Mengandung Anak Kembar Ceo

Mengandung Anak Kembar Ceo
Ceraikan dia


__ADS_3

Cuaca pagi yang begitu dingin membuat Antoni malas untuk segera bangun.


Tok


Tok


Tok


" Tuan !! Ini sudah jam sembilan pagi , Tuan Tomi pasti sedang menunggu mu ." Teriak Willi membangun kan Antoni .


" Ck , Ck , Tunggu lima menit lagi ." Antoni masih saja malas untuk bangun.


Willi mencari kunci cadangan kamar Antoni agar bisa di buka , Tuan nya itu sangat susah di bangun kan , Dan Willi lah yang akan berakhir kenak omel oleh tuan Karel.


Willi mencoba beberapa anak kunci , "Yes bisa terbuka! "Willi sangat senang akhirnya bisa membuka pintu kamar Antoni.


"Tuan !!, Ayolah bangun kita sudah terlambat ke kantor , Apa tuan tidak menghidupkan alarm ."


" Willi aku masih sangat mengatuk , Jangan ngangu aku ."


" Tidak bisa tuan , Tuan karel akan memecat ku kalau tuan masih saja begini , Hari ini ada rapat penting seharusnya tuan mengingatnya ."


Antoni pun tidak mendengarkan Willi yang telah lelah membangun kannya dia lebih memilih menutup telinganya dengan bantal.


Di sisi lain Tomi pagi- pagi sekali sudah berada di kantor Antoni .


" Selamat pagi tuan! , Apa ada yang bisa kami bantu. " Sapa resepsionis itu kepada Tomi yang ingin masuk.


" Selamat pagi juga , Saya ingin bertemu Antoni ." Jawab Tomi dengan tersenyum.


" Eh tuan Tomi ! , Perkenalkan nama saya Anggi dari bagian akuntan. " Tiba- tiba Anggi datang dengan memperkenalkan dirinya.


"Oh senang bertemu dengan kamu , Nama saya Tomi ." Tomi membalas uluran tangan Anggi.


" Anggi kau sangat hebat bisa menyapa tuan Tomi secara dekat. " Bisik kawan Anggi ke temannya yang lain , " Anggi sangat beruntung , Dia sangat cocok dengan tuan Tomi ." Teman Anggi lainnya pun mencoba memuji Anggi.


Anggi yang merasa di puji pun sangat bersemangat , Anggi mencoba untuk menggoda Tomi.


" Tuan Tomi ! , Berikan nomor ponsel mu untuk ku? " Anggi mencoba mengedipkan matanya supaya Tomi terpikat.


" Hai Tomi kenapa pagi- pagi sekali datang kemari. " Antoni datang tiba- tiba dan memotong pembicaraan dari Anggi.


Anggi yang melihat Antoni pun langsung membalikkan badannya.


" Anggi kamu mau kemana?" Teman- teman Anggi mencoba mengikuti Anggi yang sudah berjalan cepat.


Sedangkan Antoni sangat bingung.


" Dimana aku melihat dia ."Gumam Antoni merasa pernah bertemu dengan Anggi tapi Antoni tidak ingat sama sekali.


" Tomi !! .Ayo keruangan ku ." Ajak Antoni kepada Tomi.


Akhirnya mereka pun beranjak pergi ke ruangan Antoni.

__ADS_1


Di rumah Clara.


" Sayang !! ,Kenapa sudah dua hari ini kamu terus saja di kamar , Apa kau sedang bertengkar dengan Antoni. " Tebak Stev melihat Keyra tajam , Sudah dua hari ini Clara tidak keluar dari kamarnya sehingga membuat Stev bingung , Karena Clara bukan tipe orang yang terus saja di kamar.


" Bukan papa!! Clara cuma sedang malas saja ." Bohong Anggi kepada Stev.


" Benarkah ! ,Apa yang membuat mu malas sayang , Semua yang kamu inginkan sudah papa berikan bukan. " Stev bertanya lagi.


" Iya papa , Clara cuma sedikit malas untuk keluar , Cobalah untuk mengerti papa." Clara masih tidak mau jujur kepada Stev.


" Emmm baik lah , Papa akan berangkat ke kantor , Jika kamu menginginkan sesuatu telfon papa ya ?" Stev mulai mengecup kening Clara dan beranjak pergi.


" Papa maaf kan Clara yang tidak bisa jujur dengan papa."Gumam Clara .


Brakk....


Karel melempar dokumen penting ke mejanya itu.


" Sial ! Kenapa anak itu selalu membuat masalah , Aku akan membuat perhitungan dengan nya." Karel sangat marah kepada Antoni.


