
" Hei wanita cantik malam ini puaskan aku." Ucap pria hidung belang itu.
" Tidak , Bawa pulang Keyra , Keyra tidak mau di sini."
Dengan meneteskan air mata Keyra memohon kepada Sintia .
" Kau aman bersama dengan dia , Kau akan kaya raya hahaha, " Sintia tertawa dengan liciknya , " Cepat Puaskan dia. "
Sintia mendorong Keyra dengan keras , Badan Keyra terasa sakit , Hatinya pilu tidak bisa di jelaskan lagi. Nasib nya benar- benar di ujung tanduk.
" Sayang kamu tidak apa- apa hiks hiks.." Keyra menangis dan mengusap perut ratanya itu takut bayi yang ada di dalam perutnya akan terluka.
" Cepat kesini nona manis. " Lelaki hidung belang dan gemuk itu mulai meraih Keyra yang terduduk di lantai.
" Lepaskan aku , Aku tidak mau, " Keyra meronta- ronta ingin di lepaskan .
Badan Keyra terasa lemah , Sekujur tubuhnya terasa sakit apalagi kepalanya terasa pusing.
Plak Plak
Pria itu geram dan menampar Keyra yang tidak mau menurut , Sintia sudah dari tadi menghilang Keyra sudah jadi miliknya sekarang karena pria itu telah membayar kepada Sintia agar bisa di puaskan oleh Keyra.
" Cepat jalan !" Pria itu terus saja menarik Keyra , Keyra masih memberontak " Atau aku akan menghabiskan kamu malam ini juga jika kamu tidak mau .." Ancam pria itu dengan garang membuat Keyra membungkam mulutnya dan menangis dalam diam , Baju keyra sobek Keyra hanya bisa pasrah.
Bruk
" Aws .."
Keyra di dorong sangat keras membuat Keyra meringis kesakitan , Keyra mencoba sebisa mungkin mempertahankan tubuhnya sebisa mungkin menyelamatkan janin yang ada di dalam perutnya.
" Tuan saya mohon , Lepaskan saya , Saya sedang mengandung , Jangan lukai anak saya ."
Keyra masih saja memohon kepada si hidung belang namun si hidung belang tidak perduli , Pria itu menarik bajunya dan melempar ke arah Keyra .
" Malam ini aku telah membayarmu dengan harga tinggi aku tidak akan melepasmu."
Pria itu masih kepada pendiriannya , Dia telah di kuasai nafsu yang sangat berat.
Dari arah depan laki- laki yang bernama Antoni itu panas dingin , Dia berjalan sangat cepat , Dia mengempalkan tangan , Wajahnya merah padam seperti ingin menghabiskan musuhnya.
" Dimana gadis yang bernama Keyra itu. " Antoni berteriak menarik kerah baju pelayan itu dengan matanya yang sangat tajam , Para pengunjung di sana pun sangat takut , Suasana pun semakin riuh, Pelayan itu sangat takut melihat kemarahan laki- laki yang di depannya tersebut.
Pelayan itu pun memberitahukan dimana Keyra , Willi dan Antoni pun bergegas berlari untuk menyelamatkan Keyra , Entah kenapa sejak pertama kali melihat Keyra Antoni merasa sangat kasihan .
Bruk Bruk..
Dengan sekali hantaman kamar itu terbuka dengan lebar , Pria itu sangat terkejut melihat kejadian itu Keyra yang masih dalam kungkungan pria itu pun menghindar .
" Siapa kalian , Berani- beraninya kalian masuk tanpa izin ."
__ADS_1
Pria itu mencoba mendekat ke arah Antoni untuk melayangkan pukulan namun sayang pukulan itu berhasil di elakkan oleh Antoni.
" Aws , Lepaskan! Tangan ku bi- sa pa- tah. "
Pria itu gemetar dan menjerit dengan kesakitan yang luar biasa Antoni bisa saja mematahkan tangan pria itu.
Bugh
Bugh
Antoni mulai menyerang laki- laki itu lagi dan membuat laki- laki itu tidak berdaya , Mukanya penuh dengan lebam , Mukanya penuh dengan darah .
" Tuan , Sudah cukup , Biar kita laporkan saja kepada polisi , Tuan akan membuat laki- laki itu mati ." Willi mencoba menahan tangan Antoni yang masih saja memukul pria itu tanpa ampun.
