
Saat Ilham dan Mira sedang saling menatap satu sama lain, Keduanya teralihkan oleh suara seseorang yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Ini meniadi kesempatan bagi Mira untuk dapat bebas karena sudah tidak kuat dengan situasi seperti ini. Situasi saat pipinya menghangat karena digoda Ilham, situasi saat jantungnya yang berdegub kencang, situasi saat hatinya berdebar-debar, situasi saat salah tingkah sendiri.
Siapa itu yang datang, sungguh mengganggu waktu antara diriku dan Mira saja. Gumam Ilham kesal.
Mira berjalan ke depan. Ketika Ia membuka knop pintu, di depan berdiri seorang cewek cantik yang tersentak kaget saat melihat dirinya yang membukakan pintu.
“ Apa Ilham di dalam? Bisakah aku menemuinya? ” tanya Natasha kepada Mira sambil tersenyum canggung.
Kedua tanganya memegang kotak makanan.
Mira mengangguk, lalu Natasha sudah masuk ke dalam dan bergegas masuk kamar. Natasha mendelik ke arah Ilham yang saat ini tanpa baju. Ilham juga tak kalah terkejut mendapati siapa yang datang.
“ Apa yang habis kalian lakukan di sini? Kalian! ” Seketika itu bubur yang sedang dipegang oleh Natasha jatuh di lantai. Sesaat lamanya, Natasha terbengong-bengong. Natasha berfikir kalau Ilham dan wanita itu habis melakukan sesuatu yang tidak-tidak karena Ilham tanpa baju sekarang.
“ Ah! Kau salah sangka, kami tidak habis melakukan hal seperti itu. ” Kata Mira buru-buru menimpali.
“ Iya, aku habis melakukan sesuatu dengan wanita ini. Kau lihat sendiri, kan? Aku tanpa baju sekarang! ” Jelas Ilham percaya diri sekali.
Ilham sungguh sebal sekali karena waktu bersama Mira menjadi berantakan gara-gara kedatangan Natasha yang mulai menampakan batang hidungnya lagi.
Apa perempuan ini tidak tahu diri? Pikir Ilham sambil mendesis.
Mira langsung melotot ke arah Ilham. Kalau apa yang baru saja dia ucapakan itu sungguh keterlaluan sekali. Mira pun menjelaskan kepada wanita itu bahwa perkataan Ilham baru saja tidak benar.
“ Lebih baik kau pergi saja, aku mohon kepadamu, jangan pernah datang ke sini lagi. ” kata Ilham setengah membentak.
“ Ilham-aku-aku hanya ingin memberimu bubur! Aku mencemaskanmu, pasti kau belum makan, kan? ” Timpal Natasha bibir dan suaranya terdengar bergetar.
“ Aku sudah makan dan aku juga baru saja makan bubur, wanita itu yang membawakan untuku! ”
“ Apakah kalian berdua pacaran? ” tanya Natasha dengan ragu.
“ Kami berdua akan segera menikah, jadi jangan ganggu hidupku lagi. ” Lanjut Ilham dengan keras sambil berkacak pinggang.
“ APA??? MENIKAH?! ”
__ADS_1
Bagimana ini, kenapa Ilham menjadi semakin gila seperti ini, bagimana bisa kalau aku denganya hendak menikah? Benar-benar sudah keterlaluan! Pikir Mira.
Mira menatap tajam ke arah Ilham, jika saja tidak ada wanita itu di sini mungkin Ia sudah mencubit pinggangnya dengan keras.
“ Aku mohon kepadamu, kau sebaiknya pergi saja sekarang! ” gertak Ilham kembali.
“ Aku tidak ingin melihatmu kembali! ”
“ Tapi, ”
“ Kubilang kau pergi sekarang! ”
Natasha berbalik badan dan keluar kamar dengan langkah gontai. Kepalanya tertunduk ke bawah.
Sedangkan Ilham langsung mendekat ke arah Mira, Mira merasa tidak tahan dengan tatapan Ilham yang seperti ingin melakukan sesuatu terhadap dirinya. Mira melangkahkan kaki mundur, sedangkan Ilham terus melangkahkan kaki maju. Kini, tubuh Mira terkunci di permukaan pintu tidak bisa menghindar kemana-mana. Sedangkan tubuh Ilham langsung mem-block dirinya.
“ Apa yang akan kamu lakukan? ” tanya Mira tergagap.
