Mengejar Barokah

Mengejar Barokah
MB# 59. DJ AMBER SI ANAK NEGERI


__ADS_3

"Mpok Sanet," Yudha sampai berdehem menelan salivanya sulit melihat Shanneta yang bak gadis 18 tahun.


"Din, nanti aku mau minta kamu buat lakuin sesuatu!" ucap Neta.


"Mpok," Okie berlari sejenak memberi tau Shanneta jika sebentar lagi ia akan tampil.


Jaka segera berjalan cepat menghampiri Neta, namun bersamaan dengan Alvi yang mendekat.


"Amber, wah! Keren lah, pake baju Tarka sini?" tanya nya sudah memicing-micing ke arah Jaka yang kemudian diam di samping Neta. Sepertinya ia gatal untuk tidak cari-cari perhatian Jaka, dan Neta sadar itu.


"Iya. Gue kan emaknya anak-anak Tarka disini!" jawabnya membuat anak-anak Tarka disana tertawa renyah dan bangga, "emak gue! Akhirnya gue punya emal cantik!" Sinai memeluk Neta.


"Huu ngarep!" Pudin menjiwir hidungnya.


"Ini langsung dibawa ke atas?" tanya Opik dan Rohmat.


"Iya," angguk Neta.


"Laptop buat apa?" tanya Jaka.


"Aku mau bawain musik EDM, mash up'nya lagu orang." jawab Neta.


"Oh, sini aku bantuin!" ia lebih memilih ikut sibuk ketimbang melihat tatapan macan Neta dan tingkah genit Alvi.


"Abang gahar ih, mau kemana?! Sini aja sama aku ih!" manjanya.


Sementara semuanya hanya berdehem tak nyaman menatap Neta keheranan, apa tak cemburu? Dengan membiarkan Alvi begitu.


"Ck, santai aja kali! Biar aja dia kaya gitu, ntar biar malu sendiri!" ujar Neta.


"Nah, guys! Bapak-bapak, ibu-ibu, temen-temen sekalian. Tanpa menunggu lama lagi kita langsung masuk aja ke acara selanjutnya ya! Ada DJ Amber yang akan memanaskan suasana malam ini biar berkobar!" ujar Dwi dari atas panggung.


"Uhhh, berkobar kaya api gitu mbak Wi?" sahut Okie.


"Please welcome DJ Amber!"


Amber dengan menempelkan stiker merah putih di pipinya kini naik ke atas panggung dan membuka jaket kulitnya.


"Malam semua!"


"Malam!"


"Woahhh! Saneta!" teriak rt 5 kencang, terlebih emak M T2R, belum lagi anak-anak Tarka.


"Mungkin sebelum kita masuk ke musik yang bisa menghibur pinggul, kita sedikit ingatkan jiwa nasionalisme ya, berhubung ini acara HUT RI. Sebagai warga negri tercinta, aku mau kalian benar-benar meresapi kecintaan terhadap negri. Mungkin buat bapak lurah dan pak camat bisa ikutan sama anak Tarka ke depan, buat penonton kasih jarak ya," pinta Neta dari depan panggung membuat pak lurah dan pak camat menurut. Pudin dan Sinai menuntun kedua paruh baya itu. Dan sebagian anak Tarka memukul mundur sedikit penonton yang berada di bawah panggung.


"Oke, makasih. Kita ajep-ajep sebentar sama aku ya. Sebelum nanti goyang-goyang sama biduan!"


"Yang punya ponsel, bisa dinyalain flash'nya?" pinta Neta, kemudian mereka yang membawa ponsel menurut si dj cantik ini.


Lampu panggung mulai dimatikan membuat semuanya gelap, dan seruan terkejut mereka terdengar.


"Lha--lha kok mati?!" beberapanya berseru.


Tapi kemudian fokus mereka terpotong dengan sorot cahaya lampu warna-warni di atas panggung yang menyorot Neta seorang.


Musik mulai terdengar, "Saya mewakili seluruh generasi muda Indonesia, yang begitu sadar tentang betapa indahnya tanah air kita, sadar betapa berharganya ragam budaya kita, dunia harus tau, bahwa kita bangsa yang besar, dan sungguh saya mencintai negri ini, welcome to Indonesia."


Di depan alat-alat tempurnya, Amber mulai memainkan jemarinya di atas laptop dengan ketukan-ketukan clap, beat, bass dan denting juga terdengar menyatu indah dengan alat musik modern juga alat musik tradisional, menjadi harmonisasi musik yang perfecto di pendengaran.


Jaka tersenyum melihat Neta diatas sana, ia begitu mengagumkan.


🎶Bukalah matamu, kuatkan hatimu....


Berikan energy, di dalam semangatmu


Tegarlah berdiri, terbanglah kau tinggi,


Inilah saatnya, namamu bergema

__ADS_1


Maknai kekalahan sebagai kemenangan yang tertunda,


Jangan pernah berputus asa, jadi yang terbaik...


Lalu saat ada jeda dengan musik yang telah di stel ia menarik obor suar merah dan mengangkatnya di udara seraya mengangguk-anggukan kepala mengikuti irama dan ketukan musik,


🎶Show to the world,


You are as the bright as the sun


We deserve to be the one,


And fight your fears, come on.


Don't waste your time


Raise the energy, you'll shine


And give your best


Let God do the rest


(Tunjukan pada dunia,


Bahwa kamu secerah mentari


Kita pantas jadi nomor satu


Dan lawan rasa takutmu, ayo!


