawan di kantor Antoni ." Gumam Karel masih sibuk memikirkan Clara .


" Karel ! Kenapa kau hanya diam ".


" Oh baik lah Stev , aku akan menyuruh Antoni agar segera mencari Keyra ".


Stev pun mematikan sambungan telfonnya itu.


" Antoni ! Kau dengar opa sekarang , Cari Clara sekarang , Dia menghilang pak Stev sangat mengkhawatirkannya." Perintah Karel kepada Antoni.


" Itu bukan urusan ku opa , Jika kau sangat perduli dengan gadis itu , Opa lah yang harus mencarinya".


Seketika jawabab dari Antoni membuat Karel emosi.


Plak...


Tamparan keras di layang kan oleh Karel kepada Antoni yang sudah kurang ajar kepada nya.


" Kau harus tahu diri Antoni , Dia itu tunanganmu , Kenapa kau bersikap seolah bukan siapa- siapanya Clara, Jika terjadi sesuatu dengan Clara , Opa akan membuat kau menderita ."


Seketika Antoni yang sangat marah itu mencoba menatap Karel dengan kebenciannya.


" Kenapa wanita itu yang selalu opa bela , Sedangkan aku seorang cucu nya namun tidak pernah ada apa- apa nya di matanya." Gumam Antoni kesal.


Antoni mengambil baju nya dan segera pergi dari hadapan Karel .


" Tuan ! Tunggu aku , Kau jangan menyetir sendirian. " Teriak Willi mengikuti Antoni yang hendak mengambil mobilnya sehingga Antoni dan Willi pergi bersama.


" Tuan kenapa dengan mu ?" tanya Willi menatap Antoni dengan tajam , Tangan Antoni penuh dengan luka. " Tuan ! Biarkan aku yang mengemudikan mobil ini , Tangan mu itu pasti sakit bukan? " Kini Willi ingin mengambil alih posisi mengemudi .


" Diam di sana Willi ! Kau jangan mencegah ku. " Teriak Antoni mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sangat tinggi.


Tidak ada pilihan lain Willi pun akhirnya terdiam karena tidak ingin mendengarkan teriakan Antoni yang seperti tadi.


" Tuan tolong cari nona Clara ?"


Kini Mata Willi seketika menatap Antoni yang sedang mengendarai mobil.


" Kemana gadis itu , Dan dengan siapa dia pergi ?" Tanya Antoni kepada Willi.


" Saya tidak tahu tuan !" Jawab Willi dengan tajam .


" kenapa aku harus khawatir terhadap wanita itu , Itu bukan urusan ku bukan ."


" Oh tunggu dulu wanita itu mungkin benar- benar butuh dengan bantuan kita."


Antoni yang sudah berubah fikiran mencoba untuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi .

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2