" Kau , Cepat lah panggil Antoni kemari ." Perintah Karel kepada Asistennya itu , Sang asisten mengangguk dan menjalankan perintahnya.


Di dalam ruangan Antoni.


" Hahaha cerita mu itu sangat lucu Tomi , Aku akan sangat senang jika bisa bertemu dengan ibu mu, Menurut yang kamu ceritakan pasti ibu kamu tipikal orang yang humoris bukan. " Antoni dan Tomi tertawa bersama .


Tok


Tok


Ceklek.


" Tuan Karel menyuruh anda untuk segera menemuinya tuan , Saya hanya melakukan perintah. " Ucap asisten Karel itu menunduk kepada Antoni.


Antoni yang mendengarkan tentang Karel merasa sangat bingung.


" Kenapa opa memanggil ku , Apa aku berbuat masalah lagi. " Gumam Antoni memikirkan kesalahannya itu .


" Tomi , Maafkan aku ! Opa ku ingin bertemu dengan ku , Kapan- kapan kemari lah ke sini untuk menjenguk ku oke ." Antoni menepuk pelan bahu Tomi dengan tersenyum.


" Baik lah Antoni ."


" Apa di kantor ini banyak wanita cantik yang mengejar mu Tomi , Aku lihat tadi ada seorang karyawan yang ingin berjabat dengan mu ." Ucap Antoni lagi.


" Di kantor mu memang banyak sekali wanita cantik Antoni , Tapi hati ku tetap satu untuk orang yang aku cintai. " Ujar Tomi lagi.


" Pasti wanita itu sangat beruntung Tomi , Aku sangat penasaran , Bagaimana kah penampilannya , Menurutku pasti akan cantik dan kaya raya bukan ." Tebak Antoni lagi.


" Nanti pasti akan ku kenalkan kepada kamu Antoni ."


" Oke Tomi ."


Akhirnya Antoni dan Tomi mengakhiri pembicaraannya karena Antoni sedang ada urusan mendadak .

__ADS_1


Antoni pun mencoba untuk menemui Karel.


Tok


Tok


Tok


Ceklek.


Antoni masuk ke dalam ruangan Karel dengan sedikit waspada.


" Opa !! Ada apa kau memanggilku ?" Tanya Antoni yang sama sekali tidak mengetahui apa- apa.


" Apa kau tidak tahu , Karena kesalahan apa aku memanggil mu ke sini ."


Antoni menatap Karel , Karel benar- benar marah rupanya.


" Aku tidak tahu sama sekali opa ."


Brak....


Antoni menatap tajam ke arah dokumen yang di lempar oleh Karel di atas meja.


" Sekarang bagaimana ? , Apa kau sudah tahu kesalahan mu ."


Antoni hanya terdiam .


" Kenapa kau diam saja , opa ingin tahu dari mulut mu , Apakah kesalahanmu , Kenapa kau sangat ingin menghancurkan Stev hah ." Kini Karel sudah di ambang kemarahan yang sangat luar biasa.


" Opa !! Maaf kan aku , Aku melaku- kan semua ini ."


" Karena kau tidak mau menikahi Clara bukan ?" Potong Karel ketika Antoni ingin melanjutkan kata- kata nya.


" Kau sangat keras kepala Antoni , Kenapa kau sangat menolak keras pernikahan ini ." Teriak Karel dengan berapi- api.


" Antoni tidak mencintai Clara opa , Seharusnya opa bisa tahu perasaan Antoni yang sebenarnya."


" Tidak perlu dengan kata mencintai harus menikahi seseorang Antoni , Apa kau ingin bernasib sama dengan ibu mu ."


" Opa cukup! jangan pernah salah kan ibu lagi , Ibu sudah sangat menderita opa , Apakah opa benar- benar membenci ibu. " Antoni mencoba menatap Karel .


" Kenapa kau sudah berani melawan sekarang ?, Apa karena wanita itu sudah mencuci otak mu."


" Opa aku sudah tidak sanggup lagi harus menuruti keinginan opa , Tolong lah opa mengerti sedikit saja dengan keadaan ku."


" hahaha , Kau sekarang sudah benar - benar bukan cucu yang dulu sangat aku banggakan ,sekarang kau sangat lah berubah Antoni , Opa sangat muak kepada mu."


Antoni pun diam tidak menyahut lagi.


" Secepatnya cerai kan wanita itu. "


Deg

__ADS_1


Jantung Antoni berpacu sangat kencang.


Bersambung....


__ADS_2