Jangan buang waktumu


Tingkatkan energi, kamu akan bersinar


Dan berilah yang terbaik,


Seketika tepukan tangan menggema diantara flash yang menyala banyak layaknya pelita dan Netalah bintang paling bersinar malam itu, belum lagi suitan dan seruan mengagumi.


"DJ AMBER, i love you!"


"Witwiiiww!" suitan entah siapa dari arah penonton.


"Gila! Keren ih!"


"Sumpah ini keren parah sih,"


"Mpok Neta emang kece ngga ada obat!"


Neta kembali memainkan jemarinya di laptop dan panel dj, membuat suasana semakin riuh terkagum-kagum, tak ada sedetik pun yang mereka lewatkan untuk berkedip sekalipun, demi hiburan genre baru bagi mereka. Neta memasang earphonenya di depan sana.


Rahma sampai kicep dibuatnya, betapa kerennya istri si akang ketua Tarka itu. Sambil sesekali menari yang bukan gerakan ero tis atau mengundang syah watt namun terlihat memukau.


Tak henti-hentinya seruan mengudara mengiringi penampilan Neta. Bahkan pak Lurah dan pak Camat sampai bertepuk tangan dibuatnya.


🎶 Terus fokus, satu titik, hanya itu titik itu, tetap fokus kita kejar, dan raih bintang.....


Saat lirik yang mulai mendayu, Neta mengangguk ke arah Pudin dan anak-anak Tarka di depan.


"Eh mpok Neta kasih aba-aba tuh!" tunjuk Sinai.


Pudin yang memegang bendera merah putih langsung meminta pak Lurah dan pak Camat untuk memegang dan membentangkan bendera lalu kemudian mereka mengarahkan sorot flash pada bendera, diatas sana Neta membuat gerakan hormat pada bendera yang tengah dipegang kedua pejabat kampung ini.


"Pak, ini maaf bisa dipegang?"


"Gimana?" tanya pak Camat.


"Dibentangin pak, maaf!" angguk Pudin dalam. Mereka cukup terkejut dan terpukau dengan apa yang dilakukan Neta, karena akhirnya diikuti anak Tarka lain.


🎶 You can be the fire, thats lights up the worlds,

__ADS_1


With your energy stronger together,


You can climb higher to the top of the world,


With your spirit you're unbeatable...


(Kamu bisa menjadi api yang menerangi dunia


Dengan kekuatanmu yang lebih kuat,


Kamu bisa mendaki lebih tinggi ke puncak dunia,


Dengan semangatmu, kamu tak terkalahkan)


Hingga lagu berakhir dan lampu kembali dihidupkan Neta mendapatkan sambutan semarak, bahkan tepukan tangan meriah dan heboh dari pak Lurah.


"Bravo! Hebat!"


"Bagus kalian undang yang kaya begini, ketimbang dangdut-dangdut yang kadang memicu syah waattt, mana kang Jaka?! Tahun depan begini lagi ya kang?!" pinta pak camat.


Tapi tak afdol rasanya jika Neta tak membubuhi sentuhan terakhir performnya dengan lagu merakyat dangdut remix, maka ia meminta semua tertib terlebih dahulu, hingga ia membawakan lagu MERIANG dari Cita-Citamiang, membuat suasana semakin riuh setelah tadi rasa nasionalisme mereka tergugah.


"Asikkk! Goyang neng!"


"Si Sanet, bener-bener dah! Bikin orang gamon kalo begini," ujar mpok Alya.


🎶Sudah lama, aku tak jumpa dengan kamu


Sudah lama, kamu tak memperhatikanku


Rindunya hatiku


Rindu ingin bertemu


Kuingin dirimu


Selalu disisiku....


"Aku apa?!!" teriak Neta.


"AKU MERIANG! AKU MERIANG! AKU MERIANG....MERINDUKAN KASIH SAYANG!!!" Teriak para penonton sambil bergoyang, padahal di atas sana Neta sudah mengedip genit dan menautkan jari ke arah Jaka.


"Cie akang!" senggol Okie.


"Awas kamu neng," Jaka mesem-mesem sendiri.


"Eaaaa! Eaaaa!"


"Aduh, malah jadi ciut gini! Performnya kak Amber keren, bikin yang tampil berikutnya malah mati kutu," seketika Irma jadi ciut nyali. Apalagi Alvi yang kini mendadak tak pede.


Hingga Neta turun, ia dibantu Okie, "awas mpok ah! Nanti licin, sayang kulit mulusnya!" kelakarnya dibalas tawa oleh Neta.


"Ya, mana suaranya?! Gimana penampilan dari DJ ibukota kita, Dj Shanneta Amber?"


"NGGA MAU PULANG, MAUNYA GELENG-GELENG!" jawab mereka.


"Waduhh, jangan dong! Kasian kalo ngga pulang-pulang, nanti suaminya marah! Makasih DJ Amber, di sela-sela kesibukannya sebagai dj ibukota yang sibuk wara-wiri keluar kota sekaligus mengurus suami tercinta ketua Tarka kita Kang Jaka, sudah menyempatkan diri hadir dan beraksi menghibur kita warga se-kecamatan," ucap Okie begitu jelas dan lantang dari atas panggung, diangguki Neta di bawah panggung.


"Apa?! Suami?! Abang gahar?!" Alvi terkejut.


.


.


.


.


Noted Lagu ; mash up Asian games 18 oleh Alffy Rev dan Meriang, Cita Citata.

__ADS_1


__ADS_2