“ Bisakah kita melanjutkan?! ”
“ Melanjutkan? ” Mira menautkan kedua alisnya.
Seketika itu, rona merah menghiasi pipi Mira kembali.
“ Kau yang mesum! ” gertak Mira. “ Sebaiknya kau ganti baju sekarang! Aku akan menemui wanita itu, yang mungkin sedang bersedih karena sikapmu tadi! ”
Mira langsung keluar dari kamar dan mengedarkan pandangan untuk mencari wanita itu. Ia melangkah ke luar rumah dan mendapati wanita itu sedang duduk di luar. Wajahnya ditekuk seperti sedang memikirkan sesuatu.
“ Haii, ” sapa Mira sambil duduk di bangku di sebelahnya.
“ Apa yang dikatakan Ilham jangan kamu masukan ke hati, ya! Dan apa yang dikatakan oleh Ilham tentangku itu semua tidak benar! Dan kami tidak melakukan apa-apa di dalam, dia memang suka bercanda. ‘’ Kata Mira.
‘’ Ilham kan sedang sakit, jadi dia tidak bisa mengontrol dirinya! ”
“ Aku yang salah! Aku yang mebiarkan Ilham menjadi membenciku. Aku memang tidak peka, kalau saat itu Ilham sangat mencintaiku, tapi, aku tidak peka terhadap itu semua! ” potong Natasha dengan cepat, kini matanya sembab.
Apakah wanita ini adalah mantan pacarnya Ilham yang putus baru-baru ini? Pikir Mira.
__ADS_1
Mira pun memberanikan diri untuk bertanya tentang hal itu. Dan Natasha hanya mengangguk sambil mengusap ujung matanya yang sembab.
“ Aku pikir, aku masih mempunyai kesempatan untuk meminta maaf kepada Ilham dan kami akan kembali bersama, namun, ternyata aku terlambat, karena Ilham sudah memilikimu dan kalian akan segera menikah! ” lanjut Natasha dengan suara parau.
Ilham benar-benar keterlaluan sekali, bisa-bisanya wanita ini berfikiran seperti itu!
“ Aku-aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Ilham dan aku tidak… ”
“ Aku mengerti, kamu pasti bahagia sekali bisa memiliki Ilham. ” potong Natasha sambil bangkit dari kursi dan pamit diri hendak pulang.
Mira hanya menatap kepergian wanita itu sampai benar-benar menghilang. Mira menyilangkan kaki, tanganya menopang pelipis.
Kalau saja Ilham tidak sedang sakit, sudah kucubit pinggangnya sekarang. Aku benar-benar kesal denganya, Tunggu saja kau, Ham!
Mira segera bangkit dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam kamar.
“ Ilham! kau sungguh keterlaluan dengan apa yang kau katakan kepada wanita itu! ”
“ Aku melakukan itu biar Natasha segera pergi dari sini, aku tidak mau lihat dramanya lagi. ”
“ Sekarang, mana handphone-ku? ”
Mira sudah menduga kalau ponselnya pasti telah disembunyikan oleh Ilham.
“ Aku yakin, kamu pasti yang menyembunyikan handphone-ku, kan?! ”
“ Baiklah, aku mengakui kalau aku yang menyembunyikan hanphone-mu, ” akhirnya Ilham mengakui perbuatanya. “ Tetapi aku mempunyai satu syarat, ”
“ Apa itu? ” tanya Mira penasaran.
“ Tempo hari, aku telah dicium oleh Rafa, ” katanya. “ Dan sekarang, aku ingin dicium oleh Mamanya! ”
Seketika itu, Mata Mira kembali membulat dengan sempurna. Mata Mira saat ini seperti hendak keluar saja.
Namun, Ilham buru-buru menimpalinya. “ Aku bercanda! ” Lalu terkekeh.
“ Tidak lucu sama sekali, Ilham! ”
__ADS_1
bentak Mira.
Ilham pun menjulurkan tangan dan memberikan kepada Mira. Mira langsung meraihnya dengan cepat. Lalu segera memesan ojek online pada ponselnya. Ilham memaksa diri untuk mengantar Mira ke depan sampai ojek online itu datang. Tidak lama kemudian, ojek online sudah datang. Ilham bergegas menghampiri Bapak ojek itu dan menyerahkan ongkosnya. Mira hanya menggeleng kepala melihat tingkah Ilham saat ini.