" Memang aku akan membuat laki- laki ini mati." Antoni masih saja memukul .
Keyra pun menangis dia sangat takut melihat kejadian itu. Keyra sangat trauma. Setelah puas memukul pria itu Antoni pun berhenti.
" Ayo ikut saya!" Antoni mencoba mengajak Keyra yang gemetar untuk pulang .
" Tidak , Saya tidak mau.. " Keyra menolak Tangan Antoni yang meraihnya. " Jangan sentuh saya ." Keyra sangat takut.
" Ayo ikut kami , Tuan saya sudah menyelamat kan anda ," Willi pun mencoba mengajak keyra berbicara .
" Ini, Ambil lah dengan itu kamu merasa cukup dan tidak akan kekurangan uang , " Antoni melempar cek sebesar 3 miliyar ke hadapan Keyra .
Plak
" Saya tidak meminta anda menyelamat kan saya , Kamu laki- laki brengsek ," Keyra pun berlari keluar.
" Hei tunggu! " Willi pun mencoba mengejar Keyra.
" Cepat Will , Jangan sampai kita kehilangan dia." Antoni memberi aba- aba kepada Willi.
Keyra pun berlari dengan sangat kencang , Para pengunjung sangat panik , Mereka pun berhamburan keluar , Membuat Willi dan Antoni sangat kesusahan mencari Keyra.
" Tuan , Bagaimana !"
Willi terengah- engah.
"wanita itu lari sangat cepat kita kehilangan dia ."
" Sial , Bagaimana pun tetap cari wanita itu Willi ." Antoni memberi perintah .
Sudah ke berbagai sudut dan tempat Antoni dan Willi mencari , Namun wanita itu tidak ada.
Bruk Bruk
Antoni menghancurkan apa saja yang ada di depannya , Karena keinginannya tidak terwujud.
__ADS_1
*******
Plak
" Dasar tidak becus.." Novi sangat marah kepada beberapa preman yang berada di depannya itu . " Saya sudah membayar kalian mahal, " Geram Novi sambil berkacak pinggang.
" Maaf nyonya , Kami sudah melaksanakan sesuai perintah namun tetap gagal , Kami minta maaf," Preman itu menunduk memohon maaf kepada Novi.
" Saya tidak mau tahu kalian harus secepatnya menghabiskan dia , Kalau tidak , saya tidak akan memberi uang yang saya janjikan itu. " Ancam Novi .
" Baik nyonya! " Patuh preman itu kepada Novi .
" Hahaha , Saya akan kaya raya , Saya akan membuat kamu Antoni hancur berkeping- keping ." Ucap Novi dengan tertawa keras .
Malam sudah sangat larut Antoni dan Willi pulang dengan wajah cemberut , Antoni dengan perasaan marah nya masuk ke dalam Masion.
Para pelayan pun menyambut kedatangan Antoni.
" Selamat datang tuan ?" Sapa para pelayan dengan hormat.
" Hemmm.." Antoni masuk kedalam masion .
Antoni terkenal sangat dingin kepada siapa pun , Sikap nya sangat berubah ketika ayah nya sudah tiada dan Novi adalah istri kedua ayahnya , Antoni sangat tidak menyukai Novi , Bagi Antoni , Novi bumerang bagi masa depannya.
" Hallo sayang !" Sapa Novi dengan ramah kepada Antoni , Namun Antoni tidak menghiraukan sapaan itu dia memilih untuk masuk ke kamar nya saja.
Tok
Tok
Ceklek
" Antoni , Kabulkan keinginan ibu sekali saja ." Novi masuk ke kamar Antoni .
" Keluar !, saya butuh istirahat dan tidak ingin di ganggu ." Antoni mulai merebahkan dirinya ke atas kasur .
" Anggap saya ini sebagai ibu mu , Saya telah berkorban untuk ayah kamu tapi ini yang saya dapat kan huhuhu. " Novi mulai menangis dan meneteskan air mata.
" Ck ck , Jangan jadikan diri anda seperti pengemis , Saya tidak akan simpati ." Antoni mulai menatap Novi dengan tajam .
" Saya sangat tulus menyayangi kamu sebagai anak kandung saya , Kenapa kamu tidak menggangap saya."
Novi berbicara panjang lebar.
" Apa yang anda inginkan ."
" Cepat lah menikah dengan Clara ."
Antoni menatap Novi dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Bersambung.....